1,721,052 research outputs found

    PENGARUH PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT BANK NEGARA INDONESIA(PERSERO)Tbk

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pelatihan, Pengembangan Kerja dan terhadap Kinerja Karyawan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah Responden karyawan dengan menggunakan metode survey. Teknik pemilihan sampel dilakukan dengan sample jenuh, sehingga diperoleh sampel berjumlah 77 orang sebagai responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukurannya menggunakan skala likert. Hasil pengujian Pelatihan dan Pengembangan Kerja secara simultan berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan. Hal tersebut berdasarkan uji simultan variabel pelatihan dan pengembangan kerja dengan F hitung sebesar 28,494 dan F tabel sebesar 3,12 dengan df 1 = 2, df 2 = 74 dan tingkat signifikansi 0,05. Karena nilai F hitung > F tabel (28,494> 3,12), maka H0 ditolak atau H3 diterimamaka dapat dijabarkan bahwa pelatihan dan pengembangan kerja atau Bersama-Sama berpengaruh SignifikanTerhadap Kinerja Karyawan. Kata Kunci :Pelatihan, Pengembangan Kerja, Kinerja Karyawan Rivai,Veithzal. dan Ahmad Fawzi Mohd. Basri, (2005). Performance Appraisal. Jakarta : Raja Grafindo Persada. Mondy, R. Wayne, (2008). Manajemen sumber daya manusia, Jilid I (Edisi sepuluh). Jakarta : Erlangga. Jeffrey A. Mello, (2011),Strategic Management of Human Resources Third Edition. South Western : Cengage Learning. Hasibuan, Melayu S.P, (2009). Manajemen sumber daya manusia ,Cetakan 13 (Edisi revisi). Jakarta : Bumi Aksara. Rivai,Veithzal. dan Ella Jauvani Sagala, (2009). Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan. (Edisi Kedua). Jakarta : Raja Grafindo Persada. Kasmir, (2016).Manajemen Sumber Daya Manusia (Teori dan Praktik), Cetakan 2 (Edisi I).Jakarta : Raja Grafindo Persada. Suparyadi, (2015).Manajemen Sumber Daya Manusia – Menciptakan Keunggulan Bersaing Berbasis Kompetensi SDM, (Edisi I). Yogyakarta : Andi. Yani, Muhammad, (2012). Manajemen Sumber Daya Manusia, (Edisi Asli). Jakarta : Mitra Wacana Media. Anwar Prabu Mangkunegara. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: Remaja Ros Dakarya. Prasetyo, Bambang dan Lina Miftahul Jannah, (2010).Metode Penelitian Kuantitatif Teori dan Aplikasi.Jakarta : Raja Grafindo Persada. Priyatno, Duwi, (2013). Mandiri Belajar Analisis Data dengan SPSS.Yogyakarta : Mediakom. Tim Penyusun Buku Pedoman Penyusunan Skripsi, (2014). Pedoman Penyusunan Skripsi. Jakarta : Uhamka Wicaksono, Yosep Satriyo, (2016). Pengaruh Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Rangka Meningkatkan Semangat Kerja dan Kinerja Karyawan (Studi di SKM Unit V PT Gudang Garam, Tbk Kediri).Jurnal Bisnis dan Manajemen. Vol 3 No. 1 Suharmono, Fendy Levy Kamboy, (2013). Pengaruh Pembinaan, Pelatihan dan Pengembangan, Pemberdayaan dan Partisipasi terhadap Kinerja Karyawan (Studi pada PT Njonja Meneer Semarang). Jurnal Studi Manajemen & Organisasi. Vol 10 No. 2 Sugiyanto, 2017 Conservatisme Accounting, Real Earnings Management and Information Asymmetry on Share Return Iternational Journal of Core Engineering & Management ( ISSN: 2348-9510, Vol-4, Issue-*, November-2017 Sugiyanto 2018 Good Corporate Governance Conservatisme Accounting, Real Earnings Management and Information Asymmetry on Share Return Prosiding Seminar Internasional Seminar IAI Jabar dan Coll For Sugiyanto, S., & Candra, A. (2019). Good Corporate Governance, Conservatism Accounting, Real Earnings Management, and Information Asymmetry on Share Return. JIAFE (Jurnal Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi), 4(1), 9-18. Sugiyanto, Etty Murwaningsari. "Earning Management, Risk Profile and Efficient Operation in the Prediction Model of Banking: Eviden from Indonesia." (2018). Sugiyanto, E. M. (2018). Earning Management, Risk Profile and Efficient Operation in the Prediction 510 | P a g e Model of Banking: Eviden from Indonesia. Sugiyanto 2018 Effect Ratio Keuangan Perusahaan Pada Model Prediksi Kepailitan Perbankan Model Altman ZScore dengan Moderasi Good Corporate Governance http://iai.Jabar. Parade Riset Akuntansi.ac.id Parade Riset Akuntansi III (PRA) 2018 Sugiyanto 2018 Good Corporate Governance Conservatisme Accounting, Real Earnings Management and Information Asymmetry on Share Return Prosiding Seminar Internasional Seminar IAI Jabar dan Coll For Papers Riset Akuntansi di Universitas Pamulang, 21 April 2018 Sugiyanto, at al 2018 International Application Model Short Long Term Berween GNP and Cunsumption: Case study Indonesia Journal Economics Volume 6 No 1, Issue June 2018 www.economicsrs.com Sugiyanto 2018 Effect Ratio Keuangan Perusahaan Pada Model Prediksi Kepailitan Perbankan Model Altman Z-Score dengan Moderasi Good Corporate Governance http://iai.Jabar. Parade Riset Akuntansi.ac.id Parade Riset Akuntansi III (PRA) 2018 Sugiyanto 2018 Good Corporate Governance Conservatisme Accounting, Real Earnings Management and Information Asymmetry on Share Return Prosiding Seminar Internasional Seminar IAI Jabar dan Coll For Papers Riset Akuntansi di Universitas Pamulang, 21 April 2018 Sugiyanto, at al 2018 International Application Model Short Long Term Berween GNP and Cunsumption: Case study Indonesia Journal Economics Volume 6 No 1, Issue June 2018 www.economicsrs.com Sugiyanto, S., & Candra, A. (2019). Good Corporate Governance, Conservatism Accounting, Real Earnings Management, and Information Asymmetry on Share Return. JIAFE (Jurnal Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi), 4(1), 9-18. Sugiyanto, Etty Murwaningsari. "Earning Management, Risk Profile and Efficient Operation in the Prediction Model of Banking: Eviden from Indonesia." (2018). Sugiyanto, E. M. (2018). Earning Management, Risk Profile and Efficient Operation in the Prediction Model of Banking: Eviden from Indonesia. Sugiyanto, S., & Candra, A. (2020, February). Moderating Good Corporate Governance Effect Sales Growth, Conservatisme Accounting And Liquidity Risk Terhadap Agresivitas Pajak (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Dan Jasa Keuangan Terdaftar Bei). In Proseding Seminar Nasional Akuntansi (Vol. 2, No. 1). Sugiyanto, S., & Candra, A. (2019). Good Corporate Governance, Conservatism Accounting, Real Earnings Management, and Information Asymmetry on Share Return. JIAFE (Jurnal Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi), 4(1), 9-18. Sugiyanto, S., & Sumantri, I. I. (2019). Peran Audit Internal Dan Sistem Pengendalian Internal Atas Pengajuan Kredit Tanpa Agunan Pada Perusahaan Perbankkan Di Indonesia. Jurnal Akuntansi, 13(2), 196-224. Sugiyanto, S., & Candra, A. (2019). Good Corporate Governance, Conservatism Accounting, Real Earnings Management, And Information Asymmetry On Share Return. Jiafe (Jurnal Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi), 4(1), 9-18. 511 | P a g e Sugiyanto, S., & Candra, A. (2020, February). Moderating Good Corporate Governance Effect Sales Growth, Conservatisme Accounting And Liquidity Risk Terhadap Agresivitas Pajak (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Dan Jasa Keuangan Terdaftar Bei). In Proseding Seminar Nasional Akuntansi (Vol. 2, No. 1). Sugiyanto, S. (2018). Pengaruh Tax Avoidance Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Pemoderasi Kepemilikan Institusional. Jurnal Ilmiah Akuntansi Universitas Pamulang, 6(1), 82-96. Kalangi, Roosje, (2015). Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Kinerja Aparatur Sipil Negara di Kabupaten Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara.Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum. Vol 2 No.

    Strategi BUMDes Bintang Muda Jaya Desa Sako Margasari dalam Mengembangkan Unit Usaha Baru Kabupaten Kuantan Singingi

    Full text link
    Kuantan Singingi Regency must also strengthen the BUMDes owned by the village. Based on the data obtained, Kuantan Singingi Regency has a total of 218 villages, of which there are as many as 100 villages that already have BUMDes and 118 villages that do not have BUMDes. From villages that already have BUMDes, one of them is Sako Margasari Village, Logas Tanah Darat District Kuantan Singingi. The reality of BUMDes in Sako Margasari Village is still moving in saving and borrowing activities for the villagers. BUMDes owned by Sako Margasari Village have not been engaged in forming new business units in an effort to strengthen bumdes capital to support the community economy. This research found that the strategy of BUMDes Bintang Muda Jaya Sako Margasari Village in developing new business units through technological innovations in Sako Margasari Village, Logas Tanah Darat District, Kuantan Singingi Regency is still running not maximum. While the factors that hinder the implementation of bumdes strategy Bintang Muda Jaya Sako Margasari Village in developing new business units through technological innovations in the village of Sako Margasari District Logas Tanah Darat Kuantan Singingi regency is the low competence of BUMDes managers, the lack of business capital to open new business units and the lack of partners factor from BUMDes.Kabupaten Kuantan Singingi juga harus melakukan penguatan terhadap BUMDes yang dimiliki desa. Berdasarkan data yang diperoleh, Kabupaten Kuantan Singingi memiliki jumlah desa sebanyak 218 desa, dari jumlah desa tersebut ada sebanyak 100 desa yang sudah memiliki BUMDes dan 118 desa yang belum memiliki BUMDes. Dari desa yang sudah memiliki BUMDes salah satunya adalah Desa Sako Margasari Kecamatan Logas Tanah Darat Kabupaten Kuantan Singingi. Realitas BUMDes di Desa Sako Margasari masih bergerak dalam kegiatan simpan pinjam bagi masyarakat desa. BUMDes yang dimiliki oleh Desa Sako Margasari belum bergerak dalam membentuk unit-unit usaha baru dalam upaya memperkuat permodalan BUMDes guna menunjang perekonomian masyarakat. Penelitian ini menemukan bahwa strategi BUMDes Bintang Muda Jaya Desa Sako Margasari dalam mengembangkan unit usaha baru melalui inovasi teknologi di Desa Sako Margasari Kecamatan Logas Tanah Darat Kabupaten Kuantan Singingi masih berjalan belum maksimal. Sedangkan faktor-faktor yang menghambat penerapan strategi BUMDes Bintang Muda Jaya Desa Sako Margasari dalam mengembangkan unit usaha baru melalui inovasi teknologi di Desa Sako Margasari Kecamatan Logas Tanah Darat Kabupaten Kuantan Singingi adalah faktor rendahnya kompetensi pengelola BUMDes, faktor minimnya modal usaha untuk membuka unit usaha baru dan faktor kurangnya mitra dari BUMDes

    Gaya Kepemimpinan Kepala Desa dalam Pembangunan Desa di Desa Parit Kebumen Kabupaten Bengkalis

    Full text link
    Kepemimpinan kepala desa yang baik dapat menciptakan pencapaian yang besar bagi pemerintahan desa. Gaya kepemimpinan yang dibawakan dalam setiap kegiatan dapat mewujudkan tujuan pembangunan desa yang ingin dicapai oleh pemerintah desa yakni mewujudkan desa mandiri, desa yang berprestasi, dan masyarakat yang sejahtera. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan gaya kepemimpinan kepala desa dalam pembangunan desa di Desa Parit Kebumen Kabupaten Bengkalis dan untuk menganalisis dan mengindentifikasi faktor pendukung gaya kepemimpinan kepala desa dalam pembangunan desa di Desa Parit Kebumen Kabupaten Bengkalis. Teori yang digunakan dari Hersey dan Blanchard yang mencakup empat indikator yakni: Mengarahkan, Melatih, Mendukung, dan Mendelegasi. Metode yang digunakan yakni penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang bersifat deskriptif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan Kepala Desa Parit Kebumen dari mengarahkan, melatih, mendukung, dan mendelegasikan yang diberikan kepala desa sudah dilaksanakan secara efektif dan efisien dalam mendukung pembangunan desa guna terwujudnya Desa Parit Kebumen sebagai desa yang mandiri

    Collaborative Governance Dalam Penanggulangan HIV/AIDS di Kota Pekanbaru

    Full text link
    HIV/AIDS is an infectious disease which is a sensitive health issue to be discussed. HIV/AIDS can also cause loss of the immune system in humans. Pekanbaru City is the area with the most cases of HIV/AIDS in Riau Province. The purpose of this study was to find out collaborative governance in preventing HIV/AIDS in Pekanbaru City and to identify the inhibiting factors in preventing HIV/AIDS in Pekanbaru City. This study uses Purwanti's theory in Aziz Arrasyid (2021) which uses 3 indicators, namely: principled engagement, shared motivation and capacity for joint action. This study uses qualitative research with a case study approach. The informants of this study, namely the Pekanbaru City AIDS Commission (KPA), the Pekanbaru City Health Office and other related institutions conducted interviews, observations and documentation so that the required data were obtained such as primary data and secondary data and then analyzed so that conclusions could be drawn from the existing problems. The results of this study can be said to be not optimal, because there are still inhibiting factors in its implementation, namely the low participation of the community, especially the suspect community who are reluctant to admit to avoid discrimination from the surrounding community and the limited infrastructure provided

    The Influence Of Internal Audit And ISO 9001: 2015 Quality Management System On Employee Performance

    Full text link
    This research aim to find out and get empirical evidence of the influence of internal audit and quality management systems ISO 9001: 2015 affect to the employee performance. The type of research is descriptive quantitative research. This research was conducted at PT. Murni Cahaya Pratama. The sample of research was taken using purposive sampling technique by distributing questionnaires to respondents. The research sample is  55 person. The data analysis technique is multiple linear regression using the IBM SPSS Statistics version 24 program.The results is the internal audit and quality management system of ISO 9001: 2015 partially or simultaneously affect to employee performance. Keywords: Internal auditor, quality management system ISO 9001:2015 and employee performance

    Efektivitas Pengelolaan Objek Wisata Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan Kota Bukittinggi

    Full text link
    Efektivitas Pengelolaan merupakan ukuran sejauh mana suatu kegiatan pengelolaan mencapai tujuan yang telah ditentukan yang dimana efektivitas pengelolaan dapat diukur dengan membandingkan rencana yang telah ditetapkan dengan hasil nyata yang telah dicapai yang didalamnya terdapat disiplin, kompensasi dan pengawasan dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan Kota Bukittinggi merupakan objek wisata yang merupakan salah satu peninggalan sejarah di Kota Bukittinggi karena dibangun pada zaman penjajahan Belanda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis efektivitas pengelolaan Objek Wisata Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan Kota Bukittinggi serta mendeskripsikan dan menganalisis faktor penghambat dalam efektivitas pengelolaannya. Penelitian ini menggunakan teori menurut Admosoeprapto (2016:54) yang menggunakan 3 indikator yaitu, disiplin, kompensasi dan pengawasan. Metode Penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan jenis metode kualitatif pendekatan fenomenologi bersifat deskriptif dan teknik pengumpulan data melalui sumber data primer dan sekunder yang diperoleh melalui proses pengamatan atau observasi, wawancara dan dokumentasi oleh peneliti lalu di analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pengelolaan Objek Wisata Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan Kota Bukittinggi masih belum efektif dikarenakan terdapat beberapa masalah seperti tingkat disiplin pegawai pada waktu operasional kerja dan petugas yang dimana para petugas dan pegawai masih ada yang kurang disiplin dalam menjalankan tugasnya tidak sesuai dengan waktu operasional kerja seperti terlambat memberikan makan kepada satwa dan terlambat dalam menanggapi kerusakan atau perbaikan fasilitas yang kurang memadai dikarenakan rancangan anggaran biaya operasional oleh staff  masih kurang optimal dan keterlambatan staff dalam pengelolaan satwa dan fasilitas yang ada di Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan. &nbsp

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PASCA BENCANA ERUPSI GUNUNG SINABUNG DI RELOKASI SIOSAR KABUPATEN KARO

    No full text
    Mount Sinabung is one of two mountains that have been designated as active in Karo Regency so far. When an eruption occurs, it will cause a lot of damage and loss. In restoring it, the provision of assistance to the community and community empowerment efforts after the eruption of Mount Sinabung were carried out in three ways, namely, creating an atmosphere or climate that allows the potential of the community to develop, strengthening the potential or power of the community (empowering), and protecting and defending the interests of the weak. so as not to get weaker. Efforts to empower the community after the eruption of Mount Sinabung were carried out in three methods, namely, creating an atmosphere or climate that allows the potential of the community to develop, strengthening the capabilities or potentials of the community (empowering), and protecting and defending the interests of the weak so as not to get weaker. This research uses a qualitative type of research with a descriptive case study approach in order to describe cases in the field and share answers to cases encountered. The results of this study found that community empowerment after the eruption of Mount Sinabung in the relocation of Siosar, Karo Regency had increased. This is due to the three stages of community empowerment that exist, the community in the Siosar relocation area has a large level of empowerment in the process of creating an atmosphere or climate that allows the potential of the community to develop and efforts to protect and defend the interests of the weak so as not to be weak, on the contrary in the process of strengthening the capacity of the community. or the potential of the community is still not maximized. In addition, there are factors that limit community empowerment, such as the low level of community understanding and the lack of facilities and infrastructure

    EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI PROGRAM PUPUK BERSUBSIDI OLEH DINAS PERTANIAN KABUPATEN SIAK (STUDI KASUS KELOMPOK TANI KECAMATAN TUALANG)

    Full text link
    The phenomenon of fertilizer prices which far exceeds the highest retail price from the government and the difficulty of getting subsidized fertilizers (rare) so that in one year they only get a few times with minimal amounts as well as the presence of individuals seeking personal gain, which makes researchers interested in researching the effectiveness of the implementation of the Subsidized Fertilizer Program. By the Agriculture Service of Siak Regency (Case Study of Farmer Groups in Tualang District). The purpose of this study was to determine the effectiveness of the implementation of the Subsidized Fertilizer Program in Siak Regency and to determine the factors hindering the effectiveness of the implementation of the Subsidized Fertilizer Program in Siak Regency. This study uses a qualitative method where the data collection techniques used are interviews, observation and documentation. Data analysis techniques in this study are data reduction, data presentation and conclusions. The results of this study can be seen that the effectiveness of the implementation of the Subsidized Fertilizer program implemented by the Agriculture Service of Siak Regency has not been effective, especially in terms of the accuracy of program targets that have not been maximized. However, the indicators that have been achieved are program socialization. It is hoped that in the future the government of the Siak Regency Social Service will optimize the Subsidized Fertilizer program to achieve the goal of increasing the ability of farmers to purchase fertilizers in appropriate quantities according to the recommended dose of location-specific balanced fertilization and the final goal of increasing agricultural productivity and production in order to improve national food security

    Best Practice Pengembangan dan Penerapan Teknologi Tepat Guna

    Full text link
    Kundur village developed appropriate technology to assist the community in doing their daily work as farmers. The peat land owned by Kundur is very fertile and provides prosperity, but the water produced by peat soil is not good for consumption. Meanwhile, during the dry season, the rainwater supply runs out, the community uses peat well water for consumption. This prompted the village government to take the initiative to submit a proposal to the Ministry of Village for PDDT with a request for an appropriate tool to process peat water into drinking water, the idea was approved and assistance channeled through the implementation team of the Pilot Program for the Local Economic Development Innovation Association Pilot Program and implemented in Kundur Village. This study aims to see how the process of developing and implementing appropriate water management in Kundur village and the inhibiting factors that affect it. Using qualitative research methods with a descriptive case study approach. The theoretical concept used is theory (Prasojo, Eko, 2007), there are several criteria for assessing best practices that are adjusted to the PDDT Ministerial Regulation No. 23 of 2017 concerning the development and application of appropriate technology in natural resource management. The results of the study found that the application of appropriate technology for managing peat water into clean water in Kundur was successfully implemented and had a good impact on the lives of the community and the Kundur village government. However, this application is not yet correct because inhibiting factors are still found in the development and application of technology for water management in Kundur, namely marketing strategies, incomplete legal legality, and minimal budget.Desa Kundur mengembangkan beberapa teknologi tepat guna untuk membantu masyarakat dalam melakukan pekerjaan sebagai petani sehari-hari. Lahan gambut yang dimiliki Desa Kundur memang sangat subur dan memberikan kemakmuran, akan tetapi air yang dihasilkan tanah gambut tidak baik untuk dikonsumsi,. Sedangkan masyarakat saat musim kemarau persediaan air hujan habis, masyarakat menggunakan air sumur gambut untuk dikonsumsi. Hal tersebut mendorong pemerintah desa berinisiatif untuk untuk mengajukan proposal ke Kementrian Desa PDDT dengan permohonan membuat alat tepat guna untuk mengolah air gambut menjadi air minum, ide tersebut disetujui dan bantuan disalurkan melalui tim pelaksana kegiatan Program Pilot Ikubasi Inovasi Desa Pengembangan Ekonomi Lokal dan diterapkan di Desa Kundur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pengembangan dan penerapan teknologi tepat guna pengelolaan air minum di Desa Kundur serta faktor penghambat yang mempengaruhi. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang bersifat deskriptif. Konsep teori yang digunakan adalah teori (Prasojo, Eko, 2007) ada beberapa kriteria untuk menilai sebuah best practice yang disesuaikan dengan Permendes PDDT no 23 tahun 2017 tentang pengembangan dan penerapan teknologi tepat guna dalam pengelolaan sumber daya alam. Hasil penelitian ditemukan bahwa penerapan teknlogi tepat guna pengelolaan air gambut menjadi air bersih di Desa Kundur berhasil diterapkan dan memberikan dampak yang baik bagi kehidupan masyarakat serta pemerintah Desa Kundur . Tetapi penerapan tersebut belum maksimal dikarenakan masih ditemukannya faktor penghambat dalam pengembangan dan penerapan teknologi tepat guna pengelolaan air minum di Desa Kundur, yaitu strategi pemasaran, legalitas hukum yang belum lengkap, dan anggaran yang masih minim

    Service Innovation Accelerates the Issuance of Population Documents for Displaced Persons in Pekanbaru City

    Full text link
    Service innovation provided by the Regional Government through the Population and Civil Registration Service are breakthroughts in public services which are creative idea and modification that are able to provide benefits to the community. Through Disdukcapil, the government provides population administration services in recording e-KTP to the public. One of the Disdukcapil that provides population administration services is Pekanbaru City Disdukcapil through the Sipintar Innovation (Service System to Complete the Identity of Displaced Persons). The purpose of this study was to determine the implementation of Sipintar innovation in Pekanbaru City Disdukcapil and identify factors that hinder the implementation of Sipintar innovation. This research uses bugge\u27s theory of innovation success attributes in Winda (2021), where there are six indicators, namely: Governance and Innovation, Sources of the Ideas for Innovation, Innovation Culture, Capabilities and Tools, Objectives, Outcomes, Expense and Obstacles, Collecting Innovation Data for Single Innovation. This type of research is qualitative research with a phenomenological approach. The collection of necessary data, both primary and secondary data, is collected through interviews, observations, documentation, then analyzed so that conclusions can be drawn from existing research problems.  The result of this study is that the existing innovations have not been optimally implemented because there are still inhibiting factors in its implementation, namely the low socialization of face-to-face / direct innovations, the limitations of e-KTP recording devices, and also network disruptions when recording e-KTP.Inovasi pelayanan yang diberikan Pemerintah Daerah melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil merupakan terobosan dalam pelayanan publik yang merupakan ide kreatif maupun modifikasi yang mampu memberikan manfaat kepada masyarakat. Melalui Disdukcapil pemerintah memberikan layanan administrasi kependudukan dalam perekaman e-KTP kepada masyarakat. Salah satu Disdukcapil yang memberikan pelayanan administrasi kependudukan adalah Disdukcapil Kota Pekanbaru melalui Inovasi Sipintar (Sistem Pelayanan Untuk Melengkapi Identitas Orang Terlantar). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan inovasi Sipintar di Disdukcapil Kota Pekanbaru dan mengidentifikasi faktor yang menghambat pelaksanaan inovasi Sipintar. Penelitian ini menggunakan teori atribut keberhasilan inovasi oleh Bugge dalam Winda (2021), yang mana terdapat enam indikator, yaitu: Governance and Innovation, Sources of the Ideas for Innovation, Innovation Culture, Capabilities and Tools, Objectives, Outcomes, Expense and Obstacles, Collecting Innovation Data For Single Innovation. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data-data yang diperlukan baik data primer maupun sekunder dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, kemudian dianalisis sehingga dapat ditarik kesimpulan dari masalah penelitian yang ada.  Hasil penelitian ini adalah inovasi yang ada belum optimal dilaksanakan karena masih terdapat faktor penghambat dalam pelaksanaannya yaitu rendahnya sosialisasi inovasi secara tatap muka/langsung, keterbatasan alat perekam e-KTP, dan juga adanya gangguan jaringan saat melakukan perekaman e-KTP
    corecore