540 research outputs found
THE RELEVANCE OF THE PLANNING STRATEGY FOR THE IMPLEMENTATION OF SHARIA ACCOUNTING TOWARDS THE ERA OF THE INDUSTRIAL REVOLUTION 4.0 AND SOCIETY 5.0 BY AL JAM\u27IYATUL WASHLIYAH
The civilization of the world of science and technology is now heading towards the era of industrial revolution 4.0 and society 5.0, it takes the readiness of the world community to be able to deal with it. Indonesia, the majority of the population is Muslim, there are many Islamic organizations, one of which is Al Jam\u27iyatul Washliyah. This study aims to explore the relevance of Al Jam\u27iyatul Washliyah\u27s planning strategy for the implementation of Islamic Accounting towards the industrial era 4.0 and society 5.0. The methodology used is a literature study approach to national and international journal articles, as well as books and other literature related to Islamic accounting. This research shows that on the one hand PT. BPRS Al-Washliyah has implemented sharia accounting in its operations. On the other hand, the Al-Washliyah organization organizationally still needs to further strengthen its strategy in order to fully implement sharia accounting in accordance with sharia PSAK. The results of this study are that the Islamic community organization which is classified as large in Indonesia is expected to be a model for the rise of a work system based on sharia. Islamic accountants and accounting are the answer to all forms of work in the accounting field that can respond to the challenges of modern times in the era of the industrial revolution 4.0 and society 5.0. Al-Washliyah needs to implement a strategy for implementing sharia accounting, because this is in accordance with Islamic teachings
ASPEK HUKUM ISLAM DALAM KITAB TA’LIM AL-MUTA’ALLIM KARYA BURHANUDDIN AL-ZARNUJI
Abstrak:
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui aspek hukum Islam dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim. Kitab yang sangat fenomenal dalam dunia pendidikan Islam. Kajian ini menarik karena penulis kitab ini adalah Burhanuddin al-Zarnuji seorang ahli fiqh bermazhab hanafi. Padahal kitab Ta’lim al-Muta’allim tersebar di Indonesia yang notabene bermazhab syafi’i. metode yang peneliti gunakan adalah penelitian pustaka, peneliti mencoba membaca lebih dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim lalu mengeluarkan poin-poin yang berkaitan dengan aspek hukum Islam dan keterpengaruhannya dari mazhab hanafi. Hasilnya peneliti menemukan ada empat poin yang disebut oleh al-Zarnuji secara eksplisit; hukum belajar ilmu haal, hukum belajar ilmu al-ahaayin, hukum memasang niat belajar dan hukum bersiwak. Secara umum al-Zarnuji dapat bersikap independen walau dengan kutipan guru-guru bermazhab hanafi dalam menjelaskan tanpa ada bias mazhab.
Keywords: hukum islam; ta’lim al-muta’allim; al-Zarnuji
Abstract
This article aims to explore the Islamic legal aspects in the book "Ta’lim al-Muta’allim." This book is highly influential in the world of Islamic education. The study is intriguing because the author of the book is Burhanuddin al-Zarnuji, an expert in the Hanafi school of jurisprudence, while "Ta’lim al-Muta’allim" is widely disseminated in Indonesia, which is predominantly of the Shafi'i school. The research methodology employed is literature review, with the researcher delving into the content of "Ta’lim al-Muta’allim" to extract points related to Islamic legal aspects and the influence of the Hanafi school.
The findings reveal four explicit points mentioned by al-Zarnuji: the legal aspects of learning the science of haal, the legal aspects of learning the science of al-ahaayin, the legal aspects of setting the intention to learn, and the legal aspects of using a tooth-stick (siwak). Overall, al-Zarnuji demonstrates an independent approach, even incorporating quotes from teachers of the Hanafi school in his explanations without showing any bias toward a particular school of thought.
Keywords: Islamic law; Ta’lim al-Muta’allim; al-Zarnuj
Akhlak peserta didik dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim karya Burhanuddin Al-Zarnuji
Pendidikan sebagai alat pendulang kemajuan membutuhkan peserta didik yang betul-betul siap untuk menerima pelajaran sehingga peserta didik tersebut dapat mengemban estafet masa yang akan datang. Sangat penting untuk menggali kembali bagaimana konsep peserta didik dalam pandangan pemikir pendidikan Islam masa lampau salah satunya Burhanuddin Al-Zarnuji agar dapat dijadikan contoh di masa sekarang.
Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:1) Akhlak Peserta Didik dalam Perspektif Burhanuddin Al-Zarnuji dalam Kitab Ta’lim al Muta’allim, 2) Relevansi Akhlak Peserta Didik dalam Kitab Ta’lim al-Muta’allim Karya Burhanuddin Al-Zarnuji dengan Pendidikan Indonesia.
Penelitian ini adalah penelitian tokoh. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik literer. Sebagai objek kajiannya adalah kitab Ta’lim al-Muta’allim karya Burhanuddin Al-Zarnuji. Analisis data dilakukan dengan cara induksi dan deduksi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Akhlak Peserta Didik dalam Perspektif Burhanuddin Al-Zarnuji dalam Kitab Ta’lim al Muta’allim meliputi akhlak peserta didik terhadap Tuhan, orang tua, pendidik, terhadap teman, terhadap kitab, terhadap diri sendiri, dan akhlak ketika belajar. 2) Relevansi Akhlak Peserta Didik dalam Kitab Ta’lim al-Muta’allim Karya Burhanuddin Al-Zarnuji dengan Pendidikan Indonesia menunjukkan adanya kesesuaian atara konsep peserta didik yang ada dalam Kitab Ta’lim al-Muta’allim karya Burhanuddin al-Zarnuji
Konsep Akhlak dalam Kitab Ta’lim Al-Muta’allim Karya Syaikh Burhanuddin Al-Zarnuji
One of the leading books written by Shaykh Burhanuddin al-Zarnuji is Ta'lim al-Muta'allim; this book is still a reference in the field of morality to this day. The contents of the book Ta'lim al-Muta'allim consist of learning methods, character education, and solutions to achieve success in taking education. This study uses a qualitative method; a relevant qualitative method approach is used to explore data sources in the book of Ta'lim al-Muta'allim Shaykh Burhanuddin al-Zarnuji. The results of the research are as follows: (1) Shaykh Burhanuddin sees that morality toward Allah SWT is something very important; this morality is reflected in a person through praying, hoping, and thanking Allah. (2) morals in respecting teachers, morals towards friends, morals in acquiring knowledge, and compassion for others; (3) morals towards oneself; here Shaykh Burhanuddin gives an explanation of how to respect yourself, think positively, respect time, and avoid reprehensible traits.
Abstrak
Salah satu kitab terkemuka karangan Syaikh Burhanuddin al-Zarnuji adalah Ta’lim al-Muta’allim, kitab ini masih menjadi rujukan dalam bidang akhlak sampai saat ini. Isi kitab Ta’lim al-Muta’allim terdiri dari metode belajar, pendidikan karakter, serta solusi untuk mencapai keberhasilan dalam menempuh jenjang pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, pendekatan metode kualitatif relevan digunakan untuk menggali sumber data dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim Syaikh Burhanuddin al-Zarnuji. Adapun hasil penelitian antara lain sebagai berikut: (1) Syaikh Burhanuddin melihat bahwa akhlak kepada Allah Swt merupakan sesuatu yang sangat penting, akhlak ini tercermin pada seseorang melalui berdoa, berharap dan bersyukur kepada Allah, (2) akhlak dalam menghormati guru, akhlak kepada teman, akhlak dalam memperoleh ilmu, serta kasih sayang kepada sesama, (3) akhlak kepada diri sendiri, di sini Syaikh Burhanuddin memberikan penjelasan tentang tata cara menghargai diri sendiri, berpikir positif, menghargai waktu, serta menghindari dari sifat-sifat tercela
Al-Kasyfu al-Hatsits: 'Amman rumiya bi wadh'i al-hadits
Pembahasan buku ini meliputi: al-kadzbu 'ala Rasulullah kabirah min kabair al-adzham, taqsim al-Imam Ibn al-Jazi al-wadha'in 'ala sab'ah aqsam hisb al-umr, nisbah al-hukm al-ladzi dal 'alihi al-qiyas, tarajim li al-wadha'in wa al-mutahamin bi al-wadh'
