4,494 research outputs found

    Pendekatan doa menurut Tafsir Al-Quran Nik Abdul Aziz Nik Mat: Surah al-Fātiḥah: Approach to supplication according to Tafsir Al-Quran Nik Abdul Aziz Nik Mat: Surah al-Fātiḥah

    Get PDF
    Supplication serves as a bridge between people and Allah. Allah appreciates His obedient followers. Surah al-Fātiḥah is one of the ways Allah teaches people to pray. However, there are still Muslims who do not fully comprehend the proper method of prayer. Since surah Al-Fātiḥah is one of the most frequently recited verses and Tuan Guru Dato' Haji Nik Abdul Aziz bin Nik Mat is a well-known scholar in Malaysia for disseminating knowledge on Islam, this study will concentrate on the prayer technique in Tafsir Al-Quran Nik Abdul Aziz: Surah al-Fātiḥah. Data for the study were gathered through document analysis, and content analysis techniques were employed to examine them. This research revealed that Tuan Guru Dato' Haji Nik Abdul Aziz bin Nik Mat's primary point is that the recitation of supplications must be clear and understandable and that one should always ask for Allah's guidance

    PERAN UMAR IBN ABDUL AZIZ DALAM KODIFIKASI HADIS

    No full text
    Hadis merupakan sumber Hukum Islam kedua setelah Al-Qur’an. Oleh karena hadis menduduki peringkat kedua setelah Al-Qur’an, maka suatu keharusan bagi kaum muslimin untuk mepelajarinya. Tanpa mengenal hadis, rasanya sulit untuk memahami ilmu-ilmu keislaman. Hadis bukanlah hal yang baru bagi masyarakat Islam masa kini, karena semenjak Muhammad saw dikenal dengan nama hadis. Hadis tidak lain adalah segala yang dinukilkan pada Rasulullah baik perkataan, perbuatan, takrir dan hal-ikhwalnya. Namun yang menarik adalah kenapa hadis ini baru dihimpun (dikodifikasikan) secara resmi pada masa khalifah Umar ibn Abdul Aziz -khalifah Ummayyah kedelapan-? Apa sebelum masa Umar ibn Abdul Aziz tidak ada usaha untuk mengkodifikasikan hadis. Dalam tulisan singkat ini akan dibahas bagaimana peran khalifah Umar ibn Abdul Aziz dalam kodifikasi hadis. Namun terlebih dahulu akan dibahas pengertian kodifikasi dan bagaimana penulisan hadis pada masa Nabi

    The Wahhabi Movement and Abdul Aziz Al-Saud in the Formation of the Third Period Saudi Dynasty (Emirate of Riyadh 1901-1932 AD)

    Get PDF
    This article aims to explain the Wahhabiyah movement and Abdul Aziz al-Saud in the process of forming the third period of the Saudi dynasty after the collapse of the first and second periods. The method used is a historical method consisting of heuristics, criticism, interpretation and historiography. The sources used include a book entitled the Book of At-Tauhid, written by Muhammad bin Abdul Wahhab, a book entitled Imam Muhammad bin Abdul Wahhab Da'wah and Traces of His Struggle, written by Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz and other books. The result of the discussion in this article is that Abdul Aziz al-Saud or usually called Ibnu Saud was the founder of the third Saudi Dynasty, after the second Saudi Dynasty collapsed and was defeated by the Ar-Rashid Clan, in 1901 AD. Al-Saud, who allied with As-Shabah, which was supported by Britain, succeeded in defeating the Rashid Clan so that Abdul Aziz succeeded in capturing the city of Riyadh. The conquest of other cities continued by forming an Ikhwani military unit with a Wahhabi ideology. The entire area of ​​Najd and its surroundings was successfully captured by Abdul Aziz and his troops, as well as the 'Asir area, then the Hijaz region and succeeded in defeating Syarif Husein, areas around the Hijaz such as Jeddah, Tha 'if, Mecca and Medina were successfully captured, so that Abdul Aziz became the ruler of the Hijaz and Najd and then he announced the unification or unification of their various territories under the name of the Kingdom of Saudi Arabia (Kingdom of Saudi Arabia) on September 22 1932 AD, thus ending the third Saudi Dynasty

    K.H. Abdul Aziz Khoiri dan Pondok Pesantren Al Ma'ruf Lamongan

    Get PDF
    Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah: faktor apa yang mendorong K. H. Abdul Aziz Khoiri mendirikan pondok pesantren. Bagaimana konsep-konsep K. H. Abdul Aziz Khoiri dalam mengelolah dan mengembangkan pondok pesantren. Hasil apakah yang dapat diwujudkan oleh K.H. Abdul Aziz Khoiri. Dengan menggunakan sumber kepustakaan dan wawancara serta observasi, data yang terkumpul diolah dan disajikan secara deskriptif interpretative maka diakhir pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa K.H. Abdul Aziz Khoiri adalah seorang tokoh pendiri pondok pesantren Al Ma'ruf Kranggan Sidokumpul Lamongan, beliau juga sebagai pemangkunya. Kurikulum yang digunakan di pondok pesantren Al Ma'ruf bersifat keagamaan dan non keagamaan dengan menggunakan metode sorogan, wetonan dan klasikal. Keberadaan pondok pesantren Al Marruf memberikan dampak positif kepada masyarakat dalam bidang agama, pendidikan dan sosial budaya

    The efforts of Sheikh Abdul-Aziz Al-Samarrai in interpreting his book (The Science of Fundamentals of Interpretation) as a modelُ

    Get PDF
    The contribution of the Al-Asifiyah School to jurisprudential studies, as well as other fields of knowledge, is well established amongst the scholarly community. More importantly, as a teaching scholar, Sheikh Abdul Aziz al-Samarrai has produced research in a variety of fields. His work in the Holy Quran Basics of Interpretation were particularly notable, culminating in his book The Basics of Holy Quran Interpretation. Keywords: Efforts - Sheikh Abdul Aziz - Science - Fundamentals of Interpretation- Boo

    Peran Kiai Abdul Aziz Masyhuri dalam Kodifikasi Kitab Ahkam al Fukoha

    Get PDF
    Kiai Abdul Aziz Masyhuri dalam kodifikasi kitab Ahkam al-Fuqoha sangat relatif berpengaruh terhadap masyarakat dan santrinya dalam memberi dorongan untuk belajar menulis dan berkarya sehingga membuahkan hasil yang nyata yang berupa karya tulis. Dalam penelitian ini, penelitian meneliti peran seorang kiai yaitu kiai Abdul Aziz Masyhuri Denanyar Jombang, disini ada tantangan tersendiri buat kiai Abdul Aziz dalam kodifikasi kitab Ahkam al-Fuqoha untuk menyelaraskan dengan kondisi kiai Abdul Aziz selaku kiai yang menuntut untuk berdakwah melalui karya tulis yang mana butuh perhatian yang ekstra. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab rumusan masalah: 1) Bagaimana biografi kiai Abdul Aziz Masyhuri Denanyar Jombang? 2) Bagaimana latar belakang kegiatan kodifikasi dokumentasi hasil bahtsu al-Masa’il yang dilakukan oleh kiai Abdul Aziz Masyhuri? 3) Bagaimana peran kiai Abdul Aziz Masyhuri dalam kodifikasi kitab Ahkam al-Fuqoha? Jenis metode penelitian yang di gunakan oleh peneliti adalah metode kualitatif. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang berupa, observasi, wawancara dan dokumentasi. Dan teknik tersebut peneliti bisa meyelaraskan antara fakta dan data untuk menggambarkan peran kiai Abdul Aziz Masyhuri, selanjutnya mampu menjawab dan memaparkan rumusan masalah di atas. Hasil penelitian membuktikan, kiai Abdul Aziz Masyhuri bisa menunjukkan bahwa kiai Abdul Aziz Masyhuri juga sanggup menjalankan peran seorang kiai yang dituntut untuk berkarya dan telaten dalam menulis. Kiai Abdul Aziz Masyhuri mampu memaksimalkan kemampuannya dan potensinya untuk masyarakat dalam bentuk karya tulis dan memberi dorongan, motivasi kepada santri-santrinya, terutama membangkitkan semangat berkarya menulis dengan bentuk karya yang nyata yaitu kitab Ahkam al-Fuqoha. Selain itu dibutuhkan pemerintah ikut andil dalam pengembangan minat tulis masyarakat dan santri dengan menyediakan tempat dan pelatihan terhadap santri, khususnya kepada Pondok Pesantren al-Aziziyah Denanyar Jombang

    Grammatical errors in Saudi students' writing : a minimalist approach / Mohammad Abdul Aziz Omar Al-Khatib

