15,448 research outputs found
Akbar Gadget / Muhammad Muizzuddin Azizan
My unforgettable and interesting six months industrial training began here at Akbar Gadget. My name is Muhammad Muizzuddin bin Azizan and I have been assigned at marketing department as I must make any content and post ad media social such as TikTok, Facebook, YouTube and Instagram. Akbar Gadget is a company focuses on repairing phone and sell anything related to phone and this company located at Balok Center, Kuantan, Pahang. The vision of this company is to be gadget and accessories shop number one in Pahang. This company’s mission is to strengthen and enhance development and management activities so that this company can enhance and boost Bumiputera equity and ensure the profitability of the company. This company have two branch which is first branch located at Balok Makmur and second branch located at Balok Center Kuantan, Pahang. I also provide SWOT analysis in this report. Under SWOT analysis, the strength that this company has is that this company have very strategic location and was a well-known company around the Balok area, so this company also have great reputation among the customer. Using old technology in closing system is one of the weaknesses of this company. So, in order to fix this weakness, I recommend the company to buy new software and casher machine to automatically calculate the daily closing. Next, there are external factor which one of them is trend were consumer focus on environmental sustainability can give Akbar Gadget an opportunity to increase their profit and business awareness. Lastly is threat, there are many competitors within the company target area which can interrupt the company business. The competitor also has the same business which is phone repair shop, so this can reduce the Akbar Gadget profit
Pemerintahan Sultan Jalaluddin Muhammad Akbar di Kerajaan Mughal 1556-1605
Skripsi ini menjelaskan studi tentang Pemerintahan Sultan Jalaluddin
Muhammad Akbar di Kerajaan Mughal. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk
mendeskripsikan dan menganalisis secara interpretatif latar belakang kehidupan
Sultan Jalaluddin Muhammad Akbar. 2) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis
secara interpretatif usaha-usaha Sultan Jalaluddin Muhammad Akbar dalam
pemerintahan di kerajaan Mughal. 3) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis
secara interpretatif pengaruh pemerintahan Sultan Jalaluddin Muhammad Akbar di
India.
Penulis menggunakan bebereapa pendekatan, diantaranya adalah pendekatan
historis, agama, sosiologi dan antropologi. Penelitian ini adalah jenis penelitian
sejarah dengan menggunakan data kualitatif. Data diperoleh melalui penelitian
pustaka atau Library Research. Library Research yaitu penelitian dengan mengambil
beberapa literature dari buku-buku atau kajian pustaka sebagai bahan pendukung.
Langkah-langkah penelitian yang dilakukan adalah heuristik, kritik, interpretasi, dan
historiografi.
Dari penelitian ini ditemukan: 1) Sultan Jalaluddin Muhammad Akbar adalah
raja ketiga dari kerajaan Mughal dan ia merupakan keturunan dari Bangsa Mongol.
2) Sultan Jalaluddin Muhammad Akbar melakukan banyak usaha dalam
pemerintahannya di kerajaan Mughal, seperti aspek politik dengan diterapkannya
politik sulakhul dan aspek keagamaan yang ditandai dengan dibentuknya Ibadat
Khana dan Din-i-Ilahi. Sultan Jalaluddin Muhammad Akbar juga melakukan usaha
perluasan wilayah kekuasaan. Ia menjadikan kerajaan Mughal sebagai kerajaan
penguasa India saat itu. 3) Di masa pemerintahan Sultan Jalaluddin Muhammad
Akbar, kerajaan Mughal mencapai puncak kejayaan yang meliputi bidang politik,
agama, ekonomi, seni budaya, sosial, dan ilmu pengetahuan
PERAN SULTAN JALALUDDIN MUHAMMAD AKBAR DALAM PENGEMBANGAN LITERATUR INDIA DI KESULTANAN MUGHAL
The objective of this research was to know (1) the life of Sultan Jalaluddin
Muhammad Akbar, (2) roles of Sultan Jalaluddin Muhammad Akbar in the
development of Indian literature in the Mughal Empire and (3) the literature
development impacts the world of science in the Mughal empire. This research is
more focused on the role played by Sultan Jalaluddin Muhammad Akbar. This
research was conducted by the method of historical research with the type research
was the study of literature and as well as qualitative research. The approach used
was a sociological approach, the concept of social role. The collecting data
techniques used was documentation. The analysis of data was done in this research
was Historical analysis technique that consists of four stages, namely: heuristic,
verification, interpretation, and historiography. Based on this research, it was able
to be elaborated that: (1) Sultan Jalaluddin Muhammad Akbar was a descendant of
two great rulers of Central Asia and beyond, that Tamerlane (Ethnic Turk) and
Chengis Khan (Mongol), which were known to both the ruling tolerant religion.
Therefore, the position of Sultan Jalaluddin Muhammad Akbar was marking the
union of two great family spirit of the Central Asia. (2) The role of Sultan Jalaluddin
Muhammad Akbar in the development of Indian literature in the Mughal sultanate
can be known by his policies. The policies are: translating Indian literature into
Persian, promoting literature writing, and protecting the development of regional
literature. The most prominent development of Indian literature during the time of
Sultan Jalaluddin Muhammad Akbar is the development of Persian literature, the
field of historical writing, and local languages, mainly Sanskrit and Hindi. (3) The
existence of literature development conducted by Sultan Jalaluddin Muhammad
Akbar, both directly and indirectly impacts the world of science in the Mughal
empire. These impacts are: (a) high book production (b) developing science; (c)
advanced education; (d) advanced libraries; (e) the appearance of the poet; (f) the
appearance of translators and historians; (g) illustrated book develops
Recommended from our members
Pinḍ ze tilɪṇa kisa
This is a conversation between Muhammad Awaiz (a 32-year old male), Parveen Akhtar (a 60-year old female) and Akbar Jan (a 45-year old female). In this conversation, the speakers talk about the migration of one of their families from the village to Rawalpindi, a metropolitan city in Pakistan. They also talk about the Mankiyali language
Recommended from our members
Uuṇ zabaanaṇi baari vã baayi
This is a discussion between Muhammad Awaiz (a 32-year old male), Akbar Jan (a 45-year old female) and Shehnaz Bibi (a 24-year old female). The speakers talk about their daily life, their mother tongue, and about the documentation research project on the Mankiyali language
PERKEMBANGAN TAREKAT IDRISIYYAH MASA KEPEMIMPINAN SYEKH AKBAR MUHAMMAD DAUD DAHLAN DAN SYEKH AKBAR MUHAMMAD FATHURAHMAN (2001-2020)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan Tarekat Idrisiyyah tahun 2001-2020, dengan menggunakan metode deskriptif naratif. Tarekat ini didirikan oleh Syekh Akbar Abdul Fattah di Tasikmalaya tahun 1932, tujuannya untuk meneruskan ajaran neo-sufisme di Indonesia. Neo-sufisme adalah gerakan pembaharu dalam bidang tasawuf untuk memurnikan ajarannya sesuai Al-Quran dan Hadist. Karena ajaran tasawuf di Indonesia mengalami penyimpangan pada praktiknya yang menerapkan perilaku zuhud, mengandung mistis antara hubungan manusia dengan Tuhan, dan mempercayai takhayul dan khurfat. Perkembangan Tarekat Idrisiyyah dari awal berdiri sampai dengan tahun 2001, mengalami hambatan-hambatan diantaranya Agresi Militer Belanda dan Pemberontakan DI/TII dimana Tarekat Idrisiyyah menjadi salah satu korbannya.
Setelah memasuki era reformasi, Tarekat Idrisiyyah mulai melakukan perubahan-perubahan dibawah kepemimpinan Syekh Akbar Muhammad Daud Dahlan. Perkembangan awal Tarekat Idrisiyyah mulai membuka diri dengan cara menyelenggarakan safari dakwah, menjalin relasi dengan pemerintah, dan berdakwah melalui media televisi. Kemudian dalam satu dekade tahun 2010 - 2020, dibawah kepemimpinan Syekh Akbar Muhammad Fathurahman, Tarekat ini semakin maju melalui perluasan wilayah dan media dakwah, peningkatan dalam strata pendidikan, dan pertumbuhan di berbagai sektor-sektor perekonomian. Melalui pendekatan kemasyarakatan, Tarekat Idrisiyyah berhasil menerapkan ajaran neo-sufisme beriringan dengan kehidupan masyarakat modern.
This study aims to describe the development of Tarekat Idrisiyyah in 2001-2020, using descriptive narrative methods. Tarekat was founded by Sheikh Akbar Abdul Fattah in Tasikmalaya in 1932, his goal being to continue the teachings of neo-sufism in Indonesia. Neo-sufism is a reformer movement in the field of Sufism to purify its teachings according to the Quran and Hadith. Because sufism in Indonesia is distorted in practice that applies zuhud behavior, contains the mystical between human relationship with God, and believes in superstition and khurfat. The development of Tarekat Idrisiyyah from its inception until 2001, experienced obstacles including Dutch Military Aggression and the DI/TII Rebellion in which the Tarekat Idrisiyyah became one of the victims.
After entering the reform era, Tarekat Idrisiyyah began to make changes under the leadership of Sheikh Akbar Muhammad Daud Dahlan. The early development of Tarekat Idrisiyyah began to open up by organizing da'wah safaris, establishing relations with the government, and preaching through television media. Then in a decade of 2010 - 2020, under the leadership of Sheikh Akbar Muhammad Fathurahman, Tarekat is advancing through the expansion of the region and the media of da'wah, improvement in education strata, and growth in various sectors of the economy. Through a societal approach, Tarekat Idrisiyyah successfully applied the teachings of neo-sufism along with modern societ
Pioneers of Library Movement in Pakistan
The paper aims to describe in brief the contribution of seven leaders of Pakistan librarianship, viz. K.B. Khalifa M. Asadullah, Prof. Dr. Abdul Moid, Dr. Abdus Subuh Qasimi, Muhammad Shafi, Fazal Elahi, Khawaja Nur Elahi and S. V. Hussain. The early library developments are given for better understanding of the role of these leaders
KEBIJAKAN PEMERINTAHAN JALALLUDIN MUHAMMAD AKBAR DI INDIA TAHUN 1556-1605 M
Kedatangan bangsa Mughal di India membawa perubahan sistem
pemerintahan yang berjalan di India dengan adanya akulturasi dari budaya Hindu
dan Islam, pengaruh kepemimpinanya terlihat ditahun 1556-1605 M. Tahun 1556-
1605 M merupakan masa keemasan Mughal dibawah Jalallaludin Muhammad
Akbar. Kebijakan pemerintahan Mughal di India dibawah Akbar dapat dikatakan
berhasil baik dari segi politik, sosial-ekonomi, agama dan seni. Mughal
merupakan kerajaan bercorak agama Islam, hal ini merupakan suatu prestasi yang
besar dimana negara Islam Mughal dapat berdiri dan menjadi penguasa terbesar di
negara berdominasi agama Hindu dan menyatukan antara dua budaya kedalam
satu wadah pemerintahan.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah latar belakang dari kebijakan
kepemimpinan Jalalludin Muhammad Akbar, kebijakan yang dijalankan di India
dan dampak dari kebijakan pemerintahan Akbar pada tahun 1556-1605 M. Tujuan
dari penelitian ini mengkaji secara mendalam kepemerintahan Jallaludin
Muhammad Akbar yang dilihat dari kebijakan yang dijalankan dari berbagai
bidang yaitu bidang politik, sosial, ekonomi, agama, seni-budaya serta dampak
kebijakan yang dijalankan di India. Manfaat penelitian ini digunakan sebagai
referensi bacaan guna menambah wawasan kesejarahan tentang kebijakan
pemerintahan Jalalludin Muhammad Akbar di India tahun 1556-1605 M dan bagi
peneliti memberi pengalaman serta mengasah kemampuan dalam menulis karya
Ilmiah.
Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah, yang terdapat
empat langkah yaitu Heuristik, Kritik, Interpretasi, dan Historiografi. Penulis
menggunakan pendekatan sosiologi politik serta teori struktural fungsional dalam
mengkaji penelitian in
- …