Prinsip Pendidikan Karakter dalam Islam: Studi Komparasi Pemikiran Al-Ghazali dan Burhanuddin Al-Zarnuji
The impelemtantion of character education that is done by the Indonesian government recently has been provoked by al-Ghazali and Burhanuddin al-Zarnuji long ago. It was proven by some written thoughts of al-Ghazali and Burhanuddin al-Zarnuji. They were very famous scientists in their era and widely welknown as educational experts who produced some phenomenal thoughts many people use today. Al-Ghazali and Burhanuddin al-Zarnuji lived in the era of Bani Abbasiyah monarchy, but Both of them lived in different era. Al-Ghazali was born first, then Burhanuddin al-Zarnuji. They had different mazhab, al-Ghazali went to the traditional principle of mazhab Syafi’I and Burhanuddin al-Zarnuji went to the modern principle of mazhab Hanafi. The differences, of course, would create a different thought. Still, they might have a similar principle of Islamic character education. The thoughts of character education of al-Ghazali have been poured in the “Ayyuha Walad” focusing to the students’ character building characterized by religiously obedient, skillfull of general and religious knowledge, socially helpful, affectionate, generous, good citizen, and coloring the society. Some applicable thoughts of character education of Ayyuha al-Walad of al-Gazhali to the contemporary education are: the balance of the happiness purposes of the recent life and the life after death, qana’ah and tawakal, affectionate, caring other, patience, honesty, philanthrophy, social works, generousity, democratic, peace makers, and patriotic. Those characters are also directed in the islamic character education nowdays. So that, the thoughts of al-Ghazali positively and responsively are absorbed by the Indonesian government to build the national character widely implementing in the national curriculum based on the local wisdom and the Islamic values. In the end, the students are able to live happily based on the Islamic rules by implementing the good behavior. Similar to the al-Ghazali’s thought, Burhanuddin al-Zarnuji, in “Ta’lim al-Muta’alim”, wrote some important principles of character building consists of the phisycal and inner values in education
Internalisasi Pendidikan Karakter pada Santri menurut Syekh Burhanuddin Al-Zarnuji dalam Kitab Ta’lim Al Muta’allim
Kata kunci: Internalisasi, Karakter
Penelitian dalam skripsi ini dilatarbelakangi oleh sebuah fenomena yang terjadi di masyarakat di bidang akhlak. Khususnya untuk para remaja saat ini yang mengalami kemerosotan akhlak sehingga mereka tidak lagi mengenal sopan santun. Hal ini terjadi karena belum sempurnanya karakter yang terbentuk dalam diri mereka. Dalam penelitian ini, peneliti berusaha mengurai akar masalah tersebut dengan menawarkan sebuah solusi yaitu cara penanaman akhlak pada peserta didik yang merujuk pada sebuah karya ulama’, Syekh Burhanuddin Al Zarnuji dalam kitab Ta’lim Al Muta’allim.
Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah (1) Apa sajakah materi-materi pendidikan karakter yang dipaparkan oleh Syekh Burhanuddin Al-Zarnuji dalam kitab ta’lim al muta’allim? (2) Bagaimana internalisasi pendidikan karakter menurut perspektif Syekh Burhanuddin Al-Zarnuji? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui materi-materi pendidikan karakter yang dipaparkan oleh Syekh Burhanuddin Al-Zarnuji dalam kitab ta’lim al muta’allim dan untuk mengetahui tentang internalisasi pendidikan karakter menurut perspektif Syekh Burhanuddin Al-Zarnuji .
Skripsi ini bermanfaat bagi IAIN Tulungagung untuk menambah perbendaharaan referensi di perpustakaan Institut Agama Islam Negeri Tulungagung terutama pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Tarbiyah. Bagi pembaca untuk memberikan sumbangan bagi perkembangan khazanah ilmu pengetahuan terutama bagi kemajuan ilmu pendidikan, khususnya menyangkut konsep internalisasi pendidikan karakter pada santri dalam dunia pendidikan
Penelitian ini bersifat analisis deskriptif dengan jenis penelitian library research dengan sumber data kitab ta’lim al muta’allim sebagai data primer dan buku yang berjudul “Pendidikan Karakter Perspektif Islam” karangan Abdul Majid dan Dian Andayani, Pendidikan Karakter Kajian Teori dan Praktik di Sekolah karangan Dharma Kesuma, dkk, sebagai data sekunder serta beberapa jurnal, artikel dan majalah yang berkaitan dengan tema dalam skripsi ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter yang dipaparkan oleh Syekh Burhanuddin Al Zarnuji dalam kitab Ta’lim Al Muta’allim adalah: Tawakal, Sabar dan tabah dalam belajar, Wara’, Hormat dan Khidmad, Sungguh – sungguh, Cita cita luhur, Santun terhadap diri sendiri, dan Usaha sekuat tenaga. Sedangkan internalisasi karakternya adalah: Mudzakarah, Pemberian Nasehat, Strategi pembentukan mental jiwa secara religius yang terdiri atas: niat, dan istifadah
TANGGUNG JAWAB BELAJAR MENURUT SYAIKH BURHANUDDIN AL-ZARNUJI DALAM KITAB TA’LIM AL-MUTA’ALLIM
At this time character education is one thing that needs to be emphasized, because there have been many events that indicate a moral crisis both among children, adolescents, and parents. Therefore, it is necessary to hold a fundamentalization of character education starting from the lowest line, namely the family to the community. One of the main aspects of student personality that needs to be developed is learning responsibility. Learning responsibility is important to be developed by students because it can affect the improvement of students' success in their lives. The attitude of responsibility is considered necessary because this aspect has a considerable contribution to the learning process of children and students. For example, students obey the rules and norms that apply at school and do the tasks given by the teacher, in which students do these tasks to completion.
The purpose of this study is 1) To analyze the attitude of learning responsibility in the book Ta'lim al-muta'allim written by Sheikh Burhanuddin Al-zarnuji. 2) To explore how Sheikh Burhanuddin Al-zarnuji's strategy is to improve the attitude of learning responsibility
In this study, the author uses a hermeneutic approach model, then the researcher uses content analysis, this research is an in-depth discussion of the content of written or printed information in the mass media. This analysis is usually used in qualitative research.
Based on the results of the thesis research with the title "Attitude of Learning Responsibilities According to Shaykh Burhanuddin Al-Zarnuji in the Book of Ta'lim al-Muta'allim" it can be concluded that: 1) The responsibility of learning according to Shaykh Burhanuddin is that students or students are required to be serious in seeking knowledge or studying. 2) Strategies to strengthen the attitude of learning responsibility in children include reducing eating, drinking less, and sleeping less at night
MELAYUNISASI KITAB AL-HIKAM KARYA IBNU ‘ATHAILLAH AL-SAKANDARI (Tinjauan Terhadap Teks Tadzkîr al-Ghabî Karya Syekh Burhanuddin)
Artikel ini mendiskusikan perihal upaya melayunisasi kitab al-Hikam yang ditulis oleh Ibn‘Athaillah al-Sakandari (w.1309 M) melalui buah tangan Syekh Burhanuddin Ulakan (w. 1692 M) berjudul, Tadzkir al-Ghabi. Berdasarkan Telaah terhadap manggala, kolofon dan edisi kitab Tadzkir al-Ghabi terlihat bahwa upaya mensyarah yang dilakukan Syekh Burhanuddin untuk‘memiliki’ kitab al-Hikam atau menjadikannya sebagai milik Melayu bukanlah membuat sebuah versi dari naskah al-Hikam, tetapi ‘membumikan’ ajaran-ajaran tauhid yang digagas dalam teks al-Hikam agar mudah diterima oleh masyarakat Melayu pada umumnya, dan masyarakat Minangkabau khususnya. Sebaliknya, edisi Tazkir al-Ghabi tidak pula berupa salinan mentah dari kitab Hikam, berkenaan dengan upaya syekh Burhanuddin menyederhanakan makna ke dalam alam psyicho organik dunia Melayu. Perubahan judul yang dilakukan Burhanuddin terhadap kitab Tazkir al-Ghabi, yang bermakna ‘peringatan bagi orang-orang yang dungu’ tidak berarti ia lari dari teks inti (al-Hikam), tetapi memberi ruang gerak baru bagi pembaca Melayu yang mabuk akan dimensi tasauf, namun lupa akan inti ajaran tauhid. Selain itu, teks Tazkir al-Ghabi juga membuktikan akan kiprah kepenulisan syekh Burhanuddin di dunia Melayu, yang selama ini dianggap tidak memiliki karya tulis
- …
