1,720,969 research outputs found
ANALISIS RISIKO DAN KEANDALAN STRUKTUR RANGKA BATANG MENGGUNAKAN METODE FIRST ORDER SECOND MOMENT (FOSM)
Tugas seorang engineer struktur adalah untuk memastikan kinerja struktur yaitu aman dan kemampuan layanan dalam memikul beban lebih besar dari beban yang bekerja. Saat proses desain, banyak sekalai informasi berupa input desain yang terkadang tidak pasti, tidak tepat, dan tidak lengkap sehingga menimbulkan ketidakpastian dari hasil desain. Ketidakpastian tersebut diukur dari risiko dan keandalan dari struktur yang dirancang. Salah satu cara untuk menentukan besarnya risiko dan keandalan dari struktur yang dirancang adalah metode first order second moment (FOSM). Metode ini menggunakan pendekatan deret taylor orde pertama dari fungsi kinerja yang dilinierisasi pada nilai mean variabel acak, dan hanya menggunakan moment kedua untuk mendapatkan indeks keandalan. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa profil siku ganda 2L25x25x3 dan 2L40x40x3 memiliki keandalan yang tinggi dan memiliki risiko kegagalan yang kecil dimana hasil analisis menunjukkan bahwa pf < 0.001
ANALISIS KEANDALAN PADA STRUKTUR RANGKA BATANG MENGGUNAKAN SECOND ORDER RELIABILITY METHOD (SORM)
Untuk menghadapi dunia struktur konstruksi yang semaik modern dan permasalahan desain yang semakin kompleks, seorang ahli struktur dituntut untuk lebih rasional dalam menyelesaikan permasalahan. Ketidakpastian dalam geometri, sifat material, maupun pembebanan harus ditangani lebih rasional. Sehingga konsep desain yang semula menggunakan konsep deterministik sekarang beralih menggunakan konsep probabilistik. Salah satu metode probabilistik yang dapat digunakan yaitu Second Order Reliability Methods (SORM).
Second Order Reliability Methods (SORM) merupakan metode untuk menganalisis keandalan dengan menggunakan indeks keamanan β dalam menentukan peluang kegagalan dari desain suatu struktur konstruksi banguanan. SORM menggunakan deret Taylor orde 2 dalam menyelesaikan fungsi kondisi batas.
Berdasarkan hasil analisis, profil baja yang memenuhi kriteria desain yaitu 2˪15x15x3 memiliki keandalan yang tinggi dan memiliki risiko kegagalan yang kecil dimana hasil analisis menunjukkan bahwa pf < 0.1.  
PROBLEMATIKA PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DI DAERAH TERPENCIL PADA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN RONGKONG LUWU UTARA
ABSTRAK
Adriansyah, 2024. “Problematika Pembelajaran Bahasa Indonesia di Daerah
Terpencil: Studi Kasus di Sekolah Dasar Kecamatan Rongkong Luwu
Utara’. Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Madarasah Ibtidaiyah
(PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri
Palopo. Dibimbing oleh Firman dan Nurul Aswar.
Skripsi ini membahas tentang Problematika Pembelajaran Bahasa Indonesia
di sekolah dasar Kecamatan Rongkong. Penelitian ini bertujuan: untuk
mengidentifikasi dan memahami secara mendalam tantangan dan problematika
yang dihadapi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar di
Kecamatan Rongkong; untuk mengetahui pengaruh penggunaan bahasa daerah
terhadap pemahaman dan penguasaan siswa terhadap Bahasa Indonesia; untuk
memberi rekomendasi strategi dan metode pembelajaran yang efektif untuk
meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar di
Kecamatan Rongkong, Luwu Utara.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
studi kasus. Data dalam penelitian ini merujuk kepada informasi atau fakta yang
diperoleh dan dianalisis untuk memahami problematika pembelajaran Bahasa
Indonesia di daerah terpencil. Data ini diperoleh memalui wawancara semi
terstruktur, observasi nonpartisipatif, dan studi dokumentasi.
Hasil penelitian penelitian menunjukkan bahwa: Pembelajaran Bahasa
Indonesia di sekolah dasar di Kecamatan Rongkong, Luwu Utara, menghadapi
tantangan signifikan, terutama dominasi penggunaan bahasa daerah yang
menghambat siswa dalam menguasai Bahasa Indonesia secara efektif;
Penggunaan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar dalam proses belajar
mengajar menimbulkan ketergantungan yang menghambat penguasaan Bahasa
Indonesia secara penuh; Diperlukan strategi pembelajaran untuk meningkatkan
kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia. Pendekatan seperti peningkatan fasilitas
dan sumber daya, pengembangan materi pembelajaran yang relevan, peningkatan
kapasitas guru melalui pelatihan, serta kolaborasi yang lebih erat dengan orang
tua.
Kata kunci: Problematika, Pembelajaran Bahasa Indonesia, Daerah Terpencil,
Sekolah Dasa
ANALISIS HIDROLIS JARINGAN PIPA TRANSMISI AIR BERSIH DESA RINDIK KABUPATEN BANGKA SELATAN
Dampak dari berkembangnya suatu kawasan adalah meningkatnya jumlah penduduk, bertambahnya fasilitas umum, perkantoran dan industri. Hal tersebut berdampak pula pada peningkatan kebutuhan air bersih domestik dan non domestik. Masalah tersebut belum di imbangi dengan fasilitas berupa jaringan untuk mendistribusikan air bersih.
Hal serupa terjadi juga di Desa Rindik Kabupaten Bangka Selatan. Untuk menangani hal tersebut, UPT PAM Bangka Selatan menambah jaringan transmisi untuk mengalirkan air bersih dari sumber Kulong Acam ke ground tank yang terletak di Desa Gadung Kecamatan Rindik. Untuk mendapatkan kinerja jaringan yang berfungsi dengan baik maka diperlukan analisis hidrolis dari jaringan transmisi tersebut. Analisis hidrolis jaringan transmisi disimulasikan menggunakan software Epanet 2.0.
Analisis hidrolis disimulasikan menggunakan dua alternatif. Simulasi 1 menggunakan pipa PVC diameter 200 mm diperoleh debit aliran 20 ltr/det, kecepatan aliran 0.64 m/det, kehilangan tekanan 1.80 m/km dan tekanan relatif di junction akhir 23.09 m. Simulasi 2 menggunakan pipa PVC diameter 250 mm diperoleh debit aliran 20 ltr/det, kecepatan aliran 0.41 m/det, kehilangan tekanan 0.61 m/km dan tekanan relatif di junction akhir 32.97 m.  
PERBANDINGAN HASIL ANALISIS HIDROLIS JARINGAN PIPA TRANSMISI AIR BERSIH MENGGUNAKAN SOFTWARE EPANET DAN WATERNET
Era komputasi seperti sekarang membuat permasalahan di bidang rekayasa semakin mudah dan cepat. Hal tersebut tidak bisa terlepas dari berkembangnya teknologi hardware komputer. Berkembangnya teknologi hardware komputer berdampak pada semakin majunya software. Begitu juga semakin banyaknya software di bidang rekayasa untuk melakukan analisis hidrolis jaringan perpipaan diantaranya Epanet dan Waternet. Dalam penelitian ini Epanet dan Waternet digunakan untuk mensimulasi jaringan pipa transmisi. Kemudian hasil simulasi tersebut akan dilakukan perbandingan. Simulasi ke-1 menggunakan pipa diameter 200 mm diperoleh hasil debit aliran 20 l/s dan kecepatan aliran 0.64 m/s. Perbedaan hasil simulasi terletak pada headloss, tekanan relatif dan tekanan absolut. Hasil simulasi Epanet untuk headloss sebesar 1.80 m/km sedangkan Waternet menghasilkan 0.88 m/km. Hasil simulasi Epanet untuk tekanan relatif dan tekanan absolut di junction akhir yaitu 23.09 m dan 80.09 sedangkan Waternet menghasilkan 15.67 m dan 72.67 m. Simulasi ke-2 menggunakan pipa diameter 250 mm diperoleh hasil debit aliran 20 l/s, kecepatan aliran 0.41 m/s. Perbedaan hasil simulasi terletak pada headloss, tekanan relatif dan tekanan absolut. Hasil simulasi Epanet untuk headloss sebesar 0.61 m/km sedangkan Waternet sebesar 0.30 m/km. Hasil simulasi Epanet untuk tekanan relatif dan tekanan absolut di junction akhir menghasilkan 32.97 m dan 89.97 sedangkan simulasi Waternet 25.23 m dan 82.23 m
ISTILAH TA’LIM, TARBIYAH, DAN TA’DIB SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP INPUT, PROSES, DAN OUTPUT PENDIDIKAN ISLAM
