1,720,990 research outputs found

    Model Manajemen Kelas Talaqi dengan Pendekatan Metode Tabarak pada Rumah Qur’an Ghazzah el-Izzah kota Palembang

    Get PDF
    Rumah Qur'an Ghazzah el-Izzah is a da'wah institution oriented towards Al-Qur'an education with takhassus and general education programs, diniyah and regular tahfizh. In implementing the tahfizh Al-Qur'an program, Rumah Qur'an Ghazzah el-Izzah implements management functions consisting of planning, organizing, directing and controlling. However, many students are unable to achieve the target of memorizing the Al-Qur'an according to the provisions that have been set. Therefore, by using management analysis the author can find out the application of management functions at the Ghazzah el-Izzah Qur'an House in developing students to memorize verses of the Qur'an in certain ways and continuously. This research uses a qualitative approach with phenomenological methods. The data sources in this research are based on primary and secondary data. In determining the data source, the author uses the snowball sampling technique, namely taking data sources that are initially small in amount and then become large. Data was obtained from respondents using interviews in the form of guided interviews, observation and documentation. Meanwhile, the data analysis that the author uses is analysis carried out simultaneously with data collection. The analysis process is deductive, namely starting from general conclusions or generalizations which are described into concrete examples or facts to explain the conclusions or generalizations. Based on the research results obtained by the author, the application of four management functions, namely planning, organizing, directing and supervision in implementing the Al-Qur'an tahfizh program at the Ghazzah el-Izzah Qur'an House cannot be said to be running optimally, especially in the monitoring or evaluation function. This causes many students to not be able to achieve the memorization target in accordance with the provisions that have been set. The results of the monthly evaluation stated that only 44% of students were able to achieve the memorization target. This is due to the system of evaluating/measuring the results of students' memorization which is implemented by the students instead of depositing memorization according to the target but rather students depositing memorization according to the limits of their abilities, and also the limited assatidz so that large halaqah groups are formed, namely these groups consist of 20 students. or even more

    PEMECAHAN MASALAH DAN MENANAM PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA MELALUI SOFTWARE MAPLE

    Get PDF
    Pada paper ini membahas penggunaan software aplikasi dalam pembelajaran matematika. Software yang digunakan adalah Maple. Maple adalah suatu program komputer yang memanipulasi symbol dimana dapat membangun dan memanipulasi aljabar, numerik, dan objek-objek geometri. Untuk dapat memecahkan masalah matematika dengan Maple, pengguna dituntut telah memahami konsep-konsep matematika yang terkait dengan masalah yang diberikan dan minimal mencapai tingkat Manipulatif. Pada tingkat tersebut, pengguna tidak hanya membuat objek-objek visual tetapi belajar untuk memanipulasinya dengan matematika dan untuk merepresentasikan hasilnya secara visual. Selain pemecahan masalah, pemahaman konsep dapat ditanamkan kepada siswa dengan menggunakan animasi atau Maplet Builder yang terdapat dalam menu Assistants dimana Dosen dapat membuat suatu Maplet interaktif yang dapat digunakan dalam pembelajaran kalkulu

    PENURUNAN INTEGRASI KAIDAH BOOLE DAN APLIKASINYA UNTUK MENYELESAJKAN INTEGRAL TENTU MENGGUNAKAN PROGRAM PASCAL

    No full text
    The aim of this paper is to derivate Boole rule integmtion using the 4th  order of Newton-Gregory Polynomial and Richardson earapolation. The form formula is applied in pascal programming to find the solution of definite integeral toward continue function and function that is tabulated

    PERBEDAAN SKALA PADA SUMBU KOORDINAT KARTESIUS: APA DAMPAKNYA DALAM PEMBELAJARAN INTEGRAL TENTU?

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dampak yang ditimbulkan dalam pembelajaran integral tentu ketika dosen menyajikan permasalahan dalam menentukan luas daerah di bawah grafik fungsi f(x) dengan dua partisi persegipanjang yang mana skala pada koordinat kartesius di sumbu-x berbeda dengan sumbu-y. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah 32 mahasiswa pendidikan matematika yang mengikuti perkuliahan kalkulus integral di salah satu universitas di Palembang. Dalam penelitian ini, 32 orang mahasiswa tersebut dibentuk 6 kelompok. Instrumen dalam penelitian ini adalah dua soal yang didiskusikan secara kelompok. Data dikumpulkan melalui dokumentasi hasil pekerjaan mahasiswa, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan dampaknya pada mahasiswa, yakni mereka terlihat berusaha mengkonstruk pengetahuan matematikanya sendiri terlebih dahulu, menyampaikan gagasan-gagasan yang tidak diduga sebelumnya, dan dapat berpikir kritis atas permasalahan yang diberikan. Dampak positif tersebut muncul karena masalah yang disajikan pada mahasiswa dikaitkan dengan beberapa konsep

    Kurikulum merdeka: Apa yang salah? Tinjauan literatur terhadap kelemahan dan tantangannya

    No full text
    The “Merdeka Curriculum” is Indonesia’s latest educational policy initiative designed to address 21st-century learning demands. This curriculum emphasizes learning flexibility, differentiation, and character development through the Project to Strengthen the Pancasila Student Profile. However, its implementation in schools still faces significant challenges. This study aims to identify and analyze the weaknesses and obstacles of the Merdeka Curriculum by conducting a systematic literature review (SLR) of 20 verified scientific articles published between 2021 and 2024. The PRISMA method was employed to select and thematically analyze the literature. The review revealed five major challenges: (1) teachers’ lack of readiness to understand and apply the curriculum’s principles, (2) infrastructure inequality, especially in underdeveloped regions, (3) unclear policy direction and the absence of a proper transition period, (4) unresolved administrative burdens on teachers, and (5) difficulties in integrating the Pancasila Student Profile values into daily instruction. The study concludes that the Merdeka Curriculum is not yet fully prepared for national-scale implementation without comprehensive support in terms of teacher capacity, school facilities, and regulatory reform. This review provides reflective insights for shaping future education policy that is more contextual, equitable, and sustainable. Abstrak Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan kurikulum terbaru yang diusung pemerintah Indonesia untuk menjawab tantangan pendidikan abad ke-21. Kurikulum ini menekankan fleksibilitas pembelajaran, diferensiasi, serta penguatan karakter melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Namun demikian, implementasinya di lapangan masih menuai berbagai persoalan. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kelemahan serta tantangan pelaksanaan Kurikulum Merdeka berdasarkan tinjauan sistematis terhadap 20 artikel ilmiah terverifikasi yang dipublikasikan dalam rentang waktu 2021–2024. Pendekatan yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan metode PRISMA untuk menyaring dan menganalisis data literatur secara tematik. Hasil kajian menemukan lima tema utama tantangan, yaitu: (1) ketidaksiapan guru dalam memahami dan menerapkan prinsip kurikulum, (2) ketimpangan infrastruktur, khususnya di daerah 3T, (3) ketidakjelasan arah kebijakan dan minimnya masa transisi, (4) beban administratif guru yang belum terselesaikan, dan (5) kesulitan dalam mengintegrasikan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran. Kesimpulan kajian ini menyatakan bahwa Kurikulum Merdeka belum sepenuhnya siap diimplementasikan secara nasional tanpa dukungan menyeluruh terhadap kapasitas guru, fasilitas sekolah, serta perbaikan regulasi dan evaluasi. Kajian ini memberikan dasar reflektif bagi perumusan kebijakan pendidikan yang lebih kontekstual, adil, dan berkelanjutan di masa mendatangThe “Merdeka Curriculum” is Indonesia’s latest educational policy initiative designed to address 21st-century learning demands. This curriculum emphasizes learning flexibility, differentiation, and character development through the Project to Strengthen the Pancasila Student Profile. However, its implementation in schools still faces significant challenges. This study aims to identify and analyze the weaknesses and obstacles of the Merdeka Curriculum by conducting a systematic literature review (SLR) of 20 verified scientific articles published between 2021 and 2024. The PRISMA method was employed to select and thematically analyze the literature. The review revealed five major challenges: (1) teachers’ lack of readiness to understand and apply the curriculum’s principles, (2) infrastructure inequality, especially in underdeveloped regions, (3) unclear policy direction and the absence of a proper transition period, (4) unresolved administrative burdens on teachers, and (5) difficulties in integrating the Pancasila Student Profile values into daily instruction. The study concludes that the Merdeka Curriculum is not yet fully prepared for national-scale implementation without comprehensive support in terms of teacher capacity, school facilities, and regulatory reform. This review provides reflective insights for shaping future education policy that is more contextual, equitable, and sustainable. Abstrak Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan kurikulum terbaru yang diusung pemerintah Indonesia untuk menjawab tantangan pendidikan abad ke-21. Kurikulum ini menekankan fleksibilitas pembelajaran, diferensiasi, serta penguatan karakter melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Namun demikian, implementasinya di lapangan masih menuai berbagai persoalan. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kelemahan serta tantangan pelaksanaan Kurikulum Merdeka berdasarkan tinjauan sistematis terhadap 20 artikel ilmiah terverifikasi yang dipublikasikan dalam rentang waktu 2021–2024. Pendekatan yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan metode PRISMA untuk menyaring dan menganalisis data literatur secara tematik. Hasil kajian menemukan lima tema utama tantangan, yaitu: (1) ketidaksiapan guru dalam memahami dan menerapkan prinsip kurikulum, (2) ketimpangan infrastruktur, khususnya di daerah 3T, (3) ketidakjelasan arah kebijakan dan minimnya masa transisi, (4) beban administratif guru yang belum terselesaikan, dan (5) kesulitan dalam mengintegrasikan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran. Kesimpulan kajian ini menyatakan bahwa Kurikulum Merdeka belum sepenuhnya siap diimplementasikan secara nasional tanpa dukungan menyeluruh terhadap kapasitas guru, fasilitas sekolah, serta perbaikan regulasi dan evaluasi. Kajian ini memberikan dasar reflektif bagi perumusan kebijakan pendidikan yang lebih kontekstual, adil, dan berkelanjutan di masa mendatan

    PERAN ORANGTUA DALAM UPAYA MENUMBUHKAN KECERDASAN EMOSIONAL DAN SPIRITUAL (ESQ) PADA ANAK MENURUT KONSEP ISLAM

    Get PDF
    This study aims to analyze emotional and spiritual intelligence in early childhood and the role of parents in fostering it. The potential for emotional and spiritual intelligence has existed since birth, but requires the active role of the family to develop optimally. The research uses descriptive qualitative methods with literature study techniques, referring to Islamic education literature and intelligence theory. The results show that emotional intelligence includes the ability to recognize feelings of self and others, motivate oneself, and manage emotions adaptively. Spiritual intelligence relates to the spiritual dimension in interpreting life through the principle of tawhid. The role of parents is crucial in providing education and training to develop this potential according to the child's nature, so that they grow into a complete human being according to Islamic values. This research confirms that the development of emotional and spiritual intelligence requires the synergy of lifelong learning, family education, and Islamic values. Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis kecerdasan emosional dan spiritual pada anak usia dini serta peran orang tua dalam menumbuhkannya. Potensi kecerdasan emosional dan spiritual telah ada sejak lahir, namun memerlukan peran aktif keluarga untuk berkembang secara optimal. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik studi kepustakaan, mengacu pada literatur pendidikan Islam dan teori kecerdasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional mencakup kemampuan mengenali perasaan diri dan orang lain, memotivasi diri, serta mengelola emosi secara adaptif. Kecerdasan spiritual berhubungan dengan dimensi rohani dalam memaknai kehidupan melalui prinsip tauhid. Peran orang tua sangat krusial dalam memberikan pendidikan dan latihan untuk mengembangkan potensi ini sesuai fitrah anak, sehingga tumbuh menjadi manusia yang utuh sesuai nilai-nilai Islam. Penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan kecerdasan emosional dan spiritual membutuhkan sinergi pembelajaran seumur hidup, pendidikan keluarga, dan nilai keislaman.Penelitian ini mengangkat permasalahan tentang kecerdasan emosional dan spiritual pada anak. Merupakan suatu hal yang sudah lazim jika kedua kecerdasan ini dikaitkan dengan orang yang sudah dewasa. Tetapi tanpa kita sadari ternyata kedua kecerdasan ini sudah built-in atau sudah tertanam pada diri seorang anak. Sederet penelitian telah menyimpulkan bahwa potensi dan bakat kecerdasan emosional dan spiritual justru dimiliki oleh anak sejak usia dini. Lingkungan keluarga atau orang tua mempunyai peran yang sangat urgen dalam menumbuhkan kedua kecerdasan ini, karena orang tua adalah orang yang terdekat dengan anak dan orang tua adalah pendidik pertama dan utama bagi seorang anak. Tanpa peran dari orang tua, maka potensi fitrah (god spot) yang telah dikaruniakan oleh Allah SWT ini tidak akan tumbuh dengan maksimal. Hasil dari penelitian ini mengemukakan bahwa kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual dapat tumbuh dan berkembang seumur hidup dengan belajar, dan faktor faktor genetik saja tidaklah cukup bagi seseorang untuk mengembangkan kecerdasan ini secara maksimal, justru peran orang tua dalam memberikan pendidikan dan latihan-latihanlah yang jauh lebih menentukan dalam pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan seorang anak. Jenis data dalam penelitian ini adalah kualitatif, yaitu data yang merupakan konsep atau teori-teori dari para ahli kecerdasan emosional dan spiritual dan dari pakar pendidikan Islam. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui studi kepustakaan, yakni dengan cara membaca, mempelajari atau mengkaji literatur-literatur yang mengemukakan masalah-masalah yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas. Data yang telah dikumpulkan dianalisis secara deskriptif kualitatif, yaitu: menguraikan, menggambarkan atau menyajikan permasalah yang dibahas secara tegas dan sejelas-jelasnya. Kemudian ditarik kesimpulan secara deduktif, yakni menarik suatu kesimpulan dari pernyataan-pernyataan yang bersifat umum ditarik ke khusus, sehingga penyajian hasil penelitian ini dapat dipahami dengan mudah. Dari penelitian ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosional adalah kemampuan mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri dan kemampuan mengelola emosi dengan baik dan bertahan menghadapi berbagai kegagalan. Sementara itu, kecerdasan spiritual berkaitan dengan kemampuan dimensi jiwa atau rohani manusia dalam memaknai kehidupannya, melalui langkah-langkah yang bersifat fitrah, menuju manusia yang seutuhnya, dan memikiki pola pemikiran tauhid serta berprinsip hanya kepada Allah. Untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi fitrah yang dimiliki oleh anak pada usia dini (6 -12 tahun), maka orang tua dituntut untuk mendidik dan membimbing anak ke arah rule yang benar yang telah ditetapkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya, agar potensi atau bakat kecerdasan yang mereka miliki dapat berkembang tumbuh dan berkembang secara maksimal

