43 research outputs found
Analisis gangguan membaca dalam transkip “film taare zameen par
Aflahah Ulya, 2021. Analisis Gangguan Membaca dalam Transkip Film Taare Zameen Par. Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Muria Kudus. Pembimbing (1) Dr. Irfai Fathurohman, M.Pd. (2) Imaniar Purbasari S.Pd., M.Pd.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gangguan mmebaca pada transkip film “Taare Zameen Par”. Penelitian ini membahas tentang disleksia atau gangguan membaca. Membaca adalah anak harus dapat membedakan bentuk huruf, mengucapkan bunyi huruf dan kata dengan benar, menggerakkan mata dengan cepat dari kiri ke kanan sesuai dengan urutan tulisan yang dibaca, menyuarakan tulisan yang sedang dibaca dengan benar, mengenal arti-arti tanda baca, dan mengatur tinggi rendah suara sesuai dengan bunyi, makna kata yang diucapkan, serta tanda baca.
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik analisis kualitatif isi (Content Analysis). Peneliti mendeskripsikan permasalahan-permasalahan kesulitan belajar yang muncul dari data, yaitu fenomena pada film Taare Zameen Par. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data meliputi tahap observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengorganisasikan data, menjabarkannya kedalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan yang dipelajari dan membuat kesimpulan yang dapat diceritakan kepada orang lain.
Hasil penelitian yang dilaksanakan pada anak gangguan membaca dalam transkip film Taare Zameen Par yaitu mulai dari dia tidak bisa membaca huruf yang ditulis gurunya ketika disuruh membaca oleh gurunya Ihsaan mengatakan bahwa huruf-huruf yang ada di buku tersebut seperti menari. Kesulitan menerima pembelajaran Disleksia yang dapat terlihat sangat jelas adalah ketika penderita tidak bisa membedakan huruf-huruf yang serupa seperti yang dijelaskan pada menit (01.03.27) Ishaan sulit membedakan huruf “b” dengan “d”, “u” dengan “n”, “a” dengan “e”. “s” dengan “z”. Kemudia Ishaan juga sulit untuk membedakan angka yang serupa seperti “6” dengan “9”, “4” dengan “F”, “3” dengan “8”. Selain tidak bisa membedakan huruf, disleksia yang dialami Ishaan juga tidak bisa mencampurkan ejaan yang sama, hal ini dapat kita lihat ketika menulis kata yang seharusnya “SIR” menjadi “RIS, kemudian kata yang seharusnya ditulis “TOP” menjadi “POT”. Langkah mengatasi gangguan membaca adalah Guru melibatkan orang tua untuk dapat memperhatikan keadaan anaknya, Guru menggunakan media pasir untuk melatih siswa menulis, Guru menulis dengan menggunakan jari di atas tangan siswa, Guru dapat menggunakan media gambar dan menggunakan cat untuk media tulis, Guru menggunakan media tangga untuk mengajarkan cara berhitung serta penggunaan metode Calisting untuk mempermudah anak dalam belajar
LANGUAGE STYLE OF HABIBURRAHMAN EL-SHIRAZY IN THE DWILOGY OF AYAT-AYAT CINTA: A STYLISTIC STUDY
Novel is an artwork which closely relates to human life and is considered as the representation of human life journey. The language style in novel is the embodiment of language use by an author to express ideas, emotion, opinion, and to give a certain effect. The main problem will be discussed in this study is the language style found in the novels of AAC 1 and 2. This study is about individual language style, an author’s language style who have written best seller novels, namely Habiburrahman El-Shirazy (HES). The approach that is considered very appropriate in understanding the language use of HES in Dwilogy of Ayat-Ayat Cinta (DAAC) is stylistic study. A stylistic study reveals how is the language style used by HES and what effects that are resulted. The approach of this research is a descriptive qualitative research. Descriptive method is used to describe the linguistic facts such as the language style based on lexical choice, sentence structure, and direct or indirect meaning. The use of language style based on lexical choice (diction) in DAAC shows a typical language style of HES as well as shows his ability as a Da’i and man of letters. The analysis of language style based on sentence structure and direct/indirect meaning illustrates the descriptive style of HES. Whatever he describes, it must be very accurate. He gives very detail information of the object being spoken of either background of the story or characterization. Through language style, HES describes the emotions experienced by the characters properly so it makes the readers able to empathize. From the data had been obtained, it reveals that language style used by HES to describe characters or characterization (describe the physical condition, characters, and characteristics), describes its background, tells the plot, and convey the message. The results showed the lexical choice of scientific words and religious words are typical of HES’s language style in his DAAC, the peculiarities of language style based on sentence structure in DAAC seen from the use of repetition (anaphora), and HES’s peculiarity in using language style according to direct or indirect meaning can be seen from the use of personification.</p
KOHESI DAN KOHERENSI DALAM WACANA
Kohesi adalah keserasian hubungan antara unsur yang satu dengan unsur yang lainnya dalam wacana sehingga tercipta pengertian yang apik atau koheren. Profil wacana yang kohesif ditunjukkan oleh penanda formal yang menghubungkan apa yang telah dikatakan dengan apa yang segera akan dikatakan. Piranti kohesi dalam wacana ditandai dengan penggunaan piranti formal yang berupa bentuk linguistik yang berfungsi sebagai sarana penghubung. Unsur kohesi terdiri atas dua macam, yaitu unsur gramatikal dan leksikal. Istilah koherensi mengacu pada aspek tuturan, bagaimana proposisi yang terselubung disimpulkan untuk menginterpretasikan ilokusinya dalam membentuk sebuah wacana. Koherensi sebuah wacana tidak hanya terletak pada adanya sebuah piranti kohesi. Di samping piranti kohesi, masih banyak faktor lain yang memungkinkan terciptanya koherensi itu. Syarat lain untuk tercapainya koherensi adalah proposisi itu harus positif
ANALISIS SEMIOTIKA MAKNA JIHAD DALAM FILM SANG KYAI KARYA RAKO PRIJANTO
Perbincangan mengenai jihad beserta konsep-konsep telah banyak di lakukan oleh para pakar dari berbagai bidang. Kata jihad sering kali dikutip diberbagai media baik media massa maupun media elektronik. Pelurusan makna jihad juga di lakukan lewat media film. Rako Prijanto, salah satu sutradara kenamaan di Indonesia mengangkat kisah tokoh mujahid Indonesia K.H. Hasyim Asy’ari lewat film “Sang Kyai” yang secara umum bercerita tentang perjalanan perjuangan jihad sang Kyai bersama keluarga dan santri pada era penjajahan dan era kemerdekaan. Untuk memfokuskan penelitian, maka masalah dalam penelitian ini mengacu pada model semiotik yang digunakan, yaitu semiotik Roland Barthes, yang dikenal dengan makna denotasi, konotasi dan mitos. Sehingga rumusan masalahnya menjadi, bagaimana makna denotasi, konotasi, dan mitos yang merepresentasikan konsep jihad dalam film Sang Kyai karya Rako Prijanto. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif, dengan metode deskriptif. Peneliti berusaha menggambarkan fakta-fakta tentang bagaimana adegan-adegan dalam film Sang Kyai, merepresentasikan konsep jihad lewat tanda-tanda yang disebut oleh Barthes sebagai konotasi, denotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Makna denotasi dalam penelitian ini adalah gambaran tentang potret kehidupan Kyai Hasyim Asy’ari bersama keluarga dan santri-santri Tebuireng Jombang pada masa masa penjajahan Jepang dan awal kemerdekaan. 2) Makna konotasi yang terlihat dalam film ini adalah perjuangan jihad Kyai Hasyim Asy’ari bersama keluarga dan para santrinya dalam syiar agama Islam dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dalam berbagai macam bentuk pelaksanaan jihad. 3) Ada beberapa mitos yang terlihat dalam film ini, yaitu jihad yang berkaitan dengan pendidikan, kemiskinan, penegakan syariah, serta mitos perjuangan membela tanah air
Studi Implementasi Kurikulum Berbasis KKNI pada Program Studi Tadris Bahasa Indonesia IAIN Madura
Prodi Tadris Bahasa Indonesia IAIN Madura telah menerapkan kurikulum berbasis KKNI sejak tahun 2016, dan sampai sekarang penerapannya masih belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kurikulum berbasis KKNI pada Prodi TBIN. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data berupa fakta hasil observasi di lingkungan IAIN Madura, ditambah hasil wawancara dan studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, display data, pengambilan kesimpulan dan verifikasi. Hasil dari penelitian ini adalah 1) Prodi TBIN melakukan beberapa tahapan seperti melakukan peninjauan ulang dan memberbaiki kurikulum, melakukan studi wawasan ke beberapa perguruan tinggi, dan mengadakan workshop dan program pendampingan. 2) Implementasi kurikulum bisa dikatakan berjalan hampir sebagaimana mestinya. 3) Evaluasi implementasi kurikulum masih pada konteks kurikulum sebagai sebuah pembelajaran dan pengajaran saja, yaitu hanya fokus pada penyesuaian mata kuliah dengan capaian pembelajaran. 4) Faktor-faktor yang mempengaruhi diantaranya: lemahnya penggunaan media pembelajaran IT, kurangnya pendampingan ahli KKNI, sarana dan Prasarana kurang mendukung, dan juga komitmen bersama semua pihak termasuk dosen prodi dan mahasiswa. Untuk itu seluruh pihak seharusnya bisa terus meningkatkan kualitas kurikulum dan mengembangkan perangkat kurikulum berbasis KKNI dengan baik.[TBIN Program of IAIN Madura have implemented KKNI based curriculum since 2016 but it is still far from maximal. This study is intended to describe the planning, implementation, evaluation, and the factors that affect the implementation of KKNI based curriculum on TBIN Program. This is descriptive qualitative research. The data sources were field observation results, complete with the data from interviews and documentation. Data analysis involved data reduction, data display, conclusion drawing, and verification. The research results were 1) TBIN program did several stages such as reviewing and ‘fixing’ the curriculum, doing insight studies to some Universities, and held a workshop and mentoring program. 2) The implementation of the curriculum can be assumed to be almost as expected. 3 The evaluation of curriculum implementation revealed that it is still in the context of the curriculum as learning and teaching, it only focused on course adjustment with the learning outcomes. 4) The factors influenced its implementation was linguistics and literature’s weak of the lecturers, lack of mastering IT-based learning, the budget was still low, the lack of mentoring experts of KKNI, facilities, and infrastructure is less support. Therefore, the entire parties should continue to improve the quality of the curriculum and develop KKNI based curriculum properly.
Pelatihan Kewirusahaan Berbasis Internet : Tips dan Trik Sukses Berbisnis Online Bagi Remaja Milenial di Desa Kaduara Barat Pamekasan
The way to maximize the potential of youth entrepreneurial spirit is through the internet-based entrepreneurship training program "Tips and Tricks for Online Business Success for Millennial Youth in the West Kaduara Village". This program is a community service activity carried out in the form of training, as well as creating sustainable and independent activities to increase entrepreneurial interest for millennial youth in the West Kaduara Village. This program will take place on Sunday, August 3, 2019, which consists of five activities, namely Study Online Shop, Achievement Motivation Training and Succsess Story, understanding of online shop platforms and social media knowledge. The first stage is the online shop study, this activity aims to provide knowledge and capture program targets, after the targets are obtained, the program continues with the provision of training and skills on online-based entrepreneurship which includes platform knowledge and success stories, understanding of the online shop, and knowledge of social media in business management. After the target has skills in developing the business, then the provision of understanding of social media is carried out as a step towards the realization of the target to practice the entrepreneurial spirit that they have learned. The program's success criteria result from the enthusiasm of millennial adolescents in managing the business that has been given to the target, namely increasing the level of target knowledge about the meaning of entrepreneurship, increasing target commitment in implementing entrepreneurship programs, and increasing entrepreneurial desire from the target. Keywords: The Soul of Entrepreneurship; Social Media; Online Shop
Kecerdasan Sosial dalam Ca’-oca’an Madura: Kajian Hermeneutik Bersusun
Penelitian ini mengkaji ca’-oca’an Madura yang memiliki relasi dengan kecerdasan sosial. Konstruk kecerdasan sosial yang digunakan adalah lima dimensi menurut Albreht yaitu situasional Awarness, Presence, Autenticity, Clarity dan Emphaty. Metode penelitian yang digunakan adalah hermenitik bersusun. Hasil penelitian menunjukan bahwa ditemukan lima ca’-oca’an Madura yang mencerminkan kecerdasan sosial yang mengajarkan orang Madura sebagai pedoman dalam menjalin interaksi sosial agar memiliki tingkat kecerdasan sosial yang tinggi, yaitu Taoh Tengka, Jijib, Seduhuna, Jhârna’ dan Andi’ Ate’.This research examines proverbs in the Madurese ethnic community with a focus on proverbs Ca'oca'an which have a relationship with social intelligence. The construct of social intelligence used is five dimensions according to Albreht, namely situational Awareness, Presence, Authenticity, Clarity and Emphaty. The research method used is tiered hermeneutic. The results showed that five Madurese ca'oca'an were found which reflected social intelligence which prohibited Madurese as a guide in establishing social interaction so that they had a high level of social intelligence, namely Taoh Tèngka, Jijib, Seduhuna, Jhârna' and Andi' Atè
Penerapan metode kerja kelompok dan pemberian tugas belajar untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa terhadap mata pelajaran Al-Qur’an Hadits di MTsN Malang III Gondanglegi
ABSTRAK
Sekarang ini sering kita jumpai para siswa yang tidak punya kesiapan dalam menghadapi kegiatan belajar mengajar, terutama dalam hal materi pelajaran yang akan disampaikan, bahkan kadang lupa sama sekali, sehingga ketika di dalam kelas siswa tidak tahu materi apa yang dibahas, apalagi mengenai isinya dan sering dari mereka itu melupakannya. Serta di dalam kegiatan belajar mengajar siswa kurang aktif dan antusias terhadap mata pelajaran yang disampaikan. Selain itu dalam proses belajar mengajar sering kita jumpai bebagai permasalahan yang salah satunya adalah masalah alokasi waktu yang tidak mencukupi, sehingga menyebabkan interaksi belajar mengajar menjadi tidak efektif dan efesien serta tidak sesuai dengan tuntutan yang diharapkan oleh kurikulum. Untuk menanggulangi kejadian yang seperti itu banyak teori tentang pembelajaran aktif yang ditawarkan. Metode pembelajaran kelompok dan pemberian tugas nampaknya merupakan solusi atas permasalahan yang terjadi didalam pembelajaran. Dengan menggunakan metode ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan prestasi peserta didik. Sebab di dalam metode ini yang diutamakan adalah keaktifan peserta didik.
Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan proses peningkatan motivasi dan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran Al-Qur’an Hadits dengan menggunakan metode kerja kelompok dan pemberian tugas belajar di kelas VII F MTsN Malang III Gondanglegi.
Untuk mencapai tujuan itu digunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan data kualitatif dan kuantitatif. Urutan kegiatan mencakup: (1) perencanaan, (2) implementasi, (3) pengamatan, dan (4) refleksi.
Hasil penelitian menunjukkan aplikasi metode pembelajaran kelompok dan pemberian tugas belajar terbukti efektif untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits. Bukti-bukti secara kuantitatif adalah hasil dari test siklus kesatu peningkatan prestasi dibandingkan hasil pre test yang telah dilakukan yaitu nilai rata-rata pre test 65,28 dan test siklus I nilai rata-rata meningkat menjadi 79,7 atau meningkat menjadi 18,09%. Dalam test siklus I siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebanyak 7 siswa. Pada siklus kedua nilai rata-ratanya yaitu 84,2 atau meningkat 22,5%. Dalam test siklus II siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu minimal 75 sebanyak 3 siswa. Sedangkan pada siklus ketiga nilai rata-rata kelas yaitu 92,63 atau meningkat 29,53% pada siklus ketiga siswa yang belum lulus sesuai KKM ada 1 siswa. Bukti-bukti kualitatif dapat dilihat dari banyaknya siswa yang sudah mulai aktif dalam kegiatan pembelajaran. Siswa sudah berani mengajukan pertanyaan dan mengungkapkan pendapatnya. Siswa sudah memiliki rasa tanggung jawab baik dalam pekerjaan tugas secara individu dan tugas secara kelompok.
ABSTRACT
Today we often encounter students who do not have the readiness to face teaching and learning activities, especially in terms of subject matter that will be delivered, even sometimes forgotten altogether, so that when in the classroom students do not know what materials are discussed, especially regarding its content and often of them is forgotten. As well as in teaching and student learning activities are less active and enthusiastic about the subjects presented. In addition, in the learning process we often encounter problems one of them is the problem of inadequate allocation of time, causing teaching and learning interaction become ineffective and inefficient and does not comply with the demands expected by the curriculum. To cope with such events are many theories about active learning offered. Group learning methods and the provision of duty seems to be a solution to the problems that occur in learning. By using this method is expected to increase learner motivation and achievement. Because in this method is the preferred active learners.
The purpose of this study is to describe the process of improving students’ motivation and learning achievement in the subject of Al-Qur'an Hadith by using group work and giving the task of studying in class VII F MTsN Malang III Gondanglegi.
To achieve this goal the design used Classroom Action Research using qualitative and quantitative data. The sequence of activities include: (1) planning, (2) implementation, (3) observation,and(4)reflection.
Results showed the application of learning methods and the provision of group learning task proved to be effective to improve motivation and learning achievement in the subjects the Qur'an and hadith. Quantitative evidence is the result of the test cycle performance improvement compared to unity pre test results that have been done that is the average value of 65.28 pre test and test the first cycle the average value increased to 79.7 or increased to 18.09% . In the test the first cycle of students who have not achieved minimum mastery criterion (KKM) were 7 students. In the second cycle average rating of 84.2, an increase of 22.5%. In the test cycle II students who have not achieved minimum mastery criterion (KKM) is at least 75 of 3 students. Meanwhile, in the third cycle the average value of 92.63, an increase of class 29.53% in the third cycle students who have not graduated according to KKM is a student.
Qualitative evidences can be seen from the many students who have started actively in learning activities. Students have the courage to ask questions and express opinions. Students already have a good sense of responsibility in the work of individual tasks and task groups
Kemampuan Berbicara Mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Jurusan Tarbiyah STAIN Pamekasan
Kemampuan berbicara adalah kemampuan berbahasa yang paling sering digunakan. Pelajaran berbicara di sekolah-sekolah maupun di perguruan tinggi kurang mendapat perhatian dan pembinaan. Demikian pula di Program Studi Tadris Bahasa Indonesia yang sangat berkaitan dengan kemampuan berbicara. Akibatnya, mahasiswa kurang menguasai kemahiran ini. Penelitian ini mencoba untuk mengetahui bagaimana kemampuan berbicara mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia angkatan 2017/2018 dari aspek kebahasaan dan aspek non-kebahasaan dan juga Faktor-faktor apakah yang menyebabkan kemampuan berbicara mahasiswa tersebut kurang maksimal. Peneliti menggunakan menggunakan Mixed Method (metode campuran) dengan desain Sequential Explanatory Research Design. Data penelitian yang akan dikumpulkan berupa pidato dari populasi seluruh mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia tahun 2017/2018, sedangkan sampel yang diambil adalah 13% atau 16 mahasiswa. Data kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan Three Flow Model dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini adalah kemampuan berbicara mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Jurusan Tarbiyah STAIN Pamekasan Tahun Akademik 2017/2018 termasuk dalam kategori (cukup) dengan nilai 63,91. Pada aspek kebahasaan termasuk kategori (kurang) dengan nilai rata-rata 58,75; dan (cukup) pada aspek non-kebahasaan dengan nilai 69,06. Untuk itu diharapkan bagi guru dan mahasiswa untuk dapat meningkatkan kemampuan berbicara mahasiswa karena berbicara merupakan kemampuan berbahasa yang sangat penting.(The ability to speak is the language skills most often used. Lessons learned in schools and in universities are not given enough attention and guidance. Likewise, in the Indonesian Language Tadris Study Program which is closely related to speaking ability. As a result, students lack mastery in this skill. The researcher used a Mixed Method with the Sequential Explanatory Research Design. The research data will be collected in the form of speeches from the population of all these students, while the samples taken were 13% or 16 students. Analyzed data using descriptive statistics and Three Flow Models from Miles and Huberman. The results of this study are the students' speaking ability of the Indonesian Language Study Program, Department of Tarbiyah STAIN Pamekasan 2017/2018 Academic Year included in the category (sufficient) with a value of 63,91. In linguistic aspects including (less) category with an average value of 58,75; and (sufficient) on non-linguistic aspects with a value of 69,06. For this reason, it is expected that teachers and students can improve students' speaking skills because speaking is a very important language ability.)
Pengembangan pembelajaran dengan komik Matematika untuk meningkatkan kecerdasan Visual-Spatial pada materi Geometri di Kelas IV MI Roudhotul Muta'allimin
The concept of multiple Intelligences which focuses on the unique aspects of each child's strength which has always found. Basically, a persons' s intelligence can be developed/improved, except intellegence inborn (genetic/factors). As well as Visual-spatial intellegence. Visual-spatial intellegence can be described as right-brain activity and have some similiar characteristic with interpersonal intellegence. One of the efforts that can be done by the teachers to increase students intersest towards learning mathematics is by using comics. Comics have stories, pictures and interesting language and communicative. Comics is the most popular reading text. So, hopefully students will be like of mathematics. This research is the development reserach, namely the development of textbooks with the comics, which aims to improve the visual-spatial intellegence. This research uses a procedural model which is descriptive research. The type of this research is the development of research which refers to Thiagarajan model which are consists of four stages that have been adapted to this research, so become intro threestages, namely: 1) Define, 2) Design, 3) Develop. The subjects of this study is the fourth-grade students of MI Roudhotul Muta' alimin Babat, amounting 25 students. From the result of this research which has been obtained that the learning device that was valid developed with an average 3.8 validity. Implementation of the RPP is well categorized. The response of students towards learning mathematics by using comics is very positive. However, for students activities can be categorized as poor. While the percentage for the improvement of intellegence of fourth grade students MI Roudhotul Muta'alimin Babat was categorized enough, which reached 29.6%. In the development of textbooks by using the comics mathematic for fourth grade students MI Roudhotul muta'alimin Babat on the subject of Geometry which include the space there is a small revision. The device developed learning can be said feasible and be applied as an alternative source of learning
