129,847 research outputs found
PEMIKIRAN H. ABDULLAH AHMAD TENTANG PENDIDIKAN DASAR ISLAM
This research aims to develop a series of studies on H. Abdullah Ahmad's thoughts on Islamic basic education. The author brings back the thoughts of these figures, because he is a figure who has a major contribution to the modernization of Islamic basic education, especially in West Sumatra but not too many know about it. With hope, the conception of basic Islamic education offered by this figure is able to inspire elements of education implementers.
The focus of the problem in this study are (1) H. Abdullah Ahmad's thoughts on Islamic basic education seen from the aspects of curriculum, methods, and learning media, (2) Implementation of H. Abdullah Ahmad's thoughts on Adabiah's Islamic basic education in Padang today.
This study uses descriptive analytical qualitative research with the type of library research. The subjects in this study are books relating to H. Abdullah Ahmad's thoughts on Islamic basic education and field research as supporting data.
The results of this study indicate that (1) H. Abdullah Ahmad's thoughts about Islamic basic education are seen from various aspects, namely: curriculum aspects, method aspects, media aspects. He applied the three aspects by creating a school called 'Adabiah School'. (2) The implementation of H. Abdullah Ahmad's thoughts on Adabiah Islamic basic education in Padang at the present time there are still some that are applied but are more varied than in the early days of the establishment of
Adabiah schools both in terms of curriculum, methods and learning media. It aims to improve the quality of Adabiah schools in the future
Konsep Dakwah K. H Abdullah Gymnastiar
Dakwah pada dasarnya merupakan seruan untuk berbuat baik. Dalam hal ini dakwah tidak berarti berusaha menghilangkan perbedaan pemahaman keagamaan, tetapi lebih pada upaya penyadaran untuk ikhlas membangun kualitas masing- masing.
Dalam konteks inilah kehadiran K. H Abdullah Gymnastiar menjadi bagian dalam perkembangan dakwah melalui tausiyah penyejuk hati yang disampaikan kepada para jamaahnya. Ia berkeinginan menebarkan nilai- nilai agung dan universal di dalam Islam kepada seluruh umat. Dengan berbagai pengemasan pesan- pesan yang bervariatif melalui konsep Manajemen Qalbu yang dikembangkannya.
Konsep Manajemen Qalbu merupakan sebuah konsep yang mengajak orang lain untuk mampu menselaraskan olah pikir, olah hati, dan olah tindakan ( dzikir). Intinya adalah memenej dan memelihara kebeningan hati dengan cara mengenal Allah lebih mendalam ( dengan amalan dan dzikir ), untuk kemudian mengisinya dengan nilai- nilai ruhani islam.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep dakwah K. H Abdullah Gymnastiar. Yaitu untuk mengetahui hakikat Manajemen Qalbu, untuk mengetahui penyampaian pesan- pesan dakwah melalui konsep Manajemen Qalbu dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan Manajemen Qalbu.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan menggambarkan keadaan yang sebenarnya melalui pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, kepustakaan dan studi dokumentasi, yang menitik beratkan pada gambaran mengenai Konsep Dakwah K. H Abdullah Gymnastiar.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Konsep Dakwah K. H Abdullah Gymnastiar adalah sebuah format dakwah dengan cara ceramah monolog dan dialog interaktif. Meliputi metode, media dan materi dengan tema- tema disesuaikan dengan pemasalahan masyarakat yang sedang dihadapi saat ini, tetapi tetap menitik beratkan pada keadaan hati. Sehingga kegiatan dakwah K. H Abdullah Gymnastiar tetap eksis dengan nuansa Islam dan dapat diterima oleh masyarakat
Syekh Abdullah Ahmad Figure of Renewal Islamic Education
This research aims to find out what Abdullah Ahmad's idea of renewing Islamic education was. The type of research used is qualitative research with a historical approach. This research data was taken from the Google Scholar database, the author used Google Scholar as the main source of information by analyzing documents related to the idea of renewing Islamic education by Abdullah Ahmad. The results of this research show that first, the curriculum according to H. Abdullah Ahmad is that there is no separation between general knowledge and religious knowledge, the two must be balanced, not separated. Second, effective learning methods according to H. Abdullah Ahmad, namely; (a) debating club method, (b) praise and punishment method, (c) play and recreation method. Third, the learning media offered by H. Abdullah Ahmad uses a system of using tables, chairs and whiteboards in the learning process. Fourth, Media, the use of print media as a learning medium according to H. Abdullah Ahmad is also necessary so that the educational message reaches the learning objectives. Fifth, Education Cost Budget. With the change to HIS, Adabiyah succeeded in getting subsidies from the Dutch colonial government
Bursa'da Bosnalı bir melami Abdullah Bosnevi hayatı, eserleri ve bir kasidesi
Bursalı Hasan Kabâdûz’dan seyr ü sülûkunu tamamlayan Abdullah b. Muhammed, Hilafet merkezinde “Bosnevî”, “Şârihu’l-Fusûs” , “Abdî Efendi” , memleketi Rumelide “Gâibî” lakaplarıyla meşhûr olmuştur. 17. yüzyıl Osmanlı dünyasının önemli mutasavvıf ve şâirlerinden 5 biri olan Bosnevî, H.992 yılında Bosna’da doğmuştur. Ailesi ve sosyal durumuyla ilgili hiçbir bilgiye sahip olamadığımız Bosnevî, ilk tahsilini muhtemelen dönemin geleneksel müfredâtma uygun olarak memleketi Bosna’da tamamlamış daha sonra ilim ve kültür merkezi İstanbul’a gelmiştir. Bosnevî’nin İstanbul’a ne zaman geldiğini ve nasıl bir tahsil gördüğünü bilmiyoruz. Ancak ortaya koyduğu derin birikim ve geniş perspektiften hareket ederek bu dönemde felsefe, kelâm ve tasavvufi düşünce disiplinlerini hakkıyle tahsîl etmiş olduğu sonucuna ulaşabiliriz
H. AZWAR ABDULLAH DT. MANGIANG: BIOGRAFI PEJUANG DAN PELESTARI SEJARAH
Skripsi ini berjudul “H. Azwar Abdullah Dt. Mangiang: Biografi Pejuang dan Pelestari Sejarah”. Penelitian ini merupakan penulisan riwayat hidup Azwar Abdullah, seorang pejuang masa revolusi Indonesia di Sumatera Barat yang fokus kepada karir militernya sebagai pejuang hingga terlibat PRRI dan kegiatannya dalam dunia kesejarahan. Disamping itu, juga disinggung mengenai latar belakang keluarga, pendidikan dan situasi sosial politik di Sumatera Barat yang mempengaruhi tokoh tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah terdiri dari tahap mencari dan mengumpulkan sumber (heuristik), melakukan kritik (kritik sumber), penafsiran sumber (interpretasi), dan penulisan sejarah (historiografi). Pengumpulan sumber dilakukan dengan wawancara dengan keluarga Azwar Abdullah dan orang-orang di sekitarnya. Data dari hasil wawancara tersebut didukung oleh berita media cetak, dan sumber penelitian yang mengkaji tema yang serupa.
Penelitian ini menjelaskan bahwa Azwar Abdullah bukan hanya seorang pejuang namun juga sebagai seorang yang kritis. Selama menjadi prajurit Azwar terlibat berbagai peristiwa penting di Sumatera Barat mulai dari masa revolusi hingga pergolakan daerah (PRRI). Kegiatan menulis sejarah mulai dilakukan Azwar ditekuni Azwar setelah pensiun dari dunia politik. Azwar berani menentang konsensus di antara kebanyakan para pejuang yang menyatakan bahwa Kamaluddin “Tambiluak” merupakan pengkhianat yang menyebabkan Peristiwa Situjuh. Azwar menuliskan pendapatnya dengan mengandalkan dokumen-dokumen tertulis sebagai penguat. Peristiwa Situjuh merupakan salah satu dari sejumlah topik penulisan sejarah yang difokuskan oleh Azwar Abdullah. Tulisan-tulisan Azwar diakui oleh profesional dan khalayak umum terlihat dengan ikut berpartisipasinya Azwar dalam berbagai kegiatan kesejarahan khususnya sebagai pemakalah dalam seminar-seminar sejarah.
Kesimpulan yang dapat ditarik dari skripsi ini adalah Azwar Abdullah adalah seorang pejuang yang berani melawan arus. Hal ini dibuktikaan dengan tulisannya yang menyatakan bahwa Tambiluak bukan seorang pengkhianat seperti yang dituduhkan oleh banyak orang
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Pemikiran Tasawuf K. H. Raden Abdullah Bin Nuh Dan Relevansinya Dalam Konteks Kehidupan Era Modern
K. H. Raden Abdullah Bin Nuh was a charismatic cleric who also acted as a scholar, writer, linguist, journalist, educator, radio broadcaster, and trilingual dictionary writer. He promoted the philosophy of lifelong education, which includes formal and informal learning in various locations and times. This study aims to examine the concept of Sufism of K. H. Raden Abdullah Bin Nuh and its relevance in modern life. This study uses a Library Research approach to collect data from relevant books, journals and scientific articles. The analysis of K. H. Raden Abdullah Bin Nuh's Sufism thoughts was carried out using a philosophical method to understand the concept of Sufism as a whole and relate it to a broader context. This study found that K. H. Raden Abdullah bin Nuh taught Sufism by referring to the examples of the Prophet, his companions, and scholars such as Imam Syafi'i and Al-Ghazali. The Sufism he developed, along with Sufi Islamic psychology, aimed to help humanity face the challenges of life, and achieve balance between worldly life and the hereafter. Through dhikr, worship, and example based on the Koran and Sunnah, he teaches Sufism as a way to heal and protect individuals from various problems
Abdullah Movüd ile sözlü tarih görüşmesi
Bu görüşme, Genç Hayat Vakfı tarafından, Sokağımdan Tarih Yazıyorum başlığı altında gerçekleştirilmiştir. Görüşmeler, İstanbul'un, Beyoğlu, Fatih, Eyüp, Kağıthane, Şişli, Maltepe, Üsküdar, Tuzla, Beykoz ve Sarıyer ilçelerinde yaşayan ve bu ilçelerdeki ortaöğretim kurumlarında eğitim gören lise öğrencileri tarafından yapılmıştır. Bu proje kapsamında, Beyoğlu ilçesinde yapılan görüşmelerin sayısı 19'dur.1942 yılında İstanbul ilinin Beyoğlu ilçesine bağlı Gümüşsuyu semtinde doğan Abdullah Movüd, doğduğundan beri Taksim’de yaşamaktadır. Çocukluğu, Hacı Salih Lokantası’nın sahibi olan babasının dükkanında çalışarak geçer. Beyoğlu’nun değişimine tanıklık etmiş biri olarak çocukluğundaki İstanbul’u anlatır. İstiklal Caddesi’nde yürüyen insanların birbirlerine selam vermeden geçmediğini söyler. İstanbul’un Fatih, Eminönü, Sirkeci ve Üsküdar’dan ibaret olduğundan bahseder. Tophane’de kurulan Amerikan Pazarı’nda, gurbetçilerin, Türkiye’de bulunmayan ürün ve gıda malzemelerini sattığını ancak bu pazarın Bülent Ecevit zamanında kaldırıldığını söyler. Denize girmek için Florya’ya gittikleri dönemlerde denizin, kumları sayılacak kadar temiz olduğunu ifade eden Movüd, çocukluk döneminde yaygın olan hamam kültüründen de bahseder.Genç Hayat VakfıBatman, M., Doğan, H., Saluğ, D., Aras, F., Alpakut U..“Kabataş'ta denize baktığın zaman kumları sayabilirdin.”. Sokağımdan Tarih Yazıyorum. 01 Beyoğlu
PERAN K. H. ABDULLAH MARZUKI DALAM BIDANG KEAGAMAAN DI SURAKARTA JAWA TENGAH (TAHUN 1968-1990 M).
K. H. Abdullah Marzuki lebih dikenal sebagai pebisnis percetakan dan
penerbitan Tiga Serangkai setelah mundur dari pekerjaannya sebagai Pegawai
Negeri Sipil (PNS) guru sekolah dasar. Tahun 1979 M ia melembagakan kegiatan
pengajian keluarga besar menjadi lembaga majelis ta’lim yang bernama Majelis
Pengajian Islam yang saat itu belum dalam bentuk yayasan. Pelembagaan
kegiatan pengajian mendapat sambutan luas dari masyarakat, hal itu menunjukkan
bahwa MPI mengalami perkembangan yang cukup pesat serta besarnya keinginan
masyarakat Surakarta terhadap kegiatan majelis ta’lim. Oleh karena itu, peneliti
ingin mengetahui bagaimana peran dari K. H. Abdullah Marzuki dalam bidang
keagamaan di Surakarta.
Penelitian ini menggunakan pendekatan Biografi. Biografi adalah cara
mendekati suatu peristiwa dengan melihat catatan tentang hidup seorang tokoh
mulai dari lahir hingga wafat. Penelitian ini menggunakan teori peran yang
dikemukakan oleh Soerjono Soekanto. Menurut teori ini, peran adalah aspek
dinamis kedudukan (status), apabila seseorang menjalankan hak dan
kewajibannya sesuai dengan kedudukannya, maka ia menjalankan suatu peran.
Penggunaan teori ini dimaksudkan untuk mengetahui peran K. H. Abdullah
Marzuki dalam bidang keagamaan di Surakarta. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode sejarah yang meliputi empat langkah yaitu heuristik,
verifikasi, interpretasi, dan historiografi sehingga dapat membantu dalam
mengungkap peristiwa secara kronologis, sistematis, serta sesuai dengan fakta
sejarah.
Hasil dari penelitian ini memberikan informasi bahwa peran Abdullah
Marzuki dalam bidang keagamaan di Surakarta di awali ketika ia menjadi seorang
pendidik Sekolah Dasar di Wuryantoro, Wonogiri. Ia merasa prihatin dengan
banyaknya siswa kelas 6 SD yang tidak lulus ujian, hingga akhirnya ia
menggumpulkan semua naskah ujian dari tahun ke tahun dan di jadikan sebagai
diktat, dari situlah Abdullah Marzuki dapat mendirikan Penerbitan Tiga
Serangkai. Tahun 1968 ia pindah ke Surakarta dan melanjutkan bisnis Penerbitan
Tiga Serangkai di Surakarta, melalui Perusahaan Tiga Serangkai ide pembaharuan
pendidikan Islam muncul hingga ia mampu mengembangkan Majelis Pengajian
Islam Surakarta yang kemudian dilanjutkan dengan mendirikan Pondok Pesantren
Modern Islam Assalam yang sampai saat ini tetap hidup dan mengalami
perkembangan yang cukup pesat.
Kata kunci: Peran, Biografi, Surakart
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
