1,721,123 research outputs found

    ANALISIS LITERASI BUKU AJAR BAHASA INDONESIA KARYA TITIK HARSIATI, AGUS TRIANTO, DAN E. KOSASIH KELAS VII

    Full text link
    ABSTRAK Purnama, Puspita Intan. 2018, Analisis Literasi Buku Ajar Bahasa Indonesia Karya Titik Harsiati, Agus Trianto, dan E. Kosasih kelas VII. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni. Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Bengkulu. Pembimbing Utama Dr. Agus Trianto, M.Pd., Pembimbing Pendamping Dr. Gumono, M.Pd. Literesi merupakan kemampuan mengakses informasi, memahami, mengidentifikasi, mengekspresikan, mengkomunikasikan,dan menciptakan suatu karya. Oleh karena itu, berbagai upaya untuk meningkatkan penguasaan literasi sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi literasi dalam buku ajar Bahasa Indonesia kelas VII Karya Titik Harsiati, Agus Trianto, dan E. Kosasih. Penerbit buku ialah Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud. Literasi membaca berdasarkan aspek pemahaman yang meliputi, (a) mengakses dan mengambil informasi dari teks; (b) mengintegrasikan dan menafsirkan; (c) merefleksikan dan mengevaluasi teks dari bacaan buku ajar Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dari keseluruhan isi buku ajar bahasa Indonesia kelas VII yang dianalisis menunjukkan bahwa data literasi telah tersaji dengan lengkap di dalam buku sesuai dengan KI dan KD Kurikulum 2013. Sedangkan pada aspek 3 masih ada data yang tidak terdapat yaitu indikator menyajikan tugas kepada pembaca untuk menilai informasi teks dalam buku ajar dengan sumber lain berdasarkan pengalaman pembaca. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa literasi buku ajar Bahasa Indonesia kelas VII Karya Titik Harsiati, Agus Trianto, dan E. Kosasih yang dianalisis lebih menekankan pada aspek 1 dan 2 yakni menyajikan informasi teks, ide pokok, stuktur, bahasa yang digunakan, pertanyaan yang berkaitan dengan teks, dan pertanyaan yang berkaitan dengan pendapat pribadi siswa. Kata kunci: Buku ajar, literasi

    PROFIL KECEPATAN EFEKTIF MEMBACA SISWA KELAS X AKSELERASI SMA NEGERI 2 KOTA BENGKULU TAHUN AJARAN 2012/2013

    No full text
    Imron Rozi 2013. Profil Kecepatan Efektif Membaca Siswa Kelas X Akselerasi SMA Negeri 2 Kota Bengkulu Tahun Ajaran 2012/2013. Pembimbing Utama Dr. Agus Trianto, M.Pd. dan Pembimbing Pendamping Catur Wulandari, M.Pd. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Jurusan Bahasa dan Seni. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Bengkulu.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan profil kecepatan efektif membaca (KEM) siswa kelas X Akselerasi SMA Negeri 2 Kota Bengkulu tahun ajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan data menggunakan instrumen tes membaca cepat dengan sepuluh kali uji membaca cepat dengan topik bacaan yang bervariasi. Sedangkan instrumen tes yang digunakan untuk mengukur tingkat pemahaman siswa yaitu dengan menggunakan tes objektif (tes pilihan ganda). Analisis data dilakukan dengan (1) mengumpulkan data hasil tes membaca cepat siswa, (2) menganalisis data meliputi pengkategorian dan pengklasifikasian data, (3) membuat kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa profil kecepatan efektif membaca siswa kelas X Akselerasi SMA Negeri 2 Kota Bengkulu secara keseluruhan sudah memadai yaitu 313 kata per menit

    PENGGUNAAN BAHASA LISAN GURU-SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS HOTS SISWA KELAS VIII SMPN 10 KOTA BENGKULU

    No full text
    ABSTRAK Siti Miratih Gempita, 2022. Penggunaan Bahasa Lisan Guru-Siswa Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis HOTS Siswa Kelas VIII SMPN10 Kota Bengkulu. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Bengkulu. Pembimbing utama Prof. Dr. Arono, M.Pd., Pembimbing Pendamping Dr. Agus Trianto, M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan bahasa Lisan guru dan siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis HOTS (Higheer Order Thinking Skill) siswa kelas VIII SMPN 10 Kota Bengkulu. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Objek penelitian adalah guru dan siswa pada saat proses belajar mengajar di kelas. Pengambilan data dilakukan dengan mengambil data dokumen yang berupa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) serta dokumentasi foto dan rekaman suara pada saat pembelajaran. Teknik analisis data diawali dengan 1. mengumpulkan ujaran guru dan siswa pada saat diskusi tanya jawab dari hasil rekaman, 2. menganalisis kontruksi bahasa lisan serta pertanyaan yang diberikan guru secara langsung kepada siswa dari aspek berpikir kritis,berpikir kreatif, problem solving, kemampuan mengambil keputusan, 3. Mencari pola kontruksi yang termasuk kedalam LOTS ataupun HOTS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penggunaan Bahasa Lisan Guru-Siswa Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia berbabis HOTS Siswa Kelas VIII, belum memenuhi aspek karakteristik HOTS. Kata Kunci: Bahasa Lisan, Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis HOT

    MODAL SOSIAL SEBAGAI STRATEGI PEDAGANG KAKI LIMA DALAM MEMPERTAHANKAN USAHA DI DESA PULAU KIJANG KECAMATAN RETEH KABUPATEN INDRAGIRI HILIR

    Full text link
    ABSTRAK Nama : Edi Agus Trianto NIM : 11840113932 Judul : Modal Sosial Sebagai Strategi Pedagang Kaki Lima dalam Mempertahankan Usaha di Desa Pulau Kijang Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir Modal sosial memiliki peranan terhadap keberlangsungan industri, khususnya industri pedagang kaki lima. Adanya modal sosial berupa jaringan, kepercayaan, dan norma dalam pengembangan industri pedagang kaki lima berpotensi menjadi strategi dalam menjalankan serta mempertahankan usaha para pedagan kaki lima. Pedagang kaki lima yaitu padagang yang menjajakan barang dagangannya di tempat-tempat yang strategis, seperti di perempatan jalan, di pinggir jalan, dan lain-lain. Pedagang kaki lima di Desa Pulau Kijang Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir meupakan salah satu lokasi pedagang kaki lima yang menjajakan jualannya. Penelitian ini mengkaji tentang modal sosial pedagang kaki lima di Desa Pula Kijang. Modal sosial antara pedagang kaki lima terwujud dalam bentuk: Jaringan, kepercayaan dan norma. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di Desa Pulau Kijang Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir. Informan penelitian adalah 3 orang pedagang kaki lima dan 2 orang masyarakat Desa Pulau Kijang Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir. Teknik pengumpulan data yang digunakan obervasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Usaha pedagang kaki lima di Desa Pulau Kijang Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir ada bermacam-macam dan pendapatan yang didapat berbeda-beda, Para pedagang kaki lima di Desa Pulau Kijang sendiri mereka menjual barang dagangan dari berbagai jenis barang, para pedagang menjual sembako atau barang harian dan menjual makan-makanan ringan. Modal awal usaha bervariasi karena jenis barang yang dijual berbeda-beda. Aktivitas usaha yang digunakan adalah dalam bentuk sarana fisik, dimana para pedagang kaki lima menggunakan gerobak dorong, sepeda motor dan kios. 2) Pedagang kaki lima bisa bertahan karena adanya jaringan sosial yang terjalin dengan baik sebagai modal untuk mengembangkan usaha. Selain itu terdapat juga kepercayaan pedagang kaki limadengan masyarakat atau konsumen maupun sesama pedagang juga terjalin dengan baik. Disamping itu terdapat juga norma sosial pedagang kaki lima yang mana antara pedagang dan kosumen saling bekerja sama dan menjaga lingkungan pasar. Kata Kunci : Modal Sosial, Pedagang Kaki Lima, Usah

    PEMBELAJARAN TEKS EKSPLANASI DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI POWTOON SISWA KELAS XI IPA 1 SMAN 1 LEBONG

    No full text
    ABSTRAK Dafa, Yori Hayyan. 2021. Pembelajaran Teks Eksplanasi Menggunakan Aplikasi Powtoon Siswa Kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Lebong. Skripsi. Bengkulu: Program Studi Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Bengkulu. Pembimbing Utama: Drs. M. Arifin, M.Pd, dan Pembimbing Pendamping: Dr. Agus Trianto, M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran teks eksplanasi menggunakan aplikasi powtoon untuk siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Lebong. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Lebong dan Waktu penelitian akan dilaksanakan pada saat tahun ajaran baru pada bulan September Tahun 2021, Data yang didapat dalam penelitian ini berupa data yang didapat dengan memberikan selembaran pertanyaan seputar powtoon dan sumber data dalam penelitian ini ada 2 yaitu, sumber data yaitu guru mata pelajaran bahasa indonesia SMA Negeri1 Lebong dan 24 siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Lebong. Teknik pengumpulan data menggunakan interview (wawancara) dan dokumentasi.Teknik analisis Instrumen dalam peneilitian ini ada dua yaitu pedoman wawancara dan pedoman dokumentasi. Teknik analisis data mengdaptasi dari Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran teks eksplanasi dengan menggunakan media berbasis aplikasi powtoon siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 sudah dilaksanakan sesuai dengan dengan kurikulum 2013, yaitu terdapat tahap pelaksanaan pembelajaran yang terdiri dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Pada saat proses pembelajaran dengan menggunakan aplikasi powtoon ini siswa lebih tertarik memperhatikan dan menyimak materi pembelajaran yang ditampilkan dalam bentuk video animasi serta memiliki karakter yang bergerak dibandingkan dengan tanpa menggunakan aplikasi powtoon pembelajaran akan sangat monoton dan juga kurang menyenangkan, dengan adanya powtoon ini akan membuat guru menjadi kreatif dalam membuat materi pembelajaran menjadi semenarik mungin agar membuat siswa senang dengan materi yang akan diajarkan sehiingga akan membuat susana belajar menjadi menyenangkan. Kemudian komponen pelaksanaan pembelajaran yang terdiri dari tujuan pembelajaran, alat dan bahan pembelajaran, model pembelajaran, sumber pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran serta seluruh pelaksanaan pembelajaran sudah berjalan dengan baik. Kata Kunci: Pembelajaran, Teks Eksplanasi, Aplikasi Powtoon

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore