1,728,434 research outputs found
Adinda Dalam Keterbacaan Simbol
Adinda merupakan tokoh utama sekaligus judul sebuah monolog. Adinda berbicara dengan simbol dan senandung. Simbol dan senandung tersebut menyuarakan kepedihan hatinya ketika posisi sebagai seorang PSK tersudut dalam pandangan negatif masyarakat. Adinda merindukan kasih sayang dan mengharapkan perubahan dalam hidupnya. Namun, situasi dan lingkungan sosial tidak mau berterima terhadap profesi yang ia jalani. Dampak sosial yang keji tidak mampu dihindari oleh Adinda hingga akhir hidupnya. Makalah ini membahas ketersudutan Adinda dari berbagai simbol yang ada di sekitarnya. Pembahasan simbol tersebut dilandasi dengan teori semiologi Roland Barthez dengan konsep signifier-signified. Berdasarkan analisis yang dilakukan, simbol yang terdapat di dalam monolog tersebut sangat signifikan dalam menyuarakan kesulitan Adinda sebagai bagian dari kelompok marginal
ANALISIS HUMANIORA NOVELA ADINDA, KULIHAT
Judul novela ”Adinda, Kulihat Beribu-Ribu Cahaya di Matamu”
menunjukkan keadaan atau suasana cerita. Keadaan atau suasana cerita novela
”Adinda, Kulihat Beribu-Ribu Cahaya di Matamu” tidak selalu menyedihkan dan
tidak selalu membahagiakan. Kesedihan dan kebahagiaan muncul secara bergantian.
Setelah mengalami kesedihan yang dramatis, Lesmana akhirnya mendapatkan
kebahagiaan.
Tema mayor novela Adinda, Kulihat Beribu-Ribu Cahaya di Matamu adalah
harapan dan ketulusan seseorang menimbulkan kekuatan dalam segala usaha
mendapatkan cinta. Tema minor novela Adinda, Kulihat Beribu-Ribu Cahaya di
Matamu terdiri atas: (1) setiap kematian menimbulkan kesedihan dan penderitaan
batin, (2) sebuah sangsi dapat memberikan efek jera, (3) penyesalan selalu muncul
belakangan. Tiga tema minor tersebut mendukung tema mayor.
Tokoh utama novela Adinda, Kulihat Beribu-Ribu Cahaya di Matamu adalah
Lesmana. Tokoh Lesmana memiliki watak datar atau flat character. Tokoh bawahan
novela Adinda, Kulihat Beribu-Ribu Cahaya di Matamu antara lain, Adinda Larasati,
Miras, Mayang, Ibu, Anjani, Widuri, Utari, Sailindri, Bapak dan Ibu Prakosa. Tokoh
Adinda memiliki watak datar atau flat character, sedangkan Miras memiliki watak
74
bulat atau round character. Keberadaan tokoh bawahan tersebut mendukung tokoh
utama.
Konflik fisik dalam novela Adinda, Kulihat Beribu-Ribu Cahaya di Matamu
terjadi antara manusia dengan manusia. Konflik fisik terjadi antara Mayang dengan
Wibisono dan Miras dengan seorang laki-laki. Kedua konflik fisik tersebut berupa
pertengkaran dan perkelahian. Konflik batin novela Adinda, Kulihat Beribu-Ribu
Cahaya di Matamu terjadi antara seseorang dengan kata hatinya. Konflik tersebut
terjadi antara Lesmana dengan kata hatinya.
Latar novela Adinda, Kulihat Beribu-Ribu Cahaya di Matamu terdiri atas latar
tempat, latar waktu, dan latar sosial. Latar tempat menunjuk pada Rembangan,
Surabaya, dan Jogja. Latar waktu menunjuk pada pagi, siang, sore, dan tiga tahun,
sedangkan Latar sosial novela Adinda, Kulihat Beribu-Ribu Cahaya di Matamu
menunjuk pada latar belakang Lesmana dan latar belakang Mayang.
Analisis humaniora novela Adinda, Kulihat Beribu-Ribu Cahaya di Matamu
meliputi manusia dan cinta kasih, manusia dan harapan, manusia dan kegelisahan,
dan manusia dan penderitaan.
Manusia dan cinta kasih meliputi kasih sayang, kemesraan, dan belas kasihan.
Kasih sayang diberikan oleh Lesmana kepada Miras dan Mayang; Adinda dan
Mayang kepada Lesmana. Kemesraan dilakukan oleh Lesmana dengan Mayang dan
Lesmana dengan Adinda. Belas kasihan dialami Lesmana kepada Miras. Manfaat
yang diperoleh setelah menganalisis manusia dan cinta kasih yakni, kita diharapkan
dapat menyampaikan rasa simpati dengan tulus, ikhlas, dan tanpa pamrih sehingga
diperoleh suatu kebahagiaan.
