1,720,959 research outputs found

    IMPLEMENTASI SANKSI PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG (PUTUSAN PENGADILAN NEGERI SLAWI PERKARA NOMOR: 84/PID.SUS/2023/PN SLW)

    No full text
    Abdul Aziz Muslim. Implementasi Sanksi Pidana Terhadap Pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (Putusan Pengadilan Negeri Slawi Perkara Nomor : 84/Pid.Sus/2023/Pn Slw). Tesis. Tegal : Program Studi Magister, Program Pascasarjana, Universitas Pancasakti Tegal. 2025. TPPO adalah kejahatan luar biasa yang mengeksploitasi perempuan dan anak-anak melalui kerja paksa, eksploitasi seksual, dan perbudakan modern. Pelaku memanfaatkan ketimpangan ekonomi dan janji pekerjaan palsu. Di Indonesia, meski UU No. 21 Tahun 2007 sudah ada, tantangan seperti lemahnya penegakan hukum, perlindungan korban, dan sindikat internasional masih besar. Kabupaten Tegal menjadi wilayah rawan karena kondisi sosial-ekonominya. Pencegahan TPPO membutuhkan penegakan hukum tegas, perlindungan korban, dan pemberdayaan masyarakat.. Penelitian Yuridis normatif. Pendekatan Peraturan perundang-undangan. Data penelitian yaitu data primer dan sekunder. Metode Pengumpulan Data melalui studi kepustakaan. Metode analisis data menggunakan metode analisis kualitaif. Hasil Penelitian : Sanksi terhadap TPPO diatur dalam KUHP, namun dianggap terlalu ringan sehingga diperkuat melalui UU No. 21 Tahun 2007 dengan ancaman hingga 15 tahun penjara dan denda Rp600 juta. Regulasi ini didukung UU Perlindungan Anak, UU HAM, dan ratifikasi Protokol PBB tahun 2000. TPPO melibatkan eksploitasi seperti kerja paksa dan pelanggaran hak asasi manusia. Terdakwa Harsono memberangkatkan pekerja migran ke Jepang tanpa izin resmi, melanggar UU No. 18 Tahun 2017 dan UU No. 21 Tahun 2007. Dengan modus visa kunjungan dan biaya Rp40 juta per korban, ia divonis 1 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp10 juta untuk memberikan efek jera dan melindungi pekerja migran. Kata Kunci : Sanksi, Pidana, Perdagangan Oran

    AKIBAT HUKUM PENYALAHGUNAAN KEWENANGAN KEPALA DESA DALAM PENGELOLAAN DANA DESA (Studi Putusan Nomor 93/Pid.Sus-TPK/2021/PN Smg)

    Full text link
    Abdul Aziz Muslim. Akibat Hukum Penyalahgunaan Kewenangan Kepala Desa dalam Pengelolaan Dana Desa (Studi Putusan Nomor 93/Pid.Sus-TPK/2021/PN Smg). Skripsi. Tegal: Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum, Universitas Pancasakti Tegal. 2022. Alokasi dana desa yang diterima oleh setiap desa yang merupakan salah satu sumber keuangan desa dari bagian dana perimbangan keuangan pusat dan daerah yang diterima oleh pemerintah kabupaten/kota pada hakikatnya merupakan dana stimulan kepada desa agar mampu mengelola alokasi dana desa secara efektif dan efisien. Kewenangan kepala desa memegang kekuasaan pengelolaan keuangan desa dan aset desa yang diberikan undang - undang berpotensi menimbulkan penyalahgunaan kewenangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan kewenangan kepala desa dalam mengelola dana desa berdasarkan Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa dan mengkaji akibat hukum penyalahgunaan kewenangan kepala desa mengelola dana desa untuk keuntungan diri sendiri pada putusan nomor 93/Pid.Sus-TPK/2021/PN Smg. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan menggunakan pendekatan penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Sumber data penelitian adalah data sekunder. Bahan hukum yang diperoleh akan dianalisa secara normatif kualitatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa 1) Pengaturan kewenangan kepala desa dalam mengelola dana desa berdasarkan Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa diatur dalam Pasal 26 ayat (2) huruf (c), yaitu undang-undang memberikan kewenangan kepada kepala desa untuk memegang kekuasaan pengelolaan keuangan dan aset desa. Penyalahgunaan wewenang kepala desa dalam mengelola dana desa sesuai ketentuan Pasal 30, dikenai sanksi administratif berupa teguran lisan dan/atau teguran tertulis. Apabila sanksi administratif sebagaimana dimaksud tidak dilaksanakan, dilakukan tindakan pemberhentian sementara dan dapat dilanjutkan dengan pemberhentian. Perbuatan tersebut juga dapat diduga melakukan korupsi atas tugasnya dalam mengelola keuangan desa. 2) Akibat hukum penyalahgunaan kewenangan kepala desa mengelola dana desa untuk keuntungan diri sendiri pada putusan nomor 93/Pid.Sus-TPK/2021/PN Smg yaitu perbuatan terdakwa tergolong dalam kategori tindak pidana korupsi, melanggar ketentuan Pasal 3 jo Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Tindak pidana korupsi yang dilakukan terdakwa mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp. 101.820.000,- (seratus satu juta delapan ratus dua puluh ribu rupiah) masuk dalam kategori paling ringan. Sedangkan berdasarkan aspek kesalahan, dampak dan keuntungan, tindak pidana korupsi yang dilakukan terdakwa masuk ke klasifikasi rendah. Kata Kunci: Akibat hukum, penyalahgunaan wewenang, dan kepala desa

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    STRATEGI PROMOSI TELKOM INTERNASIONAL CAL 007 (TIC 007) BERDASARKAN TINGKAT KEMINATAN LAYANAN SLI PADA SEGMEN RESIDENSIAL

    Full text link
    Telkom International Call 007 (TIC 007) merupakan layanan yang dikeluarkan oleh PT. Telkom, Tbk berupa jasa telekomunikasi antar negara melalui Sambungan langsung International (SLI) dengan kode akses 007 (outgoing dari PSTN Telkom). TIC 007 memiliki beberapa kelebihan antara lain : kualitas premium dengan tarif lebih murah 10% - 20% dan kualitas suaranya jernih. Agar suatu layanan dapat diterima dengan baik oleh pasar, maka pihak perusahaan harus dapat menyusun program pemasaran yang tepat. Hal inilah yang mendorong penulis untuk merumuskan program pemasaran TIC 007 yang efektif sebagai masukan PT.Telkom.Tbk. Sehingga diharapkan hasil akhir penelitian ini dapat membantu proses pemasaran TIC 007, khususnya di wilayah Bandung. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner secara langsung via telepon kepada pelanggan SLI segmen residensial di wilayah Bandung, dengan convenience sampling. Alat ukur yang digunakan adalah deskriptif frekuensi untuk mengetahui kuantitas masing-masing variabel yang dibutuhkan. Penelitian diawali dengan menentukan karasteristik pasar segmen residensisal dalam melakukan komunikasi internasional, menentukan pasar potensial dan pasar tersedia TIC 007, kemudian menentukan target dari pasar potensial terbesar, dilanjutkan dengan positioning TIC 007 dan diakhiri dengan merumuskan program bauran promosi pemasaran. Dari pasar total terbentuk pasar potensial sebesar 140 orang dari 284 responden atau 49.3% dari keseluruhan. Sedangkan untuk pasar tersedia terbentuk sebesar 113 orang (39.8%). Segmentasi pasar layanan dilakukan berdasarkan faktor sarana penggunaan sambungan langsung internasional (SLI) dalam berkomunikasi yaitu sarana SLI TIC 007 (pengguna setia layanan TIC 007) dan sarana SLI 001 & 008 (pengguna setia layanan SLI 001 & 008 untuk direbut pelanggan potensialnya). Selanjutnya positioning TIC 007 adalah ”Solusi berkualitas dan hemat dalam ber-SLI” yang didasarkan pada tingkat kepentingan pelanggan terhadap keunggulan TIC 007. Strategi promosi TIC 007 adalah sebagai berikut: [1] Tujuan komunikasi untuk pasar TIC 007 adalah pada tahap purchase sedangkan pasar SLI 001 & 008 pada tahap preference. [2]Bauran promosi yang tepat untuk pasar TIC 007 adalah melalui direct marketing dengan pengiriman pos secara kontinu sedangkan untuk pasar SLI 001 & 008 adalah advertising melalui media televisi RCTI atau media cetak koran pikiran rakyat, dan direct marketing secara internal. [3] Perancangan pesan pada pasar TIC 007 adalah pesan berisi bahwa apabila menggunakan layanan TIC 007 tersebut akan memberikan kebanggaan / kelebihan / akibat tersendiri sedangkan pada pasar SLI 001 & 008 pesan berisi tentang kualitas, keunggulan, dan performansi layanan TIC 007. [4] Saluran pesan / komunikasi yang efektif untuk pasar TIC 007 adalah dengan word-of-mouth marketing sedangkan pada pasar SLI 001 & 007 dengan saluran komunikasi personal dan non-personal. Dengan melihat bahwa cukup besarnya minat masyarakat Bandung akan layanan TIC 007 dimana layanan SLI ini memberikan layanan yang lebih murah akan tetapi tetap menjaga kualitasnya sehingga PT. Telkom memiliki peluang yang cukup besar untuk memasarkan layanan TIC 007. Komunikasi pemasaran, karakteristik pasar, segmentasi, sasaran, posisioning

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Praktikum Sistem Reproduksi Tumbuhan Berbasis Ketrampilan Proses Sains Untuk Meningkatkan Sikap Peduli Lingkungan Siswa SMP

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas LKPD dan mengetahui tingkat kelayakan LKPD yang dikembangkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model pengembangan 4-D mengikuti Thiagarajan. Penelitian ini dilakukan dalam 4 tahap: define, design, dan develop, desiminate. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi yang diisi oleh pakar pengajar dan praktisi sains. Jenis instrumen yang diperlukan untuk mengukur keefektifan LKPD yang dikembangkan adalah angket. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis validitas. Analisis data instrumen nontes dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif dengan menggunakan Skala Likert. Hasil validasi kedua validator diperoleh 91,105% dalam kategori sangat valid. Hasil validasi pada aspek kelayakan isi, aspek penyajian, aspek kebahasaan masing-masing diperoleh persentase rata-rata sebesar 94,215%, 95,832%, 79,165% dengan kategori sangat valid. Hasil analisis effect size menggunakan uji t LKPD sebesar 0,793 dengan kriteria sedang. LKPD dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran IPA sekolah dengan beberapa revisi

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore