1,721,296 research outputs found

    Kiprah Abdul Muis dalam Sarekat Islam (SI) Tahun 1912-1927

    Full text link
    Abdul Muis merupakan tokoh Sarekat Islam, peran Abdul Muis dalam pergerakan nasional melalui SI merupakan salah satu hal yang menarik, karena ada beberapa gagasan yang dilahirkan oleh Abdul Muis yang pada selanjutnya menjadi berkembang dan penting dalam perjalanan sejarah indonesia. Abdul Muis dalam awal periode berkembangnya SI merupakan salah satu tokoh yang diperhitungkan. Menurut Suryanegara, ia dikatakan sebagai salah satu tokoh pembangkit gerakan kesadaran berpolitik nasional. Abdul Muis bersama H.O.S Cokroaminoto, H. Agus Salim dan Wignyadisastra mempelopori sosialisasi istilah nasional melalui Kongres Nasional CSI di Bandung pada tahun 1916. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kiprah Abdul Muis dalam Sarekat Islam tahun 1912-1927 dan percaturan politiknya dalam Sarekat Islam serta mengedepankan kepentingan rakyat terhadap kolonial Belanda. Dengan menggunakan teori the great man yang dikemukakan oleh Thomas Carlyle dan James A Proude, mereka berpendapat bahwa yang menjadi faktor utama dalam perkembangan sejarah, yaitu tokoh-tokoh besar seperti negarawan, kaisar, raja, panglima perang, dan lain-lain. Penulis ingin mengetahui kiprah Abdul Muis dalam Sarekat Islam (SI) tahun 1912-1927. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode penelitian historis, yaitu suatu penelitian yang mempelajari tentang kejadian-kejadian atau peristiwa-peristiwa di masa lalu, dengan tujuan untuk membuat rekonstruksi terhadap masa lalu secara sistematis dan objektif dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, dan mensintesiskan bukti-bukti untuk menerjemahkan fakta, sehingga diperoleh kesimpulan yang benar. Adapun langkah-langkahnya dilakukan dengan melalui tahapan heuristic, kritik, interpretasi dan istoriografi. Kesimpulan: Abdul Muis memiliki peranan penting dalam dunia politik Sarekat Islam pada masanya, yaitu menjabat sebagai Wakil Ketua Sarekat Islam Afdeeling Bandung (1912-1913), Abdul Muis sebagai Wakil Ketua Central Sarekat Islam (1916) dan Masa Akhir Kiprah Abdul Muis dalam Sarekat Islam (1927)

    DARI SAREKAT ISLAM SAMPAI SALAH ASUHAN” JEJAK LANGKAH ABDUL MUIS PADA MASA PERGERAKAN NASIONAL 1912-1928

    Full text link
    Skripsi ini berjudul "Dari Sarekat Islam sampai Salah Asuhan” Jejak Langkah Abdul Muis pada Masa Pergerakan Nasional 1912-1928". Permasalahan utama yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana peranan Abdul Muis pada masa Pergerakan Nasional 1913-1928. Dengan batasan masalah yaitu bagaimana kiprah Abdul Muis pada masa Pergerakan Nasional?, mengapa Abdul Muis lebih tertarik dalam bidang sastra? dan bagaimana dampak hasil karya Abdul Muis terhadap perkembangan sastra pada masa Pergerakan Nasional?. Dari permasalahan yang dikaji penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran Abdul Muis pada masa Pergerakan Nasional terutama dalam bidang sastra, selain itu penelitian ini mengkaji dua buah hasil karya Abdul Muis dan menghubungkan dengan kondisi yang mempengaruhinya. Abdul Muis merupakan seorang tokoh Pergerakan Nasional yang memiliki latar belakang sebagai seorang jurnalis dan politikus sampai akhirnya menjadi seorang sastrawan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode historis, yang meliputi heuristik yaitu proses pengumpulan sumber, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Untuk membantu analisis terhadap hasil karya sastra Abdul Muis, peneliti menggunakan pendekatan sosiologi sastra, untuk mengetahui realitas sosial yang diungkapkan Abdul Muis dalam karyanya. Hasil Karya yang dikaji dalam penelitian ini yaitu novel Salah Asuhan dan Surapati. Abdul Muis sebagai tokoh Pergerakan Nasional memiliki peranan dalam memperjuangkan kepentingan nasional, seperti saat menjadi anggota Indie Weerbar yang menghasilkan sekolah teknik bagi para Bumiputera dan upayanya dalam pembentukan Volksraad. Abdul Muis berhenti dari pentas politik nasional setelah tidak lagi terpilih menjadi anggota pengurus pusat CSI pada tahun 1923. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi berhentinya Abdul Muis dari bidang politik dan lebih memilih pada bidang sastra. Faktor yang pertama adalah adanya peristiwa pemogokan organisasi Persatuan Pegawai Pegadaian Bumiputera (PPPB) pada tahun 1922. Faktor yang kedua adalah adanya pengusiran dari daerah asal Abdul Muis yaitu Sumatera Barat. Faktor yang ketiga adalah adanya kekecewaan terhadap sosok Tjokroaminoto. Faktor yang keempat adalah latar belakang Abdul Muis sebagai seorang jurnalis. Abdul Muis sebagai sastrawan angkatan Balai Pustaka (1920-1940), memiliki pengaruh terhadap perkembangan sastra pada periode selanjutnya yaitu dari segi bahasa Indonesia yang digunakan, tema yang mengangkat realitas sosial, dan nilai mengenai mentalitas serta identitas yang harus dimiliki oleh para Bumiputera. Hasil karya Abdul Muis pada masa Pergerakan Nasional yaitu berupa novel dengan judul Salah Asuhan, Pertemuan Jodoh, Surapati dan Robert Anak Surapati. Karya Abdul Muis Salah Asuhan yang berisikan mengenai kritik terhadap mentalitas Bumiputera pada saat itu, berpengaruh pada gagasan diadakannya forum untuk menyikapi masalah tersebut, maka muncul Kongres Pemuda pada tahun 1928. This research paper is titled "From Sarekat Islam to Salah Asuhan" Abdul Muis Footsteps in Time of National Movement 1912-1928. The main issues studied in this research is how Abdul Muis role in the National Movement 1913-1928. With the extent of the problem, namely how the gait Abdul Muis in the National Movement?, Why Abdul Muis was more interested in literature? and how the impact of the work of Abdul Muis to the development of literature in the National Movement?. Of the problems studied this study aims to describe the role of Abdul Muis in the National Movement, especially in the fields of literature, besides that, this research examines two works of Abdul Muis and connect with conditions that affect it. Abdul Muis was a National Movement leader who has a background as a journalist and a politician until he became a writer. In this study, researchers used the historical method, which includes the heuristic is the process of collecting source, source criticism, interpretation and historiography. To aid analysis of the outcome literature Abdul Muis, researchers used a sociological approach to literature, to know the social reality Abdul Muis expressed in his work. Work that were examined in this study are novel Salah Asuhan dan Surapati. As leader of National Movement Abdul Muis has a role in the national interest, such as when a member of Indie Weerbar generating technical school for Bumiputera and efforts in the formation of the Volksraad. Abdul Muis quit the national political stage after no longer be elected to the central committee of CSI in 1923. There are several factors that influence the cessation Abdul Muis from politics and prefers the literature. The first factor is the organization of the Union of Employees strike event Pawnshop Bumiputera (PPPB) in 1922. The second factor is the expulsion of the origin of Abdul Muis West Sumatra. The third factor is the presence of the figure Tjokroaminoto disappointment. The fourth factor due to the background as a journalist Abdul Muis. Abdul Muis as a literary force Balai Pustaka (1920-1940), having an influence on the development of literature in the next period, namely in terms of Indonesian language is used, a theme that elevates social reality, and the value of the mentality and identity that must be owned by Bumiputera. The work of Abdul Muis in the Nationalist Movement in the form of a novel entitled Salah Asuhan, Surapati, Robert Anak Surapati. Abdul Muis masterpiece containing Salah Asuhan of the criticisms of the mentality of Bumiputera at the time, affects the idea of holding a forum to address the issue, it appears the Youth Congress in 1928

    Konsep Pendidikan Akidah dan Akhlak Menurut Gusti Haji Abdul Muis

    Full text link
    Pendidikan akidah dan akhlak termasuk bagian atau ranah dalam pendidikan Islam pada pelaksanaannya memerlukan dukungan semua aspek terkait, baik di rumah, di sekolah maupun di masyarakat oleh orang tua, guru, tokoh, ulama atau pendidik yang ada di masyarakat. Akidah yang lurus mampu memberikan pembebasan dari segala taklid dan ketundukan kepada selain Allah. Akal sebagai karunia Allah yang paling berharga harus diberdayakan untuk memikirkan masalah kedunian dan keagamaan. Namun walaupun demikian sebagai makhluk, akalpun bisa bersifat relatif, oleh karenanya akal memerlukan bimbingan wahyu. Di situlah peran dan fungsi agama bagi manusia. Karena agama tidak hanya terbatas mengajarkan tentang norma-norma baik atau buruk (etika). Namun agama lebih jauh mengajarkan tentang berprilaku, baik terhadap Tuhannya, sesamanya, maupun terhadap lingkungannya atau yang disebut dengan akhlak. Fokus utama penelitian ini adalah konsep pendidikan akidah dan akhlak menurut Gusti Haji Abdul Muis. Fokus utama tersebut dijabarkan dalam sub. fokus penelitian yang lebih khusus, yaitu: 1. apa dasar dan tujuan pendidikan akidah dan akhlak menurut Gusti Haji Abdul Muis ?, 2. bagaimana materi pendidikan akidah dan akhlak menurut Gusti Haji Abdul Muis ?,3. bagaimana metode pembelajaran pendidikan akidah dan akhlak menurut Gusti Haji Abdul Muis? Penelitian ini menggunakan model kepustakaan murni (library research) artinya data penelitian berasal dari sumber-sumber kepustakaan, baik berupa buku-buku, naskah, jurnal, majalah, kaset atau cd. Penelitian ini juga adalah penelitian kualitatif, karena jenis data yang dikumpulkan berbentuk narasi atau pengisahan (deskripsi) suatu cerita atau kejadian. Data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh langsung ditempat kejadian berupa tulisan langsung dan atau rekaman ceramah Gusti Haji Abdul Muis. Sedangkan data sekunder adalah laporan hasil observasi, hasil penelitian, buku yang diterbitkan, atau wawancara orang lain tentang Haji Gusti Abdul Muis. Termasuk juga dalam data sekunder adalah tulisan–tulisan yang memaparkan pemikiran-pemikiran pendidikan Islam tokoh lain. Hasil penelitian ini menemukan bahwa: Berkenaan pendidikan akidah, yaitu : Menurut Gusti Haji Abdul Muis, akidah adalah kepercayaan, tetapi kepercayaan tidak sama dengan akidah, akidah adalah ajaran Islam yang memberi petunjuk kepada manusia untuk mengenali Allah Tuhannya, melahirkan Iman atau v keyakinan yang kuat berupa tauhid dalam segala aspeknya. Terkait masalah akal, Muis menyatakan akal adalah untuk memikirkan tentang dunia dan masalah keagamaan, tetapi akal terbatas untuk memikir tentang zat Allah. Pemikiran semacam ini lebih cenderung kepada paham tradisionalis dalam Islam. Jadi wahyu berfungsi sebagai informasi tentang hal-hal yang akal tidak dapat memikirkannya. Gusti Haji Abdul Muis menyatakan bahwa manusia bebas untuk menentukan perbuatan baik dan buruk, serta bukan ditentukan oleh Allah SWT. Pemikiran semacam ini sesuai dengan kalam rasionalis dalam Islam, yaitu bahwa manusia bebas berbuat dan berkehendak. Gusti Haji Abdul Muis menyatakan bahwa Ahlussunnah wal Jama’ah adalah orang Islam yang selalu berpegang teguh kepada al Qur’an dan Hadits yang shahih. Pemikiran seperti ini sesuai dengan pendapat aliran salafiyah, yaitu memurnikan ajaran Islam sesuai dengan al Qur’an dan al Hadits. Tujuan pendidikan aqidah yang Muis laksanakan adalah membentuk aqidah tauhid yang kuat, yakni mengesakan Allah dan menjauhkan diri dari kemusyrikan. Materi pendidikan akidah menurut Gusti Haji Abdul Muis berkisar tentang ketauhidan. Metode pendidikan Akidah Gusti Haji Abdul Muis adalah : metode ceramah, metode diskusi, metode keteladanan , metode kisah Konsep pendidikan akhlak Gusti Haji Abdul Muis adalah pembersihan jiwa atau tazkiyyatun nafs, Gusti Haji Abdul Muis lebih menekankan pada usaha pembersihan jiwa (tazkiyyatus nafs). Tujuan pendidikan akhlak yang ingin dicapai oleh Muis adalah untuk mewujudkan atau menjadikan akhlak yang mahmudah melekat dan menjadi sifat dan sikap dalam hidup dan kehidupan kaum muslimin. Materi pendidikan akhlak yang paling ditekankan dan paling sering diajarkan atau didakwahkan oleh Muis tentang cara mewujudkan akhlak yang mulia (mahmudah) melalui pendidikan hati atau riyaadhah dengan tahapan takhalli, tahalli, dan tajalli. Metode pendidikan akhlak yang Muis terapkan, yaitu : a. Metode ceramah b. Metode diskusi c. Metode kisah d. Metode keteladana

    Abdul muis' Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Abdul muis' Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Abdul muis' Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Abdul Muis: studi tentang peranan dalam perkembangan Serikat Islam Tahun 1912-1922

    Full text link
    Masalah yang diangkat dalam skripsi ini adalah bagaimana biografi abdul muis, bagaimana sejarah perkembangan sarikat islam dan apasaja sumbangsih abdul muis dalam perkembangan sarikat islam. Tujuan yang ingin dicapai dalam pembahasan ini adalah untuk memaparkan biografi abdul muis, menerangkan sejarah perkembangan sarikat islam dan menjelaskan sumbangsih abdul muis dalam perkembangan sarikat islam. Metode yang diterapkan dalam pembahasan ini adalah metode historik (sejarah) yang terdiri dari heuristik, kritik, interpretasi, dan penyajian. Pada akhir pembahasan dapat ditarik suatu kesimpulan diantaranya bahwa abdul muis adalah salah satu pemimpin sarikat islam yang dilahirkan di bukittinggi sumatera tengah, namun beliau masih mempunyai darah keturunan darah jawa. Dengan pengalaman yang ia peroleh selama ia membina karier ia tahu bagaimana kondisi rakyat hindia (indonesia) selama penjajahan. Hal ini yang mendorong ia terjun ke dunia politik agar bias membela rakyat kecil yang selalu tertindas. Setelah ia mundur dari kancah pilitik beliau menekuni bidang sastera sehingga menjadikan ia seorang sastrawan dengan gelar perintis pujangga baru. Sarikat islam merupakan organisasi politik umat islam yang pertama kali di Indonesia. Pada dasarnya organisasi ini merupakan organisasi yang bergerak dalam bidang ekonomi, namun dalam perkembangannya bergerak dalam bidang ekonomi, agama, dan politik. Hal ini dapat dilihat dari hasil-hasil kongres yang diselenggarakannya yang meliputi social ekonomi yaitu menginginkan kedudukan rayat Indonesia bias lebih meningkat dari kedudukan semula yang menempati urutan paling bawah

    Robert anak Surapati

    No full text
    Riwayat kehidupan Surapati, dikemas secara menarik oleh penulis melalui novel sejarah ini. Sumbernya diambil dari catatan-catatan tentang sejarah Surapati dari buku Babad Tanah Djawa, Geschiedenis van N.I. Dr. F.W. Stapel. Sedjarah Indonesia.Sanusi Pane, Si Untung, Melati Van Jaya. Begitulah yang tertulis di penutup novel Surapati karya Abdul Muis ini. Novel ini menceritakan tentang riwayat hidup seorang budak. Sampai sang budak menemui masa kejayaannya sebagai seorang pemimpin. Latar waktu novel ini yaitu pada masa kerajaan Mataram dan saat kompeni atau orang Belanda merongrong habis-habisan ingin menguasai dan memperluas kekuasaannya di Indonesia. Dan, ingin menghancurkan kerajaan-kerajaan yang sedang berkuasa pada waktu itu seperti kerajaan mataram

    ANALISIS USAHATANI PORANG PADA USAHATANI ABDUL MUIS DI DESA BERNGAM KECAMATAN BINJAI KOTA, KOTA BINJAI

    Full text link
    The porang plant is a plant that has many functions and has a lot of high starch content, especially glucomannan which is widely used by industry. This plant is very easy to grow in Indonesia, one of which is in Bergam Village, Binjai Kota District, Binjai City. This area is very strategic with existing industries in the city of Medan and has the potential for development, especially porang plants. The research objective was to analyze the income, break-even point and R/C ratio of Mr. Abdul Muis' porang (Amorphophallus oncophyllus) farming in Bergam Village, Binjai Kota District, Binjai City. The research used a survey method with a case study approach. The results showed that porang tubers in porang farming were inefficient and not recommended to be continued, while the use of frog/bulbil seeds showed that porang farming was highly recommended to be continued. The R/C ratio value of 2.32 (2.32 > 1) means that Porang Abdul Muis farming in Berngam Village is feasible. To get maximum results farmers are advised to see the right planting season

    THE INFLUENCE OF LEADERSHIP STYLE, MOTIVATION AND WORK DISCIPLINE ON EMPLOYEE PERFORMANCE (Study at PT. Mitsui Leasing Capital Indonesia Abdul Muis – Jakarta)

    Full text link
    The development of today’s business world very rapidly, the compotition is getting tougher and increase, especially in the same business, if the company wants to survive and achieve their vision and mission, the quality of performance of human resources is one of the keys to its success. This quantitative research was conducted to determine the influence of leadership style (X1), motivation (X2), work discipline (X3) on performance (Y) in PT. Mitsui Leasing Capital Abdul Muis Jakarta both in partial and simultaneous. The method used is associative research as well as using questionnaire instruments that each variable has 12 statement by the number of population as well as a sample of 100 respondents or use the saturated sample. Data analysis used linear regression with the help of software SPSS 22. The result of data processing shows: 1) Leadership Style (X1), has positive and significant effect on Performance (Y) in PT. Mitsui Leasing Capital Indonesia Abdul Muis Jakarta as evidenced by the results of the simple regression equation is Y = 13,100 + 0,823X1 2) Motivation (X2), has positive and significant effect on Performance (Y) in PT. Mitsui Leasing Capital Indonesia Abdul Muis Jakarta as  evidenced by the results of the simple regression equation is Y = 8,866 + 0,887X2 3) Work Dicipline (X3), has positive and significant effect on Performance (Y) in PT. Mitsui Leasing Capital Indonesia Abdul Muis Jakarta as evidenced by the results of the simple regression equation is Y = 27,003 + 0,768X3. From the results of data processing, the company should further improve the work discipline and the integrity of its employees. Keywords: Leadership Style, Motivation, Work Dicipline and Performanc
    corecore