11 research outputs found
Jelajah kota Anging Mammiri
Buku ini berisi cerita tentang delapan tempat yang mungkin bisa menggambarkan sejarah pertumbuhan Kota Makassar. Delapan tempat itu juga menceritakan bagaimana Makassar tumbuh dari kota pelabuhan menjadi kota metropolitan seperti sekarang. Kota Makassar atau sering juga disebut sebagai Kota Anging Mammiri yang berarti ‘angin berembus’. Julukan itu disematkan karena Makassar terkenal dengan pantainya. Buku ini mencoba mempelajari bagaimana Kota Makassar tumbuh dari kepingan-kepingan cerita
Dinamika Aktor dalam Perumusan Peraturan tentang Tata Ruang dan Tata Wilayah di Kota Makassar
Lambatnya pengesahan Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) membuat Pemerintah Kota Makassar tidak bisa berbuat banyak dalam membuat zona-zona tata ruang dan peruntukkan yang ada di Kota Makassar. Indikasi adanya pertarungan kepentingan antar aktor dalam pembahasan rancangan peraturan daerah (ranperda) menjadi motif utama dilakukannya penelitian ini. Adapun tujuan utama penelitian ini, yaitu untuk memperoleh gambaran mengenani pertarungan kepentingan yang terjadi dalam pembahasan ranperda tentang rencana tata ruang dan tata wilayah di kota Makassar. Metode penenlitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Penentuan informan dengan teknik snow ball. Teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, pengambilan kesimpulan dan verifikasi. Satu dekade terakhir memperlihatkan betapa massif pembangunan dilakukan baik oleh pemerintah maupun swasta. Pesatnya pembangunan benar-benar menghabiskan ruang di kota Makassar sehingga jumlah supply ruang tidak dapat memenuhi demand yang ada, akibatnya pembangunan merambah daerah-daerah yang tidak seharusnya digunakan sebagai areal terbangun dan berdampak pada makin semrawutnya Kota Makassar. Kebijakan desentralisasi saat ini telah mengatur hubungan dan kedudukan antara kepala daerah dan DPRD yang juga secara integral bagian dari pemerintah daerah, di samping itu juga diatur kewenangannya masing-masing dalam hal peraturan daerah. Peraturan daerah tidak dapat dipungkiri dalam perumusan dan penetapannya mengalami dinamika pertarungan kepentingan oleh aktor-aktor perumusnya. Terdapat pola-pola interaksi dan kontestasi antar aktor perumus peraturan daerah dalam mencapai kesepakatan bersama. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pertarungan kepentingan terjadi dalam perumusan Peraturan RTRW Kota Makassar terkait beberapa pasal dalam ranperda terutama mengenai reklamasi pantai
Bintang penunjuk arah
Halo Adik-Adik!
Siapa di antara kalian yang suka melihat bintang?
Selain sinarnya yang indah, bintang juga bisa memberi petunjuk arah bagi nelayan.
Tahukah kalian ada beberapa kumpulan bintang yang paling terang?
Kumpulan bintang itu menggambarkan bentuk-bentuk tertentu.
Nah, di buku ini kalian akan belajar tentang bagaimana nelayan mengenal arah melalui bintang. Kalian juga akan mengetahui bentuk-bentuk dari kumpulan bintang
tersebut
Kerjasama Dinas Pariwisata dan Masyarakat Dalam Mengelola Objek Wisata Alam Buttu Macca di Desa Bambapuang Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang
Cooperation is a collective activity between two or more persons to achieve a common goal. The principle of cooperation does not apply if the conversation is done by a single person. The principle of good cooperation can be applied in the learning process. In this case, a tangible form in the learning process is the expected involvement of each student in group tasks, working in collaboration to achieve common goals. This type of research uses qualitative research with phenomenology research type that is researching a certain phenomenon that exist in society done in depth to study background, situation, and interaction that happened about Cooperation of Tourism Office and Society In Managing And Developing Object Of Nature Of Buttu Macca. Informants in this study as many as ten people consisting of the Society, Kedis Tourism Enrekang, Sub-district Anggeraja, Village Bambapuang and the manager himself as the main informant. The results of this study refers to the form of Cooperation of Tourism and Community Offices in Managing and Developing Objects of Nature of Buttu Macca using the approach of business sector, non-business sector, government sector, supporting and inhibiting factors. The author then tried to see the development of tourism as a venue for economic activities of the community so as to achieve the goal of the existence of tourism industry. Next involves the community community in the framework of management activities and tourism development Buttu Macca as a form of community participation in development
Kerjasama merupakan kegiatan bersama antara dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan yang sama. Prinsip kerjasama tidak berlaku jika percakapan dilakukan dengan seorang diri. Prinsip kerjasama yang baik dapat diterapkan dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini, wujud nyata dalam proses pembelajaran adalah diharapkan keterlibatan setiap siswa di dalam tugas-tugas kelompok, bekerja secara berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan tipe penelitian fenomenologi yaitu meneliti suatu fenomena tertentu yang ada dalam masyarakat yang dilakukan secara mendalam untuk mempelajari latar belakang, keadaan, dan interaksi yang terjadi tentang Kerjasama Dinas Pariwisata dan Masyarakat Dalam Mengelolah Dan Mengembangkan Objek Wisata Alam Buttu Macca. Informan dalam penelitian ini sebanyak sepuluh orang. Hasil dari penelitian ini merujuk kepada bentuk Kerjasama Dinas Pariwisata dan Masyarakat Dalam Mengelola Objek Wisata Alam Buttu Macca dengan menggunakan pendekatan sektor bisnis, sektor bukan bisnis, sektor pemerintah, faktor pendukung dan penghambat. Penulis kemudian mencoba melihat pengembangan wisata sebagai ajang untuk kegiatan perekonomian masyarakat sehingga tercapai tujuan dari keberadaan industry pariwisata. Selanjutnya melibatkan komunitas masyarakat dalam rangka kegiatan pengelolaan dan pengembangan wisata Buttu Macca sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam pembangunan
Good Urban Governance dalam Pembangunan Ruko Bumi Tamalanrea Permai di Kota Makassar
Artikel ini membahas tentang implementasi pemerintah dalam pelaksanaan Good Urban Governance di Kecamatan Tamalanrea khusunya pada perumnas Bumi Tamalanrea Permai Kota Makassar dengan menganalisis prinsip-prinsip dalam Good Urban Governance terhadap pembangunan ruko yang ada di perumnas Bumi Tamalanrea Permai yang dikenal sebagai wilayah pendidikan dan permukiman terpadu.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah wawancara, dokumentasi, dan observasi. Sementara informan dalam penelitian ini sebanyak 6 orang adalah kalangan Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kota, Kecamatan Tamalanrea, Developer Ruko dan masyarakat, Sumber data yang digunakan adalah data primer dan skunder, teknik analisa data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dan pengabsahan data yang digunakan adalah triangulasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pemerintah dalam pelaksanaan konsep Good Urban Governance di wilayah Tamalanrea yang dikenal sebagai kawasan permukiman terpadu masih tidak terlaksana dengan baik dan masih timpang tindih dengan perda rencana tata ruang wilayah Kota Makassar, akibatnya banyak pembangunan ruko yang menyalahi aturan yang menyebabkan tidak berjalannya konsep tata kelola perkotaan dengan baik
Peran Pemerintah Dalam Inovasi Gerakan Serentak Pemanfaatan Pekarangan Organik (Gertak Petani) Untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Di Kelurahan Lapajung Kabupaten Soppeng
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan Inovasi Pemerintah Gerakan Serentak Pemanfaatan Pekarangan Organik Dalam Meningkatan Ketahanan Pangan Di Kelurahan Lapajung Kabupaten Soppeng. Menggunakan metode kualitatif dengan tipe fenomenologi. Sumber data, yaitu primer dan sekunder, jumlah informan 5 (Lima) orang. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara serta dokumentasi. Analisis data meliputi Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi gerakan serentak pemanfaatan pekarangan organik (gertak petani) pada 1) Keuntungan relatif yang dimaksud disini adalah manfaat yang dirasakan oleh anggota kelompok/masyarakat dengan Adanya Inovasi Gerakan Serentak Pemanfaatan Pekarangan Organik (Gertak Petani) ini. 2) Kesesuaian adalah adanya pemahaman dan pembinaan langsung kepada masyarakat dalam pelaksanaan inovasi Gerakan Serentak Pemanfaatan Pekarangan Organik (Gertak Petani). 3) Kerumitan disini adalah Inovasi Gerakan Serentak Pemanfaatan Pekarangan Organik (Gertak Petani) yang masih lumayan baru dan berjalan kurang lebih 3 tahun sehingga memiliki tingkat kerumitan tersendiri. 4) Kemungkinan dicoba adalah dalam hal ini Inovasi Gerakan Serentak Pemanfaatan Pekarangan Organik (Gertak Petani) telah terlaksana sampai sekarang. 5) Kemudahan diamati adalah dalam pelaksanaan Inovasi Gerakan Serentak Pemanfaatan Pekarangan Organik (Gertak Petani) ini berharap kedepannya dan seterusnya dapat memberikan manfaat dan dampak yang baik kepada masayarakat
Partisipasi Perseroan Terbatas: Corporate Social Responsibility and Environmental Management
The company's obligation in Corporate Social Responsibility (CSR) is an important part of the social and environmental responsibility that must be fulfilled by the company. Companies have an obligation to contribute to the development of communities around their areas of operation. This can include education programmes, local economic empowerment, skills training, infrastructure development, and charitable activities. This research aims to analyse the role of limited companies related to Corporate Social Responsibility in improving the corporate image of PT Kawasan Industri Makassar on social and environmental aspects. The type of research used is qualitative research with data collection methods used in this research through interviews, observation, and documentation. The results showed that, the implementation of KIMA Green Corporate Social Responsibility through the greening movement programme and infiltration wells carried out by the company PT Kawasan Industri Makassar has shown the company's commitment to the environment and its social responsibility and is able to provide benefits to the community around the implementation location, as well as build better relationships between the company and the community, so that this programme can improve a good image for the company
