1,721,038 research outputs found

    MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI PADA PAUD “CERIA” JALAN ADYAKSA NO. 2 KECAMATAN PANAKUKANG KOTA MAKASSAR

    Full text link
    A. Asmauliyani Jafar, 2012. Model Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini Pada PAUD “CERIA” Jalan Adyaksa No. 2 Kecamatan Panakukang Kota Makassar. Skripsi. Dibimbing oleh Dr. H. Syamsul Bachri Gaffar, M.Si., dan Dra. Hj. Bulkis Said, M.Si. Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar. Studi ini menelaah tentang Model Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini Pada PAUD “CERIA” Jalan Adyaksa No. 2 Kecamatan Panakukang Kota Makassar. Masalah yang diajukan adalah Bagaimana Model Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini Pada PAUD “CERIA” Jalan Adyaksa No. 2 Kecamatan Panakukang Kota Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap Model Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini Pada PAUD “CERIA” Jalan Adyaksa No. 2 Kecamatan Panakukang Kota Makassar. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 4 model pembelajaran yang biasa diterapkan di PAUD “CERIA” diantaranya : 1). model pembelajaran kelompok, 2). model pembelajaran berdasarkan sudut-sudut kegiatan, 3). Model pembelajaran area, dan 4). Model pembelajaran berdasarkan sentra dan lingkaran. Model-model pembelajaran tersebut pada umumnya menggunakan langkah-langkah pembelajaran yang sama dalam sehari, yaitu: kegiatan awal/pendahuluan, kegiatan inti, istirahat/makan, kegiatan akhir atau penutup. Dari ke empat model pembelajaran yang sering digunakan dalam kegiatan belajar mengajar di PAUD “CERIA”, adalah model pembelajaran berdasarkan sentra dan lingkaran. Dengan model pembelajaran sentra dan lingkaran, Guru mampu merangsang seluruh aspek kecerdasan anak melalui bermaian yang terarah. Setting pembelajarannya pun mampu merangsang anak untuk saling aktif, kreatif, dan terus berfikir dengan menggali pengalaman sendiri. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pada model pembelajaran yang sedang diterapkan pada PAUD “CERIA” adalah model pembelajaran sentra dan lingkaran. Dengan model pembelajaran sentra dan lingkaran mampu mengembangkan seluruh potensi dasar anak dalam berbagai aspek perkembangan secara seimbang serta dapat mengasaha kemampuan kognitif dan motorik halus anak usia dini pada PAUD “CERIA”

    Studi Komparasi Kepuasan Pasien Unit Pelayanan Umum RSGM Unsoed dan Poliklinik Gigi PMI Adyaksa Kabupaten Banyumas dengan Pendekatan Dental Satisfaction Questionnaire (DSQ)

    Full text link
    Kepuasan pasien merupakan ukuran kualitas pelayanan kesehatan dan salah satu faktor utama yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan kesehatan serta berkontribusi terhadap kepatuhan pasien yang lebih baik sehingga dapat meningkatkan hasil klinis. Kepuasan pasien dapat dikaji dengan instrumen kepuasan gigi yaitu Dental Satisfaction Questionnaire (DSQ) dengan dimensi Quality, Total Access, dan Pain Management. Tujuan penelitian ini adalah mendeskrpsikan tingkat kepuasan pasien dan membandingkan tingkat kepuasan pasien yang menerima pelayanan kesehatan gigi di Unit Pelayanan Umum (UPU) RSGM Unsoed dan Poliklinik Gigi PMI Adyaksa Banyumas. Jenis Penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik accidental. Sampel berjumlah 110 responden, 55 responden di UPU RSGM Unsoed dan 55 responden Poliklinik Gigi PMI Adyaksa. Sampel pada penelitian ini minimal 2 kali menerima perawatan. Data dianalisis menggunakan Mann-Whitney dengan bantuan SPSS19.0. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan kepuasan pasien di UPU RSGM Unsoed dan Poliklinik Gigi PMI Adyaksa (p=0,002). Simpulan penelitian dari penelitian ini adalah ada perbedaan kepuasan pasien di UPU RSGM Unsoed dan Poliklinik Gigi PMI Adyaksa Kabupaten Banyumas

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION MELALUI MEDIA LAGU LE DÉJEUNER DALAM PEMBELAJARAN MENYIMAK TINGKAT PEMULA

    No full text
    Adyaksa, Andrea. 2024. “Penerapan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition melalui Media Lagu Le Déjeuner dalam Pembelajaran Keterampilan Menyimak Tingkat Pemula”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing: Ria Fitrasih, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Auditory Intellectually Repetition, , keterampilan menyimak, media pembelajaran, model pembelajaran Bahasa Prancis merupakan salah satu bahasa yang dipelajari di sekolah menengah dan universitas. Dalam pembelajaran bahasa asing, terdapat empat keterampilan bahasa, yaitu keterampilan berbicara, keterampilan mendengarkan, keterampilan menulis dan keterampilan membaca. Salah satu keterampilan berbahasa yang sulit untuk dikuasai adalah keterampilan menyimak. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah media yang tepat untuk membantu siswa dalam mempelajari keterampilan menyimak bahasa Prancis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) lewat media lagu Le Déjeuner. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Sampel dari penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis, kelas B yang berjumlah 19 responden. Pada pelaksanaan penelitian terdapat 17 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai hasil belajar responden setelah diterapkannya model pembelajaran AIR media lagu Le Déjeuner termasuk ke dalam kategori “Baik” hingga “Sangat Baik”

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Pengaruh Hambatan Samping Terhadap Kinerja Jalan Pada Sipang Bersinyal (Studi Kasus Jl. Abdullah Daeng Sirua dan Jl. Adyaksa Baru Kota Makassar)

    Full text link
    On the section at the signalized intersection of Jl. Abdullah Dg. Sirua – Jl. Adyaksa Baru Makassar City's traffic flow uses a two-way system, on this section of road the volume of vehicle traffic is quite dense plus there is high side obstacle activity because it is a trade business area such as offices, banking, shops, restaurants and shopping centers where transactions take place. sellers and buyers and there is a place of worship. Side barriers in the signalized intersection area on Jalan Abdullah Dg.Sirua – Jl. Adyaksa Baru in its existing condition obtained the highest value at point 1 on Monday at 16:30-17:30 WITA with an occurrence frequency of 456 Kej/hour per 200 m and a weight frequency of 298 Kej/hour. In this side resistance condition, it can be categorized as a low condition (Low

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore