98 research outputs found
KOMUNIKASI PERSUASIF DALAM PENYAMPAIAN POLA HIDUP SEHAT MENURUT ZAIDUL AKBAR DI PODCAST HELMY YAHYA BICARA
Pola hidup sehat menjadi pembahas penting yang bisa dikaji ilmunya dari perspektif agama dan kedokteran. Pandemi COVID-19 membuat banyak orang memperhatikan pola hidupnya. Youtube menjadi media strategis untuk mencari topik tersebut. Satu konten video podcast Helmy Yahya Berbicara ditonton banyak orang dibandingkan dengan topik lain. Dikarenakan mengundang Zaidul Akbar yang dikenal dengan dakwah pola hidup sehat ala Rasulullah. Hal ini menjadikan peneliti memutuskan menganalisa teknik-teknik persuasif yang digunakan oleh Zaidul Akbar. Hasil alanisa adanya penggunaan 5 teknik komunikasi persuasif milik Onong Unchjana Effendy. Terdapat teknik asosiasi, teknik integrasi, teknik ganjaran, teknik tataan dan teknik red-herring. Tenik Ganjaran paling banyak digunakan Zaidul Akbar, beliau menjelaskan keuntungan, harapan, dan konsekuensi menjalani hidup sehat ala rasul. Zaidul Akbar banyak menjelaskan dan memberi arahan dengan menjanjikan keuntungan yang didapatkan sehingga timbul harapan. Menjelaskan konsekuensi buruk dan hukuman yang didapatkan jika tidak mengikuti penjelasan dari dakwahnya. Tataan bahasa membuat dakwah pola hidup sehatnya enak didengar dan memberi motivasi. Himbauan emosional digunakan beliau untuk menarik perhatian persuadee melalui agama dan ilmu kedokteran. Dan beliau memposisikan diri setara dengan persuadee dengan kata “kita”. Dakwah dilakukan dengan cara Bil Hikmah sehingga membuat persuadee menjadikan dakwahnya sebagai rujukan hidup sehat
Community structure of prawns(Decapoda: Penaeidae and Palaemonidae) in mangrove inlets of Kuala Langsa, Aceh, Indonesia
The aim of this research is to describe the structure of prawn community that found at mangrove inlets of Kuala Langsa (Aceh, Indonesia). The survey was done in August 2018. Sampling sites were defined as arbitrarily. Scope netting (mesh size 1 cm and diameter 100 cm) was used to sample the prawn community. Samples were analyzed and stored at The Primary Laboratory of Universitas Samudra, Kota Langsa, Aceh. Five species of prawns from two families (i.e., Decapoda: Penaeidae and Palaemonidae) were found, i.e., Penaeus monodon, Penaeus indicus, Metapenaeus monoceros, Penaeus vannamei, Palaemon sp. The most dominance species found is M. monoceros, and the most infrequently species found is Palaemon sp. Prawn community between sampling sites are found in a high level of similarity, with medium diversity and evenness index, and no dominance indicated
Studi Karakter Morfometrik - Meristik Ikan Betok (Anabas testudineus Bloch) Di DAS Mahakam Tengah Propinsi Kalimantan Timur
Analisis Kesesuaian Lokasi Untuk Budidaya Rumput Laut Di Kabupaten Sumbawa Barat
Pengelolaan suatu sumberdaya pesisir yang baik perlu memperhatikan aspek keberlanjutan. Selain itu, pengetahuan dan informasi sejauh mana potensi sumberdaya pesisir serta konsep pengembangannya kedepan sangat menentukan keluaran (output) yang dihasilkan. Komoditas rumput laut selama ini masih menjadi andalan sektor kelautan dan perikanan. Dalam konsep minapolitan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), rumput laut menjadi salah satu sektor basis dalam pengembangan ekonomi masyarakat pesisir. Pada skala lokal, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat menargetkan peningkatan produksi rumput laut dengan pengalokasian lahan pesisir secara maksimal untuk pengembangan budidaya. Tentunya target ini perlu diikuti dengan riset yang menunjang sebagai justifikasi ilmiah agar konsep pengelolaan dan pengembangan dapat dipertanggungjawabkan. Sebagaimana diketahui Kabupaten Sumbawa Barat terletak di Propinsi Nusa Tenggara Barat, merupakan area yang potensial untuk budidaya rumput laut seperti Kappaphycus alvarezii. Pada saat ini, pusat budidaya rumput laut berlokasi di Teluk Kertasari dan Poto Tano. Dari hasil identifikasi ditemukan ada tiga varian rumput laut ekonomis yang diperoleh pada lokasi budidaya yaitu Kappaphycus alvarezii (var tambalang) brown yellow, K. alvarezii (var maumere + tambalang) brown red , dan Kappaphycus striatum (sacol) green. Permintaan pasar untuk komoditas K. alvarezii cenderung meningkat, dan karena itu pembukaan daerah-daerah baru untuk budidaya sangat diperlukan untuk dikembangkan. Studi fisika, kimia dan biologi kelautan diperlukan untuk menilai kesesuaian lokasi budidaya. Metode penentuan daerah kesesuaian menggunakan pembobotan nilai kriteria ekologis dengan analisis GIS (Geographical Information System). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Poto Tano memiliki 805 ha lahan yang cocok untuk budidaya. Sedangkan, Kecamatan Taliwang dan Jereweh memiliki sekitar 70 ha dan 86 ha. Sehingga, total jumlah lahan yang cocok untuk budidaya rumput laut sekitar 961 ha
Perencanaan Gedung Parkir Sisi Selatan Asrama ITS Dengan Pedestrian Dan Lajur Sepeda
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya selanjutnya disingkat ITS memiliki suatu inisiatif bernama eco campus. Eco campus merupakan suatu inisiatif ITS dalam melakukan pembangunan berkelanjutan di dalam lingkungan kampus dengan memanfaatkan teknologi dan ilmu pengetahuan yang dikembangkan di ITS, salah satu contoh program eco campus adalah pengefektifan transportasi yang salah satu contohnya adalah pengurangan emisi kendaraan. Namun, pengurangan emisi kendaraan ini belum sepenuhnya terwujud karena di dalam lingkungan ITS masih dilalui kendaraan bermotor, hal ini menyebabkan banyaknya polusi di dalam area kampus. Hal ini dapat diatasi dengan membangun gedung parkir di dekat pintu masuk ITS. Pintu masuk yang akan diulas terdapat pada pintu masuk sisi selatan asrama ITS. Dalam merencanakan gedung parkir digunakan metode traffic counting pada pintu masuk ITS dan traffic counting pada perumahan dosen ITS yang kemudian data tersebut digunakan untuk menentukan jumlah kebutuhan parkir pada sisi selatan asrama ITS. Untuk merencanakan pedestrian dan jalur sepeda digunakan metode survei sampling yang akan digabungkan dengan data traffic counting sebelumnya untuk mendapatkan rasio pejalan kaki dan pengguna sepeda, kemudian dari kedua data tersebut dapat direncanakan pedestrian sesuai standar “Pedoman Teknis Pejalan Kaki” dan lajur sepeda dengan standar “Perancangan Fasilitas Pesepeda” yang dikeluarkan oleh kementerian PUPR. Dari analisis dan perhitungan yang dilakukan didapatkan jumlah kebutuhan parkir untuk mobil sebanyak 358 SRP dan sepeda motor sebanyak 2582 SRP. Sedangkan untuk lebar pedestrian didapatkan dimensi sebesar 5,2 meter untuk Ruas A-B, 4,0 meter untuk ruas B-C, dan 3,2 meter untuk ruas B-D, dan jumlah lajur sepeda didapatkan sebanyak 4 lajur untuk ruas A-B, 3 lajur untuk ruas B-C, dan 3 lajur untuk ruas B-D.
=================================================================================================================================
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya is one of the best universities in Indonesia. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, hereinafter abbreviated as ITS, has an initiative called the eco campus. Eco campus is ITS initiative in conducting sustainable development within the campus environment by utilizing technology and science developed at ITS, one example of the eco campus program is the effectiveness of transportation, one example of which is reducing vehicle emissions. However, this reduction in vehicle emissions has not been fully realized because campus environment is still passed by motorized vehicles, this causes a lot of pollution in the campus area. This can be overcome by building a parking building near the ITS entrance. The entrance to be reviewed is at the entrance to the south side of ITS dormitory. In planning the parking building, the traffic counting method is used at the entrance of ITS and the entrance of lecturer housing area which is then used to determine the amount of parking required on the south side of ITS dormitory. To plan pedestrians and cycling paths, a survey sampling method is used which will be combined with the previous traffic counting data to obtain the ratio of pedestrians and bicycle users, then from the two data, pedestrians can be designed according to the standard "Pedestrian Technical Guidelines" and bicycle lanes with the standard "Design of Pedestrians". Cycling Facilities” issued by the Ministry of Housing. From analyzing and calculating that have been conducted, the amount of parking required for passenger’s cars is 358 SRP and for motorcycle is 2582 SRP. Whereas for width of pedestrian at segment A-B is 5,2 meters wide, at segment B-C is 4 meters wide, and at segment B-D is 3,2 meters wide, and amount of bicycle lanes at segment A-B is 4 lane, at segment B-C is 3 lane, and at segment B-D is 3 lane
Analisis pemikiran Yusuf Qardhawi tentang pusat kegiatan Islam sebagai mustahik zakat dari kelompok sabilillah
Penelitian ini didasari adanya pendapat Yusuf Qardhawi yang menyatakan bahwa Pusat Kegiatan Islam dapat sebagai mustahik zakat dari kelompok Sabilillah. Hal ini merupakan permasalahan baru yang berkembang di dalam masyarakat, dan masyarakat sendiri secara umum belum banyak mengetahui kepastian hukum dari permasalahan tersebut. Sehingga Pusat Kegiatan Islam tersebut dapat diberikan zakat. Rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah bagaimana pendapat Yusuf Qardhawi tentang Pusat Kegiatan Islam sebagai mustahik zakat dari kelompok Sabilillah dan bagaimana Relevansinya pemikiran Yusuf Qardhawi tentang Pusat Kegiatan Islam sebagai Mustahik Zakat dari kelompok sabilillah.
Untuk menjawab permasalahan diatas, dilakukan upaya penelitian, sedangkan Jenis penelitian ini adalah penelitian normatif dengan pendekatan penelitian kepustakaan (library research). Sumber bahan primer dalam penelitian ini adalah pendapat Yusuf Qardhawi yang tertulis dalam kitab Fiqh al-Zakat Data yang telah terkumpul disusun, ditelaah kemudian dianalisis dengan menggunakan metode, Sedangkan data sekundernya meliputi data-data yang berhubungan dengan teori sabilillah dan Pusat Kegiatan Islam. Analisis penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif analisis.
Dari hasil yang didapat dari penelitian ini adalah pendapat Yusuf Qardhawi mengenai diperbolehkannya Pusat Kegiatan Islam sebagai mustahik zakat dari kelompok sabilillah sudah sesuai dan dapat diterima. Sedangkan istinbath hukum yang dilakukan oleh Yusuf Qardhawi itu menggunakan model ijtihad insya’i atau tarjihi karena memang ulama-ulama sebelumnya belum pernah mengeluarkan pendapat mengenai Pusat Kegiatan Islam sebagai mustahik zakat dari kelompok sabilillah. Beliau menyamakan Pusat Kegiatan Islam tersebut dengan perang suci di jalan Allah (jihad fi sabilillah) dalam rangka menegakkan kalimat Allah, menyampaikan Islam yang benar, serta untuk membentengi akidah Islam dari kebohongan-kebohongan orang yang merusak, dan dari orang-orang yang ingin menghancurkan Islam.
Kemudian pendapat Yusuf Qardhawi ini Relevan dengan tantang zaman hal itu didasari dari alasan sebagai berikut. Pertama, karena mengingat zaman sekarang ini sudah tidak ada perang sebagaimana yang terjadi pada zaman dahulu, di saat agama Islam harus ditegakkan melalui cara berperang dengan mengangkat senjata, membunuh musuh-musuh Allah, dan dengan mengingat bahwa dunia kita sedang dalam pergumulan globalisme yang mencanangkan tidak ada kekerasan untuk seluruh umat manusia, maka dana untuk sabilillah sekarang ini harus dialihkan penyalurannya kepada bentuk lain dari jihad di jalan Allah. Bukan mereka yang mengangkat senjata tapi bagi mereka yang mengangkat pena, menuntut ilmu untuk mengibarkan bendera agama Allah di muka bumi ini. Kedua, karena Pusat Kegiatan Islam mampu memberikan pengaruh yang sangat kuat di masyarakat maka hal ini perlu dijadikan pusat pengembangan penyiaran Islam, karena tidak bisa dipungkiri bahwa hal ini juga merupakan bagian dari usaha yang bertujuan untuk mengaplikasikan hukum Islam secara sempurna
TIPOLOGI KONFORMITAS SOSIAL KELOMPOK PETANI KECIL DALAM MERESPON KEBIJAKAN PERTANIAN ORGANIK DI TASIKMALAYA JAWA BARAT
Kelompok petani skala kecil dalam pertanian organik biasanya dibentuk melalui ikatan erat antar anggota yang terlibat dalam kelompok regional tertentu. Kelompok tani ini dibentuk untuk memudahkan anggotanya dalam menaati peraturan yang berlaku dan peraturan baku yang diterapkan dalam pertanian organik. Tingkat kepatuhan kelompok tani dalam melaksanakan aturan berbeda tergantung oleh faktor sosiologis. Kajian ini berupaya mengungkap argumentasi di balik fakta bagaimana sekelompok petani skala kecil mampu mematuhi peraturan yang berlaku, sementara kelompok lain tidak mampu beradaptasi. Penelitian bertujuan menganalisis tipologi pola kesesuaian kelompok tani padi organik perintis yang terdiri dari petani skala kecil dalam memenuhi standar tata kelola pertanian organik di Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif menggunakan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga jenis pola kesesuaian yang terjadi pada petani padi organik, yaitu: (1) kepatuhan penuh terhadap peraturan, (2) kepatuhan sebagian terhadap peraturan, (3) ketidakpatuhan terhadap peraturan dan ketentuan. Studi ini juga mengungkapkan beragamnya motivasi, kepentingan, dan pilihan rasional masing-masing petani yang mempengaruhi konformitas. Berdasarkan hal tersebut, diketahui bahwa petani lokal memiliki kepatuhan yang berbeda terhadap aturan pertanian organik. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang sesuai tipologi kelompok yang mengakomodasi keragaman dalam implementasi praktik pertanian organik. Salah satunya, kebijakan yang mampu mendukung penerapan pertanian organik yang berkelanjutan pada masyarakat lokal.Organizations of small-scale farmers in organic farming are typically formed through close bonds among members involved in specific regional groups. These farmer groups are established to facilitate members in adhering to the applicable rules and standard regulations implemented in organic farming. The level of compliance of farmer groups in implementing rules varies depending on many sociological factors. This study attempts to uncover the arguments behind the fact of how a group of small-scale farmers can comply with enforced regulations while other groups fail to adapt. The research aims to analyse the typology of suitability of pioneering organic rice farmer groups consisting of small-scale farmers in meeting the governance standards of organic agriculture in Tasikmalaya Regency. This research utilizes a qualitative approach using case study. The research results indicate that there are three types of conformity among small-scale organic rice farmers, namely: (1) fully compliance with regulations, (2) partially compliance with regulations, (3) non-compliance or rejecting compliance with regulations and provisions. This study also reveals the diversity of motivations, interests, and rational choices of each farmer that affect conformity. Based on this, it is known that local farmers have different compliance with organic farming rules. Therefore, policies are needed that are in accordance with group typologies that accommodate diversity in the implementation of organic farming practices. One of them is a policy that is able to support the sustainability of organic farming implementation in local communities
Identifikasi Ekspresi Oviduct Specific Glycoprotein (Ovgp) Pada Testis Kambing (Capra Aegagrus) Secara Imunohistokimia Dan Pengaruh Suplementasi Oviduct Specific Glycoprotein (Ovgp) Pada Pengencer Semen Kambing Terhadap Integritas Membran Spermatozoa
Oviduct Specific Glycoprotein (OVGP) diketahui dapat meningkatkan
fisiologis dan fluiditas membran serta membantu peningkatan ion kalsium ke
dalam membran yang merangsang ikatan membran dengan cAMP intraseluler
sehingga meningkatkan integritas membran utuh spermatozoa. Melihat potensi
dari OVGP tersebut maka dilakukan penelitian tentang pengaruh suplementasi
OVGP pada pengencer semen kambing yang diharapkan dapat digunakan dalam
pembuatan semen beku dan mengurangi kejadian polispermi sehingga membantu
meningkatkan populasi ternak kambing di Indonesia. Penelitian ini dilakukan
untuk mengetahui ekspresi OVGP pada testis kambing dan pengaruh suplementasi
OVGP pada pengencer semen kambing terhadap integritas membran spermatozoa
kambing. Pengamatan ekspresi OVGP pada testis dilakukan dengan metode
imunohistokimia dan pengamatan integritas membran dilakukan dengan membagi
media pengencer spermatozoa menjadi tiga kelompok perlakuan yaitu kelompok
P0 sebagai kontrol (tanpa suplementasi OVGP), kelompok P2 (OVGP dosis 5
μg/mL), dan kelompok P2 (OVGP dosis 10 μg/mL) dengan metode pemeriksaan
HOS Test. Hasil penelitian menunjukkan ekspresi OVGP pada testis kambing
terlihat pada bagian sel-sel basis dari tubulus seminiferus yaitu sel
spermatogonium dan sel spermatosit serta pada sel interstitial yaitu sel leydig.
Suplementasi OVGP berpengaruh terhadap integritas membran secara signifikan
(P<0,05) pada dosis 5 μg/mL dan 10 μg/mL dibandingkan dengan tanpa
suplementasi OVGP. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa
terdapat ekspresi OVGP pada organ testis kambing serta terdapat peningkatan
integritas membran spermatozoa yang disuplementasi oleh OVGP pada
pengencer semen kambing
Kehidupan gamers online: Studi kasus prilaku dan pola komunikasi gamers dan orang tuanya di RW 06 Kelurahan Sukamulya Kecamatan Cinambo Bandung
Game Online atau sering disebut Online Games adalah sebuah permainan (games) yang dimainkan di dalam suatu jaringan (baik LAN maupun Internet). Menurut Ligagame Indonesia (ligagames.com), game online muncul di Indonesia pada tahun 2001, dimulai dengan masuknya Nexia Online. Game online yang beredar di Indonesia sendiri cukup beragam, mulai dari yang bergenre action, sport, maupun RPG(role-playing game). Tercatat lebih dari 20 judul game online yang beredar di Indonesia. Ini menandakan betapa besarnya antuiasme para gamer di Indonesia dan juga besarnya pangsa pasar games di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi Orang Tua dengan Anaknya yang gemar bermain game online di RW 06 Kelurahan Sukamulya Kecamatan Cinambo Bandung. Selanjutnya diidentifikasi dengan 3 aspek yang dianggap penting yaitu, frekuensi komunikasi, dursi komunikasi, dan kualitas komunikasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 3 orang tua yang anaknya gemar bermain game online.
Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, yakni pemeriksaan yang mendalam terhadap suatu keadaan atau kejadian yang disebut sebagai kasus dengan menggunakan cara-cara yang sistematis dalam melakukan pengamatan, pengumpulan data, analisis informasi, dan pelaporan hasilnya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan frekuensi, durasi, dan kualitas komunikasi setiap keluarga berbeda-beda. Seringnya anak bermain game online tidak terlalu berpengaruh terhadap perubahan komunikasi antara anak dengan orang tuanya di rumah. Hal ini dapat dilihat dari berbedanya hasil penelitian terhadap orang tua yang anaknya sering bermain game online. Dari segi frekuensi komunikasi, prilaku gaming anak tidak mempengaruhi frekuensi komunikasi antara orang tua dengan anaknya.
Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian, 2 dari 3 orang tua yang diteliti tidak merasakan perubahan frekuensi komunikasi dengan anaknya ketika sudah sering bermain game online. Dari durasi komunikasi, ada perubahan durasi komunikasi antara orang tua dengan anaknya. Ha ini dapat dilihat dari hasil penelitian yang menunjukan 2 dari 3 orang tua merasakan minimnya durasi komunikasi dengan anaknya. Penyebabnya adalah kesibukan orang tua yang bekerja dan sifat anak yang pendiam. Bila ditinjau dari segi kualitas komunikasi, 2 dari 3 orang tua yang diteliti merasakan buruknya kwalitas komunikasi dengan anaknya. Hal ini dapat dilihat dari tidak adanya feedback atau timbale balik dari anak ketika diajak berkomunikasi oleh orangtuanya. Selain itu, tidak menerapnya nasehat orang tua kepada orangtuanya
ANALISIS KRITERIA EKOLOGI BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI KABUPATEN SUMBAWA BARAT
West Sumbawa regency located in West Nusa Tenggara Province is potential areas for seaweed cultivation like Euchema cottonii. Currently, the center of seaweed farming activities located in the Gulf of Kertasari and Poto Tano. Market demand for commodities of E. cottonii tends to be increase, and therefore new areas of cultivation are required to be developed, through a study of physics, chemistry and biology of marine aspect is needed to assess the farming area suitability.The methodto determine the suitabilityarea is using GIS (Geographical Information System) analysis. The resultshowed thatPoto Tano District has 805 ha of suitable area for cultivation. While, Taliwang and Jereweh District consist of the area about 70 ha and 86 ha. Total land suitable for the cultivation of seaweed approximately 961 ha
- …
