1,720,968 research outputs found

    STRATEGI DAKWAH PADA MEDIA SOSIAL (Studi Kasus terhadap Aam Amiruddin pada Twitter)

    Get PDF
    Perkembangan teknologi mengakibatkan dakwah mengalami pergeseran ke arah digital. Hal tersebut didorong oleh tingginya kebutuhan mengakses informasi mengenai Islam melalui internet. Penulis melihat adanya peran penting Dai mempromosikan dakwah dalam media sosial, terutama di twitter. Penelitian ini mengkaji strategi dakwah Aam Amiruddin pada Twitter. Penulis memfokuskan pada tahapan strategi yang meliputi; perumusan strategi, implementasi strategi, dan evaluasi strategi. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan metode studi kasus, serta strategi pemilihan single case study. Wawancara mendalam dilakukan terhadap satu Dai, enam audiens pada Twitter, tiga audiens di luar twitter, serta satu admin yayasan dakwah. Selain itu, dilakukannya observasi terhadap tweet Dai Aam Amiruddin dari 2 Juni hingga 4 November 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perumusan strategi dakwah yang dilakukan Aam Amiruddin dengan melihat manfaat dari pesatnya teknologi internet. Lalu, mengimplementasikan penyampaian pesan yang sesuai dengan audiensnya. Namun, pada tahap terakhir, Aam kurang mengevaluasi proses komunikasi dakwah yang dilakukannya di Twitter. Technological developments have resulted in a shift to digital preaching. This is driven by the high need to access information about Islam through the internet. The author sees an important role for preacher in promoting da'wah in social media, especially on twitter. This study examines da'wah strategy of Aam Amiruddin on Twitter. The author focuses on the stages of the strategy which includes; strategy formulation, strategy implementation, and strategy evaluation. The research approach used is qualitative with the case study method, as well as the single case study selection strategy. In-depth interviews were conducted with one preacher, six followers on Twitter, three non-followers of twitter, and one dakwah foundation administrator. In addition, author conducted observations on the tweets of Aam Amiruddin from June 2 to November 4, 2018. The results showed that Aam Amiruddin's formulation of da'wah strategies saw the benefits of the rapid development of internet technology. Then, implement the delivery of messages in accordance with the audience. However, at the last stage, Aam did not evaluate the dakwah communication process he was doing on Twitter

    Metode tabligh Ustadz Aam Amiruddin di Masjid Agung Trans Studio Bandung

    Get PDF
    Diantara mubaligh yang ada di Masjid Agung Trans Studio Bandung yang mendapat respon baik dari berbagai kalangan khusunya dewasa ialah Ustadz Aam Amiruddin, menyampaikan pesan dakwahnya di berbagai wilayah di Kota Bandung. Hal ini tidak terlepas dari gaya beliau dalam berdakwah menggunakan bahasa yang dikemas dengan sangat baik. kepiawaiannya dalam tabligh Islam dengan sistem penyampaian yang baik dan atraktif dengan menyelipkan guyonan-guyonan segar serta metode yang unik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metode tabligh apa yang digunakan oleh Ustadz Aam Amiruddin dalam menjalankan kegiatan dakwahnya. Dan materi apa yang Ustadz Aam Amiruddin sampaikan kepada mubalaghnya. Serta apa saja faktor yang mempengaruhi ketika Ustadz Aam Amiruddin dalam berdakwah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Karena tujuan pokok dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan dan memberi penjelasan tentang metode tabligh Ustadz Aam Amiruddin di Masjid Agung Trans Studio Bandung. Penelitian ini dilakukan dengan menempuh langkah-langkah: menentukan lokasi penelitian, metode penelitian, jenis dan sumber data, teknik pengumpulan data, yakni melalui studi observasi, studi dokumentasi, serta wawancara yang dan menganalisi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa metode tabligh yang digunakan oleh Ustadz Aam Amiruddin di Masjid Agung Trans Studio Bandung, yakni metode pendekatan qurani, metode semi kuliah, dan metode tanya jawab. Semua dimensi materi tabligh secara keseluruhan, mencakup semua sisi. Namun Ustadz Aam lebih menekankan kepada masalah akidah dan akhlak. Hasil yang dicapai oleh Ustadz Aam Amiruddin dalam kegiatan tablighnya cukup memuaskan, dengan berubahnya pola pikir mubalagh terhadap nilai-nilai akhlaqnya. Semua keberhasilan tersebut tak lain muncul dari faktor pendukung dan faktor yang mempengaruhi selama kegiatan tabligh tersebut. Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan bahwa metode tabligh yang digunakan Ustadz Aam Amiruddin memiliki tingkat keberhasilan yang baik. Serta materi yang menekankan pada aspek akidah dan akhlak mampu menghasilkan penyampaian yang mudah dipahami terutama masalah kesehariaan. Keberhasilan tabligh tak lain dari faktor yang mempengaruhi

