30 research outputs found
Overview of Micro Enterprise in Welcoming Balesari Tourist Village “Java Kilometer Zero”
Micro Enterprise is one of the pillars of the rural economy to create welfare of the society, based on people's economy especially the Balesari Village Windusari Sub-District Magelang Regency. This research used a case study method with analysis unit of microenterprise of oyster mushroom cultivation and snacks in Balesari Village, data were collected by interview. The result indicated that micro-enterprises already had a powerful marketing network, and had the main customers. However, micro enterprise of oyster mushroom cultivation and snacks in Balesari Village had constraints in expanding the business due to lack of information about financial institutions providing loans with low interest rate
An Analysis of Regional Economic Advantage and Specialization (Shift-Share Esteban Marquillas Model Approach) and Analysis of Its Accessibility in Banyumas Regency
This study aimed (1) to identify the competitive advantage, specialization and effect of sectors allocation in Banyumas Regency in 2010-2015; (2) to identify region with the most advantageous position in terms of accessibility level. The result indicated that (1) competitive and specialized sectors in Banyumas Regency were mining and excavation sector, procurement of electricity and gas sector, construction sector, big scale trade and retail, car and motorcycle repair, transportation and warehousing sector, provision of accomodation and food and beverage sector, information and communication sector, financial and insurance services sector, real estate sector, corporate service sector, government administration sector, defense and compulsory social security, education service sector, health service and social activities sector, and other service sectors. (2) In terms of accessibility, Banyumas Regency had the second advantageous position after Purbalingga Regency when compared to regencies in Karesidenan Barlingmascakeb. Based on the accessibility of each sub-district in Banyumas Regency, the sub-district with the most advantageous position to interact with the sub-districts in Banyumas Regency was Tambak sub-district. This can be seen from the lowest CQ value of Tambak sub-district.Keywords: Shift-Share Esteban Marquillas, Accessibility, Connectivity Quotient
Analisis Pengaruh Citra Merek dan Promosi Terhadap Keputusan Minat Beli Konsumen (Studi Kasus : Mie Gacoan Magelang)
Persaingan yang begitu ketat antar pengusaha terutama di sektor kuliner, mengharuskan perusahaan dituntut untuk tetap bisa bertahan dan dapat terus berkembang. Sangat sulit bagi suatu perusahaan untuk mempertahankan pelanggan yang sudah ada dan menarik atau mencari pelanggan baru tanpa adanya bantuan dari citra merek yang positif dan kuat. Selain memiliki citra merek yang baik untuk menarik minat beli konsumen, strategi pemasaran lain yang memiliki peran penting dalam menarik minat beli konsumen yaitu promosi. Objek penelitian ini adalah Mie Gacoan terkhususnya cabang Magelang. Mie Gacoan merupakan salah satu restoran mie pedas yang sudah banyak dikenal luas oleh masyarakat dan memiliki banyak sekali cabang di hampir seluruh pulau Jawa dan Bali. Mie Gacoan ini diminati oleh semua kalangan, terutama dikalangan muda. Hal itu dikarenakan mie yang diproduksi memiliki cita rasa yang khas dan pedas sehingga anak-anak muda tertarik untuk mencoba dan mengkonsumsinya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Di dalam penelitian ini yang menjadi populasi yang peneliti gunakan adalah mahasiswa Universitas Tidar dengan jumlah 9.577 mahasiswa aktif. Sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 99 mahasiswa Universitas Tidar dari angkatan 2018 dan 2019 yang pernah mengkonsumsi Mie Gacoan serta bersedia untuk mengisi kuisioner yang telah disediakan oleh peneliti. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa citra merek dan promosi dapat mempengaruhi minat beli para konsumen pada Mie Gacoan cabang Magelang
SUSTAINABLE AGRITOURISM DEVELOPMENT STRATEGIES IN MAGELANG REGENCY: A SWOT ANALYTICAL PERSPECTIVE
This study examines strategies for developing agritourism in Magelang Regency, Indonesia, as a driver of sustainable rural economic transformation. Agritourism integrates agricultural potential, cultural heritage, and tourism demand to enhance household income, community empowerment, and regional competitiveness. The research aims to formulate strategic directions to improve competitiveness and local economic benefits amid weak branding, uneven facilities, and seasonal dependency. Using descriptive and quantitative methods, the study applied SWOT and Internal-External (IE) Matrix analyses that integrate socio-economic, environmental, and technical dimensions. Data were collected from 100 tourists and 18 stakeholders, including agrotourism managers and SMEs. The results show that Magelang agritourism is positioned in Cell V of the IE Matrix, indicating a growth and build strategy. The dominant S-O strategy emphasizes digital promotion, attraction optimization, product diversification, and branding improvement. Empirical findings confirm that agrotourism generates multiplier effects through income growth, employment, SME competitiveness, and environmental conservation. The study contributes a holistic analytical framework and provides policy implications for sustainable and competitive agritourism development
HARGA, PROMOSI, KREDIBILITAS, KUALITAS WEBSITE, DAN KEMUDAHAN PENGGUNAAN TERHADAP MINAT BELI MAKANAN MENGGUNAKAN JASA GRABFOOD
ABSTRAKThe rapid development of technology is able to influence the market with the use of digital applications, such as GrabFood. The purpose of this study is to analyze the factors that influence the dependent variable, namely the interest in buying food for GrabFood service users in the community. Factors that are independent variables include price factors, promotion factors, restaurant credibility factors and ease of use. The population of this research is 89 teenagers who live in Larangan Village. The sampling technique used was purposive sampling totaling 73 respondents with the criteria of respondents who were users of the GrabFood by Grab application, had ordered food on the application, and were willing to be respondents to the questionnaire distributed by researchers. This research is a qualitative research through observation, interviews and literature study using factor analysis method. Based on the results of the research, it is known that the most dominant factor influencing the interest in buying food via GrabFood in the Larangan Village community is the price factor and the restaurant credibility factor with a percentage of 77.5% being the most dominant factor.Keywords: Price, Promotion, Kredibility, Website Quality, Buying Interest Perkembangan teknologi yang sangat cepat mampu mempengaruhi pasar dengan penggunaan aplikasi digital, seperti GrabFood. Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan analisis faktor-faktor yang mempengaruhi variabel dependen yaitu minat beli makanan pada pengguna jasa GrabFood di kalangan masyarakat. Faktor-faktor yang merupakan variabel independen meliputi faktor harga, faktor promosi, faktor kredibilitas restoran dan kemudahan penggunaan. Populasi dari penelitian ini merupakan 89 remaja yang tinggal di Desa Larangan. Teknik pengambilan sample yang digunakan adalah purposive sampling berjumlah 73 responden dengan kriteria responden yang merupakan penggguna aplikasi GrabFood by Grab, sudah pernah memesan makanan pada aplikasi tersebut, dan bersedia menjadi responden kuisioner yang disebar oleh peneliti. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif melalui observasi, wawancara dan studi pustaka dengan menggunakan metode analisis faktor. Berdasarkan perolehan hasil penelitian diketahui bahwa faktor yang paling dominan mempengaruhi minat beli makanan via GrabFood pada masyarakat Desa Larangan adalah faktor harga dan faktor kredibilitas restoran dengan presentase 77,5% merupakan faktor yang paling dominan.Kata Kunci : Harga, Promosi, Kredibilitas, Kualitas Website, Minat Beli
Determinasi Kinerja Tenaga Penjual Studi Kasus pada SPBU Majapahit Sendangguwo - Sendangguwo 44.501.15
SPBU Majapahit Sendangguwo 44.501.15 merupakan salah satu USAha dagang yang berorientasi kepada pelanggan,walaupun terjadi penurunan jumlah penjualan di SPBU Majapahit Sendangguwo sejak tahun 2005 hingga pertengahan tahun 2008. Responden dalam penelitian ini adalah karyawan SPBU Majapahit Sendangguwo yang berjumlah 32 orang. Data diperoleh melalui data primer dengan cara membagikan kuesioner untuk ditanggapi dan dengan data sekunder melalui beberapa data yang diperoleh dari SPBU Majapahit Sendang-guwo.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh orientasi pelanggan serta kepuasan kerja terhadap kinerja penjualan pada SPBU Majapahit Sendangguwo. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian regresi berganda menunjukan bahwa (a) orientasi pelanggan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja penjualan, (b) kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja penjualan.
Analisis Penggunaan Digital Marketing Sebagai Upaya Pemulihan Pariwisata Di Era New Normal (Studi Kasus Pada Taman Kyai Langgeng Magelang)
Digital marketing di era saat ini menjadi sangat penting terutama dalam memasarkan suatu produk kususnya pariwisata. Penelitisn ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan digital marketing yang dilakukan oleh Taman Kyai Langgeng dan untuk mendeskripsikan digital marketing yang diterapkan dapat menarik minat wisatawan atau tidak di era new normal ini. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan model AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan pencarian perhitungan mean (rata-rata), presentase, dan modus atau respon yang sering muncul dalam hasil kuesioner. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu berasal dari observasi, penyebaran kuesioner, dan studi pustaka sedangkan pengukuran penelitian dilakukan menggunakan skala likert. Hasil penelitian dan pembahasan menggunakan model AISAS tersebut menunjukkan bahwa penggunaan digital marketing Taman Kyai Langgeng kurang maksimal. Penerapan digital marketing yang kurang maksimal tersebut tentu berdampak pada minat wisatawan dalam mengunjungi Taman Kyai Langgeng dan pemulihan pariwisata di era new normal ini belum tercapai karena kurangnya minat wisatawan dalam mengunjungi Taman Kyai Langgeng
Analisis Harga, Kepercayaan, Keamanan, Dan Persepsi Resiko Dalam Keputusan Pembelian Konsumen Pada Online Shop
Adanya kemajuan teknologi khususnya pada penggunaan internet, menjadikan berbelanja secara online semakin marak di Indonesia. Kebanyakan orang memilih berbelanja secara online dikarenakan pengaruh berbagai faktor yang ada. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melakukan analsis faktor-faktor dalam keputusan pembelianpada online shop Tokopedia, faktor-faktor tersebut yaitu faktor harga, faktor kepercayaan, faktor keamanan, dan faktor persepsi resiko. Populasi pada penelitian ini adalah masyarakat Kota Magelang yang berjumlah 121.610 orang. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling dengan kriteria responden yang telah melakukan transaksi pembelian di online shop Tokopedia, sehingga diperoleh sampel sebanyak 94 sampel. Jenis penelitian ini merupakan kualitatif dengan analisis deskriptif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner serta studi pustaka. Hasil penelitian menghasilkan yaitu faktor harga mendapatkan jumlah rata-rata indikator 97,2%, faktor kepercayaan dengan jumlah rata-rata indikator 92,63%, faktor keamanan dengan jumlah rata-rata indikator 89,83%, dan faktor persepsi resiko dengan jumlah rata-rata indikator 90,53% dapat menarik keputusan pembelian pada online shop Tokopedia.
Keywords:
Harga, Kepercayaan, Keamanan, Persepsi Resiko, Keputusan Pembelia
Penerapan Analisis SWOT Dalam Menentukan Strategi Pemasaran Honda Scoopy di PT. Tunasjaya Motor Magelang
PT Tunasjaya Motor Magelang merupakan dealer resmi sepeda motor merek honda dengan penjualan tertinggi dipegang oleh segmen sepeda motor matic. Salah satunya adalah Honda Scoopy namun dibandingkan penjualan honda beat masih terbilang rendah walaupun pangsa pasar kedua motor tersebut hampir sama. Maka diperlukan strategi pemasaran untuk meningkatkan pangsa pasarnya dengan memaksimalkan kekuatan dan peluang yang dimiliki Honda Scoopy serta meminimalkan kelemahan dan ancaman. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan bantuan metode analisis SWOT, yang bertujuan untuk menentukan strategi pemasaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan penjualan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai total matriks ifas adalah 3,40 sedangkan nilai total matriks EFAS adalah 2,65. Dari strategi swot matrix yang dapat diterapkan untuk meningkatkan volume pemasaran dan penjualan honda scoopy dengan SO adalah dengan memperkenalkan keunggulan shoopy serta menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan. Selain itu, strategi WT adalah memperbaiki tampilan fasilitas pemasaran media sosial dan meningkatkan kualitas layanan. Keywords: Strategi pemasaran; honda scoopy; Analisis SWOT; PT Tunasjaya Magelan
PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DENGAN HARGA SEBAGAI VARIABEL MODERASI
AbstractThe food business has promising and timeless prospects. One of the food products that has gone viral lately is Mie Gacoan. In doing business, business actors must be able to create new innovations to attract buyers to make purchasing decisions. This article has a purpose, namely to analyze the relationship between the influence of how good the quality is on the product and how doing a promotion can affect the buyer's decision with the price used as a moderating variable. Quantitative will be used in this case by collecting data with simple random sampling, then linear regression in the SPSS application is used for analysis. From the analysis carried out, the results obtained that describe the simultaneous variables contained in product quality, product promotion and of course on prices that affect buyer decisions. Partially, the variables of product quality and product quality moderated by price have a significant effect, while promotions, prices and promotions moderated by price have no influence on purchasing decisions.AbstrakBisnis makanan memiliki prospek yang menjanjikan dan tidak lekang oleh waktu. Salah satu produk makanan yang viral belakangan ini adalah Mie Gacoan. Dalam berbisnis pelaku usaha harus dapat menciptakan inovasi baru agar menarik pembeli untuk melakukan keputusan pembelian. Artikel ini memiliki tujuan yaitu untuk menganalisis keterkaitan pengaruh dari seberapa bagus kualitas pada produk serta bagaimana melakukan sebuah promosi dapat berpengaruh terhadap keputusan pembeli dengan harga yang digunakan sebagai variabel moderasi. Kuantitatif akan digunakan dalam hal ini dengan data pengumpul dengan simple random sampling yang selanjutnya regresi linier pada aplikasi SPSS digunakan untuk analsisi. Dari analisis yang dilakukan didapatkan hasil yang menggambarkan simultan variabel yang terdapat pada kualitas produk, promosi produk dan tentunya pada harga yang berpengaruh pada keputusan pembeli. Secara parsial variabel kualitas produk dan kualitas produk yang dimoderasi oleh harga berpengaruh signifikan, sedangkan promosi, harga dan promosi yang dimoderasi oleh harga tidak memiliki hubungan pengaruh pada keputusan dalam pembelian
