115 research outputs found
POLA DISTRIBUSI HUJAN JAM-JAMAN DI SUB DAS KEDUANG
Winda Agustin, 2010, Pola Distribusi Hujan Jam-jaman di Sub DAS Keduang.
Skripsi, Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret
Surakarta.
Sub DAS Keduang merupakan salah satu sub DAS yang bermuara di Waduk
Wonogiri. Perubahan iklim secara global berpengaruh terhadap perubahan pola
hujan, dalam skala ruang, waktu, dan besaran. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui validitas data hujan, mengetahui karakteristik hujan, dan
mengetahui pola distribusi hujan jam-jaman di Sub DAS Keduang.
Validitas data hujan dilakukan dengan metode RAPS (Rescaled Adjusted Partial
Sums). Karakteristik hujan ditentukan dengan pengelompokkan data berdasarkan
durasi dan kejadian hujan. Analisis pola agihan jam-jaman dilakukan berdasarkan
observed data dan dicari kemiripannya dengan metode Modified Mononobe,
Alternating Block Method (ABM), dan Triangular Hyetograph Method (THM).
Hasil analisis menunjukkan bahwa dari sembilan stasiun hujan yang ada delapan
di antaranya panggah. Hujan yang terjadi di Sub DAS Keduang didominasi oleh
kejadian hujan dua jam. Pola agihan hujan jam-jaman menunjukkan bahwa agihan
hujan 2, 3, 5, 7, dan 8 jam mengikuti bentuk Modified Mononobe, sedangkan
agihan hujan 4 dan 6 jam mengikuti bentuk Triangular Hyetograph Method
(THM).
Kata Kunci: pola agihan hujan, validitas data hujan, karakteristik hujan
PENGELOLAAN ARSIP DINAMIS AKTIF PADA SUBBAGIAN TATA USAHA KEUANGAN KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KOTA SURABAYA
The purpose of this study was to determine the Dynamic Archives
Management in the Financial Administration Sub-Section at the Office of the
Ministry of Religious Affairs, Surabaya City. The Office of the Ministry of
Religious Affairs uses the principle of accessibility, the research method used is a
qualitative descriptive method, namely conducting literature reviews and
analyzing research objects in the field with observation, documentation and
literature studies. The results showed that archive management is dynamic. The
obstacles found starting from sorting, numbering, and storage are the lack of
archiving media and the limited management space for archive storage. Therefore,
the storage of archives in the Ministry of Religion Administration should be
provided with archiving media by utilizing a modified box so that the results are
neat. In addition, by using a digital archive syste
Perencanaan Persediaan Bahan Baku Storage Tank Dengan Teknik Lot Sizing Wagner Within Pada Material Requirement Planning (MRP)
Pengendalian persediaan dalam dunia industri begitu krusial. Bahan baku merupakan bagian penting dari proses produksi perusahaan. PT Aneka Jasa Teknik merupakan perusahaan pembuat storage tank dengan bahan baku berupa Plate, flage, serta pipa. Bahan baku tersebut sering terjadi kelebihan ataupun kekurangan stok. Penelitian ini diperlukan guna menuntaskan masalah perusahaan untuk menemukan persediaan bahan baku yang efektif serta mengurangi resiko akibat kekurangan stock perencanaan pesanan dan biaya tambahan yang disebabkan oleh kekurangan kelebihan bahan baku. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa metode wagner within dapat menghemat pengeluaran perusahaan dibandingkan dengan metode perusahaan saat ini dengen total biaya pemesanana pada bahan baku storage tank sebesar Dengen total biaya pemesanana pada bahan baku storage tank sebesar Rp.899.200,00 di banding dengan biaya Perusahaan saat tidak mengunakan metode wagner within biaya yang didapat sebesar Rp.13.126,400. Biaya tersebut efisien karena jumlah pesan yang dikirim melalui metode Wagner Within lebih sedikit daripada yang dikirim oleh perusahaan saat ini. Metode wagner within dapat berpengaruh pada terpenuhinya bahan baku pada saat diperlukan dan tidak menyebabkan overloadnya gudang
ANALISIS KONEKSI PELANGI KUAT PADA GRAF EKSPONENSIAL SERTA GRAF HASIL OPERASI SHACKLE DAN CARTESIAN PRODUCT
Masalah distribusi merupakan masalah yang sangat pelik karena 3 tuntu-
tan yaitu e¯siensi, keamanan, dan tepat sasaran. Kompleksitas distribusi sangat
meningkat karena elemen sasaran semakin banyak, termasuk koneksitivitas antara
pusat distribusi dan target distribusi semakin rumit. Oleh karena itu, dibutuhkan
konsep dan strategi untuk desain distribusi
ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI ATAS AKTIVA TETAP BERWUJUD PADAPT GLOBAL MULTIPACK PALEMBANG
The Analysis Accounting Treatment of Tangible Fixed Assets at PT. Global Multipack palembang
Winda Qurnia Rahmawaty, 2015 (xiv + 92 halaman)
[email protected]
The title of this final report is “ analysis accounting treatment of tangible fixed assets at PT. Global Multipack Palembang” which is located on Pangeran Sido Ing Kenayan No. 89 RT. 18 Rw. 06, Kel. Karang Anyar, Kec. Gandus, Palembang. The company is a company engaged in the production and sales packing ruber. The purpose of this final report is to analyze the accounting treatment of tangible fixed assets at PT Global Multipack palembang based on financial Accounting Standards. The author uses some research methods such as interviews and observation. After anayzing the data was gottern from the company. After analyzing the data was gotten from the company, found some problems, that the calculating of the cost of fixed assets of the company is not in suitble with Financial Accounting Standards and the calculating of depreciation charging that less than one-year period by using the straight-line method for all assets in not correct. To overcome these problems, some of the suggestions presented in the report, the company should follow generally accepted accounting principles that is Accounting Standards to recognize the cost incurred in connection with fixed assets as an alement of cost and depreciation calculations for the imposition of fixed assets purchased for less than one accounting period and the company should record the fixed assets in suitble in financial Accounting Standards so that the financial statements reflect the true valu
Studi Eksperimental Elemen Link Slab Pracetak Pada Struktur Jointless Bridge Deck Menggunakan Engineered Cementitious Composite
Expansion joint yang biasa digunakan untuk menghubungkan antar dek jembatan pada struktur jembatan bentang sederhana sering mengalami kerusakan dan kebocoran yang dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada struktur jembatan. Untuk mengatasi permasalahan ini, penelitian ini menyajikan link slab menggunakan engineered cementitious composite (ECC) yang dibuat dengan sistem pracetak sebagai alternatif pengganti expansion joint. Kinerja link slab ECC pracetak dievaluasi terhadap beban lentur monotonik berulang (loading-unloading). Kemudian hasil uji dibandingkan dengan link slab konvensional beton bertulang dan link slab hybrid kombinasi ECC dan beton normal. Ketiga benda uji tersebut diperkuat dengan baja tulangan rasio 1.17%. Link slab ECC pracetak juga dibuat dengan rasio tulangan 0.5% untuk mengetahui pengaruh rasio tulangan terhadap kinerjanya. Hasil uji lentur monotonik menunjukan, link slab ECC pracetak rasio tulangan 1.17% memiliki kapasitas lentur yang lebih besar serta mampu mengendalikan lebar retak yang signifikan dibandingkan link slab konvensional dan link slab hybrid yaitu lebih besar 13% dengan P_max=178.91 kN dibandingkan link slab konvensional (P_max= 158.71 kN). Dan lebih besar 11% dibandingkan link slab hybrid setelah dilakukan normalisasi momen penampang. Link slab ECC pracetak rasio tulangan 0.5% mengalami penurunan kapasitas lentur sebesar 29% dengan P_max= 109.28 kN dibandingkan link slab konvensional. Hal ini terjadi karena rasio tulangan yang digunakan lebih rendah sehingga momen kapasitas yang dihasilkan juga rendah. Walaupun demikian, benda uji ini masih mampu menahan momen lentur akibat sudut rotasi ujung maksimum balok jembatan. Dikarenakan modulus elastisitas ECC (E_ECC = 18479 MPa) lebih rendah dari pada beton normal (E_NC = 26172 MPa) , penggunaan ECC memberikan efek positif pada link slab yaitu memperkecil momen akibat rotasi balok jembatan. Momen pada link slab ECC pracetak dan link slab hybrid akibat sudut rotasi ujung balok jembatan lebih rendah masing-masing 29% dan 15% dibandingkan link slab konvensional. Selain itu, kinerja pertemuan antara link slab ECC pracetak dan dek jembatan juga menunjukkan kontinuitas yang baik. Tidak ditemukannya retak pada bagian ini akibat pembebanan monotonik. Berdasarkan hasil yang disajikan menunjukkan bahwa respon link slab ECC pracetak lebih baik dibandingkan link slab konvensional dan link slab hybrid ditinjau dari momen yang terjadi akibat rotasi ujung balok jembatan, kapasitas momen, dan pengendalian lebar retak.
