1,723,952 research outputs found
Land Grant Application- Stanley, Adin (Winthrop)
Land grant application submitted to the Maine Land Office for Adin Stanley for service in the Revolutionary War.https://digitalmaine.com/revolutionary_war_me_land_office/1846/thumbnail.jp
Land Grant Application- Briggs, Adin (Starks)
Land grant application submitted to the Maine Land Office on behalf of Adin Briggs for service in the Revolutionary War, by their widow Abigail Seavey.https://digitalmaine.com/revolutionary_war_me_land_office/1129/thumbnail.jp
Biografi Marah Adin Dt. Penghulu Sati (1898-1983)
Penelitian ini berfokus pada Marah Adin Dt. Penghulu Sati, salah satu tokoh yang menggagas terbentuknya Kotamadya Solok pada tahun 1946-1970. Skripsi ini menguraikan latar belakang keluarga, masa kecil, pendidikan, serta kariernya sebagai Inspektur Djawatan Pertanian. Selain itu, juga menggali peran penting Marah Adin Dt. Penghulu Sati dalam masyarakat Solok dan kontribusinya dalam pembentukan Kotamadya Solok.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah. Langkah-langkah yang digunakan adalah; heuristik (pengumpulan data), kritik sumber, interpretasi, dan historiografi (penulisan). Untuk memperdalam analisis penulis, maka digunakan pendekatan kualitatif dalam penelitian ini, yaitu wawancara mendalam untuk mendapatkan informasi mengenai pokok persoalan.
Ilmu dan kedisiplinan yang didapat Marah Adin saat bersekolah di Inlansche School der Klasse I/II di Solok, Inlansche School der Klasse III/IV di Sawahlunto, kemudian menamatkan pendidikan terakhirnya di Middlebare Landbouw School (MLS) di Bogor membawa Marah Adin meniti kariernya di bidang Pertanian sebagai Landbow Consulent. Ia bisa menjadi Inspektur Djawatan Pertanian Sumatera Tengah. Pengalamannya di bidang pertanian membawa Marah Adin menjadi figur penting dalam pengembangan sektor Pertanian di Sumatera Tengah. Sembari menjalankan tugasnya di Pemerintahan, Marah Adin tetap aktif dalam kegiatan sosial dan adat di Solok, yang memberinya pengakuan luas di masyarakat. Dengan jaringan yang kuat di pemerintahan dan kontribusi besarnya di bidang pertanian, ia menjadi salah satu pelopor Perguruan Tinggi Pertanian Payakumbuh yang saat ini menjadi Fakultas Pertanian Unand dan Marah Adin juga ditunjuk sebagai Ketua Panitia Realisasi Kotamadya Solok.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Marah Adin Dt. Penghulu Sati tidak hanya berperan sebagai pemimpin administratif, tetapi juga sebagai pemimpin yang visioner dalam membangun Nagari Solok. Salah satu pencapaian besar Marah Adin adalah peran sentralnya sebagai Ketua Panitia Realisasi Kotamadya Solok, di mana ia menjadi Ketua Realisasi Kotamadya Solok yang akhirnya membawa Solok memperoleh status Kotamadya pada tahun 1970. Marah Adin Dt. Penghulu Sati berperan penting dalam perkembangan Kota Solok, baik melalui kontribusinya di bidang pemerintahan maupun sosial. Kepemimpinannya dalam Panitia Realisasi Kotamadya Solok dan pengaruhnya di sektor pertanian telah membangun dasar yang kuat bagi kemajuan Kota Solok. Warisan intelektual dan sosial yang ditinggalkannya menjadi inspirasi bagi masyarakat Solok hingga saat ini. Oleh karena itu, nama Marah Adin Dt. Penghulu Sati diabadikan untuk nama jalan dan stadion Olahraga di Kota Solok.
Kata kunci: Biografi, Inspektur Pertanian, Kotamadya Solok, Stadion Marah Adin
C. Licinius Adin: uno de los últimos iberos
C. Licinius Adin : One of the Last Iberians.
The aim of this paper is the analysis of a dolium stamp discovered in Can Pedrerol with a Latin inscription : C. LIC. ADIN. He was a member of the Licinius family, well known in Barcino and linked to the wine industry. His Iberian cognomen is an exceptional example, as the existence of Iberian personal names in Latin inscriptions is rare.C. Licinius Adin, un des derniers Ibères.
Un cachet, sur un dolium de Can Pedrerol, porte le texte C. LIC. ADIN. Il s’ agit d’ un individu, avec un cognomen ibérique, appartenant à la gens Licinia, une des grandes familles et parmi les plus connues de Barcino qui se consacrait à l’ exploitation vinicole. La présence d’ un cognomen ibérique dans l’ onomastique de cet individu est à souligner, car rares sont les mentions d’ un nom ibérique dans l’ épigraphie latine.Un sello sobre un dolium recuperado en Can Pedrerol porta el texto C. LIC. ADIN. Se trata de un personaje perteneciente a la gens Licinia – una de las familias más conocidas de Barcino y vinculada a la producción vinícola – con un cognomen ibérico. Este último hecho es excepcional, pues los nombres ibéricos son muy poco frecuentes en la epigrafía latina.Simón Cornago Ignacio. C. Licinius Adin: uno de los últimos iberos. In: Dialogues d'histoire ancienne, vol. 44, n°1, 2018. pp. 59-73
Seme-alaba adin nagusien mantenu-eskubidea
Lan honetan, gurasoek seme-alaba adin nagusiengan duten mantenu-betebeharraren berezitasunak aztertuko ditugu. Ahaideen arteko mantenuaren ezaugarririk garrantzitsuena elkarrekikotasuna da. Epaietan, manualetan eta aldizkari zientifikoetan oinarrituz, adin nagusiak diren seme-alabek mantenua jaso dezaten, beharrizan egoeran egon behar dute eta gurasoek ondare-nahikotasuna izan beharko dute. Amaitzeko, gurasoak elkarrekin bizitzen diren bitartean, mantenu-betebeharraren betetzeak ez du arazo handirik sortzen; aldiz, gurasoen dibortzio edo banaketa kasuan, mantenuaren ordainketan arazoak sor daitezke. Beraz, egoera horretan mantenuaren denbora-muga, erreklamatzeko legitimazioa eta azkentze-kausak aztertuko ditugu, auzitegien erantzunak mahai gainean jarriz
Komponen Kebutuhan Hidup Dalam Regulasi Upah Minimum Perspektif Maqasid Al-Shariah
Abstract: The provisions of minimum wage in Indonesia have been changing four times in the last few decades in line with the changes in the components of life needs referred. In fact, there are many life needs that previously were considered as trivial but they have now become important and should be referred to in setting the minimum wage. In Islam there are five sectors of human needs as established in the discourse of maqasid al-sharÄ«'ah. Each sector is ranked into three levels, namely á¸arÅ«rÄ«yah, ḥajÄ«yah, and taḥsÄ«nÄ«yah. This study examines how the components of life needs have been referred by the regulation of the minimum wage from the viewpoint of maqasid al-sharÄ«'ah. This study came to the conclusion that the development of life needs used as guidelines in determining minimum wage levels has met the demands of life needs as intended by maqasid al-sharÄ«’ah. Most of the components of decent living (KHL) occupy levels of á¸arÅ«rÄ«yah and ḥajÄ«yah, and very few are classified as taḥsÄ«nÄ«yah. The enhancement of quantity and quality of the components proven the attention to the level of life needs sequentially from á¸arÅ«rÄ«yah level, the ḥajÄ«yah, then the taḥsÄ«nÄ«yah level. These changes indicate the change of law in accordance with the demands of the circumstances.Abstrak: Komponen kebutuhan hidup yang dijadikan acuan dalam penetapan upah minimum di Indonesia telah mengalami perubahan sebanyak 4 kali. Perubahan ini terjadi karena menyesuaikan perkembangan kebutuhan dahulu dianggap sepele namun kini menjadi penting. Dalam Islam ada 5 unsur pokok kebutuhan manusia yang harus dipenuhi atau yang dikenal dengan istilah maqasid al-sharÄ«’ah. Kelima unsur pokok maqasid al-sharÄ«’ah ini terbagi mejadi 3 kategori yakni á¸arÅ«rÄ«yah, ḥajÄ«yah, dan taḥsÄ«nÄ«yah. Penelitian ini mengkaji bagaimana komponen kebutuhan hidup dalam regulasi upah minimum perspektif maqasid al-sharÄ«’ah. Penelitian ini memberi kesimpulan bahwa perkembangan kebutuhan hidup yang dijadikan pedoman dalam penentuan upah minimum telah memperhatikan tingkatan kebutuhan hidup. Sebagian besar komponen KHL ada pada wilayah á¸arÅ«rÄ«yah dan ḥajÄ«yah, sedikit sekali yang tergolong taḥsÄ«nÄ«yah. Penambahan kuota komponen serta peningkatan kualitas komponen menjadi bukti bahwa adanya perhatian terhadap tingkatan kebutuhan dimulai dari yang á¸arÅ«rÄ«yah dulu baru kemudian yang ḥajÄ«yah baru disusul yang taḥsÄ«nÄ«yah. Perubahan ini menunjukkan adanya perubahan hukum sesuai dengan perkembangan situasi
[Book Review] Green urbanism: Learning from European cities
Book reviewEmilie K. Adin reviews "Green urbanism: Learning from European cities" by Timothy Beatley (Washington, DC: Island Press, 2000)
Comentário à ADIn 5.240 [Jurisprudência comentada]
Comentários ao ADIn 5.240/SP do Supremo Tribunal Federal.Ministro relator: Luiz Fux.Ementa Oficial: Ação direta de inconstitucionalidade. Provimento conjunto 03/2015 do Tribunal de Justiça de São Paulo. Audiência de custódia
- …
