1,720,979 research outputs found

    PENGEMBANGAN INTERVENSI KEPERAWATAN SELF CARE MANAGEMENT BERBASIS APLIKASI ANDROID TERHADAP PENCEGAHAN KEKAMBUHAN PENDERITA PPOKDI RUMAH SAKIT PAMEKASAN

    Get PDF
    Pendahuluan: Intervensi pencegahan kekambuhan penderita PPOK yang telah dilakukan selama ini belum bisa mengurangi angka kekambuhan.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan intervensi keperawatan self care management berbasis aplikasi android terhadap pencegahan kekambuhan penderita PPOK di Rumah Sakit Pamekasan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian dan pengembangan (research and development) Populasinya seluruh perawat di Rumah Sakit Pamekasan berjumlah 112 orang. Variabel penelitian iniadalah pelaksanaan pencegahan kekambuhan penderita PPOK. Analisis data menggunakan analisis data deskriptif. Kegiatan FGD dilakukan untuk Pengembangan self care management berbasis aplikasi android. Hasil: Evaluasi pelaksanaan intervensi yang sudah dilakukan dalam mencegah kekambuhan penderita PPOK menunjukkan bahwa hampir seluruh perawat (>76%) masih belum melaksanakan edukasi terkait oksigenasi. hampir seluruh seluruh perawat (>78%) belum melakukan evaluasi pengobatan dan oksigenasi di rumah. hampir seluruh perawat (>79%) belum melaksanakan manajemen aktifitas dan latihan fisik terhadap pasien. Kesimpulan: hampir seluruh perawat belum melaksanakan edukasi terkait oksigenasi, evaluasi pengobatan dan oksigenasi di rumah, evaluasi pemenuhan nutrisi, serta manajemen rehabilitasi pasien. Pengembangan intervensi keperawatan self care management berbasis aplikasi android memuat edukasi serta evaluasi pengobatan dan oksigenasi di rumah, evaluasi pemenuhan nutrisi, dan manajemen rehabilitasi pasie

    Pencantuman Disclaimer (Penolakan Tanggung Jawab) Dalam Situs Internet Dikaitkan Dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen

    Get PDF
    Dalam transaksi E-Commerce, konsumen tidak dapat menyentuh barang yang akan dibelinya. Sebelum konsumen menerima penawaran yang diajukan pemilik situs internet, biasanya dalam situs jaul beli online, pemilik situs mencantumkan suatu klausula baku yang dibuat sendiri oleh pemilik situs yang berisi pengaturan perjanjian jual beli yang mau tak mau harus disetujui oleh si konsumen jika ingin membeli produk barang dalam situs internet tersebut. Hal ini memberikan peluang pada pelaku usaha untuk mencantumkan ketentuan klausula baku dalam bentuk disclaimer tersebut untuk mengalihkan tanggung jawabnya. Banyak konsumen yang tidak menyadari keberadaan disclaimer karena letaknya sulit terlihat. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif. Permasalahan pertama yang dikaji dalam penelitian ini yaitu pengaturan pencantuman disclaimer dalam situs internet dikaitkan dengan Undang-Undang No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK). Apabila ditinjau dari UUPK, beberapa substansi dari disclaimer dalam situs internet (website) dapat dikategorikan sebagai klausula eksonerasi. Menurut Pasal 18 UUPK disclaimer yang menyatakan pengalihan tanggung jawab pelaku usaha merupakan klausula yang dilarang dicantumkan dalam setiap dokumen/perjanjian. Namun jika undang-undang tersebut tidak dapat menyentuh ketentuan-ketentuan tertentu dalam pencatuman disclaimer dalam transaksi e-commerce maka dapat digunakan Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan KUHPerdata Indonesia. Sedangkan permasalahan yang kedua yakni bentuk perlindungan hukum berkaitan dengan pencantuman disclaimer dalam situs internet dikaitkan dengan UUPK maka dapat dilihat pada tanggung jawab pelaku usaha berdasarkan Pasal 19 UUPK. Menurut Pasal 22 dan 28 UUPK pembuktian terhadap ada atau tidaknya unsur kesalahan ada pada pelaku usaha. Oleh karena itu UUPK memakai prinsip praduga untuk selalu bertanggung jawab. Sedangkan dalam UU ITE bentuk perlindungan yang diberikan secara preventif dengan dibentuknya suatu Lembaga Sertifikasi Keandalan (LSK) yang diatur berdasarkan PP No.82 Tahun 2012 tentang Peyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik. Selain itu bentuk, perlindungan hukum yang dapat diberikan kepada konsumen dalam transaksi e-commerce dapat dibagi atas tiga fase yakni fase perlindungan hukum sebelum transaksi, meliputi lembaga perlindungan konsumen, pendidikan konsumen e-commerce, kehati-hatian konsumen dalam bertransaksi, dan self-regulation oleh pelaku usaha. Lalu fase saat transaksi, meliputi keaslian data massage dalam kontrak dan tanda tangan digital, keabsahan kontrak e-commerce dan tanda tangan digital, kerahasiaan data massage, keamanan dalam bertransaksi, ketersediaan (availability), serta pembayaran dalam transaksi e-commerce. Fase yang terakhir yaitu fase pasca transaksi, meliputi penerapan cooling off period dan strict liability dalam sistem tanggung jawab produk, serta penyelesaian sengketa dalam transaksi e-commerce lintas negara

    Hubungan Motivasi Dan Kepribadian Mahasiswa Keperawatan Dengan Perilaku Caring Dalam Memberikan· Asuhan Keperawatan

    Get PDF
    Student nurse is a unique subject, when student nurse implement clinical practice they must play role and here responsible as a nurse. Student nurse is expected to show a good caring behaviour. Previous research perfonned to the nurse. The purposive of this research was to analyze the corellation of motivation and personality student nurse with caring behaviour in providing nursing care. This research used cross sectional design. The population was all of student nurse who implement clinical practice at the 2nd semester, the sample had been taken as much as 104 respondent according to inclusion criteria. The independen variabel was motivation and personality according to the big five personality theory and the dependent variabel was nurses caring behaviour. The instrument of this research was used questioner and the corelation of motivation and personality student nurse with caring behaviour were analyzed using logistic regresion with level of significance of < 0,05. The result showed that caring behaviour can be explained by the motivation of student. The value of test p=0,000 showed that motivation have corellation with caring behaviour. The student nurse as a perspective nurse must have a strong motivation. A good motivation is used to establish good behaviour will manifest a persons personality from their encouragement

    Perancangan interior Fashion Hub Ratu Plaza Jakarta

    No full text
    Industri fashion merupakan salah satu kontributor yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Namun, adanya keterbatasan fasilitas penunjang tentu menjadi faktor penghambat perkembangan industri ini. Mal Ratu Plaza merupakan salah satu pusat perbelanjaan yang banyak didiami oleh butik-butik terkenal hingga menjadi pionir pusat trend di Kota Jakarta pada tahun 1980-an. Seiring berjalannya waktu, mal ini mulai sepi pengunjung dikarenakan kalah bersaing dengan pusat perbelanjaan lain yang lebih modern. Perancangan ini bertujuan untuk menghadirkan ruang kreatif yang mendukung komunitas fashiondi Jakarta sebagai upaya peningkatan produktivitas dalam ekosistem industri fashion. Selain itu, dengan hadirnya Fashion Hub ini juga dapat mengangkat kembali citra Mal Ratu Plaza Jakarta sebagai pusat trend kontemporer. Proses perancangan yang dilakukan menggunakan metode perancangan Rosemary Kilmer melalui tahap analisis dan sintesis untuk menghasilkan solusi desain yang optimal. Hasil desain yang ditawarkan mengusung konsep “An Action for Fashion” sebagai esensi yang ingin dicapai ke dalam penerapan bentuk, warna, pengembangan ruang, serta aspek interior lainnya yang mampu menunjang produktivitas dalam berproses kreatif di industri fashion. Perancangan Fashion Hub ini menggunakan gaya retrofuturism dengan karakter yang stylish, dan ekspresif

    IMPLEMENTASI MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PEMBELAJARAN PENCAK SILAT TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN JURUS TUNGGAL BAKU IPSI TANGAN KOSONG

    Get PDF
    Tujuan daripada penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media audio visual terhadap hasil belajar keterampilan jurus tunggal baku IPSI tangan kosong pencak silat. Jenis penelitian eksperimen yang digunakan ialah eksperimen semu atau quasi experiment, dengan desain yang digunakan yakni Matching-Only Design dimana terdapat kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan adanya perlakuan, serta pre-test dan post-test. Populasi dalam penelitian ini terdiri atas siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pencak Silat di SMA Negeri 1 Caringin. Sedangkan Sampel penelitian ini berjumlah 30 siswa yang terbagi kedalam 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen (n=15) yang diberikan perlakuan media audio visual dan kelompok kontrol (n=15) yang tidak diberikan perlakuan, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes keterampilan gerak pencak silat kategori tunggal baku sebanyak 7 rangkaian jurus yang terdiri atas 50 gerakan. Analisi data yang digunakan yakni independent sample T-Test dengan bantuan Microsoft Excel 2021 dan IBM SPSS versi 30. Berdasarkan statistik deskriptif, kelompok eksperimen memiliki rata-rata N-Gain sebesar 6,7333 dengan standar deviasi 4,92032, sedangkan kelompok kontrol memiliki rata-rata N-Gain sebesar 4,4667 dengan standar deviasi 4,53347. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa nilai p value (0,54) > significant (0,05) maka H0 diterima dan H1 ditolak, dengan demikian tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan media audio-visual terhadap hasil belajar keterampilan jurus tunggal baku IPSI tangan kosong pada siswa yang diteliti. Penelitian ini menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memiliki hasil belajar yang lebih baik, meskipun tidak signifikan secara statistik. Kata Kunci : Media audio visual, hasil belajar, jurus tunggal baku, pencak silat The purpose of this study was to determine the effect of using audio-visual media on learning outcomes of IPSI standard single hand empty hand pencak silat skills. The type of research used was a quasi-experiment, with a Matching-Only Design, which included a control group and an experimental group with treatment, as well as pre-tests and post-tests. The population in this study consisted of students participating in the Pencak Silat extracurricular activity at SMA Negeri 1 Caringin. The sample size was 30 students divided into two groups: the experimental group (n=15) who received the audio-visual media treatment and the control group (n=15) who did not receive the treatment, selected using purposive sampling. The instrument used in this study was a Pencak Silat movement skill test consisting of 7 sets of standard techniques comprising 50 movements. Data analysis was conducted using an independent sample T-Test with the assistance of Microsoft Excel 2021 and IBM SPSS version 30. Based on descriptive statistics, the experimental group had an average N-Gain of 6.7333 with a standard deviation of 4.92032, while the control group had an average N-Gain of 4.4667 with a standard deviation of 4.53347. The hypothesis testing results showed that the p-value (0.54) > significant (0.05), so H0 was accepted and H1 was rejected. Thus, there was no significant effect of the use of audio-visual media on the learning outcomes of IPSI empty-hand standard single techniques among the students studied. This study showed that the experimental group had better learning outcomes, although not statistically significant. Keywords: Audio-visual media, learning outcomes, standard single technique, pencak sila

    Hubungan Persepsi Penyakit Dan Lamanya Hemodialisis Dengan Kepatuhan Manajemen Nutrisi Pada Pasien Hemodialisis Di Rsup. Dr. M. Djamil Padang

    Get PDF
    ABSTRAK Penyakit gagal ginjal kronik perlu melakukan manajemen nutrisi karena ketidakpatuhan terhadap manajemen nutrisi dapat memperburuk prognosis penyakit dan meningkatkan mortalitas. Persepsi pasien tentang penyakitnya dan lamanya menjalani hemodialisis diketahui sebagai faktor penentu yang berkaitan dengan kepatuhan manajemen nutrisi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan persepsi penyakit dan lamanya hemodialisis dengan kepatuhan manajemen nutrisi pada pasien yang menjalani hemodialisis di Unit Hemodialisa RSUP.Dr.M.Djamil Padang. Desain penelitian menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study, penelitian menggunakan sampel 43 dengan teknik sampling purposived sampling, dengan menggunakan instrument brief illness perception dan food recall. Analisa secara univariat ditampilkan dengan tabel distribusi frekuensi dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara persepsi penyakit dengan kepatuhan manajemen nutrisi (p= 0,005), dan hubungan yang bermakna antara lamanya hemodialisis dengan kepatuhan manajemen nutrisi (p= 0,001). Disarankan kepada pasien untuk mengikuti manajemen nutrisi melihat bahwa dampak ketidakpatuhan dapat memperburuk prognosis penyakit. Kata Kunci : Gagal Ginjal Kronik (GGK), Hemodialisa, Kepatuhan manajemen nutrisi, Lamanya Hemodialisis, Persepsi Penyakit
    corecore