1,720,969 research outputs found

    Basoeki Abdullah sang Hanoman Keloyongan

    No full text
    Buku ini menceritakan perjalanan hidup Basoeki Abdullah, termasuk kisah cinta dan pernikahannya yang berkali-kali gagal serta hubungan ?mesranya? dengan Nyai Roro Kidul! Disusun oleh Agus Dermawan T?kritikus seni peraih berbagai penghargaan, yang bergaul erat dengan Basoeki Abdullah selama 15 tahun?tak heran bila buku ini jadi yang terlengkap tentang pelukis aristokrat dan flamboyan asal Solo, Jawa Tengah itu

    Basoeki Abdullah :Sang Hanoman Keloyongan

    No full text
    Basoeki Abdullah (1915-93) bukan pelukis biasa, bukan seniman biasa, bukan manusia biasa. Ia berasal dari keluarga pelukis yang sederhana.Berkat kepiawaiannya melukis, ia bergaul erat dengan orang-orang terkemuka di Indonesia dan di dunia. Sebut saja Sultan Hamengkubuwono IX, Sukarno, Soeharto, Ratu Juliana, Raja Bhumibol, Ratu Sirikit, Pangeran Mikasa Hirohito, Ferdinand Marcos, dan Pangeran Sihanouk pernah ia lukis.Hampir separuh umur Basoeki digunakan untuk mengembara dan berkarya di luar negeri. Tak heran bila ia diangkat menjadi Pelukis Istana di lima negara. Ia pun lantas menyebut dirisnya sebagai "Hanoman Keloyongan", atau Hanoman yang berjalan ke mana-mana, dan ada di mana-mana.Buku ini menceritakan perjalanan hidup Basoeki Abdullah, termasuk kisah cinta dan pernikahannya yang berkali-kali gagal serta hubungan "mesranya" dengan Nyai Roro Kidul! Disusun oleh Agus Dermawan T-kritikus seni peraih berbagai penghargaan, yang bergaul erat dengan Basoeki Abdullah selama 15 tahun tah keran bila buku ini jadi yang terlengkap tentang peluykis aristokrat dan flamboyan asal Solo, Jawa Tengah itu.viii+280hlm.;15x23c

    Edhi Sunarso Seniman Pejuang

    No full text
    Seni bersifat universal, namun tidak banyak orang yang memiliki keahlian dan bakat seni, dan diantara manusia yang berbakat hanya beberapa yang berhasil mencatat sejarah secara monumental karena jasanya yang besar dalam membangun dan mengembangkan seni patung sebagai bagian tak terpisahkan dari kebudayaan nasional. Edhi Sunarso adalah salah satu pematung yang dapat mengabdikan profesi yang digelutinya secara tekun sehingga menghasilkan karya-karya yang luar biasa. Edhi Sunarso telah mendapat penganugerahan “Empu Ageng” dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Buku ini terbit sebagai wujud sebagai bukti cinta keluarga terhadap sosok Edhi Sunarso. Isi buku merupakan kumpulan tulisan yang ditulis oleh para tokoh seni seperti Suwarno Wisetrotomo, Anusapati, Baskara T. Wardaya SJ, Yuke Ardhiati, Djuli Djatiprambudi, Agus Dermawan T, Aminuddin TH, Siregar dan Jim Supangkat

    Arie Smit: Hikayat Luar Bias Tentara Penembak Cahaya

    No full text
    Buku Arie Smit: Hikayat Luar Biasa Tentara Penembak Cahaya garapan Agus Dermawan T. ini mengisahkan biografi hidup Arie Smit, seorang maestro lukis kelahiran Belanda bernama lengkap Adrianus Wilhelmus Smit. Selama 78 tahun, ia memilih Indonesia sebagai rumah dan Bali sebagai tambatan hatinya, yang tecermin dalam keseluruhan karyanya. Seperti dikatakan Agus Dermawan T., sebagian orang menyebut Arie Smit sebagai pelukis Belanda yang tinggal di Bali. Tapi Arie Smit selalu menyangkal sebutan itu. Ia minta dicatat sebagai pelukis Bali yang tinggal di Indonesia, atau malah seniman Indonesia yang lahir di Belanda. Arie Smit, kelahiran Zaandam, Belanda, 1916, pernah menjadi mahasiswa desain grafis di akademi seni di Rotterdam. Ia datang ke Indonesia pada 1938 untuk mengikuti program wajib militer. Bertugas sebagai tentara sama sekali bukan keinginannya. Ia membenci kekerasan. Karena itu, Arie merasa berbahagia saat ditugaskan sebagai lithographer untuk tentara Belanda di Topografische Dienst alias Jawatan Topografi di Batavia

    Sihir rumah ibu : menyidik sosial politik dengan kacamata budaya

    No full text
    Sihir Rumah Ibu membicarakan fakta sosial politik dari kacamata kebudayaan dengan santai dan lugas. Ditulis oleh Agus Dermawan T., beliau adalah seorang kritikus seni, kolumnis, penerima sejumlah penghargaan bidang penulisan, penyusun buku Koleksi Benda-benda Seni Istana Presiden Republik Indonesia. Buku ini mengajak kita melihat kembali peristiwa aktual dan lampau dengan sudut pandang berbeda

    Basoeki Abdullah: fakta & fiksi

    Get PDF
    Katalog pameran lukisan ini, merupakan Katalog Pameran Karya Lukis BasoekiAbdullah yang diselenggarakan di Galeri Nasional Indonesia pada tanggal 26 Juni sampai dengan 5 Juli 2009, dengan kurator pameran Saudara Mikke Susanto. Kelebihan katalog pameran lukisan tni adalah informasi tentang pelukis Basoeki Abdullah dan karyanya yang diulas dan dianalisis oleh pemerhati seni atau kritikus seni Indonesia yang sangat baik di bidang seni rupa I seni lukis, seperti Agus Dermawan T., Dr. St. Sunardi, dan Dr. Agus Burhan, M.Hum

    Basoeki Abdullah: Sang Hanoman keloyongan / Agus Dermawan T.

    No full text

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore