252 research outputs found
Pengaruh dukungan orang tua dan interaksi teman sebaya terhadap motivasi belajar siswa di SMP Alhuda Bangetayu Wetan Genuk Semarang
This research aims to empirically test the influence of parental support and peer interaction on the learning motivation of Alhuda Middle School students. The population in this study was 265 Alhuda Middle School students. The method used in this research is a quantitative method with a comparative causal approach. The sampling technique in this study used cluster random sampling where the sample was randomized based on class and then 135 students of Alhuda Middle School Semarang were taken to be used as samples. The measuring tools for this research are the learning motivation scale, parental support and peer interaction. The data analysis method uses multiple linear regression analysis. The results of this research show three hypotheses, namely the influence of parental support on the learning motivation of Alhuda Middle School students in Semarang with a significance value of 0.008 and an effective contribution of 15.2%. There is an influence of peer interaction on the learning motivation of Alhuda Middle School students with a significance value of 0.000 and an effective contribution of 45.2%. There is an influence of parental support and peer interaction on Alhuda Middle School students' learning motivation with an effective contribution of 27.4%. The higher the parental support and peer interaction, the higher the student's learning motivation. Suggestions for increasing parental support and peer interaction so that students have high motivation to learn in the future.
Keywords: learning motivation, parental support, peer interaction.
ABSTRAK:
Penelitian ini bertujuan guna menguji secara empiris pengaruh antara dukungan orang tua dan interaksi teman sebaya terhadap motivasi belajar siswa SMP Alhuda. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 265 siswa SMP Alhuda. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan kausal komparatif. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan cluster random sampling di mana sampel di acak berdasarkan kelas yang kemudian di ambil sebanyak 135 siswa/i SMP Alhuda Semarang untuk di jadikan sampel. Alat ukur penelitian ini adalah skala motivasi belajar, dukungan orang tua dan interaksi teman sebaya. Metode analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil peneliltian ini menunjukkan tiga hipotesis yaitu adanya pengaruh dukungan orang tua terhadap motivasi belajar siswa SMP Alhuda Semarang dengan nilai signifikansi 0,008 dan sumbangan efektif sebesar 15,2%. Adanya pengaruh interaksi teman sebaya terhadap motivasi belajar siswa SMP Alhuda dengan nilai signifikansi 0,000 dan sumbangan efekstif sebesar 45,2%. Terdapat pengaruh dukungan orang tua dan interaksi teman sebaya terhadap motivasi belajar siswa SMP Alhuda dengan sumbangan efekstif sebesar 27,4%. Semakin tinggi dukungan orang tua dan interaksi teman sebaya maka semakin tinggi pula motivasi belajar siswa. Saran ditingkatkan dukungan orang tua dan interaksi teman sebaya agar siswa memiliki motivasi belajar yang tinggi kedepannya.
Kata kunci: motivasi belajar, dukungan orang tua, interaksi teman sebaya
Hubungan Antara Pengelolaan Kelas Dengan Motivasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran PAI di SMP Alhuda Semarang
Pengelolaan kelas merupakan syarat yang harus dimiliki seorang pendidik dan ini merupakansuatu kemampuan yang dimiliki oleh guru dalam menciptakan, mengkondisikan serta mengembalikan suasana belajar peserta didik yang efektif agar tetap menyenangkan dan optimal. Dengan adanya pengelolaan kelas yang baik yang dilakukan oleh guru, diharapkan siswa lebih semangat, tertib, dan termotivasi. Hal ini menarik untuk dibahas, dengan judul “Hubungan Antara Penglolaan Kelas Dengan Motivasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran PAI di SMP Alhuda Semarangâ€, dengan rumusan masalah bagaimana pelaksanaan pengelolaan kelas, bagaimana motivasi belajar siswa, adakah hubungan antara pengelolaan kelas dengan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran PAI di SMP Alhuda Semarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pengelolaan kelas, motivasi belajar siswa, dan ada tidaknya hubungan pengelolaan kelas dengan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran PAI diSMP Alhuda Semarang.Kata Kunci: Pengelolaan Kelas, Motivasi Belajar, PAI
POLA KOMUNIKASI PENYULUH AGAMA ISLAM DALAM PEMBINAAN KESEHATAN MENTAL DAN SPIRITUAL LANSIA DI PANTI JOMPO ALHUDA SYUHADA COT PLIENG KABUPATEN ACEH UTARA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesehatan mental dan spiritual Lansia di Panti Jompo Alhuda Syuhada Cot Plieng Kabupaten Aceh Utara; pola Komunikasi Interpersonal dan Pola Komunikasi Kelompok Penyuluh Agama Islam dalam pembinaan kesehatan mental dan spiritual Lansia; serta hambatan yang dihadapi oleh Penyuluh Agama Islam dalam pembinaan kesehatan mental dan spiritual Lansia di Panti Jompo Alhuda Syuhada Cot Plieng Kabupaten Aceh Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, serta menggunakan Teori Stimulus Organism Response. Data diperoleh melalui wawancara, studi dokumen, dan observasi. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis data interaktif model Miles dan Huberman, yang proses pelaksanaannya terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan, kondisi kesehatan mental dan spiritual para lansia di Panti Jompo Alhuda Syuhada Cot Plieng pada umumnya baik, hal ini karena pola pengasuhan yang baik dari pengurus Panti Jompo Alhuda Syuhada Cot Plieng serta stimulus berupa pesan (materi kesehatan mental dan spiritual) yang disampaikan secara interpersonal dan kelompok oleh Penyuluh Agama Islam terhadap para lansia di Panti Jompo Alhuda Syuhada Cot Plieng. Pesan tersebut menimbulkan perhatian dan pengertian dari lansia di Panti Jompo Alhuda Syuhada Cot Plieng, selanjutnya mereka menerima materi dengan baik sehingga meningkatkan kesehatan mental dan spiritual mereka; beberapa bentuk komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam Kabupaten Aceh Utara, yaitu: Dialog dan Percakapan yang berlangsung secara sirkuler (berputar); sedangkan pola komunikasi kelompok adalah pola roda. Hambatan yang dihadapi Penyuluh Agama Islam secara garis besar ada empat, yaitu hambatan fisik, hambatan fisiologis, hambatan psikologis, serta semantik
Pembelajaran Daring Berbasis Moodle Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak di MA Annur Alhuda Tajinan Malang
Pandemi Covid-19 yang terjadi dengan penyebaran yang tidak terduga telah membawa dampak yang luar biasa dalam kehidupan pendidikan. Segala kegiatan yang melibatkan banyak orang harus dihentikan sementara waktu termasuk kegiatan pendidikan di sekolah. Olehkarenanya pemerintah memberikan solusi dengan adanya pembelajaran daring sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Corona Virus Disease 2019.
Penelitian ini berusaha memahami dan menganalisis tentang pembelajaran daring berbasis Moodle pada mata pelajaran Akidah Akhlak di MA Annur Alhuda Tajinan Malang dengan fokus kajiannya mencakup: 1) Perencanaan pembelajaran daring berbasis Moodle pada mata pelajaran Akidah Akhlak di MA Annur Alhuda Tajinan Malang, 2) Pelaksanaan pembelajaran daring berbasis Moodle pada mata pelajaran Akidah Akhlak di MA Annur Alhuda Tajinan Malang, dan 3) Penilaian pembelajaran daring berbasis Moodle pada mata pelajaran Akidah Akhlak di MA Annur Alhuda Tajinan Malang.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan Penelitian Kelas (Classroom research). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Dalam analisa data menggunakan teknik yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan kriteria triangulasi data. Adapun informan dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru mata pelajaran, administrator dan siswa.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) perencanaan pembelajaran daring berbasis Moodle pada mata pelajaran Akidah Akhlak adalah dengan merumuskan tujuan dilaksanakannya pembelajaran daring, kemudian dilakukan simulasi dan Menetapkan teknis pelaksanaan daring, agar pembelajaran berjalan tertib maka ditetapkanlah jadwal pembelajaran daring serta materi pelajaran berdasarkan Kurikulum 2013, Silabus dan RPP daring materi pokok Syirik, ditutup dengan penetapan komponen Penilaian. 2) pelaksanaan pembelajaran daring ini dilaksanakan pada tanggal 4 April 2020 ini melalui 7 tahap fitur yang telah disediakan Moodle sebagai LSM yaitu, absensi, dari jumlah siswa sebanyak 27 didapati 15 siswa dengan poin 10 karena hadir tepat waktu, 3 siswa dengan poin 9, 2 siswa dengan poin 8, 3 siswa dengan poin 7, 2 siswa dengan poin 6 dan 2 siswa dengan poin 5. Pada fitur materi pelajaran adalah sesuai RPP daring dengan penampabahan file dari artikel dan PPT. pada fitur chatting ada dua siswa yang bertanya seputar materi Syirik yang belum difaham, dilanjutkan pada forum diskusi sebanyak 27 siswa aktif menjawab contoh perbuatan Syirik dan diakhiri oleh fitur tugas harian dengan soal sejumlah 5 butir berbentuk pilihan ganda, 3) penilaian diberikan melalui 3 fitur yaitu absensi, forum diskusi dan tugas harian. Penilaian absensi dengan pengurangan poin jika lewat dari 5 menit, penilaian forum diskusi diberikan oleh guru sendiri dan penilaian tugas harian muncul secara otomatis dengan kategori nilai 2.00 dan nilai untuk lulus 10.00. ketiga komponen tersebut diakumulasi dan dipaparkan dalam grender report yang dapat diliat oleh siswa
TINJAUAN KRIMINOLOGIS TERHADAP TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA YANG DILAKUKAN ANGGOTA KEPOLISIAN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI BLANGKEJEREN)
ABSTRAKRicky Alhuda, 2020Nurhafifah, S.H., M.H. Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika menyebutkan bahwa Setiap penyalahguna narkotika golongan I, II dan III bagi diri sendiri dipidana dengan pidana penjara sesuai dengan golongan narkotika yang telah disebutkan dalam Undang-Undang tersebut. Polisi sebagai salah satu aparat penegak hukum yang mempunyai tugas, melindungi dan menegakkan hukum, diberikan tugas untuk melakukan pencegahan, pemberantasan dan penanggulangan tindak pidana narkotika. Meskipun demikian terdapat beberapa oknum polisi yang menyalahgunakan wewenangnya sebagai aparat penegak hukum dengan ikut melakukan penyalahgunaan narkotika. Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan faktor penyebab terjadinya, upaya penanggulangannya, serta hambatan dalam upaya penanggulangan tindak pidana penyalahgunaan narkotika yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris dengan cara melakukan penelitian berupa wawancara langsung pada suatu instansi atau lembaga yang menjadi obyek penelitian serta pengumpulan data-data. Hasil penelitian menjelaskan bahwa penyebab terjadinya tindak pidana penyalahgunaan narkotika di kalangan kepolisian, diantaranya terjadi karena faktor keluarga, faktor lingkungan, faktor pergaulan di tempat kerja, serta hal yang lain yang berhubungan dengan penyimpangan dalam pelaksanaan tugas, serta memanfaatkan kewenangan yang dimilikinya untuk melakukan tindak pidana tersebut. Selain itu, upaya penanggulangan tindak pidana penyalahgunaan narkotika yang dilakukan oleh pihak kepolisian, diantaranya membuat fakta integritas, sosialisasi anti narkoba, serta larangan yang secara tegas dimasukkan dalam aturan kepolisian yang tentunya berisi sanksi administrasi bagi anggota yang terlibat. Sedangkan Hambatan dalam upaya penanggulangan tindak pidana penyalahgunaan narkotika yang dilakukan oleh pihak kepolisian diantaranya terjadi karena adanya faktor internal yang menyebabkan tidak efektifnya penangan kasus. Disarankan kepada pihak kepolisian untuk melakukan tes urine dikalangan kepolisian setiap triwulan sekali untuk mencegah terjadinya tindak pidana penyalahgunaan narkotika, serta menjatuhkan sanksi yang tegas bagi pihak kepolisian yang terlibat melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika
Penggunaan metode storytelling melalui musik instrumental untuk meningkatkan kemandirian anak usia dini : Penelitian tindakan kelas di kelompok B Kober Alhuda Alal Kasbi Cipacing Sumedang
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh studi pendahuluan terkait dengan kemandirian anak. Permasalahan tersebut diantaranya anak belum mampu melakukan aktivitas fisik secara mandiri, bersikap percaya diri, bertanggung jawab dan disiplin. Hal itu karena proses penanaman nilai-nilai kemandirian yang dilakukan dengan metode atau cara yang kurang menarik dan klasik. Sehingga anak tidak mampu menangkap pesan yang disampaikan oleh guru terkait dengan kemandirian.
Tujuan penelitaian ini adalah untuk mengetahui 1) Kemandirian anak di kelompok B Kober Alhuda Alal Kasbi sebelum diterapkan metode storytelling melalui musik instrumental. 2) Proses pembelajaran dan penerapan metode storytelling melalui musik instrumental di kelompok B Kober Alhuda Alal Kasbi pada seluruh siklus. 3) Kemandirian anak di kelompok B Kober Alhuda Alal Kasbi sesudah diterapkan metode storytelling melalui musik isntrumental pada seluruh siklus.
Penelitian ini didasari oleh suatu pemikiran bahwa kemandirian merupakan salah suatu sikap yang sangat penting bagi anak usia dini sebagai bekal dalam proses tumbuh kembangnya dalam menjalani kehidupannya sehari-hari ataupun untuk kehidupan dewasanya kelak. Dari asumsi tersebut maka diajukan hipotesis penggunaan metode storytelling melalui musik instrumental dapat meningkatkan kemandirian anak usia dini di Kelomok B Kober Alhuda Alal Kasbi Cipacing.
Penelitaian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini berupa observasi, wawancara, dokumentasi dan unjuk kerja. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif. Subjek /responden dalam penelitian ini adalah siswa/i Kober Al-Huda Alal Kasbi Cipacing yang berjumlah 13 orang pada tahun ajaran 2019/2020.
Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa kemandirian anak sebelum dilakukan tindakan memperoleh nilai rata-rata 51,35% dengan kriteria kurang. Proses penerapan metode storytelling melalui musik instrumental dilihat dari aktivitas guru dan anak , pada siklus I observasi aktivitas guru mencapai 80,55% dengan kriteria baik dan pada siklus II meningkat menjadi 94,44% dengan kriteria sangat baik. Demikian pula dengan observasi aktivitas anak siklus I mencapai 68,88% dengan kriteria baik. Pada siklus II meningkat menjadi 79,69 dengan kriteria baik. Adapun kemandirian anak pada siklus I memperoleh rata-rata 57,88 dengan kriteria kurang. Pada siklus II kemandirian anak meningkat menjadi 86,53 dengan kriteria sangat baik
IMPLEMENTASI MEDIA SEKAT DALAM PENGENALAN TANDA WAQAF DI TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN ALHUDA KEPUHREJO KUDU JOMBANG
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan membaca AlQur’an dan juga untuk mengetahuui implementasi media sekat dalam
pengenalan tanda waqaf di Taman Pendidikan Al-Qur’an Al-Huda
Kepuhrejo Kudu Jombang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Media sekat adalah media
yang digunakan guru untuk memecahkan masalah pada santri TPQ AlHuda. Media sekat ini digunakan sebagai alat bantu untuk mengetahui
berhenti atau tidaknya suatu bacaaan pada ayat Al-Qur’an dengan mudah
dan membedakan ayat-ayat yang ada tanda waqaf saat membaca Al-Quran.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi media sekat dalam
pengenalan tanda waqaf di Taman Pendidikan Al-Qur’an Al Huda sudah
efektif dan penggunaan media sudah bagus karena sudah menggunakan
media untuk pembelajaran dibandingkan sebelumnya yang tidak
menggunakan media.
Kata kunci : Media sekat; Tanda waqaf; Taman Pendidikan Al-Qura
IDEOLOGI ‘KANCA WINGKING’: STUDI RELASI KUASA PENGETAHUAN DALAM TAFSIR ALHUDA
The Qur’anic interpretation which is done by a mufassir, ideally must be free from various interests, personally or even politically. Factually a mufassir often carries particular interest in their interpretation processes, whether it is done consciously or not. Bakri Syahid, as a mufassir was not able to be free from the political interests that supporting New Order government when he interpreted Alquran. This can be clearly seen in his interpretation of the verses about women. Based on the theoretical analysis of Michel Foucault's power of knowledge, this study revealed that Bakri Syahid interpretation on the verses about women in Tafsir Alhuda showing the Javanese ideological influence, which is positioned women as ‘kanca wingking’ or complementary behind their husbands, and also the 'hidden' power; namely the affirmation of women position listed in national regulation No. 1, 1974 about marriage. This result also confirmed that the product of interpretation could not be completely free from the mufassir interests, and even could be a "mirror" for the government political interests in certain time
The Effect of Ozone Therapy on The Phase of Diabetic Wound Healing in Patient With Diabetes Mellitus at Alhuda Wound Care Clinic in Lhokseumawe
On Predicting Ticket Reopening for Improving Customer Service in 5G Fiber Optic Networks
The paper proposes a data-driven strategy for predicting technical ticket reopening in the context of customer service for telecommunications companies providing 5G fiber optic networks. Namely, the main aim is to ensure that, between end user and service provider, the Service Level Agreement in terms of perceived Quality of Service is satisfied. The activity has been carried out within the framework of an extensive joint research initiative focused on Next Generation Networks between ELIS Innovation Hub and a major network service provider in Italy over the years 2018–2021. The authors make a detailed comparison among the performance of different approaches to classification—ranging from decision trees to Artificial Neural Networks and Support Vector Machines—and claim that a Bayesian network classifier is the most accurate at predicting whether a monitored ticket will be reopened or not. Moreover, the authors propose an approach to dimensionality reduction that proves to be successful at increasing the computational efficiency, namely by reducing the size of the relevant training dataset by two orders of magnitude with respect to the original dataset. Numerical simulations end the paper, proving that the proposed approach can be a very useful tool for service providers in order to identify the customers that are most at risk of reopening a ticket due to an unsolved technical issue
- …