ABSTRACTEducation is the meaning of the words tarbiyah, ta'lim, and ta'dib. This research seeks to analyse the meanings of ta'lim, tarbiyah, and ta'dib and how they relate to Islamic education and its inputs, processes, and outcomes. Desk research was the technique chosen to gather information for this study. Books, scientific journals, and other educational materials are some of the literature sources that will be consulted. While tarbiyah emphasises the formation of students' character and moral values, ta'lim serves as an important information transmission mechanism in education, according to this study. At the same time, ta'dib is crucial in developing moral and knowledgeable citizens by teaching good behaviour and respect for authority. These three concepts have far-reaching consequences for what is needed for education, what makes a good classroom practice, and what kind of graduates society expects as a result of its investment in its youth.Keyword: Ta’lim, Tarbiyah, Ta’dib, Islamic Education ABSTRAKPendidikan adalah makna dari kata tarbiyah, ta'lim, dan ta'dib. Penelitian ini berusaha untuk menganalisis makna ta'lim, tarbiyah, dan ta'dib dan bagaimana mereka berhubungan dengan pendidikan Islam dan input, proses, dan hasilnya. Penelitian kepustakaan adalah teknik yang dipilih untuk mengumpulkan informasi untuk penelitian ini. Buku-buku, jurnal ilmiah, dan materi pendidikan lainnya merupakan beberapa sumber literatur yang akan dikonsultasikan. Sementara tarbiyah menekankan pada pembentukan karakter dan nilai moral siswa, ta'lim berfungsi sebagai mekanisme transmisi informasi yang penting dalam pendidikan, menurut penelitian ini. Pada saat yang sama, ta'dib sangat penting dalam mengembangkan warga negara yang bermoral dan berpengetahuan luas dengan mengajarkan perilaku yang baik dan menghormati otoritas. Ketiga konsep ini memiliki konsekuensi yang luas terhadap apa yang dibutuhkan untuk pendidikan, apa yang membuat praktik kelas yang baik, dan lulusan seperti apa yang diharapkan masyarakat sebagai hasil dari investasinya pada generasi mudanya.Kata Kunci: Ta’lim, Tarbiyah, Ta’dib, Pendidikan Islam Education is the meaning of the words tarbiyah, ta'lim, and ta'dib. This research seeks to analyse the meanings of ta'lim, tarbiyah, and ta'dib and how they relate to Islamic education and its inputs, processes, and outcomes. Desk research was the technique chosen to gather information for this study. Books, scientific journals, and other educational materials are some of the literature sources that will be consulted. Tarbiyah emphasises the formation of students' character and moral values, ta'lim serves as an important information transmission mechanism in education, according to this study. At the same time, ta'dib is crucial in developing moral and knowledgeable citizens by teaching good behaviour and respect for authority. These three concepts have far-reaching consequences for what is needed for education, what makes a good classroom practice, and what kind of graduates society expects as a result of its investment in its youth
Analisis Kausalitas Antara Pendidikan, Kemiskinan, dan PDRB Menggunakan Panel Vector Autoregression
The condition of education in the Bangka Belitung Islands Province is still far from basic education, with the Average Years of Schooling (RLS) of 7.84 years. Apart from the education side, the number of existing poverty also tends to fluctuate every year. It is the same with the economic picture based on GRDP values which experience inequality between Regencies and Cities in the Bangka Belitung Islands Province. The purpose of this study is to determine the causal relationship between education, poverty, and GRDP. The approach method used is to use the Panel Vector Autoregression (PVAR) method by conducting a Granger causality test. The results of this study are that there is no causality relationship, but has a one-way relationship between poverty and education which has a probability value smaller than α of 5%, namely 0.0246. There is no causal relationship between education and GRDP with probability values of 0.1020 and 0.4706. There is a causal relationship between poverty and GRDP with a probability value for each variable 2x10^-9 and 8x10^-9
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