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Pengembangan E-LKPD pada materi Segitiga Melalui Eksplorasi Bangunan Rumah Bari Pangkalan Balai

    No full text
    This research aims to produce an E-worksheet on triangular material through a valid and practical exploration of new houses in South Sumatra. The type of this research is Research and Development using the Tessmer development model. The research procedure focuses on the preliminary and the prototyping stages using a formative evaluation flow. This research procedure begins with problem identification and needs analysis to formulate objectives. Initial design and prototype development were carried out based on this analysis. The prototype was evaluated formatively using a formative evaluation flow carried out at the self-evaluation, expert review, one-to-one, small group, and field test stages. Validity data is obtained from validation sheets along with comments and suggestions from validators at the expert review stage, then practicality is obtained from the results of questionnaires and interviews at the one-to-one, small group, and field test stages. The subjects of this research were class VII students at SMP Negeri 2 Sembawa. The results of the research show that the E-worksheet developed meets the validity category reaching 86% with the very valid category and meets the practicality category reaching 92% with the very practical category, so it is concluded that the E-worksheet on triangle material through the exploration of new houses in South Sumatra is declared valid and practical.Penelitian ini bertujuan menghasilkan E-LKPD pada materi segitiga melalui eksplorasi bangunan rumah bari Pangkalan Balai yang valid dan praktis. Jenis dari penelitian ini adalah Research and Development menggunakan model pengembangan Tessmer. Prosedur penelitian memfokuskan pada tahap preliminary dan tahap prototyping menggunakan alur Formative Evaluation.  Pada tahap prototyping menggunakan alur formative evaluation dilakukan tahap self evaluation, expert review, one to one, small group, dan field test. Data kevalidan diperoleh dari lembar validasi beserta komentar dan saran dari para validator pada tahap expert review, selanjutnya kepraktisan diperoleh dari hasil angket dan wawancara pada tahap one to one, small group, dan field test. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 2 Sembawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-LKPD yang dikembangkan memenuhi kategori kevalidan mencapai 86% dengan kategori sangat valid serta memenuhi kategori kepraktisan mencapai 92% dengan kategori sangat praktis, sehingga disimpulkan E-LKPD pada materi segitiga melalui eksplorasi bangunan rumah bari Pangkalan Balai dinyatakan valid dan praktis
    corecore