34 research outputs found

    PENGARUH KEAKTIFAN MENGIKUTI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KEPRAMUKAAN TERHADAP KEMAMPUAN KERJASAMA SISWA KELAS VIII DI MTs MIFTAHUL ULUM GONDANG

    No full text
    Ulil Absor, 2019. Pengaruh Keaktifan Mengikuti Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka Terhadap Kemampuan Kerjasama Siswa. Skripsi. Pendidikan Agama Islam. Fakultas Agama Islam. Pembimbing 1 : Dr. Drs. M. Amir Sholehuddin, M.Pd.I Pembimbing 2 : M. Ali Rohmad, M.Pd.I Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keaktifan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan terhadap kemampuan kerjasama pada siswa kelas VIII MTs Miftahul Ulum Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto. Kemampuan kerjasama merupakan hal yang penting bagi siswa dan masa depannya, maka dari itu perlu diketahui hal-hal yang mempengaruhinya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif.. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII MTs Miftahul Ulum Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto yang berjumlah 36 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan skala. Instrumen dikembangkan dengan validitas konstruk dan isi yang disetujui oleh ahlinya. Teknik analisis data dilakukan dengan cara korelational. Hasil penelitian ini, menunjukkan hubungan yang signifikan atau positif antara keaktifan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan terhadap kemampuan kerjasama siawa dengan nilai sig 0,044 taraf signifikan 0,05 sehingga 0,044 > 0,05 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil dari korelasi sebesar 0,663 kalo dirujuk di pedoman nya berarti nilai nya terletak di 0,61 s/d 0,80 yang menunjukan tingkat hubungan Ektrakurikuler Pramuka dengan Kerjasama siswa hubungan yang tinggi. Jadi korelasi antara keaktifan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan terhadap kemampuan kerjasama Tinggi atau kuat

    Perancangan dan Pembuatan Kamus Teknik Digital dengan Output Suara Berbasis Mikrokontroller AT89S8252.

    No full text
    Umumnya sudah banyak kamus yang bereda r dimasyarakat saat ini, tetapi kamus yang beredar tidak disertai dengan cara pengucapannya tetapi hanya menampilkan tulisannya saja. Sehingga biasanya orang hanya membaca tulisannya saja, padahal belum tentu tulisan dengan cara pengucapannya itu sama. Untuk itu dibuatlah alat yang dapat menterjemahkan bahasa Indon esia – Inggris atau sebaliknya dengan keluaran suara. Alat ini dibuat de ngan menggunakan mikrokontroller AT89S8252 sebagai pemroses data, EEPROM sebagai penyimpan database, dan ISD sebagai penyimpan suara. Sehingga alat ini dapat mengeluarkan suara cara pengucapan dari kata yang dicari. Cara kerja rangkaian ini diawali dengan memasukkan data melalui keypad. Data tersebut kemudian diolah oleh Mikrokontroller yang kemudian disimpan dalam EEPROM. Data yang diambil dari card ekspansi EEPROM 8 kbyte dan ISD oleh mikrokontroller, kemudian ditampilkan dala m LCD dan speaker sebagai output data yang sebelumnya dikuatkan dulu dengan ra ngkaian penguat. Mic berfungsi untuk pemasukan input data berupa suara Apabila diinginkan penambahan database, kita dapat melakukan dengan cara menambah kapasitas memori melalui card ek spansi memori yang lebih besar sampai dengan 64 kbyt

    Implementasi pendidikan karakter dalam pelajaran aksara Jawa di SMK Peradaban Desa di Yogyakarta

    No full text
    INDONESIA: Penelitian ini difokuskan di SMK Peradaban Desa Yogyakarta, sebab sekolah ini memiliki tradisi aksara jawa yang menarik untuk dikaji. Ada tiga fokus utama dalam penelitian ini. Pertama adalah bagaimana manajemen pendidikan aksara jawa di SMK Peradaban Desa. Kedua, bagaimana proses pembentukan tradisi aksara jawa. Ketiga, bagaimana Implikasi dari tradisi aksara jawa pada karakter santri. Penelitian ini penting karena ingin melihat sejauh mana proses manajemen pendidikan dan tradisi aksara jawa yang ada di SMK Peradaban Desa sehingga mampu melahirkan santri-santri yang kreatif dan punya karya. Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan yang bersifat kualitatif yang berlandaskan pada filsafat positifisme, mengungkap secara detail tentang manajemen pendidikan aksara jawa dan pembentukan tradisi aksara jawa yang berlangsung di Sekolah. Objek riset dalam penelitian ini adalah bagaimana manajemen pendidikan aksara jawa di SMK Peradaban Desa. Subjeknya adalah siswa-siswi SMK Peradaban Desa Yogtakarta. Untuk menjawab persoalan ini data dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi difokuskan pada manajemen pendidikan aksara jawa yang ada di SMK Peradaban Desa. Wawancara difokuskan pada pembentukan tradisi aksara jawa di Sekolah serta implikasinya terhadap karakter santri dan dokumentasinya adalah bukti beberapa karya-karya santri dan pengasuh yang telah tersebar luas di beberapa penerbit dan media di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Implementasi pendidikan karakter dalam pelajaran Aksara Jawa di SMK Peradaban Desa dilakukan dengan beberapa tahap yaitu, Pertama, perencanaan. Dalam perencanaan langkah yang dilakukan SMK Peradaban Desa di Yogyakarta ini meliputi beberapa hal yaitu; analisis lingkungan internal dan eksternal, menentukan tujuan, merumuskan rencana kegiatan, menyusun indikator capaian, merumuskan strategi serta menentukan sumber daya manusia dan finansial dan sarana prasarana yang dibutuhkan untuk implementasi program. Kedua, pengorganisasian dalam tahap pengorganisasian ini Kepala SMK Peradaban Desa Yogyakarta membentuk sebuah TIM aksara jawa secara kultural. Kepala sekolah SMK Peradaban Desa membentuk tim pendamping kelas aksara jawa yaitu beranggotakan santri-santri Pesantren Kreatif Baitul Kilmah senior yang sudah menjadi alumni. Ketiga, penggerakan, dalam tahap penggerakan ini kepala SMK Peradaban Desa Yogyakarta bertindak sebagai seorang manager dengan melakukan beberapa usaha untuk menggerakkan santri-santrinya seperti sosialisasi terkait dengan pembentukan aksara jawa santri. Keempat, pengawasan, dalam tahap pengawasan kegiatan aksara jawa di SMK Peradaban Desa di Yogyakarta mempertimbangkan dua unsur penting yaitu monitoring dan evaluasi.(2) Upaya pembentukan aksara jawa dilakukan dengan beberapa hal dengan tujuan dapat membentuk dan mencetak santri yang produktif dan kreatif diantaranya adalah dengan penanaman spirit secara kultural dan pembiasaan di lingkungan sekolah. Apabila disekemakan maka terdapat dua pilar utama dalam rangka pembentukan tradisi aksara jawa di SMK Peradaban Desa, yaitu Figur Kepala Sekolah sebagai suri tauladan dan Kegiatan-kegiatan yang telah berjalan secara rutin di sekolah dan peran santri alumni yang menjadi motor penggerak. (3) Implikasi dari Tradisi Aksara jawa pada pembentukan karakter santri terbukti oleh beberapa hal yaitu meningkatnya pencapaian karya dan meneruskan tradisi budaya nusantara, baik dalam penerapan membaca, menulis dan membuat dekorasi. ENGLISH: The Research is focused on Islamic Boarding Schools Creative SMK Peradaban Desa Yogyakarta, because the boarding has a tradition of literacy that are interesting to study. There are three main focus in this study. The first is how management education literacy in SMK Peradaban Desa. The second, how the process of theformation of tradition of literacy. The third, how do the implications of the tradition literacyon the character of the students. This studis important because want to se the extent to which the process of management education and the tradition of literacy that exist in islamic boarding schools creative SMK Peradaban Desa so it is able produce students who are creative and have the work. This study includes the type of field research is qualitative which is based on the philosopy positifisme, uncovver in dtail about the management of literacy education and the establishment of a tradition of literacy that take a place in islamic boarding schools. The object of research in this study is how the education management of literacy in schools creative SMK Peradaban Desa. The subject is a caragiver of islamic boarding school, theacher or tutor, as well as an students of the islamic boarding school creative SMK Peradaban Desa Yogyakarta. To answer this question data were collected by observation, interview and documentation. Observation focused on the management of literacy education in SMK Peradaban Desa. The interview focused on the formation of the tradition of literacy in schools and its implication for the character of the student and its documentation is the evidence ofsome of the work of student and caregives which has been widespread in some publisher and media in Indonesia. The results showed that (1) The education management of literacy in Islamic boarding schools creative SMK Peradaban Desa done in several stages, First, the planning in the planning step made in Islamic boarding school creative SMK Peradaban Desa Yogyakarta this includes some of the things that: The analysis of the internal and external environment determine goals, formulate a plan of activities, compiling performance indicators, formulate a strategy and determinethe financial and hman resourcesand infrastructure. Needed for the implementation of the program. Second, organizing in the stage of organizing this school caretakers creative SMK Peradaban Desa Yogyakarta formed a Team of literacy culture. Caregivers of Islamic Boarding School SMK Peradaban Desa forming a team of facilitators literacy classes that consisted the students of senior Alumnus. Third, the mobilitation in the stage of mobilitation of this school caretakers creative SMK Peradaban Desa Yogyakarta acts as a manager by doing some effort to move the students such as socialitation associated with the formotion of the literacy students. Fourth, the supervision in the stage of supervision of literacy activities in schools creative SMK Peradaban Desa Yogyakarta consider two important elements. Namely monitoring and evaluation.(2) Efforts for the establishment of literacy carried out with some of the things with the purpose of can form and produce students who are productive and creative that is by planting the spirit of culturally and habituation in a boarding school envirement. If in default, then there are two main pinars in the frame work of the formation of the tradition of literacy in the Islamic boarding school of creative SMK Peradaban Desa. That is the figure of the nanny as a role model and the activities that have veen run on regular basis in schools. (3) The implications of the tradition of literacy in the formation of character of students is proven by some of the things that is increasing the achievement of writing works. Either article or books printed by some of the media and major publishers

    Penanggulangan Perburuhan Anak Melalui Pesantren: Model, Potensi dan Peluang

    No full text
    Penghapusan perburuhan anak membutuhkan partisipasi dari semua pemangku kepentingan (stakeholder). Pesantren sebagai lembaga dakwah, pendidikan dan sosial adalah salah satu stakeholder pekerja anak yang dapat berperan strategis dalam penghapusan perburuhan anak di indonesia. Sebagai lembaga dakwah, pesantren mempunyai potensi yang sangat besar dalam upaya-upaya penyadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan anak dan bahayanya mempekerjakan anak. Pendekatan ini sangat strategis dan relevan mengingat salah satu faktor utama munculnya perburuhan anak adalah faktor budaya dan kurangnya kesadaran orang tua dan masyarakat tentang bahayanya perburuhan anak. Sebagai lembaga pendidikan, pesantren dapat memberikan layanan pendidikan baik untuk mencegah maupun menarik pekerja anak dari dunia kerjanya. Pembelajaran utama dari program-program penghapusan perburuhan anak di dunia menunjukkan bahwasanya strategi yang paling efektif untuk menghapuskan perburuhan anak adalah melalui pendidikan. Pesantren yang tersebar sampai pelosok-pelosok kantong pekerja anak menjadikan pesantren sangat strategis dalam penghapusan perburuhan anak. Disamping itu sebagai lembaga sosial, pesantren dapat berperan dalam program-program pemberdayaan masyarakat mengingat faktor utama penmyebab perburuhan anak adalah karena faktor kemiskinan

    PENANGANAN ANAK DALAM MASA TANGGAP DARURAT BENCANA ALAM: TINJAUAN KONVENSI HAK ANAK DAN UNDANG-UNDANG PERLINDUNGAN ANAK

    No full text
    Kajian tentang penanganan anak dalam masa tanggap darurat sangat jarang dilakukan. Kajian ini akan mencoba mengkaji salah satu pendekatan dalam memberikan layanan kepada anak-anak yang menjadi korban bencana alam yaitu pendekatan berbasis hak. Kajian ini akan memberikan landasan konseptual dan teoritis dalam merancang dan melaksanakan program penanganan anak. Pendekatan ini menekankan pada upaya pemenuhan hak anak melalui partisipasi dari semua pemangku kepentingan baik dari unsur pemerintah maupn non-pemerintah seperti lembaga swadaya masyarakat, perusahaan dan masyrakat.Pendekatan berbasis hak mengacu pada Konvensi PBB tentang Hak Anak dan Undang-Undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Berdasarkan dua perundang-undangan tersebut ada lima kluster atau kelompok hak anak yang harus dipenuhi dalam masa tanggap darurat yaitu Hak sipil dan kemerdekaan, Lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, Kesehatan dan kesejahteraan dasar, Pendidikan, waktu luang dan kegiatan budaya dan Perlindungan khusu

    Anisotropic Rashba splitting dominated by out-of-plane spin polarization in two-dimensional Janus XA2YXA_{2}Y (AA= Si, Sn, Ge; X,YX,Y= Sb, Bi) with surface imperfection

    No full text
    The anisotropic Rashba effect allows for the manipulation of electron spins in a more precise and tunable manner since the magnitude of the Rashba splitting and orientation of the spin textures can be simply controlled by tuning the direction of the externally applied electric field. Herein, we predict the emergence of the anisotropic Rashba effect in the two-dimensional (2D) Janus XA2YXA_{2}Y constructed from the group IV (AA= Si, Sn, Ge) and group V (X,YX,Y = Sb, Bi) elements having trigonal prismatic structures but lacking in-plane mirror symmetry. Due to the lowering point group symmetry of the crystal, the Rashba spin splitting is enforced to becomes anisotropic around certain high symmetry points in the Brillouin zone and preserves the out-of-plane spin textures. We illustrate this behavior using density functional theory calculations supplemented with kp\vec{k}\cdot\vec{p} analysis on the Janus SbSi2_{2}Bi monolayer as a representative example. Specifically, we observed large and anisotropic Rashba splitting with prominence contribution of the out-of-plane spin textures in the conduction band minimum around the MM point and valence band maximum around the Γ\Gamma point. More importantly, the anisotropic spin splitting and out-of-plane spin polarization are sensitively affected by surface imperfections, depending on the concentration and configuration of the XX and YY elements in the 2D Janus XA2YXA_{2}Y surface. Our study offer the possibility to realize the present systems for spintronics applications.Comment: 5 Figures, accepted in Physical Review Material

    OTORITAS KEILMUAN GUS IZZA SADEWA DAN MEDIA BARU (PUTRA KH. IMRON JAMIL JOMBANG)

    No full text
    The study aims to uncovered the facts behind the scientific authority that was showed by Gus Izza Sadewa (the son of KH. Imron Jamil Jombang), who was only 15 years old and was able to present a scientific identity and sufism practices that was very beneficial. The author focuses on YouTube's new media as a shaping of scientific authority in the cyberculture world. The author analyzes the content analysis of some YouTube videos about Gus Izza. The content provided is manifested in aspects of contextual sufism. According to Heidi A. Campbell, there are 4 things that influence a religion or a text ideology, namely hierarchy (value), structure, ideology, and text. The results obtained from several segments of the hierarchy or values formed in the self of Gus Izza, he has Sufism and mature scientific authority, which can be proven by giving explanations about monotheism, the most important in looking for mursyhd-teachers, faith, actualizing worship that applied in daily life. All of those have the main orientation in the virtue ethics (akhlaq al-karimah)

    Mekanisme Pembiayaan Produk Gadai Emas Pada PT. Bank Syariah Indonesia KC Purworejo

    No full text
    The development of the sharia financial system is marked by the establishment of various sharia institutions and the issuance of various sharia-based financial instruments. Bank Syariah Indonesia is a financial institution that mediates the needs of the community through the various products and services it has. Bank Syariah Indonesia is one of the banks that has a gold pawn product which is considered successful because it continues to increase every year. The product owned by Bank Syariah Indonesia KCP Purworejo is a pawn financing product (gold rahn) which is financing for productive and consumptive needs provided to all groups who need funds with gold as the margin. This research aims to determine the mechanism of gold pawning products at Bank Syariah Indonesia and the constraints and barriers faced by banks in financing gold pawning at BSI. This research uses a qualitative research method, in which the researcher will describe or describe the mechanism of gold pawning products at Bank Syariah Indonesia KCP Purworejo. Based on the research results, it was found that the gold pawn product mechanism at Bank Syariah Indonesia has implemented a service system that is easy, fast, cheap and safe and is in accordance with the DSN MUI Fatwa No.25/DSN-MUI/III/2002 dated 26 June 2002 concerning rahn which explains the provisions of pawning practices in accordance with Islamic law. One of them is "the amount of maintenance and storage costs for marhun should not be determined based on the loan amount". Apart from that, it is very easy to apply with the requirements for gold, KTP and NPWP if the financing is above IDR 50,000,000. In inputting customer data, Sharia Bank processes via the PWG Monitoring application to facilitate the disbursement process without having to directly review the customer's whereabouts because the guarantee is already in the hands of BSI. Then, the obstacles and constraints faced in financing gold pawning at BSI KCP Purworejo are in terms of the reach of promoting gold pawning products, from the customer's economic perspective, and also in terms of forgetting payment due dates

    TRADISI RESEPSI AL-QUR’AN DI MASYARAKAT GEMAWANG SINDUADI MLATI YOGYAKARTA (Kajian Living Qur'an)

    No full text
    Islam springing of the Qur'an is understood as an ideology that gives birth to behavior in the social tradition of society. Likewise the meaning of giving birth exegesis (social interpretation). understanding and meaning of the Qur'an is called "Living Qur'an". The study of the living of the Qur'an, the author examines the tradition of the Al-Qur'an reception in the community of Gemawang Sinduadi Mlati Sleman Yogyakarta. There are 3 traditional traditions of the Al-Qur'an reception, namely the tradition of exegesis receptions, aesthetic receptions and functional receptions. The typology of the study was used to observe the Qur'anic reception tradition in Gemawang Sinduadi Mlati hamlet, Sleman, Yogyakarta. What needs to be revealed from this research is about the motivation and purpose of each Qur'anic reception which is used as the basis for understanding and interpreting daily life. This research is qualitative, in the form of library studies and field studies at the same time. The author uses phenomenological analysis and content. The results obtained there are 2, namely the outer structure surface structure indicates that the community is a society that is calm in its heart and behavior (religious behavior). While the Deep Structure element or structure in the indication is a message of close relations between fellow humans who do not see race, ethnicity, religion or ethnicity. Islam yang bersumber dari al-Qur’an dipahami sebagai ideologi melahirkan perilaku dalam tradisi sosial masyarakat. Begitu pula pemaknaanya melahirkan exegesis (tafsir sosial). pemahaman dan pemaknaan al-Qur’an disebut “Living Qur’anâ€. Studi living Qur’an ini, penulis meneliti tradisi resepsi al-Qur’an pada masyarakat Gemawang Sinduadi Mlati Sleman Yogyakarta. Ada 3 model tradisi resepsi al-Qur’an, yakni tradisi resepsi exegesis, resepsi estetis dan resepsi fungsional. Tipologi kajian tersebut digunakan untuk meneropong tradisi resepsi al-Qur’an di dusun Gemawang Sinduadi Mlati Sleman Yogyakarta. Yang perlu diungkap dari penelitian ini adalah mengenai motivasi dan tujuan dari setiap resepsi al-Qur’an yang dijadikan landasan dalam memahami dan memaknai dalam kehidupan sehari hari. Penelitian ini yakni kualitatif, berupa studi kepustakaan dan studi lapangan sekaligus. Penulis menggunakan analisis fenomenologis dan isi. Hasil yang diperoleh ada 2 yaitu surface structure struktur luar ini mengindikasikan bahwa masyarakat merupakan masyarakat yang tenang hatinya dan perilakunya (religius behaviour). Sedangkan unsur Deep Structure atau struktur dalam mengindikasinya adanya pesan hubungan yang erat antar sesama manusia yang tidak melihat ras, suku, agama atau etnis

    ETIKA ILMIAH ISLAM SEBAGAI WUJUD TOLERANSI (Analisis Pemikiran Taha Jabir al-Alwani dalam Kitab Adab al-Ikhtilafi fi al Islami)

    No full text
    The rise of change and the behavior of society today change the distortion or differences in factors, news, and issues those are freely scattered in the mass media are no longer heard by the Indonesian people, so it becomes the people's consumption that is swallowed raw so that it starts to fix it. When people take news and information about and direct then many questions arise, it is appropriate, but the problem is all the news that comes from the mass media used to criticize and disbelieve others, this causes a variety of differences that result in the decline of humans to be able to support each other and make a difference as a mercy for all nature. All kinds of actions that cause conflict and friction between human beings are triggered by negative ideological reasoning that challenges its truth. Because reason and ideology that are formed do not show a more wise view and behavior in responding to differences. Therefore, the author wants to discuss more deeply about ethical knowledge and scientific knowledge of scientific ethics capable of realizing a tolerant attitude and understanding perspective. Of course, this author uses the Content Analysis method as the main reference in examining the views of Taha Jabir al-Alwani about attitudes and actions relating to science using interpretive-descriptive methods. Then the results obtained from scientific ethics are resolved (1). Self-awareness consists of magical, naive, critical, and transformative awareness,(2). Social awareness consists of mutual support, compilation, understanding, (3). Revolution awareness and (4). Divine Awareness is a difficult challenge to avoid because of hostility, strife, strife, termination of akin relations which is opposed by Allah
    corecore