1,720,978 research outputs found
Metode Dakwah Al-Habib Muhammad Al Ta’lim ‘Aydarus dalam Meningkatkan Keberagamaan Jemaah Majelis Nurunnubuwwah Kecamatan Kelua
Keberagamaan sangat penting dalam hidup umat Islam, dan dakwah
membantu meningkatkan pemahaman dan keimanan. Majelis Ta’lim
Nurunnubuwwah berfungsi sebagai tempat belajar agama. Melalui metode dakwah
yang efektif seperti memberikan contoh baik dan mengajak masyarakat ikut
pengajian, Al-Habib Muhammad Al-‘Aydarus berhasil menarik perhatian jemaah
dan meningkatkan praktik keagamaan mereka. Keberhasilan ini didukung oleh
dukungan keluarga, masyarakat, pemerintah, reputasi beliau sebagai tokoh agama,
dan fasilitas memadai, meskipun ada tantangan seperti keterbatasan waktu.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan metode dakwah Al-Habib Muhammad
Al-‘Aydarus dalam meningkatkan keberagamaan jemaah Majelis Ta’lim
Nurunnubuwwah Kecamatan Kelua, serta faktor-faktor yang mendukung dan
menghambat pelaksanaannya, diharapkan dapat membantu perkembangan dakwah
di masa depan.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif,
yang bertujuan untuk memahami metode dakwah Al-Habib Muhammad Al
‘Aydarus dalam meningkatkan keberagamaan jemaah di Majelis Ta’lim
Nurunnubuwwah. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan
dokumentasi, yang mencakup informasi dari subjek penelitian, yaitu Al-Habib
Muhammad Al-‘Aydarus dan jemaah Majelis Ta’lim Nurunnubuwwah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Habib Muhammad Al-‘Aydarus
menerapkan metode dakwah bi al-hikmah dan al mau’idzah hasanah yang terbukti
efektif dalam meningkatkan pemahaman agama dan praktik keberagamaan jemaah.
Namun, metode al-mujadalah billati hiya ahsan tidak lagi digunakan dalam
rangkaian kegiatan dimajelis taklim karena keterbatasan waktu tetapi Al-Habib
Muhammad Al-Aydarus tetap memberikan ruang tanya jawab diluar forum. Selain
itu, penelitian ini mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam
pelaksanaan metode dakwah, seperti keterlibatan jemaah dan dukungan
pemerintah, serta tantangan dalam mencapai target dakwah. Kesimpulannya,
metode dakwah yang diterapkan oleh Al-Habib Muhammad Al-‘Aydarus berhasil
meningkatkan keberagamaan jemaah, meskipun terdapat beberapa hambatan yang
perlu diperhatikan untuk meningkatkan efektivitas dakwah di masa depan
Metode Dakwah Al-Habib Muhammad Al Ta’lim ‘Aydarus dalam Meningkatkan Keberagamaan Jemaah Majelis Nurunnubuwwah Kecamatan Kelua
Keberagamaan sangat penting dalam hidup umat Islam, dan dakwah
membantu meningkatkan pemahaman dan keimanan. Majelis Ta’lim
Nurunnubuwwah berfungsi sebagai tempat belajar agama. Melalui metode dakwah
yang efektif seperti memberikan contoh baik dan mengajak masyarakat ikut
pengajian, Al-Habib Muhammad Al-‘Aydarus berhasil menarik perhatian jemaah
dan meningkatkan praktik keagamaan mereka. Keberhasilan ini didukung oleh
dukungan keluarga, masyarakat, pemerintah, reputasi beliau sebagai tokoh agama,
dan fasilitas memadai, meskipun ada tantangan seperti keterbatasan waktu.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan metode dakwah Al-Habib Muhammad
Al-‘Aydarus dalam meningkatkan keberagamaan jemaah Majelis Ta’lim
Nurunnubuwwah Kecamatan Kelua, serta faktor-faktor yang mendukung dan
menghambat pelaksanaannya, diharapkan dapat membantu perkembangan dakwah
di masa depan.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif,
yang bertujuan untuk memahami metode dakwah Al-Habib Muhammad Al
‘Aydarus dalam meningkatkan keberagamaan jemaah di Majelis Ta’lim
Nurunnubuwwah. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan
dokumentasi, yang mencakup informasi dari subjek penelitian, yaitu Al-Habib
Muhammad Al-‘Aydarus dan jemaah Majelis Ta’lim Nurunnubuwwah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Habib Muhammad Al-‘Aydarus
menerapkan metode dakwah bi al-hikmah dan al mau’idzah hasanah yang terbukti
efektif dalam meningkatkan pemahaman agama dan praktik keberagamaan jemaah.
Namun, metode al-mujadalah billati hiya ahsan tidak lagi digunakan dalam
rangkaian kegiatan dimajelis taklim karena keterbatasan waktu tetapi Al-Habib
Muhammad Al-Aydarus tetap memberikan ruang tanya jawab diluar forum. Selain
itu, penelitian ini mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam
pelaksanaan metode dakwah, seperti keterlibatan jemaah dan dukungan
pemerintah, serta tantangan dalam mencapai target dakwah. Kesimpulannya,
metode dakwah yang diterapkan oleh Al-Habib Muhammad Al-‘Aydarus berhasil
meningkatkan keberagamaan jemaah, meskipun terdapat beberapa hambatan yang
perlu diperhatikan untuk meningkatkan efektivitas dakwah di masa depan
METODE DAKWAH AL-HABIB MUHAMMAD BIN ABU BAKAR AL’AYDRUS DI MAJELIS TA’LIM NURUNNUBUWWAH DESA KARANGAN PUTIH KECAMATAN KELUA KABUPATEN TABALONG
Skripsi ini berjudul Metode Dakwah Al-Habib Muhammad Bin Abu Bakar
Al’Aydrus di Majelis Ta’lim Nurunnubuwwah Desa Karangan Putih Kecamatan
Kelua Kabupaten Tabalong. Metode dakwah penting untuk dipelajari karena
dakwah adalah suatu kewajiban bagi setiap Muslim. Metode dakwah sangat
penting untuk dipelajari agar saat menyampaikan dakwah bisa efektif.
Masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini ialah bagaimana metode
dakwah Al-Habib Muhammad Bin Abu Bakar Al’Aydrus Di Majelis Ta’lim
Nurunnubuwwah Desa Karangan Putih Kecamatan Kelua Kabupaten Tabalong.
Metode yang peneliti gunakan adalah metode penelitian lapangan dengan
pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah Al-Habib Muhammad
Bin Abu Bakar Al’Aydrus selaku khodimul Majelis Ta’lim Nurunnubuwwah dan
10 jamaah Majelis Ta’lim Nurunnubuwwah yang terdiri dari 5 jamaah laki-laki
dan 5 jamaah perempuan. Objek dari penelitian ini adalah metode dakwah AlHabib Muhammad Bin Abu Bakar Al’Aydrus di Majelis Ta’lim Nurunnubuwwah.
Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan
dokumen serta diolah dalam bentuk deskriptif. Data dianalisis menjadi bentuk
uraian deksriptif kualitatif (memberikan gambaran atau melukiskan terhadap data
yang sudah di uraikan), agar data semakin mudah dipahami.
Hasil dari penelitian ini adalah saat berdakwah Al-Habib Muhammad Bin
Abu Bakar Al’Aydrus menggunakan metode dakwah al-hikmah, muaidzah alhasanah dan mujadalah. Penggunaan metode dakwah mujadalah di Majelis
Ta’lim Nurunnubuwwah induk sudah ditiadakan karena waktu yang berdekatan
dengan magrib, sekarang penggunaan metode dakwah mujadalah hanya ada di
Majelis Ta’lim Nurunnubuwwah cabang yang terletak di Desa Tamunti
dilaksanakan pada hari jumat atau malam sabtu setelah sholat magrib dan di Desa
Hariang dilaksanakan pada sabtu atau malam minggu setelah sholat magrib
Pesan Dakwah Al Habib Muhammad Sholahuddin Bin Ahmad Baraqbah pada Akun Instagram @Syamailannabawiyyah
Pesan dakwah menjadi salah satu unsur yang penting dalam berdakwah pesan yang
disampaikan mengandung kejelasan dan sesuai dengan keadaan masyarakat. Para da'i
mampu menunjukkan kebesaran Islam dengan pemahaman yang mudah dimengerti
oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan
pendekatan deskriptif. Penelitian ini mendekripsikan mengenai pesan dakwah Al
Habib Muhammad Sholahuddin Bin Ahmad Baraqbah yang meliputi beberapa aspek
diantaranya yaitu pesan dakwah ibadah, pesan dakwah akhlak dan pesan dakwah
akidah melalui unggahan gambar dan unggahan video yang terdapat dalam akun
@Syamailannabawiyyah. Peneliti berpusat pada unggahan yang ada di akun Instagram
@Syamailannabawiyyah dengan mengambil empat belas sampel unggahan. Tujuh
sampel dari unggangan gambar dan tujuh sampel dari unggahan video. Hasil penelitian
ini mendiskripsikan mengenai pesan pesan dakwah Al Habib Muhammad Sholahuddin
Bin Ahmad Baraqbah pada akun instagram @syamailannabawiyyah. Pertama melalui
unggahan gambar terkait pesan ibadah, akidah dan akhlak yaitu dianjurkan untuk
senantiasa bersholawat kepada Rasulullah, hati yang damai yang selalu mengingat
Allah, memperbanyak mengingat Allah dalam kesulitan apapun, jangan pernah bangga
melakukan keburukan hanya karena Allah menutupi keburukan mu, ketika melakukan
kezaliman maka hendaklah segera bertaubat kepada Allah, sabar dan syukur adalah
kunci kebahagiaan dunia dan akhirat, dan berprasangka baiklah terhadap Allah dan
orang lain. Kedua melalui unggahan video terkait pesan ibadah, akidah dan akhlak
yaitu membayar hutang puasa itu wajib, dua pilihan hidup senang di dunia atau senang
di akhirat, keutamaan kalimat tasbih, tujuan puasa, pentingnya niat, rezeki di atas rezeki
ialah senantiasa dapat beribadah kepada Allah, dan tiga hal dari orang tua bagi penuntut
ilmu ialah doa, Ridha dan maaf (ampunan)
Pesan Dakwah Al Habib Muhammad Sholahuddin Bin Ahmad Baraqbah pada Akun Instagram @Syamailannabawiyyah
Pesan dakwah menjadi salah satu unsur yang penting dalam berdakwah pesan yang
disampaikan mengandung kejelasan dan sesuai dengan keadaan masyarakat. Para da'i
mampu menunjukkan kebesaran Islam dengan pemahaman yang mudah dimengerti
oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan
pendekatan deskriptif. Penelitian ini mendekripsikan mengenai pesan dakwah Al
Habib Muhammad Sholahuddin Bin Ahmad Baraqbah yang meliputi beberapa aspek
diantaranya yaitu pesan dakwah ibadah, pesan dakwah akhlak dan pesan dakwah
akidah melalui unggahan gambar dan unggahan video yang terdapat dalam akun
@Syamailannabawiyyah. Peneliti berpusat pada unggahan yang ada di akun Instagram
@Syamailannabawiyyah dengan mengambil empat belas sampel unggahan. Tujuh
sampel dari unggangan gambar dan tujuh sampel dari unggahan video. Hasil penelitian
ini mendiskripsikan mengenai pesan pesan dakwah Al Habib Muhammad Sholahuddin
Bin Ahmad Baraqbah pada akun instagram @syamailannabawiyyah. Pertama melalui
unggahan gambar terkait pesan ibadah, akidah dan akhlak yaitu dianjurkan untuk
senantiasa bersholawat kepada Rasulullah, hati yang damai yang selalu mengingat
Allah, memperbanyak mengingat Allah dalam kesulitan apapun, jangan pernah bangga
melakukan keburukan hanya karena Allah menutupi keburukan mu, ketika melakukan
kezaliman maka hendaklah segera bertaubat kepada Allah, sabar dan syukur adalah
kunci kebahagiaan dunia dan akhirat, dan berprasangka baiklah terhadap Allah dan
orang lain. Kedua melalui unggahan video terkait pesan ibadah, akidah dan akhlak
yaitu membayar hutang puasa itu wajib, dua pilihan hidup senang di dunia atau senang
di akhirat, keutamaan kalimat tasbih, tujuan puasa, pentingnya niat, rezeki di atas rezeki
ialah senantiasa dapat beribadah kepada Allah, dan tiga hal dari orang tua bagi penuntut
ilmu ialah doa, Ridha dan maaf (ampunan)
Pengaruh pancasila terhadap penerapan syariah Islam di Indonesia / Al-Habib Muhammad Rizieq Husein Syihab
Pancasila dalam ketatanegaraan Republik Indonesia adalah Lima Dasar Negara, iaitu : Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan, Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Tesis ini bertujuan menguji hipotesis tentang benar adanya ”keyakinan” yang menyatakan bahawa di Indonesia yang berdasarkan Pancasila mustahil dilaksanakan Syariah Islam. Oleh sebab itu, batasan kajian hanya tentang Penerapan Syariah Islam di Indonesia secara konstitusional (pelembagaan hukum negara) setelah kemerdekaan Indonesia sepanjang 62 tahun, dari tahun 1945 sampai dengan tahun 2007. Kajian ini menggunakan 3 (tiga) metode, iaitu : Pertama, Metode Pengumpulan Data yang memiliki 3 (tiga) cara, iaitu : Kajian Perpustakaan, Kajian Sejarah, dan Wawancara. Kedua, Metode Analisis Data yang juga memiliki 3 (tiga) cara, iaitu : Analisis Deskriptif, Analisis Sejarah, dan Perbandingan. Ketiga, Metode Pengambilan Kesimpulan yang memilki 2 (dua) cara, iaitu : Induksi dan Deduksi. Sejak Republik Indonesia diproklamirkan telah terjadi tarik menarik antara kelompok Islam dengan kelompok Sekuler dalam menafsirkan Pancasila. Percanggahan politik antara kedua-dua kubu hingga waktu ini terus berlangsung. Kelompok Sekuler yang Islamiphobia selalu menolak pemberlakuan Syariah Islam di Indonesia dengan berbagai macam cara seperti mengagungkan Pancasila secara berlebih-lebihan, sehingga mereka selalu meletakkan Islam berhadap-hadapan dengan Pancasila. Selama ini, tafsiran Pancasila selalu dipaksa untuk mengikuti kemahuan penguasa. Pancasila hanya dijadikan sebagai alat politik untuk menguatkan kekuasaan. Di masa kekuasaan rejim Soekarno, yang sangat mengagungkan Karl Marx, Pancasila dijadikan alat politik untuk melindungi fahaman Marxisme, Komunisme dan Sosialisme. Di masa kekuasaan rejim Soeharto, yang sangat terkenal dengan Kejawen nya, yaitu mitos yang berhubungan dengan adat dan kepercayaan Jawa, penafsiran Pancasila selalu dikait-kaitkan dengan kepercayaan nenek moyang bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Jawa Kuno. Dan kini di masa Reformasi, ketika rakyat Indonesia sedang dilanda euforia kebebasan, maka tafsir Pancasila pun mulai diarahkan untuk mengikuti arus pemikiran liberal, sehingga berbagai bentuk kebebasan tanpa batas dan pencampur-adukan aqidah mendapat peluang untuk berkembang dengan pesat di bawah payung Pancasila atas nama Hak Asasi Manusia (HAM). Itulah sebabnya, banyak dari kalangan Islam terus melakukan perlawanan terhadap penafsiran-penafsiran subjektif yang politis terhadap Pancasila. Mereka tidak anti Pancasila, tapi menolak segala bentuk distorsi (penyelewengan / penyimpangan) dari arti dan tujuan Pancasila yang sebenarnya. Melalui perjuangan gigih, akhirnya mereka berhasil meloloskan seperangkat perundang-undangan yang bernafaskan Syariah Islam di Indonesia, seperti Kompilasi Hukum Islam dalam bidang peradilan dan Kompilasi Hukum Perbankan Islam dalam bidang ekonomi. Akhirnya, tesis ini mengambil kesimpulan bahawasanya Penerapan Syariah Islam di Indonesia tidak mustahil dapat dijalankan dengan baik berdasarkan kepada pemahaman yang benar terhadap makna Pancasila sebagai Dasar Negara dan sumber pelembagaan hukum di Republik Indonesia
Pandangan Muhammad Rizieq Shihab tentang Pancasila
This paper seeks to describe the perspective of al-Habib Muhammad Rizieq bin Hussein Shihab on Pancasila. At the beginning of the paper will be explained in advance how the concept of the state. According to the Sharia is divided into two main ideas of textual-textual and substantial-contextual. Furthermore, it will be further elaborated on the debate in filling the ideology of the state of Islam and nationalist groups in the period of national movement. Then the author will describe the interpretation of al-Habib Muhammad Rizieq bin Husein Shihab in the interpreting of Pancasila with historical approach. Finally, the author critically examines this view which shows that the misinterpretation of al-Habib Muhammad Rizieq bin Hussein Shihab in understanding Pancasila
Pandangan Muhammad Rizieq Shihab tentang Pancasila
This paper seeks to describe the perspective of al-Habib Muhammad Rizieq bin Hussein Shihab on Pancasila. At the beginning of the paper will be explained in advance how the concept of the state. According to the Sharia is divided into two main ideas of textual-textual and substantial-contextual. Furthermore, it will be further elaborated on the debate in filling the ideology of the state of Islam and nationalist groups in the period of national movement. Then the author will describe the interpretation of al-Habib Muhammad Rizieq bin Husein Shihab in the interpreting of Pancasila with historical approach. Finally, the author critically examines this view which shows that the misinterpretation of al-Habib Muhammad Rizieq bin Hussein Shihab in understanding Pancasila
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
