1,721,296 research outputs found
Optimation of Development Project Sceduling Using PERT Method at CV Ade Putra Mandiri
Proyek kontruksi merupakan suatu rangkaian kegiatan yang hanya satu kali dilaksanakan dan umumnya berjangka waktu pendek. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, terdapat suatu proses yang mengolah sumber daya proyek menjadi suatu hasil kegiatan yang berupa bangunan. Perencanaan yang tidak matang dan penggendalian proyek yang kurang efektif mengakibatkan keterlambatan penyelesaian proyek, menurunnya kualitas dan meningkatkan biaya proyek. Oleh sebab itu dibutuhan metode PERT (Program Evaluation Review Technique) untuk mendapatakan perencanaan yang optimal. Data diambil dari CV. Ade Putra Mandiri Salatiga. Perhitungan menghasilkan durasi waktu optimal proyek pembangunan dan perawatan gedung Dinas PKP (Perumahan dan Kawasan Pemungkiman) selama 62.33 hari dari 66 hari yang telah direncanakan oleh CV. Ade Putra Mandiri. Setelah dilakukan percepatan proyek selama 7 hari, tejadi penambahan biaya proyek sebesar Rp1,698,846.53 dan penambahan 12 tenaga kerja
Analysis productivity of the mine facility department using the objective matrix method (OMAX): case study in coal mining company
PT Kideco Jaya Agung is one of the coal mining companies in Paser Regency, East Kalimantan, using an open pit mining system which at the end of 2012 succeeded in realizing the production, transportation, shipping target of 34 million tons. Coal mining is carried out using excavating equipment and hauling equipment. Activities begin with land clearing using bulldozers and / or small excavators, blasting overburden and / or removal of overburden, cleaning coal, loading and transporting coal to the ROM Stockpile. Throughout 2021 there has been a decrease in production results, it is necessary to analyze the productivity of the company's performance, which in this case leads to the Mine Facility department because it is directly related to production. The need to analyze productivity measurements so that it can be seen whether the Mine Facility department in this company is productive or not. The productivity measurement method that can be used to solve the problem is Objective Matrix (OMAX), because the OMAX productivity measurement model overcomes the problems of complexity and difficulty of productivity measurement by combining all important productivity criteria into an integrated form and interrelated with each other and easy to combine
Peranan Sistem Komputerisasi dalam Menunjang Efektivitas Kerja Pegawai pada Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Negeri Makassar.
ABSTRAK
Rangga Ade Putra, 2014. Peranan Sistem Komputerisasi dalam Menunjang Efektivitas Kerja Pegawai pada Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Negeri Makassar.Skripsi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Makassar.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peranan Sistem Komputerisasi dalam Menunjang Efektivitas Kerja Pegawai pada Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Negeri Makassar.Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini berjumlah 51 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif untuk menggambarkan dan menjelaskan suatu keadaan secara persentase dalam bentuk tabel frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peranan Sistem Komputerisasi dalam Menunjang Efektivitas Kerja Pegawai pada Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Negeri Makassar, berada pada kategori berperan, ditinjau dari segi sistem komputerisasi berada pada kategori berperan, kuantitas kerja berada pada kategori berperan, kualitas kerja berada pada kategori cukup berperan, pemanfaatan waktu berada pada kategori berperan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia berada pada kategori berperan
ANALISIS RUSAKNYA CARGO OIL PUMP DI MT. ANGGRAINI EXCELLENT
ABSTRAKSI
Ageono Ade Putra, 2022, NIT: 551811216611 T, “Analisis Rusaknya Cargo oil
pump di MT. Anggraini Excellent”, skripsi Program Studi Teknika, Program
Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: H.
Mustholiq, M.M, M.Mar.E, Pembimbing II: Andy Wahyu Hermato, M.T.
Kelancaran proses bongkar muatan di atas kapal sangatlah penting karena
jika terjadi keterlambatan proses bongkar muatan menyebabkan perusahaan rugi
karena membayar biaya sandar lebih lama. Dan proses bongkar muatan di kapal
MT.Anggraini Excellent menggunakan cargo oil pump dan pompa tersebut rusak
ketika proses bongkar muatan yang diakibatkan ketidaksesuaian viskositas muatan.
Metode penelitian yang penulis gunakan dalam penyusunan skripsi ini
adalah metode penelitian SHEL sebagai teknik untuk menganalisa permasalahan
yang ada pada cargo oil pump yang mengakibatkan proses bongkar muatan menjadi
terhambat. Dan mencari faktor yang mempengaruhi pada cargo oil pump, dari
permasalahan tersebut terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi rusaknya cargo
oil pump, yaitu dari viskositas muatan yang tidak sesuai dan faktor penerapan PMS
yang tidak sesuai. Faktor-faktor tersebut diolah sehingga didapatkan kesimpulan
yang diambil untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan penulis di kapal MT.
Anggraini Excellent, dapat disimpulkan bahwa faktor yang berpengaruh terhadap
rusaknya cargo oil pump ketika proses bongkar adalah viskositas muatan yang tidak
sesuai dan kurangnya penerapan PMS (Plan Maintenance System) karena posisi
kapal yang telah lama anchor. Dari faktor-faktor tersebut mengakibatkan proses
bongkar muatan menjadi terhambat
ANALISIS TERHADAP DIKABULKANNYA PERMOHONAN PENINJAUAN KEMBALI (PK) SETELAH PELAKSANAAN PUTUSAN DALAM KASUS SENGKETA GADAI TANAH PERTANIAN ATAS ULAYAT KAUM (STUDI TERHADAP PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI NOMOR 394 PK/ PDT/ 2011)
ANALISIS TERHADAP DIKABULKANNYA PERMOHONAN PENINJAUAN KEMBALI (PK) SETELAH PELAKSANAAN PUTUSAN DALAM KASUS SENGKETA GADAI TANAH PERTANIAN ATAS ULAYAT KAUM” (STUDI TERHADAP PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI NOMOR 394 PK/ PDT/ 2011)
(Aulia Ade Putra, BP 1420112041, Program Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Unand, 134 Halaman, 2018)
ABSTRAK
Gadai tanah pertanian atas ulayat kaum masih banyak dilakukan ditengah Masyarakat Hukum Adat Minangkabau karena sifatnya cepat dan mudah. Penyelesaian sengketa gadai tanah pertanian atas ulayat kaum seringkali berujung pada penyelesaian di ranah Pengadilan. Putusan Hakim ada yang didasarkan pada Undang-Undang Nomor 56 Prp Tahun 1960 dan ada putusan didasarkan pada ketentuan Hukum Adat Minangkabau. Dari dua dasar hukum tersebut putusan penyelesaian sengketa gadai tanah pertanian atas ulayat kaum melalui Pengadilan menimbulkan persoalan hukum yang berakibat ketidakpastian hukum. Permasalahannya adalah Bagaimana pertimbangan majelis hakim terhadap penyelesaian sengketa gadai tanah pertanian atas ulayat kaum dalam putusan Peninjauan Kembali nomor 394 PK/ PDTt/ 2011 dan Bagaimana kedudukan pembeli tanah perkara dalam penyelesaian sengketa gadai tanah pertanian atas ulayat kaum setelah keluarnya putusan peninjauan kembali nomor 394 PK/ PDT/ 2011. Metode yang digunakan untuk memecahkan permasalahan adalah yuridis normatif, artinya dengan menggunakan pendekatan peraturan perundang-undang dan teori yang relevan akan menggambarkan kepastian hukum yang berkaitan dengan permasalahan yang telah dirumuskan. Hasil penelitian yang beranjak dari rumusan masalah tersebut diperoleh hasil, penyelesaian sengketa gadai tanah pertanian atas ulayat kaum di pengadilan seharusnya didasarkan pada Perundang-Undangan Nasional dan ketentuan Hukum Adat Minangkabau, dua dasar hukum tersebut mengalami pertentangan dan pada putusan Peninjauan Kembali Nomor 394 PK/ PDT/ 2011, Majelis Hakim Peninjauan Kembali tidak mendasarkan putusan Peninjauan Kembali pada Hukum Nasional dan Hukum Adat Minangkabau dan penguasaan objek perkara diserahkan kepada pembeli objek gadai tersebut. Pendapat hakim pada Peninjauan Kembali ini sangatlah keliru, tidak berdasar dan jauh dari keadilan karena tidak sesuai dengan Hukum Nasional dan Hukum Adat Minangkabau.
Kata Kunci : Gadai Tanah Pertanian, Ulayat Kaum, Sengketa dan Peninjauan Kembali
ANALYSIS TO GRANTED SUPPLICATION OF JUDICIAL REVIEW AFTER IMPLEMENTATION OF DECISIONS IN CASES OF CONTROVERSY OF PAWN LAND ON ULAYAT COMMUNITY" (STUDY ON VERIFICATION VERDICT NO. 394 PK / PDT / 2011)
(Aulia Ade Putra, BP 1420112041, Master of Law Faculty Unand, 134 Page, 2018)
ABSTRACT
Pawn of agricultural land over ulayat community mostly done in the Minangkabau Customary Law Community because it is fast and easy. The settlement of agricultural land plot disputes over communal ulayat often culminates in the settlement in the realm of the Court. The judge's ruling is based on Law Number 56 Prp of 1960 and there are decisions based on Minangkabau Traditional Law. From these two legal bases the decision of the settlement of agricultural land plot disputes over the ulayat of the people through the Court raises legal issues that result in legal uncertainty. The problem is how the consideration of the panel of judges on the settlement of agricultural land disputes over ulayat of the people in the decision of Review of number 394 PK / PDTt / 2011 and How the position of the land buyer in the settlement of agricultural land disputes disputes over ulayat people after the release of judgment review number 394 PK / PDT / 2011. The method used to solve the problem is normative juridical, meaning that by using the approach of legislation and relevant theory will illustrate the legal certainty relating to the problems that have been formulated. The result of the research which is derived from the problem formulation is obtained the result, the settlement of agricultural land disputes disputes over the ulayat of the people in the court should be based on the National Legislation and the Minangkabau Adat Law provisions, the two legal bases are contradicted and in the decision of Review Number 394 PK / PDT / 2011, the Panel of Judges of Judicial Review does not base the judgment of the Review on the National Law and Minangkabau Customary Law and the possession of the object object is submitted to the purchaser of the object of such pledge. The judge's opinion on this Review is false, unfounded and not fair because it is inconsistent with the National Law and Minangkabau Law.
Keywords : Agricultural Land Pest, Ulayat Community, Disputes and Revie
TANGGUNG JAWAB NOTARIS TERHADAP AKTA NOMINEE DALAM JUAL BELI TANAH (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor 1290 K/Pdt/2022)
TANGGUNG JAWAB NOTARIS TERHADAP AKTA NOMINEE DALAM
JUAL BELI TANAH
(Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor 1290 K/Pdt/2020)
(Ade Putra Prima, Nomor BP. 1920123006, Program Magister Kenotariatan, Fakultas Hukum Universitas Andalas, 2023)
ABSTRAK
Keberadaan perjanjian nominee ini dalam praktiknya berkaitan dengan prinsip keadilan mengingat adanya kepentingan-kepentingan dari para pihak yang terlibat didalamnya. Pada dasarnya, perjanjian nominee dimaksudkan untuk memberikan segala kewenangan yang mungkin timbul dalam suatu hubungan hukum antara pihak pemberi kuasa atas sebidang tanah yang menurut hukum tanah kita tidak dapat dimiliki pihak asing yang kemudian diberikan kepada penduduk asli selaku penerima kuasa. Notaris selaku pejabat umum kepadanya dituntut tanggung jawab terhadap akta yang dibuatnya. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang 1. Apakah notaris dapat dimintai pertanggungjawaban atas akta nominee yang diwaarmerking 2. Bagaimana akibat hukum terhadap akta jual beli para pihak yang didasarkan atas akta nominee. Dalam penulisan ini digunakan penelitian hukum normatif, yaitu penelitian perpustakaan atau studi dokumen, karena penelitian ini dilakukan atau ditujukan pada peraturan-peraturan yang tertulis atau bahan-bahan hukum yang lain. 1. Terhadap akta nominee yang dibuat dalam bentuk di bawah tangan dan kemudian di waarmerking oleh notaris, apabila akta nominee tersebut menimbulkan kerugian dari para pihak, maka notaris dapat diminta pertanggung jawaban secara perdata atas kerugian tersebut. 2. Akta jual beli yang dibuat berdasarkan akta nominee tidak dapat dinyatakan batal demi hukum, karena perjanjian jual beli antara antara sesama warga negara Indonesia sudah sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Hal ini di perkuat dengan adanya SEMA Nomor 10 Tahun 2020 dalam sub B rumusan hukum perdata angka (4) menyatakan bahwa dalam penggunaan pinjam nama (nominee) pemilik sebidang tanah merupakan nama yang tercantum dalam sertifikat, meskipun tanah tersebut menggunakan uang dari warga negara asing.
Kata Kunci: Tanggung Jawab, Nominee, Waarmerkin
Jurnal Teknik Elektro & Komputer Politeknik Caltex Riau:Vol. I, No. 1, April 2013
1. Kontrol kesetimbangan pada robot beroda dua menggunakan pengendali PID dan complementary filter / Ade Putra Gunawan, Heri Subagiyo, Retno Tri Wahyuni
2. Permanen energi RF 900 MHz menggunakan antena mikrostrip circular / Chyntya Rahma Ningsih, Siska Novita Posma, Wahyuni Khabzli
3. Penghematan daya pada sensor node menggunakan metode pengaturan waktu kirim data / Deny Syafril, Yusmar Palapa Wijaya, Putri Madona
4. Aplikasi pengingat jadwal kontrol rutin ke dokter berbasis mobile / Juni Nurma Sari
5. Arsitektur sistem pemantau rumah berabasis WEB dengan menggunakan IP Camera / Muhammad Ihsan Zul, Widyawan, Lukito Edi Nugroho
6. Perancangan dan implementasi metode brute force untuk pencarian string pada website PCR / Nisa Hidayani, Juni Nurma Sari, Rahmat Suhatman
7. Sistem inspeksi kecacatan gelas plastik secara visual menggunakan neural network / Nurkhamdi
8. Miniatur smart lift / Putri Mayang Sari, Jupri Yanda Zaira, Syahriza
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
STUDI PENGELOLAAN UNIT PRODUKSI DAN JASA BIDANG KEJURUAN LISTRIK DI SMK MUHAMMADIYAH PEKALONGAN
ABSTRAK Setiawan, Ade Putra. 2014. Studi Pengelolaan Unit Produksi dan Jasa Bidang Kejuruan Listrik di SMK Muhammadiyah Pekalongan. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Program Studi Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Slamet Wibawanto, M.T., (II) Yuni Rahmawati, S.T., M.T. Kata kunci: studi, pengelolaan, unit produksi, kejuruan. Unit produksi listrik SMK Muhammadiyah Pekalongan berdiri pada tahun 2004. Unit produksi listrik merupakan bagian dari unit teachingfactory“Surya Utama Teknika” yang di miliki oleh SMK Muhammadiyah Pekalongan. Pelayanan yang diberikan adalah jasa instalasi listrik, service AC, serta perbaikan dan perawatan peralatan rumah tangga lainnya. Produk yang dihasilkan yakni lampu “moedikal”, pelorot batik otomatis yang bekerja sama dengan unit teachingfactory, kompor listrik, dan alat sablon elektrik. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan unit produksi listrik di SMK Muhammadiyah Pekalongan yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pengelolaan unit produksi listrik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa paparan deskriptif yang di dapatkan dari hasil wawancara beberapa narasumber. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.Untuk menjaga keabsahan data maka dilakukan tahapan triangulasi data dan membercheck. Dari hasil analisa data menunjukkan bahwa pengelolaan unit produksi listrik dilaksanakan dengan baik. Unit produksi listrik pada awal operasi menggunakan modal bantuan dari sekolah, dari modal tersebutkemudian dikembangkan sehingga untuk kegiatan produksi selanjutnya ditunjang menggunakan pendapatan yang telah diperoleh. Dalam proses produksi, unit produksi listrik memanfaatkan peralatan yang ada di laboratorium listrik dan pelaksanaan produksi dikerjakan oleh siswa serta guru jurusan teknik instalasi tenaga listrik sendiri. Keterlibatan siswa disesuaikan dengan level order yang diterima oleh unit produksi listrikdan tetap pada pengawasan guru, jika order tersebut dirasa tidak sesuai dengan kapasitas kemampuan siswa maka guru sendiri yang mengerjakannya. Produk yang dihasilkan merupakan hasil kerja unit produksi listrik sendiri, adapun kerja sama untuk mengolah produk dilakukan dengan unit teachingfactory yang dimiliki oleh SMK, jadi jika unit teachingfactorymendapatkan order terkait electricalmaka unit produksi listrik yang mengerjakannya. Dalam proses pemasaran produk maupun layanan jasa, unit produksi menggunakan media online seperti website SMK Muhammadiyah Pekalongan, facebook, dan menggunakanserta spanduk. Dalam pelaksanaannya, unit produksi listrik melakukan evaluasi terhadap kinerja personil dan kegiatan kerja yang telah dilaksanakan. Evaluasi terhadap kinerja personil dilaksanakan setelah menyelesaikan order sedangkan untuk evaluasi kegiatan kerja dilakukan ketika rapat jurusan
- …
