226 research outputs found
Pengaruh Antropometri Tubuh Terhadap Kelelahan Fisik Praktikan Pengelasan pada Workshop Teknik Mesin Universitas Negeri Malang
RINGKASAN Muid, Abdul. 2019. Pengaruh Antropometri Tubuh Terhadap Kelelahan Fisik Praktikan Pengelasan pada Workshop Teknik Mesin Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Ir. Djoko Kustono, M.Pd., (2) Drs. Solichin, S.T., M.Kes. Kata Kunci: antropometri tubuh, kelelahan fisik, REBA (Rappid Entire Body Assesment), Nordic BodyMap, SEM (Structural Equation Modeling). Praktikum pengelasan merupakan mata kuliah wajib yang harus diambil oleh mahasiswa yang sedang mengampuh strata 1 di jurusan teknik mesin UM, baik itu praktikum pengelasan dasar maupun praktikum pengelasan lanjut. Dalam melakukan praktikum pengelasan, kinerja praktikan sangat dipengaruhi oleh posisi kerja, postur kerja, serta performa tubuh saat bekerja. Penguasaan praktikan terhadap teknik pengelasan menjadi hal penting dalam melakukan praktikum pengelasan. Terlebih lagi, tuntutan yang diberikan oleh instansi pendidikan kepada mahasiswa khususnya di matakuliah praktikum pengelasan sesuai dengan tuntutan dunia kerja yang bisa dikatakan sangat kompleks. Penelitian ini memiliki tujuan, yaitu untuk mengetahui: (1) pengaruh antopometri tubuh terhadap kelelahan fisik praktikan pengelasan, (2) pengaruh antopometri tubuh dari keadaan statis terhadap kelelahan fisik ditinjau dari perasaan praktikan pengelasan, (3) pengaruh antopometri tubuh dari keadaan statis terhadap kelelahan fisik ditinjau dari perasaan praktikan tekanan darah, (4) pengaruh antopometri tubuh dari keadaan statis terhadap kelelahan fisik ditinjau dari perasaan praktikan denyut nadi, (5) pengaruh antopometri tubuh dari keadaan dinamis terhadap kelelahan fisik ditinjau dari perasaan praktikan pengelasan, (6) pengaruh antopometri tubuh dari keadaan dinamis terhadap kelelahan fisik ditinjau dari perasaan praktikan tekanan darah, (7) pengaruh antopometri tubuh dari keadaan dinamis terhadap kelelahan fisik ditinjau dari perasaan praktikan denyut nadi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan analisis SEM (Stuctural Equation Modeling) yang menggunakan aplikasi LISREL 8.80 dalam menganalisisnya. Sampel yang diambil dari penelitian ini sebanyak 44 praktikan yang sedang melakukan praktikum pengelasan di workshop Teknik Mesin Universitas Negeri Malang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ada 2 macam, yaitu: (1) pengukuran langsung dan (2) kuesioner. Pengukuran langsung digunakan untuk mengumpulkan data dari variabel manifes antropometri statis tubuh, tekanan darah, dan denyut nadi. Sedangkan untuk kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data dari variabel manifes antropometri dinamis tubuh dan kelelahan fisik ditinjau dari perasaan praktikan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan 2 teknik analisis, yaitu: (1) teknik analisis deskriptif dan (2) teknik analisis statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa:(1) antropometri tubuh berpengaruh signifikan terhadap kelelahan fisik praktikan pengelasan di Workshop Teknik Mesin UM dengan nilai T-values/Z-values sebesar 8,866, (2) antropometri tubuh dari keadaan statis berpengaruh signifikan terhadap kelelahan fisik ditinjau dari perasaan praktikan pengelasan dengan nilai T-values/Z-values sebesar 3,518, (3) antropometri tubuh dari keadaan statis tidak berpengaruh signifikan terhadap kelelahan fisik ditinjau dari tekanan darah praktikan pengelasan dengan nilai T-values/Z-values sebesar 0,567, (4) antropometri tubuh dari keadaan statis berpengaruh signifikan terhadap kelelahan fisik ditinjau dari denyut nadi praktikan pengelasan dengan nilai T-values/Z-values sebesar 3,757, (5) antropometri tubuh dari keadaan dinamis berpengaruh signifikan terhadap kelelahan fisik ditinjau dari perasaan praktikan pengelasan dengan nilai T-values/Z-values sebesar 3,909, (6) antropometri tubuh dari keadaan dinamis berpengaruh signifikan terhadap kelelahan fisik ditinjau dari tekanan darah praktikan pengelasan dengan nilai T-values/Z-values sebesar 2,180, dan (7) antropometri tubuh dari keadaan dinamis tidak berpengaruh signifikan terhadap kelelahan fisik ditinjau dari denyut nadi praktikan pengelasan dengan nilai T-values/Z-values sebesar 0,440
Learning Model of Speaking Arabic: Field Research Based on Constructivism Theory at Al Muhsinin Islamic Boarding School Kerinci
Purpose - This study aimed to analyze the learning model for speaking Arabic in the perspective of constructivism theory at Al Muhsinin Kerinci Islamic Boarding School and teachers’ effort in supporting the learning model used.
Design/methodology/approach - The research method used by researchers in this study was field research is descriptive qualitative.
Findings - The results showed that the learning model of Arabic speaking skills at Al Muhsinin Kerinci Islamic Boarding School studied contextual learning models consisting of daily communication activities using Arabic, quantum learning models related to independent learning activities and further learning, cooperative learning models including activities morning vocabulary learning and Arabic conversation and problem-based learning models in Arabic discussion.
Originality/value – Learning Arabic speaking skills for non-native speakers in the Boarding School needs to be constructed with complications from a compilation of various learning models.
Paper type – Research Pape
فعالية تطبيق لعبة سلسلة الهمس لترقية مهارة الاستماع لدى طلاب الصف الثاني من المدرسة الدينية بمعهد سونان غيري الإسلامية سورابايا
The objectives of the research that the researchers conducted were to find out how the ability of Maharah Istima' was for Class II students at Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Sunan Giri Surabaya, to find out how Maharah Istima' was able to play through the Whispering Chain Game Method for Class II students at Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Sunan Giri. Surabaya, and to find out the effectiveness of the application of the Whisper Chain Game Method to Increase the Maharah Istima' of Class II Madrasah Diniyah Students, Pondok Pesantren Sunan Giri Surabaya. The type of this research is Quantitative Research using Pre Experimental Design method. The subject of this research is the second grade students of Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Sunan Giri Surabaya. Meanwhile, the object of research is the Whispering Chain Game Method to Increase Maharah Istima' for Class II Students of Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Sunan Giri Surabaya, then the data collection techniques that the author chooses are interviews, observations, and tests. The results of the study before the application of the whisper chain game method was that 50% of students had scores in the low and very low categories, after the application of the whisper chain game method and the Post Test, 88% of students had high grades, so it can be concluded that the whisper chain game method is effective in increasing the maharah istima’ for Class II students of Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Sunan Giri Surabaya
منهج تعليم اللغة العربية فى معهد المحسنين الإسلامي كرينجي بجامبي : دراسة تحليلية تقويمية
مستخلص البحث
ينطلق هذا البحث من الواقعية الإجتماعية التي تكون فى المجتمع، حيث كثير من الطلبة الذين يعترفون أنهم خريجون فى المدرسة التي تعلّم فيها اللغة العربية ولكن لايفهموها جيدا شفهيا أو تحريريا. لأنهم يتعلمون اللغة العربية مجبرا والمنهج المستخدم أيضا لا يناسب باحتياجاتهم ومتطلباتهم. وينطلق أيضا من مشكلة تعليم اللغة العربية فى المعاهد الإسلامية الناتجة عن الاستناد إلى المناهج التقليدية التى لاتتناسب بمنظور منهج تعليم اللغة العربية لغير الناطقين بها. ويأتي معهد المحسنين كرينجي جامبي الفرصة لتعليم اللغة العربية الى من لديهم الرغبة فى تعلمها. وله منهج خاص الذي ألّفه قائمون المعهد على أساس القرآن والحديث.
أما الأهداف من هذا البحث هي: 1) لتحليل وتقويم منهج تعليم اللغة العربية فى معهد المحسنين كوتو فيتاي كرينجي جامبي من حيث الأهداف والمحتوى والطرق والوسائل والتقويم. 2) لتحليل وتقويم ملائمة المنهج المكتوب بتنفيذه فى العملية التعليمية.
أما مدخل البحث فى هذا البحث فهو المدخل النوعي بمنهج الوصفي التحليلي التقويمي. وأما مصادر البيانات فهي من وثائق المعهد ومديره وأساتذه وطلاّبه. وتجمع البيانات فى هذا البحث بطريقة المقابلة والملاحظة والتوثيق.
تدلّ نتائج البحث على أن منهج تعليم اللغة العربية فى معهد المحسنين كرينجي جامبي هو: 1) أهداف تعليم اللغة العربية فى معهد المحسنين كوتو فتاي كرينجي جامبي هي تحصيل الطلبة أو الخرّيجين الجيدين لديهم قدرة فى اللغة العربية الفعّالة شفهيا أو تحريريا وفهم القرآن الكريم والحديث الشريف. 2) محتوى تعليم اللغة العربية فى هذا المعهد فقد يستخدم الكتب "سلسلة تعليم اللغة العربية" التي تتناول على الكفاءات الثلاثة (الكفاءة اللغوية-والكفاءة الإتصالية-والكفاءة الثقافية). ويتكوّن على عشرة مواد وهي اللغة العربية، والقواعد، والأصوات، والإملأ والخط، والقراءة، والتعبير الشفهي، والتعبير التحريري، والتدريبات، والبلاغة، والأدب. 3) طرق تعليم اللغة العربية المستخدمة فى هذا المعهد هي الطريقة المباشرة، والقواعد والترجمة، والإتصالية، والسمعية البصرية، والقراءة، وطريقة الإنتقائية. 4) وسائل تعليم اللغة العربية المستخدمة فى هذا المعهد هي السبورة والمقلمة والكتاب المدرسي وقد استخدم وسائل التلفاز فى الوقت الخاص. 5) وأما التقويم المستخدم هو إختبار تحديد الفصل، واختبار نصف الفصل ونهايته، وبجانب ذلك هناك اختبار لكل نهاية تعليم المادة.
وأما ملائمة بين المنهج المكتوب بتنفيذه فى العملية التعليمية وجه العام قد يسير كما المرجوه، كالأهداف والطرق والتقويم وكلها مكتوبة فى خطة التدريس. ومع ذلك أن الوسائل لم تسير بالكمال، لأن احدى الوسائل المكتوبة فى المنهج لا يوجد فى التعليم. وما زال أن يستخدم المعهد الوسائل التقليدية ولم يستخدم الوسائل الحديثة كمعمل اللغة.
ABSTRACT
This Research was taken from the reality that happened in society which many students who admitted that they were alumni of formal school was teached arabic, But most of them didn't have ability In understanding arabic goodly by oral or writing because they studied forcely, And curriculum was used in learning was not suitable their need. This research was taken from the emphatic to curriculum of arabic learning in education scope. that was not suitable with curriculum of arabic learning criteria for non arab. Al-Muhsinin Islamic Boarding school appeared for answering the reality. With teaching to whoever wants to learn and its curriculum of learning arranged based on Al-qur'an and Al-Hadis.
The aim of this research is : 1) to analyze and to evaluate the curriculum of arabic learing in al-Muhsinin Islamic Boarding School 2) to analyze and to evaluate the stability in learning process.
The Method was used in this research was Evaluative Analytic Descriptive and its approach was cualitative. The source of the data based on documents, Head master, teachers, and the Islamic Students of Almuhsinin Islamic Boarding school. collecting data done by interview method, Observation, and documentation.
This research showed that Arabic Curriculum in Al-Muhsinin Islamic Boarding School, Kerinci Jambi consist of : 1) The aim of Arabic learning in Al-Muhsinin Islamic Boarding School was created the Islamic students who mastered arabic's skill active and passive could ubderstand Al-Qur'an and Hadis. 2) Arabic Learning material was used "Sil silatu ta'limi Allughatul A'arabiyah" that including with three competention : Speaking, Communication, and culture. competention and the subject consist of ten : Arabic, qawaid, Ashwat, Imla', Khat, Qiro'ah, Ta'bir Syafahi, Ta'bir Tahriri, Tadribat, Balaghah and Adab. 3) Learning method was direct method, grammar and translation, communicativ method, audio-visual, reading method, quetion and answer method, and wirting method 4) Learning Media used was: Whiteboard, marker, and book, but sometimes by using television. 5) Evaluation was used by replacement classroom, Mid Semester Examination, And Final Examination and there was another evaluation in the end of material learning and there was suitability between Islamic boarding school curriculum with practising in learning process. Generally it was run up goodly such as, Aim, material and evaluation, that repeated in lesson plan but by the aim although it was including four language skills but applicationally speaking must be focused in this research and in this case it was not suitable with the aim of Arabic learning for native speaker.And in terms of learning media still found discrepancies existing facilities in the curriculum but is not found in learning. And learning media is not yet using modern media such as learning to use the language lab
ABSTRAK
Penelitian ini berangkat dari realita yang terjadi di masyarakat, dimana banyaknya siswa yang mengaku lulusan dari sekolah formal yang diajarkan bahasa Arab, tetapi mereka tidak mampu memahami bahasa Arab dengan baik, secara lisan maupun tulisan. Karena mereka mempelajarinya secara terpaksa dan kurikulum yang digunakan pun tidak sesuai dengan kebutuhan mereka. Penelitian ini juga bertolak dari keprihatinan terhdap kurikulum pembelajaran bahasa Arab di berbagai lembaga pendidikan yang tidak sesuai dengan kriteria kurikulum pembelajaran bahasa Arab bagi Non Arab, sedangkan Pondok Pesantren Al-Muhsinin Koto Petai Kerinci Jambi hadir ingin menjawab realita tersebut dengan mengajarkan bahasa Arab hanya kepada siapa yang berkeinginan untuk memahaminya dan kurikulum pembelajarannya disusun berdasarkan al-Quran dan hadis.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: 1) untuk menganalisis dan mengevaluasi kurikulum pembelajaran bahasa Arab yang ada di Pondok Pesantren Al-Muhsinin Koto Petai Kerinci Jambi, 2) untuk menganalisis dan mengevaluasi kesesuaiannya dengan penerapan dalam proses pembelajaran.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik evaluatif. Sedangkan pendekatannya adalah kualitatif. Sumber data penelitian ini berasal dari dokumen-dokumen, pimpinan pondok , para pengajar, dan santri Pondok Pesantren Al-Muhsinin Koto Petai Kerinci Jambi. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum pembelajaran bahasa Arab di pondok pesantren Al-Muhsinin Kerinci Jambi adalah: 1) tujuan pembelajaran bahasa Arab di Pondok Pesantren Al-Muhsinin Koto Petai adalah meghasilkan santri atau lulusan yang menguasai keterampilan berbahasa Arab aktif baik lisan maupun tulisan serta mampu memahami al- Qur’an dan Hadits. 2) Materi pembelajaran bahasa Arab menggunakan kitab “silsilatu ta’limi allughati al-‘arabiyah” yang mencakup tiga kompetensi yaitu kompetensi berbahasa, kompetensi komunikasi dan kompetensi budaya. Sedangkan mata pelajarannya terdiri dari sepuluh mata pelajaran yaitu bahasa Arab, Qawa’id, Ashwat, Imla’ Khat, Qira’ah, ta’bir syafahi, ta’bir tahriri, tadribat, balaghah dan Adab. 3) Metode pembelajaran yang digunakan yaitu metode Mubasyirah, Qawaid dan Tarjamah, Ittishaliyah, Sam’iyah Bashariyah,dan metode intiqaiyah. 4) Media pembelajaran yang digunakan adalah papan tulis, Spidol dan buku pembelajaran serta kadang menggunakan media televisi pada waktu tertentu. 5) Evaluasi yang digunakan adalah tes penempatan kelas, ujian tengah semester dan ujian akhir semester, selain itu ada juga evaluasi setiap akhir pembelajaran suatu materi.
Adapun kesesuaian antara kurikulum Pondok dengan penerapannya dalam proses pembelajaran secara umum sudah berjalan sebagaimana mestinya, seperti halnya tujuan, materi, metode dan evaluasi yang tertuang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Namun dari segi tujuan meskipun mencakup empat keterampilan berbahasa tetapi secara aplikatif keterampilan berbicara lebih difokuskan dan hal ini tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran bahasa Arab bagi penutur asing. Dan dari sisi media pembelajaran masih ditemukan ketidak sesuaian sarana yang ada dalam kurikulum akan tetapi tidak ditemukan dalam pembelajaran. Dan media pembelajaran pun belum menggunakan media pembelajaran modern seperti menggunakan laboratorium bahas
Analisis mekanisme pengelolaan dana tabarru’ pada PT. Prudential Life Assurance kantor agency cabang Kudus 1 dalam kajian hukum Islam
Sistem Asuransi syariah saat ini hadir ditengah masyarakat ditujukan sebagai salah satu solusi kongkrit menyelesaikan permasalahan seluruh kalangan. Asuransi syariah terbuka bagi siapapun yang ingin merencanakan persiapan seseorang di masa depan bila sewaktu-waktu mengalami musibah/kerugian, disini asuransi dapat membantu kesulitan nasabah tersebut karena asuransi syariah berprinsip tolong-menolong. Penulis melakukan penelitian di Prudential kantro agency cabang kudus 1 untuk mengetahui bagaimana pengelolaan dana dan penerapan tabarru’ yang ada pada Asuransi Jiwa Prudentilal Life assurance kantor agency cabang kudus 1.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan data primer dan data sekunder. Sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis pendekatan diskriptif.
Adapun dari hasil penelitian, Mekanisme pengelolaan dana Prudentilal Life Assurance Eastpring Invesment Grup prudential dilakukan di kantor pusat yang ada di Jakarta. Untuk dana tabarru’ sendiri dikelola oleh perusahaan dan diinvestasikan ke beberapa saham dan obligasi yang di anggap mempunya instrumen hasil investasi yang baik dan tentunya sesuai dengan kaidah syariah. Dalam penginvestasian dana tersebut mengandung resiko rendah, sedang, tinggi tergantung kinerja dari saham dan obligasi tersebut. Dari hasil penelitian untuk pelaksanaan pemberian dana tabarru’ diberikan kepada nasabah yang mana perusahaan sebagai sumber dana atau pengelola perrealisasian klaimm dari ahli waris para peserta/ nasabah
Tinjauan hukum Islam terhadap pelaksanaan akad pesanan di rumah makan Koropele Semarang
Kebutuhan manusia akan ketersediaan barang mendorong menjamurnya akad pesan barang, begitupun apa yang terjadi di Rumah Makan Koropele. Koropele adalah salah satu rumah makan yang ada di Ngaliyan, Semarang. Untuk memenuhi ketersediaan bahan yang akan diolah, Koropele melakukan akad pesan barang kepada seorang pedagang sayuran di pasar Karang Ayu yang bernama Pulung Soekarno. Praktek akad salam yang dilakukan di Koropele tersebut adalah dengan sistem totalan, yakni pembayaran dilakukan setiap 2 minggu sekali tanpa uang muka.
Skripsi ini akan membahas praktek akad salam yang terjadi di Koropele tersebut dengan berdasarkan konsep jual-beli salam yang tertera dalam fiqh. Adapun rumusan masalah yang mendasari pembahasan ini adalah, bagaimana praktek akad salam di rumah makan Koropele? Dan bagaimanakah pandangan ulama terhadap praktek akad salam di Koropele?
Para ulama menetapkan rukun bagi akad salam adalah al-Akid yang tasharufnya dapat pertimbangkan oleh syara’. Selanjutnya adalah shighat yang terdiri dari ijab dan qabul. Kemudian adalah ra’sul mal yang diserahkan saat perjanjian dan telah diketahui jumlahnya. Terakhir adalah al-muslam fih yang sejatinya dapat diungkapkan baik kualitas dan kuantitasnya dan dapat diserahkan pada pada waktu dan tempat yang telah disepakati oleh keduanya.
Melihat praktek yang terjadi di Koropele, akad salam telah batal sejak awal. Hal ini karena tidak terpenuhinya salah satu rukun akad salam, yakni ra’sul mal, sehingga pada waktu perjanjian terjadi tidak ada pertukaran apapun. Dengan begitu jual beli yang terjadi di Koropele adalah bai’ ad-dain bi ad-dain, yang mana tidak diperkenenkan oleh syara’ karena mengandung riba nasi’ah
Upaya kepala madrasah dalam menanamkan nilai-nilai karakter Islam di MTsN Wonorejo Pasuruan
INDONESIA:
Selama ini pendidikan agama islam di sekolah sering dianggap kurang berhasil dalam membentuk sikap dan perilaku keberagamaan peserta didik serta membangun moral dan etika bangsa. Sedangkan pendidikan agama islam pada umumnya, kurang dapat teraplikasi dalam kehidupan keseharian dilingkungan sekolah, oleh karena itu salah satu cara yang digunakan dalam mewujudkan tujuan dari pendidikan agama islam yaitu dengan memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan agama islam dilingkungan sekolah. Kepala madrasah sebagai pemimpin lembaga pendidikan dengan berbagai fungsi dan perannya, tentunya orang yang penting bertanggung jawab atas segala aktifitasnya serta maju atau mundur, baik atau jelek, kualitas atau tidaknya sebuah pendidikan yang dipimpinnya, maka penyusun tertarik meneliti tentang “Upaya Kepala Madrasah Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Karakter Islam di MTsN Wonorejo Pasuruan”
Berpijak dari permasalahan tersebut, maka tujuan dari pembahasan ini adalah (1) Apa bentuk nilai-nilai karakter Islam di MTsN Wonorejo Pasuruan. (2) Apa upaya kepala madrasah dalam menanamkan nilai-nilai karakter Islam di MTsN Wonorejo Pasuruan. (3) Apa strategi kepala madrasah dalam menanamkan nilai-nilai karakter Islam di MTsN Wonorejo Pasuruan.
Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penulis menggunakan interview, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan teknis analisis datanya peneliti menggunakan kualitatif deskriptif.
Sesuai dengan hasil penelitian adalah (1) Bentuk nilai-nilai karakter Islam yang ditanamkan di MTsN Wonorejo Pasuruan yaitu JTVDKAP (Jujur, Tanggung Jawab, Visioner, Disiplin, Kerjasama, Adil, dan Peduli). (2) Upaya kepala madrasah dalam menananamkan nilai-nilai karakter Islam di MTsN Wonorejo Pasuruan adalah Menciptakan iklim yang kondusif, memberikan dorongan kepada seluruh warga MTsN Wonorejo Pasuruan, serta melaksanakan model pembelajaran yang menarik. (3) Strategi kepala madrasah dalam menanamkan nilai-nilai karakter Islam di MTsN Wonorejo Pasuruan adalah (1) Strategi Keteladanan (2) Strategi Pembiasaan.
ENGLISH:
In now days, the reputed of islamic education at school is less success on the shape attitude and multiple diverse behavior of student also constructive of morality and ethics nation. Whereas in common, the islamic education is less to application in daily activity of school environment, therefore one of the ways that used on the bring to reality of islamic education purpose i.e comprehend and applicaton of islamic values on the school environment. The headmaster of islamic school as the institute leader with any fuction and his role, is also absolutely as the impotent person to responsible all about activity go forward or go back, bad or good, and the quality of education that his leader. Based on the situation the writter is interesting to research about “The Effort of Islamic School Headmaster in Implant of Islamic Character Values at State Islamic Lower Secondary School Wonorejo Pasuruan”.
Based on the problems, so, the purpose from discussion is (1) What is shape of islamic character values at State Islamic Lower Secondary School Wonorejo Pasuruan. (2) What is the effort of islamic school headmaster in implant of islamic character values at State Islamic Lower Secondary School Wonorejo Pasuruan. (3) What is strategy of islamic school headmaster in implant of islamic character values at State Islamic Lower Secondary School Wonorejo Pasuruan.
The approach of this research is qualitative research. The writter is using interview, observation, and documentation. While, analysis technic data is using qualitative discription.
Based on the result of research is showing that: (1) the shape of character islamic values that implant at State Islamic Lower Secondary School Wonorejo Pasuruan i.e JTVDKAP Jujur (honest), Tanggung Jawab (responsible), Visioner, Disiplin (discipline), Kerjasama (cooperation), Adil (fair), and Peduli (care). (2) the effort of islamic school headmaster in implant of islamic character values at State Islamic Lower Secondary School Wonorejo Pasuruan is created good climated, give the encouragement to all member of State Islamic Lower Secondary School Wonorejo Pasuruan, also doing intersting learning model. (3) The strategy of islamic school headmaster in implant of islamic character values at State Islamic Lower Secondary School Wonorejo Pasuruan is (1) lead strategy (2) habitually strategy
Strategi LAZ Baitul Maal Hidayatullah dalam menjaga loyalitas donatur
Pertumbuhan jumlah Lembaga Amil Zakat (LAZ) di Indonesia membuktikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian umat karena dari dana-dana yang terhimpun dari lembaga zakat akan bermanfaat untuk pemberdayaan ekonomi kaum dhuafa. Namun demikian dengan jumlah LAZ yang banyak tersebut akan memicu persaingan tiap LAZ dalam meraih simpati tiap donatur. Dengan demikian tiap lembaga zakat dituntut untuk menciptakan kepercayaan dan keloyalan kepada donatur agar tiap lembaga zakat bisa menjalankan operasional kegiatannya. Atas dasar inilah peneliti tertarik melakukan penelitian di sebuah lembaga zakat yaitu Baitul Maal Hidayatullah (BMH), dengan tujuan untuk mengetahui strategi menjaga loyalitas terhadap donatur di lembaga ini. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yaitu mengorganisir semua data malalui observasi, wawancara teknis dokumentasi dengan memilah milahnya menjadi satu kesatuan yang dapat dikelola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, serta memutuskan apa yang dapat diceritakan mengenai strategi loyalitas donatur oleh Baitul Maal Hidayatullah (BMH). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa loyalitas donatur Baitul Maal Hidayatullah (BMH) selalu meningkat terlihat dari indikator jumlah donatur yang banyak di Baitul Maal Hidayatullah (BMH) serta pertambahan jumlah donatur tiap tahunnya. Selain itu penghimpunan jumlah dana Zakat, Infaq dan Shadaqah (ZIS), terus meningkat tiap tahunnya dan kenaikan tersebut dengan rata-rata 41% tiap tahunnya. Lembaga ini memberikan pelayanan yang baik untuk para donatur yang dimulai dari transparansi dalam penghimpunan dan pendistribusian untuk meningkatkan keloyalitasan donatur
PENYELENGGARAAN PROGRAM PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP {LIFE SKILLS) DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEMANDIRIAN WARGA BELAJAR DI DESA LANGENSARI KECAMATAN LEMBANG :Studi Kasus Pada Kelompok Belajar Binaan BPPLSP Regional n Jayagiri
Pendidikan kecakapan hidup (life skills) yang diselenggarakan melalui jalur PLS
bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap WB di bidang
tertentu sesuai dengan bakat dan minatnya sehingga mereka memiliki bekal kemampuan
untuk bekerja yang dapat mendatangkan penghasilan layak guna memenuhi kebutuhan
hidupnya. Sehubungan hal itu yang menjadi masalah pokok dalam penelitian ini ialah
bagaimana penyelenggaraan program pendidikan kecakapan hidup ditinjau dari aspek
proses, hasil, dampak dan evaluasi program pembelajaran. Sedangkan tujuan penelitian
untuk mengungkap, mendeskripsikan dan menganalisis tentang: proses, hasil, dampak,
dan evaluasi program pembelajarannya
Landasan teori untuk mendukung penelitian ini adalah: (1) Konsep pembelajaran,
yaitu interaksi edukatif antara peserta didik dengan pendidik (2) Hasil pembelajaran
adalah perubahan tingkah laku mencakup ranah afeksi, kognisi, dan psikomotor WB. (3)
Dampak atau pengaruh adalah manfaat yang diperoleh WB (4) Evaluasi program adalah
keterlibatan WB, NST dan pendamping dalam penilaian program pembelajaran (5)
Program kecakapan hidup bermaksud memberikan bekal pengetahuan, keterampilan,
sikap dan kemampuan fungsional praktis. (6) Kemandirian adalah perilaku yang selalu
aktif berusaha meningkatkan penghasilan tanpa menggantungkan diri pada orang lain,
bertanggung jawab, mampu memenuhi kebutuhan pokok minimal, memiliki etos kerja
tinggi, serta disiplin dan berani mengambil resiko.
Penelitian dilakukan di Kelompok Belajar Mekar Asih binaan BP-PLSP Regional
II Jayagiri di Desa Langensari Kecamatan Lembang melalui empat tahapan yaitu:
persiapan, pelaksanaan, analisis data, dan pelaporan hasil penelitian. Pendekatan dalam
penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subyek
penelitianyang dijadikan sumber data berjumlahtujuh orang, yaitu dua orang NST, ketua
penyelenggara, empat orang WB. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan
studi dokumentasi. Prosedur penehtian yang ditempuh adalah pengumpulan data,
pengolahan data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Triangulasi
dilakukan antara responden, pendamping lapangan, tokoh masyarakat, dan NST
Temuan hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Proses pembelajaran yang
merupakan interaksi edukatif antara WB dan NST dengan kegiatan belajar
membelajarkan, bimbingan dan pendampingan serta evaluasi program dalam kecakapan
hidup telah sesuai kebutuhan WB. (2) Hasil pembelajaran yang dicapai, yaitu 20 orang
WB memiliki kemampuan yang merupakan akumulasi dari peningkatan pengetahuan,
sikap dan keterampilan tentang budidaya burung puyuh. (3) Dampak pembelajaran atau
pengaruh adalah manfaat yang diperoleh WB berupa perolehan pekerjaan, pemilikan dan
peningkatan pendapatan, penampilan diri dan pendidikan, serta partisipasi dalam
masyarakat. (4) Evaluasi program adalah keterlibatan WB bersama NST dan pendamping
lapangan dalam penilaian program pembelajaran kecakapan hidup menunjukkan bahwa
secara teoritis dan praktis pada dasanya WB sudah memahaminya.
Kesimpulan yang didapat bahwa; proses pembelajaran, hasil pembelajaran,
dampak pembelajaran serta evaluasi program pembelajaran, rnateri, metode, teknik dan
media pembelajaran, waktu dan tempat pembelajaran telah sesuai dengan kebutuhan WB,
tujuan pembelajaran serta rencana yang ingin dicapai. Saran, upaya tindak Ianjut dari
penyelenggaraan program pendidikan kecakapan hidup dengan pendampingan yang
berfiingsi untuk memfasilitasi, memotivasi perlu dilaksanakan untuk mempeioleh akses
pelayanan lebih Ianjut pasca penyelenggaraan dan akses permodalan sebagai
pengembangan program dan untuk mencukupi kebutuhan hidup WB sebagai dampak
positif dari penyelenggaraan program kecakapan hidup
Namādzij Tadrīs Mahārah al-Kalām ‘ala Asās an-Nazhariyyah al-Bināiyyah fi Ma’had Al Muhsinin Kerinci
This study aimed to analyze the learning model for speaking Arabic in the perspective of constructivism theory at Al Muhsinin Kerinci Islamic Boarding School and teachers’ effort in supporting the learning model used. This study started from the discussion of the concepts and models of Arabic learning that are used in several Islamic Education Institutions such as Islamic boarding schools that require conventional method. Al Muhsinin Islamic Boarding School provides learning concepts that make learning active and interactive which teach Arabic speaking skills. The research method used by researchers in this study was descriptive qualitative analytic research. The results showed that the learning model of Arabic speaking skills at Al Muhsinin Kerinci Islamic Boarding School studied contextual learning models consisting of daily communication activities using Arabic, quantum learning models related to independent learning activities and further learning, cooperative learning models including activities morning vocabulary learning and Arabic conversation and problem based learning models in Arabic discussion. Which learning model has fulfilled the characteristics of constructivism in the form of renewal, elicitation, approval of ideas and comments. Related to teacher assistance in supporting the learning model at Al Muhsinin Kerinci Islamic Boarding School, namely by requiring Arabic in daily life, preparing language courts, and strategies that support the environment such as the management of the Arabic league, which is related to cultural, relationships, motivation, and contextual matters in learning Arabic, specifically learning Arabic speaking skills.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pembelajaran kemahiran berbicara bahasa Arab perspektif teori konstruktivisme di Pondok Pesantren Al Muhsinin Kerinci serta upaya guru dalam mendukung model pembelajaran yang digunakan tersebut. Penelitian ini berangkat dari keprihatinan terhdap konsep dan model pembelajaran bahasa Arab yang digunakan di beberapa Lembaga Pendidikan Islam seperti pondok pesantren yang cenderung masih konvensional dan membosankan. Pondok Pesantren Al Muhsinin memberikan konsep pembelajaran yang membuat pembelajar menjadi aktif dan interaktif terutama pembelajaran kemahiran berbicara bahasa Arab. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kemahiran berbicara bahasa Arab di Pondok Pesantren Al Muhsinin Kerinci meliputi model pembelajaran kontekstual yang berupa kegiatan komunikasi sehari-hari menggunakan bahasa arab, model pembelajaran quantum berupa kegiatan belajar mandiri dan mengajar pelajaran ekstra, model pembelajaran kooperatif berupa kegiatan pemberian kosakata pagi, muhadatsah dan pidato berbahasa arab dan model pembelajaran berbasis masalah berupa kegiatan diskusi berbahasa arab. Yang mana model pembelajaran tersebut sudah memenuhi ciri-ciri konstruktivisme yang berupa orientasi, elisitasi, rekonstruksi ide dan review. Adapun upaya guru dalam mendukung model pembelajaran di Pondok Pesantren Al Muhsinin Kerinci yaitu dengan mewajibkan bahasa arab dalam kehidupan sehari-hari, membentuk mahkamah bahasa, dan strategi penciptaan lingkungan bahasa sepertipenyelenggaraan pekan arabi, yang berdampak pada pembentukan budaya, suasana, motivasi, dan kontekstual dalam pembelajaran bahasa arab, khususnya pembelajaran kemahiran berbicara bahasa Arab
- …
