1,720,958 research outputs found

    Peranan Guru Bimbingan dan Konseling Dalam Membina Interaksi Sosial Siswa di SMP Yapimda Jakarta

    Full text link
    This study aims to determine the role of guidance and counseling teachers in fostering social interaction of students at Yapimda Middle School in Jakarta. The research method used in this study is a qualitative method with a descriptive approach. Namely the author looks for information and data as much as possible according to what it is at the time of the study conducted which is closely related to the role of teacher guidance and counseling in fostering student social interaction. The data and sources of data in this study were principals, guidance and counseling teachers and students of South Jakarta Yapimda Middle School, totaling 150 students as a population, consisting of classes VII, VIII and IX. The author assigns students from class VII, amounting to 35 students, and class VIII totaling 35 students to be used as research samples, so that the entire study sample was 70 students. The research instruments used in this study were questionnaires, interviews with school principals and guidance and counseling teachers and observations on the state of the school environment. Data analysis techniques are carried out by means of data collected through questionnaires, analyzed, summed according to the type, then analyzed, interpreted to be concluded as the results of the study. The conclusion of this study shows that "the role of teacher guidance and counseling in fostering social interaction of students at Yapimda Junior High School (SMP) Jakarta, is included in the Enough category

    LAYANAN INFORMASI MELALUI AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN BAHAYA MEROKOK DI SMPN 276 JAKARTA SELATAN

    Full text link
    Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman siswa/i kelas VII A SMPN 276 Jakarta Selatan Tahun Ajaran 2018/2019 tentang bahaya merokok sebelum diberikan perlakuan atau treatment, untuk mengetahui proses pelaksanaan layanan informasi melalui audio visual terhadap peningkatan pemahaman bahaya merokok pada siswa/i kelas VII A SMPN 276 Jakarta Selatan Tahun Ajaran 2018/2019 dan untuk mengetahui layanan informasi melalui audio visual efektif dapat meningkatkan pemahaman bahaya merokok pada siswa/i kelas VII A SMPN 276 Jakarta Selatan Tahun Ajaran 2018/2019. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantittatif dengan pendekatan pre-experimental design melalui One-Group Pretest-Posttest Design. Pada desain ini terdapat pretest yang diberikan kepada siswa sebelum diberikan perlakuan Selanjutnya, posttest yang diberikan kepada siswa setelah mendapat perlakuan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 10 siswa di kelas VII A SMPN 276 Jakarta Selatan Tahun Ajaran 2018/2019 yang ditentukan dengan teknik pengambilan sampling purposive. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan instrumen angket pemahaman bahaya merokok. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan layanan informasi melalui audio visual efektif untuk meningkatkan pemahaman bahaya merokok pada kelas VII A SMPN 276 Jakarta Selatan Tahun Ajaran 2018/2019. Kata Kunci: Layanan Informasi, Audio Visual, Pemahaman Bahaya Meroko

    PENGARUH KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PASKIBRA TERHADAP PEMBENTUKAN KEDISIPLINAN SISWA DI SMP NEGERI 12 DEPOK

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi korelasi antara partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler Paskibra dengan pengembangan kedisiplinan siswa di SMP Negeri 12 Depok. Metodologi penelitian yang digunakan adalah korelasional, menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 60 siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran skala/kuesioner melalui Google Form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler Paskibra dan pembentukan disiplin siswa di SMP Negeri 12 Depok berada dalam kategori sedang. Uji statistik memastikan distribusi data normal dan menunjukkan hubungan linier yang signifikan antara kedua variabel. Analisis Korelasi Pearson selanjutnya mendukung adanya korelasi positif antara partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler Paskibra dengan pengembangan kedisiplinan siswa

    PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK ROLE PLAYING TERHADAP PENYESUAIAN DIRI SISWA SMP NEGERI 188 JAKARTA

    Full text link
    Penyesuaian diri pada siswa SMP merupakan aspek penting dalam perkembangan akademik dan sosial mereka. Layanan bimbingan kelompok telah diakui sebagai metode efektif untuk membantu siswa dalam mengatasi tantangan dan masalah penyesuaian diri. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik role-playing terhadap penyesuaian diri siswa di SMP Negeri 188 Jakarta. Metode penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu, dengan kelompok eksperimen yang menerima layanan bimbingan kelompok menggunakan teknik role-playing, dan kelompok kontrol yang tidak menerima layanan bimbingan. Sampel penelitian terdiri dari siswa SMP Negeri 188 Jakarta dari berbagai tingkat kelas. Instrumen yang digunakan untuk mengukur penyesuaian diri siswa adalah kuesioner penyesuaian diri yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Layanan bimbingan kelompok dilakukan secara terstruktur dengan menggabungkan teknik role-playing untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang situasi sosial dan meningkatkan kemampuan mereka dalam menangani masalah penyesuaian diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen yang menerima layanan bimbingan kelompok dengan teknik role-playing mengalami peningkatan yang signifikan dalam penyesuaian diri dibandingkan dengan kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik role-playing memiliki dampak positif pada penyesuaian diri siswa di SMP Negeri 188 Jakarta

    Keefektifan layanan Bimbingan Kelompok Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Palang Merah Remaja Untuk Meningkatkan Sikap Percaya Diri Siswa SMKN 7 Jakarta

    Full text link
    Perbedaan-perbedaan pada tiap diri individu di sekitar kita dan di berbagai tempat, mulai dari perbedaan yang bersangkutan dengan suku, ras dan agama, hingga yang bersangkutan dengan pola fikir, perilaku dan sikap pada kesehariannya. Perbedaan tersebut adalah wajar adanya di sekitar kita, apalagi kita yang hidup di bumi Indonesia yang beraneka ragam suku, ras dan agama, begitu juga dengan perbedaan pola fikir, perilaku dan sikap. Berbeda individu berbeda pula potensi-potensinya, berbeda individu berbeda pula masalah-masalah yang dimilikinya dan berbeda individu berbeda pula caranya dalam menyelesaikan permasalahannya. . Maka dari itu diperlukan seorang pembimbing untuk membantu individu yang mengalami permasalahan, terutama permasalahan peserta didik didalam masa belajaranya. , berdasarkan hasil pengamatan peneliti di SMKN 7 Jakarta sejak beberapa bulan lalu saat peneliti sedang melatih eksrakurikuler palang merah remaja, bahwa peserta didik seringkali kesulitan didalam menyampaikan pendapat, berbicara di depan kelas, menjawab pertanyaan yang diberikan, hingga mengurungkan diri untuk aktif pada saat pembelajaran berlangsung. Salah satu tujuan bimbingan dan konseling adalah membantu peserta didik agar memperoleh tingkat perkembangan yang optimal sesuai kemampuannya. Bantuan yang diberikan pada peserta didik agar efektif mesti memperhatikan jenis layanan bimbingan yang tepat dengan masalah yang dialami peserta didik, karena diharapakan bantuan yang tepat akan memperoleh perubahan tingakah laku yang diharapkan

    Pengaruh Layanan Konseling Kelompok pada Perilaku Korban Perundungan di SMK Negeri 1 Bogor

    Full text link
    Bullying in school often occurs due to factors such as seniority, orientation period dynamics, and power dynamics. This will continue due to the lack of action taken to address the issue. The impact that bullying has on victims is significant and far-reaching. Adolescents who are victims of bullying are at a very high risk of experiencing physical and mental health problems. Victims of bullying are more likely to suffer from mental problems such as depression, anxiety, and fear, as well as physical issues such as headaches, indigestion, and muscle tension. This can lead to decreases in academic and non-academic achievements, as well as a loss of motivation and enthusiasm for learning. In extreme cases, victims of bullying may even commit suicide. The importance of having experts who can address bullying behavior is evident in the cases above. Guidance and counseling teachers are experts who can help to minimize or eliminate bullying behavior. This research was a quantitative survey conducted with 102 students of class XI at SMK Negeri 1 Bogor. The data was collected through a questionnaire and then analyzed using simple linear regression analysis. The results showed that information services had a significant effect on efforts to prevent bullying in students

    Efektifitas Layanan Informasi dengan Media Google Classroom untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Daring

    Full text link
    Pada proses pembelajaran tidak sedikit peserta didik yang merasa kesulitan dalam belajar baik dari internal maupun eksternal. Maka dari itu dibutuhkan motivasi dalam belajar untuk meningkatkan kegiatan proses belajar menjadi lebih optimal dan efektif agar dapat mencapai tujuan hasil belajar yang baik. Tujuan penelitian ini mengenai Efektifitas Layanan Informasi dengan Media Google Classroom untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Daring Siswa Kelas IX SMPN 17 Depok. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Dengan analisis data berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini meneliti Efektivitas Layanan Informasi dengan Media Google Classroom untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SMPN 17 Depok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami fenomena belajar siswa dalam bidang belajar bimbingan dan konseling. Hasil Penelitian berupa efektifivitas layanan informasi melalui google classroom untuk meningkatkan motivasi belajar di tingkar kelas IX.3 dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Peneliti dapat mengemukakan simpulan sebagai berikut Dari hasil evaluasi supervisi dengan guru BK tingkat motivasi belajar cukup bai

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore