3,173 research outputs found

    ʿUBAYD ALLĀH IBN MASʿŪD ṢADR AL-ŠARĪʿA AL-ṮĀNĪ. al-Nuqāya [muḫtaṣar al-Wiqāya] (Kitāb al-ṭahāra — Kitāb al-ʿitāq, 1er fasc.).

    No full text
    Hidāya (al-) fī ?arḥ al-Bidāya. CommentaireNuqāya (an-) [Muḫtaṣar al-wiqāya]النقاية [مختصر الوقاية]الهداية .شرحNumérisation effectuée à partir d'un document de substitution.Inc. (f. 2 v) : عبيد الله بن مسعود ... قد ألف جدّي و أستاذي كتاب وقاية الرواية الحمد لله رافع أعلام الشريعة الغرّاء ... و بعد قال العبد ... incomplet de la fin derniers mots (f. 130 v) : هولاء حرّ فصل و الرّق و العتق و فروعه إلاّ أن ولد الأمة من BROCKELMANN (C), Geschichte der arabischen Literatur, I2, 469 ; Suppl. I, 648 ; SARKIS, 1200. Copie anonyme et non datée.Marque de lecture de ʿAbd Allāh ibn Zayd datée de 1145/1732, note en persan d'un bibliothécaire, datée du 28 rabīʿ I 1028/1620, vers en persan, cachets au nom de Muḥammad Akram al-Madanī et un autre oł on lit le mot Pādi?āh (f. 2)

    Metode seleksi Hadits dalam kajian Sirah Nabawiyyah: Analisis Kitab al-Sirah al-Nabawiyyah al-Shahihah karya Akram Dhiya al-‘Umari

    Full text link
    Kitab al-Sirah al-Nabawiyyah al-Shahihah karya Akram Dhiya al-„Umari merupakan salah satu buku sirah kontemporer. Akram menamai kitabnya dengan “al-Sirah al-Nabawiyyah al-Shahihah”, kata “al-Shahihah” menandakan bahwa Akram selektif memasukan hadits (riwayat) ke dalam buku sirahnya. Berarti maknanya sirah nabawiyyah yang shahih. Namun, nyatanya ditemukan dalam buku tersebut hadits-hadits yang secara kualitas tidak shahih. Oleh karena itu, penulis ingin meneliti lebih lanjut mengenai metode penyeleksian hadits dalam sirah nabawiyyah menurut Akram Dhiya al-„Umari. Tujuan penelitian ini difokuskan untuk mengetahui bagaimana metode penyeleksian hadits dalam sirah nabawiyyah menurut Akram Dhiya al-„Umari. Penelitian ini bertolak dari kaidah yang diterima dalam ilmu hadits, bahwa hadits yang digunakan sebagai hujjah adalah hadits shahih. Bila tidak terdapat hadits shahih, hadits dhaif bisa digunakan asalkan tidak berkaitan dengan masalah akidah dan hukum. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan analisis isi (content analysis), sedangkan teknik pengumpulan datanya menggunakan studi kepustakaan (library research). Adapun jenis data yang digunakan penulis ialah data kualitatif. Sumber data penelitian ini terdiri dari dua jenis: primer dan sekunder, sumber primernya adalah Kitab al-Sirah al-Nabawiyyah al-Shahihah. Sedangkan sumber sekunder yang digunakan adalah buku-buku yang terkait dengan Akram Dhiya al-„Umari dan ilmu-ilmu yang terkait dalam berbagai disiplin ilmu khususnya Ilmu Hadits. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode penyeleksian hadits dalam sirah nabawiyyah menurut Akram Dhiya al-„Umari adalah metode ahli hadits yang fleksibel dalam memperlakukan hadits dhaif. Hadits dhaif tetap dipergunakan dalam porsinya. Menurut Akram, hadits dhaif dalam sirah bisa berperan sebagai pelengkap dari kabar yang disebutkan oleh hadits shahih dan bisa berperan sebagai pengganti dari kabar yang tidak disebutkan oleh hadits shahih. Tetapi, dalam sirah nabawiyyah Akram tetap memprioritaskan hadits shahih sebagai informasi utama. Apabila tidak ditemukan hadits shahih mengenai sebuah cerita, maka hadits dhaif boleh digunakan untuk mengisi kekosongan cerita. Hadits dhaif ini pun tidak boleh yang berhubungan dengan akidah dan hukum

    Web-based conference management system for higher learning institutions

    Full text link
    Online management system is very important nowadays in education (Hamad et al., 2011), recently many systems have been designed in this field to help the users to communicate online (Maimona et al, 2011; Akram et al., 2011; Akram et al., 2012). The Conference Management Online System is the system that will be used by Event Manager in order to manage conference papers that were submitted by the authors, examples of these systems are shown in previous research. In this study, the implementation of system features would provide an efficient submission of conference papers that will be arranged systematically which will be easier for users to understand. This study is about Conference Management Online System which provides an easier way of managing events when conducting a conference. The system will be specifically built for the convenience of Event Manager in managing online submission of papers and procedures with relation to the Event Manager himself, Reviewers and Authors. Besides that, this system is being proposed due to the lack of Conference Management Online System built especially for a university. This study would not only focus on the development process of the Conference Management Online System but it would also summarizes current system which are in use, design analysis of the new system which will include the flowchart of the systems and requirements needed in order to develop the syste

    Pemikiran akram diya' al-'umari dalam perspektif kritik hadis

    Full text link
    Dalam studi kritik hadis terdapat dua aspek yang tidak bisa diunggulkan salah satunya, yaitu kritik sanad dan matan. Keduanya harus berjalan beriringan dengan mengusung kriteria kesahihan masing-masing. Namun, secara umum keduanya memiliki kaedah kesahihan yang sama, yaitu ketersambungan sanad, perawi yang ‘adil dan dabit, serta terbebas dari shadh dan ‘illat. Mengenai kriteria dan metode dalam melakukan kritik hadis, terdapat beberapa ulama yang menawarkan rumusannya, salah satunya adalah Akram Diya’ al-‘Umari, salah seorang profesor Sejarah Islam yang berasal dari Irak, mengingat pentingnya posisi sejarah dalam kajian kritik hadis, baik sanad maupun matan. Tema ini diambil karena beberapa alasan akademik, yaitu: 1) kritik hadis merupakan tema yang selalu didiskusikan oleh para ulama dan pengkaji hadis, 2) latar belakang sejarawan yang dipadukan dengan studi hadis menambah opsi dalam kritik hadis, 3) al-‘Umari merupakan ulama kontemporer yang produktif, banyak karya yang dihasilkan dan dijadikan rujukan, salah satunya adalah Manhaj a’-Naqd ‘ind al-Muhaddithin Muqaranan bi al-Manhaj al-Naqdi al-‘Garbi. Karena alasan-alasan tersebut, sehingga penulis merumuskan beberapa masalah yang harus dijawab dalam penelitian ini, yaitu: 1) Bagaimana kerangka dasar pemikiran Akram Diya’ al-‘Umari? 2) Bagaimana latar belakang sosio-historis dari Akram D{iya’ al-‘Umari? 3) Bagaimana struktur dasar kritik hadis Akram D{iya’ al-‘Umari?Penilitian ini bersifat kualitatif dan termasuk studi pustaka (library research) dengan objek berupa data-data tertulis, baik terdapat dalam buku-buku, jurnal, berupa fisik maupun elektronik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah studi historis-kritis-filosofis, dengan merunut akar-akar historis dan mencari struktur fundamental dari pemikiran tersebut, sehingga al-‘Umari menawarkan gagasanya dalam studi kritik hadis. Adapun hasil dari penelitian ini adalah latar belakang Akram Diya’ al-‘Umari merupakan ulama kontemporer yang sangat menguasai bidang sejarah Islam. Penelitiannya tentang Khatib al-Bagdadi menjadi wadah “perkenalan” al-‘Umari dengan studi hadis. Dengan background-nya tersebut, al-‘Umari mencoba mengawinkan keilmuan yang dimilikinya dengan metode Barat kontemporer, metode sejarah yang ia pilih (historical method/ al-manhaj al-tarikhi). Dalam mengaplikasikannya, al-‘Umari menjadikan kitab-kitab dan metode-metode ulama klasik sebagai pijakan utama sebelum mengkomparasikan dengan metode historis. Dalam kritik hadisnya, ia merumuskan bahwa kaedah kesahihan hadis tidak berbeda dengan ulama hadis umumya. Namun dalam penerapannya, al-‘Umari memiliki metode dan langkah-langkah sendiri, yaitu: 1) muqaranah, 2) penyempurnaan metode Muhaddithin dan mengamalkannya, 3) memberikan perhatian yang lebih terhadap Sahabat (sebagai saksi mata) dan kuantitasnya, 4) memenuhi persyaratan perawi dan periwayatannya, dan 5) fokus dan perhatian dalam kajian ilmia

    KITAB AL-MAWAIZ KARYA AHMAD AKRAM BIN AHMAD MAHDUM ( KAJIAN PEMAHAMAN HADIS NABI SAW )

    Full text link
    Hadis bagi umat Islam merupakan suatu yang penting karena di dalamnya terungkap berbagai tradisi yang berkembang di masa Rasulullah SAW. Tradisitradisi yang hidup di masa kenabian tersebut mengacu pada kepribadian Rasulullah sebagai utusan Allah SWT. Oleh karena itu, keberlanjutannya terus berjalan dan berkembang sampai sekarang. Adanya keberlanjutan itulah sehingga umat manusia di zaman sekarang bisa memahami, merekam dan melaksanakan tuntunan ajaran Islam. Sebuah hadis dapat dijadikan sebagai dalil serta argumen yang kuat (hujjah) apabila memenuhi syarat-syarat kesahihan, baik dari aspek sanad, maupun matan. Secara umum hadis memiliki sejarah yang cukup panjang sejak zaman Nabi sampai sekarang, perkembangan tersebut bukan hanya dari aspek matan tapi juga dari aspek pemahaman disetiap era yang berbeda. Selain itu, dalam memahami hadis setiap pengkajinya memiliki ciri khas/ sudut pandang dalam memahaminya, serta pendekatan yang berbeda-beda. Salah satu ulama yang memiliki ciri khas yaitu Ahmad Akram bin Mahdum Zaen, salah satu ulama Nusantara yang masih ada sampai saaat ini. Ahmad Akram merupakan ulama kelahiran Demak 15 Juni 1980 dan salah satu dari kitab-kitab karyanya yang mengkaji hadis adalah kitab al-Mawaiz. Kitab al-Mawaiz ini merupakan kitab yang dikaji secara tematik dan bermuatan hadis-hadis nabi SAW dan kitab ini merupakan karya yang diteliti oleh penulis. Secara umum penelitian ini membahas Apa latar belakang penyusunan kitab Al-Mawaiz karya Ahmad Akram bin Ahmad Mahdum dan Bagaimana diskripsi kitab Al-Mawaiz karya Ahmad Akram bin Ahmad Mahdum bin Zaen? Bagaimana pemahaman hadis Ahmad Akram bin Ahmad Mahdum bin Zaen dalam kitabnya? Dan bagaimana posisi kitab Al-Mawaiz dalam sejarah kajian hadis nusantara dan kontribusinya dalam kajian keislaman? Adapun teori yang digunakan ialah teori pendekatan pemahaman hadis Nizar Ali sebagai analisis untuk memetakan pendekatan pemahaman hadis Ahmad Akram. Adapun hasil daripenelitian tersebut ialah pertama: dalam kitab al-Mawaiz bahwa Ahmad Akram dalam memahami hadis salah satunya pendekatanyang digunakan ialah psikologi., kedua:dari hasilanalisis peneliti bahwa Ahmad Akram dalam kajian hadisnya dalam memahami memahami hadis cenderung tekstual akan tetapi di sisilain/kajian dengan hadis lain Ahmad Akram bisa disebut kontekstual. Sedangkan dalam ranah sejarah, kitab Al-Mawaiz merupakan kitab “estavet” sebagai lanjutan dan bukti bahwa kitab-kitab hadis yang lahir di era abad 17 an berlajut sampai saat ini. Dan kitab tersebut sangat berkontribusi dalam membangun peradapan Islam pesantren

    Load-displacement behaviour of piles and plates in non-homogeneous soils

    No full text
    SIGLEAvailable from British Library Document Supply Centre- DSC:D35180/81 / BLDSC - British Library Document Supply CentreGBUnited Kingdo

    Implementasi Program Parenting bagi Orang Tua Siswa di PAUD Al-Akram Desa Sepapan Kabupaten Lombok Timur

    Full text link
    The purpose of this community service program is to assist the managers and teachers of PAUD Al Akram in maximizing 6 aspects of child development, namely aspects of religious and moral values, physical and motoric aspects, cognitive aspects, social emotional aspects, language aspects and art aspects found in students. through the implementation of parenting programs for parents. This service method uses mentoring and counseling with the target being the managers and teachers of PAUD Al-Akram. The result of this service program is that after 6 months of mentoring to managers and teachers, Al Akram PAUD already has a routine schedule of once every 2 weeks for parenting activities for parents of students with parenting material plans that are quite systematic and structured using a learning approach. adults and according to the character of the local community

    Development of an integrated circuit topology using multilevel inverter and matrix converter

    Full text link
    Multilevel Inverter (MI) is a device to convert Direct Current (DC) power to Alternating Current (AC) power. The MI is widely used in renewable energy applications such as Photovoltaic (PV) solar cells and wind turbine systems. The main challenges of MIs design are reducing the huge number of Component Count (CC), Total Harmonic Distortions (THD) value and power losses. These challenges are interconnected with the operation challenges such as the types of control algorithms and switching frequencies of MI which overall effect on the MI circuit design and increases the design complexity. The MI can be designed to generate a three-phase output voltage. However, most researchers are more interested in reducing the component count as a single-phase design and then tripled the circuit to generate a three-phase output voltage. Three-Time-Repetition (TTR) is a process of replicating the circuit three times to produce a three-phase output voltage from a single-phase circuit that has contributed to thrice the number of CC. Two proposed design called Voltage Selection Multilevel Inverter Matrix Converter (VSMIMC) and H-bridge Multilevel Inverter Matrix Converter (HMIMC) was used to solve the TTR problem. The Matrix Converter (MC) was used to share the three input signals into three phase output voltage. For VSMIMC the three input signals of MC ware used as following Maximum Positive Voltage (MPV), Zero Voltage (ZV) and Maximum Negative Voltage (MNV). While for HMIMC, the three input signals are Upper Positive (UP), Middle Positive (MP) and Lower Positive (LP). The operation of VSMIMC and HMIMC circuits are sophisticated when both of multilevel inverter and matrix converter are connected in series. Therefore, a new proposed control system called Voltage Selection Algorithm (VSA) was formulated to simplify the operation of the proposed circuit. In addition, mix-mode operation using VSA and Nearest Level Control (NLC) was tested to decrease the total harmonic distortions and check the performance flexibility of VSA operation. The comparison with others’ published circuits showed that the proposed VSMIMC and HMIMC had reduced the component count of MI at several different voltage levels. The VSMIMC and HMIMC circuit designs at twenty-five levels had the same number of switches, where below twenty-five levels, the VSMIMC had the lowest number of CC. However, for above twenty-five levels, the HMIMC had the lowest number of CC. The VSMIMC and HMIMC had reduced the CC switches by 75% compared to the traditional MI and 30% compared to the modern designs of MI. The seven levels circuit design of HMIMC gives Total Harmonic Distortion results of 13.38% on simulation model and 12.9% on hardware model

    Peran perempuan dalam menyebarkan hadis menurut Mohammad Akram Nadwi dalam Al-Muhadditsat

    Full text link
    Penelitian ini menganalisis peran perempuan dalam menyebarkan hadis menurut Mohammad Akram Nadwi dalam karyanya Al-Muhadditsat. Latar belakang penelitian ini adalah minimnya perhatian terhadap peran perempuan dalam menyebarkan hadis dalam studi keislaman, sebuah topik yang sering kali terabaikan dalam diskursus ilmiah tradisional yang lebih banyak menyoroti kontribusi ulama laki-laki. Melalui karya monumental Al-Muhadditsat karya Mohammad Akram Nadwi, yang memuat lebih dari 9.000 ulama perempuan dalam ilmu hadis. Namun, meskipun ada dokumentasi ini, banyak literatur keislaman tradisioal yang cenderung mengabaikan kontribusi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui siapa saja periwayat perempuan kalangan sahabiyah, serta mengidentifikasi dan memahami peran perempuan kalangan sahabiyah dalam meriwayatkan hadis menurut Mohammad Akram Nadwi dalam Al-Muhadditsat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode content analysis. Sumber data primer menggunakan buku Al-Muhadditsat ulama perempuan dalam bidang hadis karya Mohammad Akram Nadwi, sedangkan sumber data sekunder adalah Maktabah Syamilah, Jawami’ al-Kalim, buku-buku yang secara langsung berkaitan dengan periwayatan, serta skripsi, jurnal, disertasi maupun bahan yang bersifat ilmiah lainnya yang relevan dengan topik bahasan penelitian terkait peran perempuan dalam menyebarkan hadis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka atau studi dokumentasi (library research/book survey). Tehnik analisis data penelitian ditempuh dalam beberapa tahap yaitu a) inventarisasi yaitu mengumpulkan data dari kitab-kitab dan buku-buku terkait penelitian b) klasifikasi yaitu pengelompokan sumber data berdasarkan jenisnya dan c) penafsiran atau analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam periwayatan hadis, tidak hanya sebagai penerima tetapi juga sebagai pengajar hadis. Mohammad Akram Nadwi mencatat banyaknya perempuan yang aktif dalam periwayatan hadis sejak masa Nabi Muhammad Saw., kalangan sahabiyah di antaranya Aisyah bint Abu Bakar, Hindun bint Abi Umayyah atau Ummu Salamah, Maimunah binti al-Harits, Hafsah bint Umar, Ummu Habibah atau Ramlah bint Abi Sufyan, Zainab bint Jahsy, Safiyyah bint Huyay, Juwairiyah bint al-Haris bin Abu Dirar, Asma bint Abi Bakar, Zainab bint Abi Salamah, Fatimah bint Qais, Shafiyyah bint Shaibah, dan Zainab bint Mu’awiyah. Mereka juga meriwayatkan kepada murid-murid mereka, baik laki-laki maupun perempuan. Kontribusi mereka dapat terlihat pada banyak tema hadis yang mereka riwayatkan, terlihat jelas bahwa para perempuan kalangan sahabiyah, mereka berperan memastikan ilmu yang berkaitan dengan privasi perempuan tema yang mendominasi pada bab-bab yang berkaitan dengan thaharah
    corecore