Manusia dan harapan meliputi harapan dan kepercayaan. Harapan dimiliki
oleh Lesmana, Adinda, dan Miras. Kepercayaan dimiliki Lesmana kepada ibunya,
Tuhan, dan dirinya sendiri. Manfaat yang diperoleh setelah menganalisis manusia dan
harapan yaitu, setiap manusia harus memiliki harapan, kepercayaan, dan usaha dalam
mewujudkan keinginan yang belum tercapai.
Manusia dan kegelisahan meliputi kegelisahan, kesepian, dan ketidakpastian.
Kegelisahan, kesepian, dan ketidakpastian dialami oleh Lesmana. Manfaat yang
diperoleh setelah menganalisis manusia dan kegelisahan yaitu, setiap manusia harus
selalu berusaha untuk keluar dari segala bentuk kegelisahan.
Manusia dan penderitaan meliputi penderitaan dan rasa sakit. Penderitaan
dialami oleh Lesmana dan Adinda. Rasa sakit dialami oleh Lesmana. Manfaat yang
diperoleh setelah menganalisis manusia dan penderitaan yaitu: (1) setiap manusia
diharapkan dapat saling menghormati dan saling menolong sehingga dapat
mengurangi penderitaan orang lain, (2) setiap manusia harus mampu bertahan dari
segala bentuk penderitaan.
Novela Adinda, Kulihat Beribu-Ribu Cahaya di Matamu merupakan novela
yang menghibur, bermanfaat, dan kaya akan nila-nilai humaniora sehingga dapat
mempengaruhi pembaca untuk lebih manusiawi dalam menyikapi setiap
permasalahan hidup
Pesan dakwah dalam film ayat-ayat adinda
Sesuai dengan alur cerita dari film Ayat-Ayat Adinda yang menceritakan tentang Adinda sebagai keluarga yang rajin shalat, pandai membaca Alqur’an dan dekat dengan teman-teman menunjukkan bahwa di dalamnya penuh dengan pesan-pesan dakwah. Oleh karena itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebih mendalam. Atas dasar ini pulalah yang melatar belakangi penulis sehingga menetapkan judul : Pesan Dakwah Dalam Film Ayat-Ayat Adinda Karya Hestu Saputra.
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah penulis paparkan, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Apa saja pesan dakwah yang disampaikan dalam film Ayat-Ayat Adinda. Apa pesan dakwah yang paling dominan dalam film Ayat-Ayat Adinda. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan alat pengumpulan data berdasarkan dokumentasi dan literature yang berkaitan dengan permasalahan.
Adapun kesimpulan penelitian ini adalah pesan dakwah yang ada dalam film ayat-ayat Adinda adalah terdapat pesan ibadah, pesan syariah, pesan moral dan pesan pendidikan yang kesemuanya merupakan pesan agama yang menjadi kewajiban bagi setiap da’i yang dapat disampaikan melalui berbagai macam cara. Pesan dakwah yang paling dominan di dalam film Ayat-ayat Adinda adalah pesan ibadah dan pesan moralnya. Karena film ini menggambarkan tentang ketekunan dalam beribadah shalat bagi keluarga dan keunggulan dalam membaca Al-Qur’an sehingga juara dalam MTQ. Keberhasilan pesan dakwah ayat-ayat Adinda cukup baik dan berhasil karena film ini diminati dan ditonton oleh banyak orang di berbagai bioskop di seluruh Indonesia, dikomentari positif oleh para tokoh agama dan tokoh nasional
Adinda: A knowledgeable, browser-based IDE
In practice, many people have to work together to develop and maintain a software system. However, the programmer’s key tool, the Integrated Development Environment (IDE), is a solo-tool, serving to help individual programmers understand and modify the system. Such an IDE does not leverage the knowledge other team members may have of the design and implementation of the system. We propose to resolve this problem by exploring, experimentally, new ways of inferring knowledge from past IDE-interactions, and of maximizing collaboration among developers. Our approach, called ADINDA, revolves around transforming the IDE into a set of integrated services, accessible via a web browser, and enriched with Web 2.0 technologies. Such services will not only help developers perform traditional IDE tasks, but also facilitate the required informal communication and collaboration needs of software development projects. In this paper, we report on our vision, approach and challenges for building ADINDA, and initial results. Preprint accepted for publication in Proceedings of the ICSE New Ideas and Emerging Results Track, ACM Press, 2010.Software TechnologyElectrical Engineering, Mathematics and Computer Scienc
Workforce Management Evaluation at Adinda Parinring Kindergarten Makassar
This study describes how the Workforce management evaluation at Adinda Parinring Makassar kindergarten is specifically the implementation of the management of the teaching staff. To obtain answers to these problems, the authors use three methods of data collection; Observations, interviews and documentation. In field research the author uses observation and interview instruments. Qualitative data processing and data analysis techniques that I use are; Data reduction, data discovery and data verification. The samples in this study were all educators in Adinda Parinring Makassar kindergarten. The results of the study show that the evaluation and follow-up of educators in Adinda Parinring Kindergarten are conducted regularly, ie every week and at the end of each semester.
