1,721,210 research outputs found

    Ajaran Tarekat Naqsyabandiyah Guru Shalahuddin al-Ayubi di Desa Asang Kecamatan Gambut

    Full text link
    Maisarah, 1101431175; Ajaran Tarekat Naqsyabandiyah Guru Shalahuddin al-Ayubi di Desa Asang Kecamatan Gambut, Skripsi Jurusan Akidah Filsafat, Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, IAIN Antasari Banjarmasin. 2015. Prof. Dr. H. Asmaran As, M. A., Dr. Fatrawati Kumari, M. Hum. Kata Kunci: Penelitian ini dilatar belakang oleh pesatnya ajaran tasawuf dalam bentuk tarekat di masyarakat Kalimantan Selatan, baik perkotaan maupun pedesaan. Desa Asang merupakan salah satu tempat perkembangan tarekat Naqsyabandiyah yang dipimpin oleh Shalahuddin al-Ayubi. Ajaran Shahuddin al-Ayubi berkembang dengan baik meskipun berada di zaman modern yang serba materialis. Oleh karena itu kajian lebih mendalam terhadap ajaran tarekat Shalahuddin penting untuk dilakukan dalam bentuk penelitian yang berjudul, Ajaran Tarekat Naqsyabandiyah Guru Shalahuddin al-Ayubi di Desa Asang Kecamatan Gambut, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ajaran Salahuddin al-Ayubi di desa Asang kecamatan Gambut. Tujuan selanjutnya untuk mengetahui perbedaan dan persamaan ajaran tarekat Shalahuddin al-Ayubi dengan ajaran Bahauddin Naqsyabandi yang merupakan pendiri tarekat Naqsyabandiyah. Bentuk penilitian ini pada adalah lapangan (field research) yang sifatnya kualitatif. Objek materialnya adalah tarekat Shalahuddin al-Ayubi dan objek formalnya adalah tasawuf. Data primer adalah ajaran Shalahuddin al-Ayubi, baik yang dikemukan secara lisan maupun tertulis. Sedangkan data sekundernya adalalah literatur yang relavan, dengan objek yang dikaji penelitian ini. cara analisa yang dipakai adalah interpristasi dan perbandingan. Hasil temuan yang didapat oleh penulis ada beberapa hal. Pertama, ajaran tarekat Shalahuddin al-Ayubi cenderung kepada tasawuf falsafi. Kedua, ajaran tarekat Shalahuddin al-Ayubi memiliki perbedaan dengan ajaran Bahauddin Naqsyandi, yaitu jika Shalahuddin bercorak tasawuf falsafi, maka Bahauddin Naqsyabandi bercorak tasawuf amali. Ajaran Shalahuddin al-Ayubi memiliki persamaan dengan ajaran Bahauddin Naqsyandi, yaitu sama-sama mengutamakan kehidupan akhirat

    Salahuddin al-ayubi dalam menangani masyarakat kristian di islamic Jerusalem dan Palestin

    No full text
    Umat Islam telah berjaya membebaskan Islamicjerusalem dan kota Baitulmuqaddis bagi kali yang kedua di bawah pimpinan Salahuddin al-Ayubi. Beliau telah memimpin pasukan Muslim dan berjaya membebaskan kota tersebut pada tahun 1187. Ketika kota tersebut dibebaskan, Islamicjerusalem dan kota Baitulmuqaddis mempunyai rakyat daripada pelbagai latar agama, termasuk Kristian. Oleh kerana Perang Salib yang berlaku melibatkan Muslim dan Kristian, maka hubungan dan tindakan pemimpin terhadap golongan ini sewaktu mencapai kemenangan adalah amat penting untuk dikaji. Ini bagi melihat sejauh mana tindakan-tindakan yang dilakukan oleh pemimpin Islam dalam menghormati penganut agama lain. Oleh yang demikian, kertas ini mengkaji dan memaparkan peristiwa besar pembebasan kota Baitulmuqaddis dengan melihat kepada Salahuddin al-Ayubi dalam menangani masyarakat Kristian di Islamicjerusalem dan kota Baitulmuqaddis tersebut

    Tajamnya pedang Salahuddin Al-Ayubi / Fadzilawani Astifar Alias and Norhafizah Ahmad

    Full text link
    Tahukah anda, dalam lipatan sejarah, adanya satu pedang yang dapat membelah batu hanya dalam satu libasan. Menurut pakar sejarah dan pengkaji pedang, Prof. Dr Peter Paufler, terdapat satu pedang yang terbukti mempunyai kebolehan dalam membelah objek yang keras. Nak tahu pedang siapa? Itulah pedang yang pernah dimiliki oleh Salahuddin Al-Ayubi. Dengan adanya pedang ini, ia menjadi salah satu warisan agung bagi umat Islam

    Pengaruh Magang Terhadap Peningkatan Kompetensi Mahasiswa Prodi Perbankan Syariah UIN Antasari Banjarmasin

    Full text link
    Muhammad Salahuddin Al-Ayubi. 2018. Pengaruh Magang Terhadap Peningkatan Kompetensi Mahasiswa Prodi Perbankan Syariah UIN Antasari Banjarmasin. Skripsi, Jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. M.Fahmi Al-Amruzi, M.Hum (II) Pati Matu Zahra, S.Ag., MSI Kata kunci: Magang, Kompetensi Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rasa keingintahuan penulis tentang apa pengaruh setelah magang terhadap pembentukan keilmuan dan kompetensi mahasiswa sesuai dengan kompetensi yang telah ditetapkan jurusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Magang Terhadap Peningkatan Kompetensi Mahasiswa Prodi Perbankan Syariah UIN Antasari dan mengetahui variabel yang paling mempengaruhi magang terhadap peningkatan kompetensi mahasiswa prodi perbankan syariah UIN Antasari. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research). Penelitian ini berlokasi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Antasari Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis linier berganda dengan bantuan Software SPSS 22 for windows. Melalui analisis kuantitatif, penelitian ini menghasilkan temuan-temuan: Pertama, variabel bebas dalam penelitian ini terdiri dari Pemantapan hasil belajar(X1), Pembentukan sikap(X2), dan Memiliki keterampilan dan kemampuan sesuai bidangnya (X3). Hasil penelitian yang didapat bahwa Ada pengaruh positif antara magang terhadap peningkatan kompetensi mahasiswa perbankan syariah. Kesimpulan ini dibuktikan dengan nilai Fhitung = 1,297> nilai Ftabel 3,25 dan nilai sig 0,000 < 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, maka ada pengaruh positif antara pengaruh magang terhadap kompetensi mahasiswa perbankan syariah 2013. Magang berpengaruh kuat terhadap peningkatan kompetensi mahasiswa perbankan syariah, hal ini dibuktikan dengan nilai R sebesar 0,098, nilai ini menunjukan bahwa ada hubungan yang kuat antara magang terhadap peningkatan kompetensi mahasiswa perbankan syariah 2013

    PERAN PENGHULU DALAM MEMEDIASI PERSOALAN WALI ADHAL PERSPEKTIF TEORI ASH-SHULḤU DAN SOSIOLOGI HUKUM DI KABUPATEN TEMANGGUNG

    No full text
    Peran Penghulu Dalam Memediasi Persoalan Wali Adhal Perspektif Teori Ash-Shulḥu Dan Sosiologi Hukum Di Kabupaten Temanggung Solakhudin Al Ayubi NIM. 12060230038 Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana peran penghulu dalam memediasi persoalan wali adhal di Kabupaten Temanggung, bagaimana peran penghulu dalam memediasi persoalan wali adhal di Kabupaten Temanggung perspektif teori Ash-Shulḥ, bagaimana peran Penghulu dalam memediasi persoalan wali adhal di Kabupaten Temanggung perspektif Sosiologi Hukum. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yaitu menggambarkan peran penghulu dalam memediasi persoalan wali adhal dengan sumber data adalah hasil wawancara dan observasi dengan para penghulu di KUA se Kabupaten Temanggung dan pihak-pihak yang terkait dalam mediasi persoalan wali adhal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penghulu dalam memediasi persoalan wali adhal terbagi menjadi dua kategori, dari sepuluh kasus nikah dengan wali adhal terdapat sembilan kasus persoalan wali adhal yang berhasil dimediasi oleh penghulu dan dua kasus persoalan wali adhal yang tidak berhasil dimediasi oleh penghulu. Persoalan wali adhal ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor wali nikah dendam, faktor wali nikah merasa tidak dihargai, faktor wali nikah tidak suka dengan calon mempelai laki-laki, factor salah paham, factor sengketa waris dan factor provokasi pihak ke tiga. Hasil analisis peran penghulu dalam memediasi persoalan wali adhal di Kabupaten Temanggung perspektif teori Ash-Shulḥu, wali adhal berhasil dimediasi dengan diberikan berbagai penjelasan yang sifatnya membujuk dengan berbagai pengetahuan hukum Islam termasuk juga dengan pejelasan maslahah mursalah sehingga wali adhal bersedia kembali menjadi wali nasab dalam menikahkan calon pengantin di bawah perwaliannya, baik dengan bersedia langsung hadir menikahkan sendiri, hadir dengan mewakilkan kepada penghulu maupun tidak hadir dengan mendatangani surat taukil wali bil kitabah di hadapan kepala KUA. Adapun Hasil analisis analisis peran penghulu dalam memediasi persoalan wali adhal di Kabupaten Temanggung perspektif teori Sosiologi Hukum dapat diketahui adanya Norma Hukum dan nilai Sosial, Struktur Sosial dan Relasi Kekuasaan, serta Dinamika Perubahan Sosial. Kata kunci: Peran Penghulu, Mediasi, Wali Adhal, Ash-Shulḥu, Sosiologi Huku

    الشخصيات والموضع في فيلم صلاح الدين الأيوبي

    Full text link
    Film Shalahuddin al-Ayubi yang dipublikasikan oleh Abu Giyas adalah film yang menceritakan tentang kisah yang terinspirasi dari seorang kesatria islam berasal dari Tikrit (Irak) bernama Shalahuddin al-Ayubi. Shalahuddin al-Ayubi adalah seorang komandan militer dalam perang salib. Shalahuddin al Ayubi terkenal di dunia islam dan kristen karena kepemimpinannya, kekuatan militer, dan sifatnya yang kesatria dan pengampun pada saat dia melawan tentara salib. Karena kehebatan Shalahudin itulah sehingga penulis tertarik untuk melakukan penelitiian lebih lanjut tentang penokohan dan latar dalam film Shalahuddin al-Ayubi yang dipublikasikan oleh Abu Giyas. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan unsur intrinsik dalam film Shalahuddin al-Ayubi dari segi penokohan dan latar. Sumber data penelitian ini adalah film Shalahuddin al-Ayubi. Objek penelitian ini adalah berupa penokohan dan latar dalam film Shalahuddin al-Ayubi yang dipublikasikan oleh Abu Giyas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak dan catat. Instrumen yang digunakan adalah penulis dibantu dengan data teks, alat tulis dan komputer. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah deskripsi analisis. Dari hasil penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa (1) Penokohan dalam film Shalahuddin al-Ayubi terdapat 11 tokoh. Diantaranya, 4 tokoh utama dan 7 tokoh pendamping. (2) Latar dalam film Shalahuddin al-Ayubi terdapat 21 latar tempat dan 3 latar waktu

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore