1,720,996 research outputs found
Strategi komunikasi KH. Ahmad Syarifuddin Abdul Ghani dalam pembinaan akhlak pada masyarakat lingkungan pondok pesantren Al-Hidayah Jakarta Barat
Pada zaman sekarang ini nilai-nilai akhlak yang sudah tertanam di dalam masyarakat sudah mulai menurun, untuk itu, KH. Ahmad Syarifuddin Abdul Ghani sebagai seorang pemimpin Pondok Pesantren al-Hidayah dan sebagai kiai di lingkungan Pondok Pesantren al-Hidayah kampung Basmol mempunyai peranan penting untuk membentuk masyarakat yang berakhlak karimah. Selain itu juga untuk meyampaikan pesan-pesan agama kepada masyarakatnya yang meliputi aqidah, ibadah, syari�ah, dan akhlak, dalam aspek akhlak perlunya pembinaan akhlak yang baik bagi masyarakat, oleh karena itu diperlukan adanya strategi komunikasi KH. Syarifuddin Abdu Ghani dalam pembinaan akhlak pada masyarakat lingkungan Pondok Pesantren al-Hidayah kampung Basmol agar tujuan tersebut tercapai. Bagaimana strategi komunikasi dan metode apa saja yang digunakan KH. Ahmad Syarifuddin dalam pembinaan akhlak? Bagaimana bentuk komunikasi KH. Ahmad Syarifuddin dalam pembinaan akhlak? Apa saja hambatan-hambatan komunikasi dalam pembinaan akhlak ? Strategi komunikasi yang digunakan KH. Ahmad Syarifuddin dalam pembinaan akhlak adalah; Mengenal komunikan, menentukan pesan, membujuk, mengontrol, mengantisipasi, merangkul dan strategi memberi kabar gembira dan peringatan. Metode yang digunakan adalah cerita, diskusi, tanya jawab, ceramah dan nasihat. Bentuk komunikasi yang dilakukan oleh KH. Ahmad Syarifuddin lebih cenderung kepada komunikasi kelompok dan komunikasi antarpribadi. Faktor penghambatanya adalah pemanfaatan waktu, kondisi dari komunikan dan sikap orang tua yang apatis. Pada penelitian ini, penulis menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Peneliti berusaha untuk menggambarkan secara jelas segala yang terjadi di lapangan dan kemudian dianalisa untuk mendapatkan hasil yang berdasarkan tujuan penelitian. Pendekatan kualitatif ini menitik beratkan pada data-data penelitian yang akan dihasilkan berupa kata-kata melalui pengamatan dan wawancara. Dari hasil penelitian di atas dapat disimpulkan, bahwa dengan menggunakan strategi komunikasi dan bentuk komunikasi, semua itu berhsil dilakukan oleh KH. Ahmad Syarifuddin dalam pembinaan akhlak pada masyarakat lingkungan Pondok Pesantren al-Hidayah Kampung Basmol, dan hasil yang diperoleh cukup baik, hal. ini dapat dilihat tanggapan dari masyarakat strategi komunikasi dan bentuk komunikasi yang dilakukan oleh KH. Ahmad Syarifuddin dalam segi prilaku sehari-hari yang menunjukan kemajuan yang lebih baik, serta dapat memberikan banyak pengetahuan agama dan menjadi wadah bagi masyarakat untuk membina ilmu
Concreting works and brickworks at proposed two storey international school of Kuantan in Bandar Indera Mahkota / Ahmad Syarifuddin Abu Bakar
ASAS BAYU SDN BHD is a wholly owned by Bumiputera company which has incorporated under the Companies Act 1965 on 9th January 1997, with a paid up capital of RM 1,800,000. The main objective of establishing ASAS BAYU SDN BHD is to take a lot of advantage in the business with clear view to the interest of the people, state and country.
In this setting, directors of the company have a clear objective in accordance with the requirements of the commercial sector to develop Bumiputera status in the business arena where this consistent with the goals and policies of the government. Since its inception, the company wasted no time in finding and identifying opportunities that are available and have made high number of potential business relationship for the future
Pengembangan Buku Bergambar "Hanoman Obong" Sebagai Media Pembelajaran Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar
ABSTRAK Rohman, Ahmad Syarifuddin. 2012. Pengembangan Buku Bergambar “Hanoman Obong” sebagai Media Pembelajaran Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Moeljadi Pranata, M.Pd, (II) Drs. Didiek Rahmanadji. Kata Kunci: pengembangan, buku bergambar, pendidikan karakter, hanoman obong. Pengembangan buku bergambar ini digunakan sebagai pendukung pendidikan karakter di Sekolah Dasar. Banyak siswa yang tidak mengenal budaya lokal, khususnya wayang. Oleh sebab itu, media buku bergambar “Hanoman Obong” dijadikan pilihan untuk digunakan sebagai media pembelajaran pendidikan karakter sekaligus alat pengenal budaya tradisional kepada anak, khususnya siswa Sekolah Dasar.Pengembangan media buku bergambar ini bertujuan: menghasilkan buku bergambar tentang “Hanoman Obong” untuk siswa Sekolah Dasar. Spesifikasi buku berukuran A4, menggunakan huruf Papyrus dan Buitenzorg, format hard cover, gaya gambar kartun realis, pewarnaan menggunakan Adobe Photoshop CS3 dan Microsoft Picture Manager. Sedangkan isi buku: cerita “Hanoman Obong”, cerita fiksi, setting masa lalu dan masa kini, sasaran siswa Sekolah Dasar. Model pengembangan yang digunakan adalah model 4D (Thiagarajan dkk, 1974). Validasi media meliputi 2 ahli media dan 2 ahli materi. Uji coba produk meliputi uji coba individu, kelompok kecil, dan lapangan. Hasil pengembangan media buku bergambar “Hanoman Obong” sebagai media pembelajaran pendidikan karakter di Sekolah Dasar memenuhi kriteria valid dengan hasil uji ahli media mencapai 78,1 %, ahli materi 84,4%, dan uji kelompok besar mencapai 91,9%.Media buku bergambar ini mempunyai beberapa kelebihan, yaitu (1) dapat digunakan dimanapun dan kapanpun oleh pengguna, (2) penggunaan tidak terbatas ruang dan waktu, (3) bisa digunakan sebagai koleksi bagi anak. Sedangkan kelemahan dari media ini adalah (1) hanya menarik digunakan untuk anak setingkat sekolah dasar, karena cerita dan karakternya dibuat sesuai dengan usia konsumen, (2) tidak digunakan sebagai buku pelajaran, namun hanya sebagai buku penunjang. Berdasarkan hasil pengembangan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa media buku bergambar “Hanoman Obong” sebagai pembelajaran Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar, layak digunakan sebagai media pembelajaran. Pengembang menyarankan agar media ini bisa ditempatkan di sekolah, misalnya ditempatkan di perpustakaan agar bisa digunakan sebagai buku bacaan siswa. Selain itu bisa digunakan sebagai media pengenal budaya tradisional kepada siswa.
Efektivitas Teaching At The Right Level Approach untuk Mengukur Kemampuan Penalaran dan Self-Confidence Peserta Didik Kelas VII Materi Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui perbedaan kemampuan penalaran matematis peserta didik dengan yang diberi dan tidak diberi perlakukan Teaching at The Right Level (TaRL) approach pada materi perbandingan senilai dan berbalik nilai kelas VII SMP Ahmad Syarifuddin, (2) mengetahui perbedaan self-confidence pada peserta didik dengan yang diberi dan tidak diberi perlakukan Teaching at The Right Level (TaRL) approach pada materi perbandingan senilai dan berbalik nilai kelas VII SMP Ahmad Syarifuddin. (3) mengetahui efektivitas Teaching at The Right Level (TaRL) approach terhadap kemampuan penalaran matematis peserta didik pada materi perbandingan senilai dan berbalik nilai kelas VII SMP Ahmad Syarifuddin. (4) Untuk mengetahui efektivitas Teaching at The Right Level (TaRL) approach terhadap self-confidence peserta didik pada materi perbandingan senilai dan berbalik nilai kelas VII SMP Ahmad Syarifuddin.
Penelitian ini dilakukan di SMP Ahmad Syarifuddin. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan jenis penelitian quasi experimental design. Jenis rancangan yang digunakan adalah pretest-posttest nonequivalent kontrol. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh Peserta didik kelas VII SMP Ahmad Syarifuddin. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2 kelas berjumlah masing-masing 18 peseta didik dari kelas VII A sebagai kelas kontrol dan 26 peserta didik VII B sebagai kelas eksperimen. Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2023/2024 mulai bulan Februari sampai Maret 2024. Pengumpulan data dilakukan dengan tes kemampuan penalaran matematis dan penyebaran angket self-confidence. Pengujian perbedaan kemampuan penalaran matematis dan self-confidence menggunakan uji statistik menggunakan software SPSS 25 dengan uji independent sample t-test. Sedangkan untuk pengujian efektivitas kemampuan penalaran matematis dan self-confidence menggunakan uji paired sample t-test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat perbedaan signifikan pada kemampuan penalaran matematis menggunakan Teaching at the Right Level Approach terhadap kelas eksperimen dengan kelas kontrol yang menggunakan pendekatan konvensional, 2) terdapat perbedaan signifikan hasil angket self-confidence menggunakan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) pada kelas eksperimen dengan kelas kontrol yang menggunakan pendekatan konvensional, 3) teaching at the right level approach efektif terhadap kemampuan penalaran matematis peserta didik pada kelas VII B, 4) teaching at the right level approach efektif terhadap self-confidence peserta didik pada kelas VII B.
Kata Kunci: Teaching at the right level approach, Kemampuan penalaran matematis, Self-Confidenc
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