Tata Kelola Pemerintahan Dalam Pengelolaan Kawasan Tanjung Bunga Kota Makassar
Artikel ini membahas tentang Tata Kelola Pemerintahan dalam pengelolaan Kawasan Tanjung Kota Makassar. Lokasi penelitian ini bertempat di kawasan Tanjung Bunga khususnya kelurahan maccini sombala RW O5 Kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yakni memberikan gambaran secara objektif terkait bagaimana keadaan sebenarnya objek yang diteliti, dan tipe penelitian yang digunakan adalah tipe fenomenologi. Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder dengan jumlah Informan sebanyak 8 orang.Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu membandingkan antara pendapat informan yang satu dengan yang lainnya dengan mengajukan pertanyaan yang sama. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukakan bahwa Tata kelola pedagang kaki limata di kota makassar belum berjalan dengan efektif, Dikarenakan (a) Fairness atau Keadilan, keadilan yang diberikan pemerintah pada para pedagang belum sepenhnya adil, karna masih ada masyarakat (nelayan) yang mengeluhkan akses jalan terganggu dengan adanya pembangunan reklamsi, (b) Transparency atau transparansi, transparansi antara pemerintah dengan masyarakat belum sepenunuhnya belum transparan karna masih ada beberapa masyrakat (nelayan) yang belum tahu aka nada pembangunan reklamasi atau penimbunana pantai, (c) Accountability atau Pertanggung Jawaban sudah dijalankan dengan baik oleh pihak Pengelola, (d) Responsiveness atau Responsif menunjukkan bahwa pemerintah sudah berusaha untuk mengatasi masalah atau keluhan masyarakat
Bira Beach Tourism Governance Through Digital Marketing Communication Strategies
This research delves into the role and implications of digital marketing communication strategies in the tourism governance of Bira Beach. Bira Beach, renowned for its pristine coastal beauty, has witnessed fluctuating tourism trends over the years. Ensuring sustainable tourism development, which balances economic benefits, environmental protection, and socio-cultural integration, necessitates effective governance mechanisms. Digital marketing communication strategies have emerged as instrumental in shaping this governance. Through a qualitative approach encompassing interviews, surveys, and digital data analytics, this study explores (1) the existing digital communication practices in promoting Bira Beach, (2) stakeholders' perceptions about the effectiveness of these practices, and (3) the influence of these strategies on tourism governance frameworks and decisions. Preliminary findings suggest that well-structured digital communication campaigns can enhance stakeholder participation, foster transparent decision-making, and drive sustainable tourism policies. However, certain challenges like digital literacy, infrastructural constraints, and authenticity concerns have been identified. The research emphasizes the need for a cohesive strategy that integrates technology, local community insights, and environmental considerations for robust tourism governance at Bira Beach. This study contributes to the growing body of knowledge on the intertwining realms of digital marketing and tourism governance, offering insights for policy-makers, tourism planners, and marketers
PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH BERBASIS SUSTAINABLE LIVELIHOODS DI KABUPATEN BARRU
ABSTRACTThe purpose of this study is to determine the application of the Sustainable Livelihood approach in maintaining the sustainability of MSMEs in Barru Regency. This research uses a descriptive qualitative research type. Data collection techniques through interviews, documents and direct observation. The data analysis technique uses "content analysis" through data reduction, data presentation and drawing conclusions. While the validation of the data using triangulation in-depth interview techniques, observation, and document review. The results of this study found that the application of a sustainable livelihoods approach to minimize risks that occur local governments have work programs run by the Cooperatives, SMEs and Trade Offices, especially in the MSME work program, namely by conducting MSME Organizational Development, Conducting Training, and Facilitating Financing Sources.Keywords: Sustainable Livelihood, Micro Small and Medium Enterprises.