=================================================================================================================================
Expansion joints, which are usually used to connect bridge decks on simple span bridge structures, often experience damage and leaks, which can cause further damage to the bridge structure. To tackle this problem, this research presents a link slab using engineered cementitious composite (ECC) made using a precast system as an alternative replacement for expansion joints. The performance of the precast ECC link slab was evaluated against repeated monotonic bending loads (loading-unloading). Then the test results were compared with conventional reinforced concrete link slab and hybrid link slab combined with ECC and normal concrete. The three specimens were reinforced with reinforcing steel with a ratio of 1.17%. Precast ECC link slab were also made with a reinforcement ratio of 0.5% to determine the effect of the reinforcement ratio on its performance. The results of the monotonic bending test show that precast ECC link slab with a reinforcement ratio of 1.17% have a greater flexural capacity and are able to control significant crack widths compared to conventional link slab and hybrid link slab, which are 13% greater with P_(max )=178.91 kN compared to conventional link slab (P_(max )= 158.71 kN). And 11% greater than the hybrid link slab after the normalized sectional moment. The precast ECC link slab with a reinforcement ratio of 0.5% experienced a reduction in the flexural capacity of 29% with P_(max )= 109.28 kN compared to the conventional link slab. This happens because the reinforcement ratio used is lower, so the resulting capacity moment is also low. However, this test specimen was still able to withstand the bending moment due to the maximum end rotation angle of the bridge beam. Because the modulus of elasticity of ECC (E_ECC = 18479 MPa) is lower than normal concrete (E_NC = 26172 MPa), the use of ECC has a positive effect on the link slab, namely reducing the moment due to the end rotation angle of the bridge beam. The moments in the precast ECC link slab and hybrid link slab due to the end rotation angle of the bridge beam are 29% and 15% lower, respectively, compared to the conventional link slab. In addition, the interface performance between the precast ECC link slab and the bridge deck also shows good continuity. No cracks were found in this section due to monotonic loading. Based on the results presented show that the response of the precast ECC link slab is better than that of the conventional link slab and hybrid link slab in terms of moments that occur due to the end rotation angle of the bridge beams, moment capacity, and crack width control
TINJAUAN MENGENAI SISTEM HIBAH HARTA KEPADA ANAK ANGKAT MENURUT KOMPILASI HUKUM ISLAM
Abstract Adoption is not a new problem. Since the days of Ignorance, adoption has been done in a way and motivation vary in line with the system and legislation in force at the relevant community. Adoption can be categorized as legal acts due to adopt a child, means someone has taken someone else's child to be a part of his own family and in the end, there will be a legal relationship between the people who raised and raised children. Adopted children have a role as well as proximity to family members adoptive parents, so he sometimes treated the same as their own children. Awarding grants is one way that can be done by foster parents to children adopted as a form of love that has existed between the two. Because Islam clearly confirms that the relationship between the adoptive parents with one child both have adopted do not cause the inheritance relationship heir, thus an adopted child does not inherit from a parent angkatnya.Hibah or testament is one way or effort in terms of transfer of property pursuant -Undang Islam. Grant is the provision of the applicable property during the life of the grantor, while the will is the provision of the applicable property after the death of a will
Metode Quasi-Newton Menggunakan Formula Powell-Symmetric-Broyden (PSB) Dan Symmetric-Rank-One (SR 1)
Metode Quasi-Newton merupakan salah satu metode untuk menyelesaikan masalah optimasi fungsi nonlinear tanpa kendala. Dalam skripsi ini, metode Quasi-Newton yang digunakan adalah formula Powell-Symmetric-Broyden (PSB) dan Symmetric-Rank-One (SR 1) dengan pendekatan invers matriks Hessian. Contoh kasus yang digunakan untuk menentukan nilai minimum fungsi dua variabel tanpa kendala, diaplikasikan pada fungsi unimodal, yaitu pada tes fungsi kuadrat. Berdasarkan tes fungsi kuadrat yang diuji, nilai minimum yang dihasilkan dari formula Powell-Symmetric-Broyden (PSB) sebesar 0.809589 x 10-10, 0.166878 x 10-10, dan -132.333333326 3433000, serta formula Symmetric-Rank-One (SR 1) sebesar 0.809588 x 10-10, 0.166877 x 10-10, dan -132.3333333263437000. Nilai minimum dari kedua formula tersebut telah mendekati nilai yang sebenarnya. Berdasarkan galat mutlak dan galat relatif hampirannya, nilai minimum yang dihasilkan dari formula Symmetric-Rank-One (SR 1) lebih mendekati nilai yang sebenarnya daripada nilai minimum yang dihasilkan dari formula Powell-Symmetric-Broyden (PSB). Dengan hasil nilai minimum yang mendekati nilai sebenarnya, jumlah iterasi yang diperlukan dari formula Powell-Symmetric-Broyden (PSB) relatif sama dengan formula Symmetric-Rank-One (SR 1)
KAJIAN PERBANDINGAN KALIBRASI KAMERA PADA MEDIA ORTHOFOTO IN THE FLIGHT CALIBRATION DAN ON LABORATORY CALIBRATION
Berdasarkan lokasi, kalibrasi kamera dapat dilakukan dengan metode on
laboratory calibration serta in the flight calibration. On laboratory calibration
dilakukan di laboratorium (latepost), sedangkan In the flight calibration merupakan
teknik penentuan parameter kalibrasi lensa dan kamera yang dilakukan bersamaan
dengan pelaksanaan pemotretan objek.
Melalui penelitian ini dilakukan sebuah analisa dan menguji orthofoto hasil
pemotretan foto udara dengan UAV dari metode In the flight calibration dan On
laboratory calibration yang dihasilkan dari pengolahan software PCI Geomatica
2012, pada lokasi, konfigurasi pertampalan foto, dan titik uji yang sama.
Melalui serangkaian pemotretan yang dilakukan didapatkan ketelitian yang
dihasilkan oleh jarak dan luasan dari metode in the flight dan on laboratory
calibration terhadap pengukuran GPS-RTK memiliki kesalahan satuan centimeter
hingga desimeter. Dari besarna hasil RMSE yang dihasilkan, orthofoto metode in the
flight calibration lebih efektif digunakan sebagai solusi proses pengolahan data foto
udara dengan hasil sebesar 1.5992 m
2
, sedangkan hasil yang ditunjukan oleh metode
on laboratory calibraton sebesar 8.9727 m
2
. Selain itu, dalam penelitian ini
didapatkan kesimpulan bahwa untuk membuat sebuah orthofoto perlu menggunakan
foto vertikal dibandingan foto miring, karena jika tidak akan menghasilkan skala
yang beragam seperti pada penelitian.
Kata Kunci : Kalibrasi kamera, Unmnned Aerial Vehicle (UAV), orthofoto, in the
flight calibration, on laboratory calibration, GPS-RTK, foto miring, foto vertik
- …