Denan, Adinda B Mrs, Sourabaya
This record was harvested from a previous catalogue system and will be withdrawn in 2025. Information in this record may be superseded or incomplete. Visit this record in UMA's new catalogue at: https://archives.library.unimelb.edu.au/nodes/view/381463Surname: DENAN. Given Name(s) or Initials: ADINDA B MRS. Military Service Number or Last Known Location: SOURABAYA. Missing, Wounded and Prisoner of War Enquiry Card Index Number: 22424.197515
Item: [2016.0049.13756] "Denan, Adinda B Mrs, Sourabaya
STRATEGI PEMASARAN KOPI BUBUK MEREK ADINDA G19 PADA UKM KOPI BUBUK ADINDA G19 GROUP DI KOTA LUBUKLINGGAU
Salah satu kegiatan strategi pemasaran dalam suatu perusahaan adalah strategi
segmenting, targeting, dan positioning. Dengan adanya strategi Segmenting, Targeting
dan Positioning diharapkan perusahaan dapat membuka segmen pasar yang sebenarnya
masih besar untuk menghindari persaingan yang sangat ketat. Tujuan dari penelitian ini,
yaitu menganalisis strategi pemasaran UKM Kopi Bubuk Adinda G19 mencakupi; 1)
Segmentasi pasar (segmenting) UKM Kopi Bubuk Adinda G19, 2) Pemilihan segmen
pasar (targeting) UKM Kopi Bubuk Adinda G19, 3) Posisi bersaing (positioning)
melalui bauran pemasaran unsur 4P (Product, Price, Place and Promotion) berdasarkan
STP. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan
teknik analisis kuantitatif dan kualitatif, analisis kuantitatif dengan cara menggunakan
analisis klaster (Cluster analysis), Tabulasi silang (crosstab) dan analisis korespondensi.
Hasil dari penelitian ini yaitu 1) Segmentasi pasar (segmenting) berdasarkan
wawancara dengan pemilik UKM Kopi Bubuk Adinda G19 menyatakan bahwa dalam
menentukan segmen pasarnya, berdasarkan usia yaitu > 15 tahun, baik laki-laki maupun
perempuan dari semua kalangan, mulai dari kalangan menengah ke bawah hingga
menengah keatas. Wilayah untuk segmentasi dipilih Lubuklinggau, Musi Rawas, Musi
Rawas Utara, Baturaja, Lahat, Sekayu, Jambi, Pekanbaru dan Bengkulu. Dan juga
dipilih konsumen dengan gaya hidup penikmat dan pecinta kopi bubuk. Segmentasi
pasar pada UKM Kopi Bubuk Adinda G19 berdasarkan data yang diolah dari hasil
kuesioner terdapat 3 cluster, yaitu cluster 1 sebanyak 15,47%, cluster 2 sebanyak
48,45% dan cluster 3 sebanyak 36,08% 2) Penetapan segmen pasar (targeting), target
pasar yang dipilih oleh pemilik UKM Kopi Bubuk Adinda G19 bahwa Target pasar
dilihat dari segmen pasar yang paling banyak yaitu laki-laki, untuk usia target pasar
dengan usia > 15 tahun, wilayah yang banyak penjualan yaitu Lubuklinggau dengan
penghasilan tingkat perekonomian menengah kebawah serta menargetkan bagi penikmat
dan pecinta kopi bubuk.
Penetapan segmen pasar (targeting) UKM Kopi Bubuk Adinda G19 dari hasil
wawancara bersama konsumen yaitu dari tiga segmen yang didapatkan dijadikan pasar
sasaran dengan cara memasarkan dan menargetkan produk sesuai dengan kebutuhan
konsumen dari setiap cluster, pada produk dengan kemasan 85 gram dapat ditujukan
kepada konsumen pada cluster dua dan cluster tiga dan kemasan 160 gram ditargetkan
kepada konsumen cluster satu., 3) Posisi bersaing (positioning) UKM Kopi Bubuk
Adinda G19 pemilik UKM Kopi Bubuk Adinda G19 memiliki keunggulan yaitu
memberikan harga yang murah kepada konsumennya dari produk pesaing dan juga
keunggulan dari segi promosi UKM Kopi Bubuk Adinda G19 dilakukannya promosi
secara fisik maupun melalui media sosial. Posisi bersaing (positioning) UKM Kopi
Bubuk Adinda G19 berdasarkan hasil analisis korespondensi dapat disimpulkan bahwa
UKM Kopi Bubuk Adinda G19 dibandingkan produk pesaing lainnya yaitu keunggulan
pada kemasan yang digunakan menarik, kualitas produk yang diberikan lebih baik
dibandingkan dengan produk pesaingnya dan UKM Adinda G19 lebih unggul dalam
melakukan kegiatan promosi yaitu mempromosikannya secara langsung dan melalui
media online.
Kata Kunci: Segmenting, Targeting, Positioning, Kopi, UKM Kopi Bubuk Adinda 1
Apipa Adinda, Alias Bok Toha, Java
This record was harvested from a previous catalogue system and will be withdrawn in 2025. Information in this record may be superseded or incomplete. Visit this record in UMA's new catalogue at: https://archives.library.unimelb.edu.au/nodes/view/368877Surname: APIPA ADINDA
Given Name(s) or Initials: ALIAS BOK TOHA
Military Service Number or Last Known Location: JAVA
Missing, Wounded and Prisoner of War Enquiry Card Index Number: 22411178919
Item: [2016.0049.01204] "Apipa Adinda, Alias Bok Toha, Java
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENDAFTARAN RAWAT JALAN PASIEN RSKIA ADINDA BERBASIS WEBSITE
Abstract - RSKIA Adinda is a Special Hospital for Mother and Child Adinda which is one of the private maternity hospitals in the Bantul region of Yogyakarta. The problem that has occurred at RSKIA Adinda so far is that the management of patient registration data is still manual. The purpose of this final project is to find out the flow and process of the registration system, design a registration information system and analyze the website-based registration system at RSKIA Adinda. For this research, the author uses a prototyping method with a research flow starting from gathering requirements needed, processing the design fast, prototyping design, conducting evaluation and making the improvement. For the data collection technique, the author uses is the interview method, the method of observation, documentation and literature study. The final project concludes that the offline registration system requires transportation costs, patient registration by telephone requires credit and registration by google forms causes data to be out of sync and double registration data. Finally, the suggestions that the authors could give are patient registration is better to use a computerized system, update information regularly and routinely, provide adequate hardware support, add human resources, and use back-up file systems.
Keywords - Design, Information System, Patient Registration, Outpatient, Website
Abstrak - RSKIA Adinda merupakan Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak Adinda yang menjadi salah satu rumah sakit bersalin swasta di wilayah Bantul Yogyakarta. Permasalahan yang terjadi di RSKIA Adinda selama ini adalah pengelolaan data pendaftaran pasien masih secara manual. Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk mengetahui alur dan proses sistem pendaftaran, merancang sistem informasi pendaftaran pasien dan menganalisis sistem pendaftaran pasien berbasis website di RSKIA Adinda. Metode yang penulis gunakan adalah menggunakan metode prototyping dengan alur penelitian mulai dari pengumpulan kebutuhan, proses desain secara cepat, perancangan prototyping dan evaluasi hingga perbaikan. Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah metode wawancara, metode pengamatan atau observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Kesimpulan dari tugas akhir yang penulis tulis adalah sistem pendaftaran yang berjalan offline membutuhkan biaya transportasi, pendaftaran pasien via telfon memakan pulsa dan pendaftaran via google form menyebabkan ketidak sinkronan data sekaligus double data pendaftaran. Saran yang penulis berikan adalah pendaftaran pasien dengan menggunakan sistem terkomputerisasi, up to date informasi secara berkala dan rutin, dukungan hardware yang memadai, penambahan sumber daya manusia, back up file sistem.
Kata Kunci: Perancangan, Sistem Informasi, Pendaftaran Pasien, Rawat Jalan, website
Personal Branding Syifa Adinda Negara melalui Instagram
This Study aims to find out Syifa Adinda Negara’s personal branding throuh her instagram social media acount is related to the character, visibility and quality of Syifa Adinda Negara’s personal branding on instagram. The Research method used is a descriptive study with in-depth interview data collection techniques, non-participant observation and documentation. The resluts of the study show that Syifa Adinda Negara’s personal branding on instagram is: 1) Character there are four laws of personal branding, namely specialization, leadership, personality and distinctiveness. 2) Visibility there are two laws of personal branding, namely visibility and unity. 3) Quality there are two laws of personal branding, namely persistance and good will
- …