    Get PDF
    This empirical study is an analysis of EFL writing by third year university students. There are three aims of the current work; (1) to find out the kinds of grammatical errors Saudi students make in their writings; (2) to explicate ungrammaticality of the students' errors employing the Minimalist Program; (3) to evaluate the contributing factors that cause grammatical errors. Data was derived from compositions written by a stratified random sample of twenty junior students majoring in English at The Faculty of Arts and Humanities in King Abdul Aziz University, Jeddah, Saudi Arabia. Actually, these compositions are an assignment given by their lecturer as a kind of critical writing about the play Trifles by Glaspell. The study is qualitative in nature as it primarily focuses on analyzing the types of grammatical errors no matter how frequent they occur. Findings revealed that most of the grammatical errors are in sentence structure, prepositions, subjectverb agreement and wrong use of words. The results demonstrated that Saudi juniors do not completely fulfill the requirement for lexical information of an English sentence in the sense they still do not fully understand how many arguments a verb must have, what features a verb may have in terms of transitivity, intransitivity or even what kind of phrase that a verb subcategorizes for. With regard to factors causing ungrammaticality, intralanguage errors were the majority of the grammatical errors in the writings whereas mother-tongue interference has no great influence on the students' writing. Saudi EFL students seem to over-generalize English rules to other positions in sentence structure. Also, they are not aware, sometimes, of the exceptions or restrictions of a rule which results in ill-formed structure. Findings of the study and its pedagogical implications are discussed in detail in chapter five

    Kepemimpinan spiritual Umar bin Abdul Aziz

    Get PDF
    Skripsi ini adalah sebuah hasil penelitian studi tokoh pada library research tentang Kepemimpinan spiritual Umar bin Abdul Aziz yang difokuskan pada pembahasan nilai spiritual dalam kepemimpinanya. Dasar pemikiran yang melatar belakangi penelitian ini adalah peneliti melihat bahwa ada hubungan erat antara peran seorang pemimpinan dengan persoalan moral dan spiritual umat muslim apalagi kepemimpinan beliau bersifat inovatif, inspiratif dan menjawab kebutuhan zaman. Umar bin Abdul Aziz menjadi khalifah, menggantikan saudara sepupunya yaitu khalifah Sulaiman bin Abdul Malik, Ia dipilih menjadi khalifah dikarenakan mempunyai sifat sederhana, jujur, adil, dan taqwa.selain itu Umar bin Abdul Aziz membawa perdamaian bagi umatnya, serta memperbaiki tatanan yang ada pada masa pemerintahanya. Umar bin Abdul Aziz merupakan seorang pemimpin muslim yang memiliki otoritas dan kebijakan-kebijakan dalam memimpin negaranya, Salah satu sifat kepemimpinan utama Umar bin abdul Aziz adalah berlaku adil lebih-lebih relevan dengan kondisi umat Islam sekarang. Skripsi ini bermaksud menggali kembali nilai-nilai kepemimpinan spiritual yang pernah diterapkan oleh Umar bin Abdul Aziz dalam rangka mengarahkan umat manusia untuk selalu mengikut sertakan peran spiritual didalam memimpin baik disebuah organisasi, perusahaan maupun Negara. Penelitian skripsi ini memfokuskan pada ruang lingkup kepemimpinan spiritual Umar bin Abdul Aziz dengan permasalahan utama adalah bagaimana kepemimpinan spiritual Umar bin Abdul Aziz. Jenis penelitian skripsi ini adalah riset kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Peneliti mengumpulkan data dari sumber-sumber buku primer yang mengacu kepada riwayat Umar bin Abdul Aziz kemudian menganalisisnya dengan metode content Analysis. Dari pembahasan tentang kepemimpinan spiritual Umar bin Abdul Aziz , peneliti memperoleh temuan-temuan yaitu: Kepemimpinan spiritual Umar bin Abdul Aziz adalah kepemimpinan yang membawa dimensi keduniaan kepada dimensi spiritual (keilahian). Menjunjung tinggi ketaqwaan, serta menyelesaikan suatu permasalahan secara adil dan bijak dengan landasan dasar hukum yang benar dan kuat dengan menggunakan hadis Nabi Muhammad s.a.w dan Al-Qur’an. Kredibilitas kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz tercermin dalam prilaku, sifat-sifat utamanya diantaranya: ketaqwaan kepada Allah, zuhud, tawadhu, wara’, santun, pemaaf, tegas, adil, dan bijaksana. Kemudian melahirkan kebijakan-kebijakan dan pengaruh positif bagi rakyat dan negaranya
    corecore