    Retorika Tabligh Ustadz Aam Amiruddin dalam Meningkatkan Pemahaman Akhlak Jama’ah (Studi Deskriptif pada Majelis Percikan Iman di Masjid Al-Murosalah)

    Get PDF
    Islam merupakan agama yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. untuk membina dan memperbaiki kondisi umat manusia dengan cara menggunakan tabligh. Proses penyampaian tabligh membutuhkan mubaligh yang bisa memperkenalkan ajaran Islam dengan cara-cara yang efektif sehingga dapat diterima oleh masyarakat dan tidak terjadi kesalahpahaman dalam menerima isi pesan yang disampaikan. Untuk mewujudkan hal itu, maka seorang mubaligh harus menguasai ilmu retorika. Dengan menguasai ilmu retorika seorang mubaligh dapat mengemas dan mengutarakan pesan tablighnya, sehingga mudah dipahami oleh jama’ah dan mereka mau mempraktekkanya dalam kehidupan sehari-hari. Dari asumsi di atas, maka masalah yang akan dikaji dari penelitian ini adalah sistematika, gaya bahasa, retorika penyampaian pesan yang sering disampaikan Ustadz Aam Amiruddin, tanggapan para jama’ah dan hasil yang dicapai setelah mengikuti tabligh Ustadz Aam Amiruddin. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sistematika, gaya bahasa, retorika penyampaian pesan tabligh, tanggapan jama’ah tentang materi akhlak dan hasil yang dicapai setelah mengikuti tabligh Ustadz Aam Amiruddin dalam meningkatkan pemahaman akhlak jama’ah pada Majelis Percikan Iman di Masjid Al-Murosalah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif sebagai upaya memberikan gambaran atau uraian dari data-data yang diperoleh. Jenis data yang dikumpulkan adalah jenis data kualitaif, sedangkan pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, serta dianalisis berdasarkan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini diperoleh retorika tabligh Ustadz Aam Amiruddin dalam meningkatkan pemahaman akhlak jama’ah di Majelis Percikan Iman sebagai berikut : 1) Sistematika penyampaian pesan tabligh dimulai dengan pembukaan (salam, mukaddimah, dan bertanya, menyapa serta bercerita), tanya-jawab, materi yang dibarengi pembacaan Al-Quran dan Hadist serta dijelaskan dengan menggunakan contoh kekinian, menggantungkan materi atau memberi kesimpulan, dan penutup (doa kafaratul majlis). Pengorganisasian pesan menggunakan urutan deduktif dan induktif. 2) Gaya bahasa yang digunakan sangat populer di kalangan masyarakat dengan menggunakan bahasa Indonesia yang diselingi bahasa Sunda, bahasa Inggris dan istilah ilmiah. 3) Retorika penyampaian pesan tabligh menggunakan intonasi yang naik-turun dan artikulasi yang jelas, gerak-gerik tubuh dan mimik muka, dan disisipi humor yang menyegarkan yang disesuaikan dengan materi, kondisi dan situasi jama’ah, serta menggunakan retorika ekstemporer yaitu pidato tanpa teks atau catatan apapun. 4) Tanggapan para jama’ah tentang materi akhlak yang disampaikan Ustadz Aam Amiruddin secara keseluruhan sesuai dengan perkembangan zaman masa kini dan penyampaiannya pun sistematis, logis dan tidak bertele-tele sehingga lebih mudah dicerna oleh jama’ah. 5) Hasil yang dicapai setelah mengikuti tabligh Ustadz Aam Amiruddin pemahaman para jama’ah akan ajaran Islam semakin bertambah, dan jama’ah pun sudah dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari seperti lebih dapat mengontrol emos

    Sinonim Terjemahan Kata ٌلْوَق dalam Qur?an Surat An-Nisa Karya Aam Amiruddin

    No full text
    Penelitian ini didasari oleh hubungan (relasi) makna dari terjemahan kata قٌه yang memiliki sinonimi yang varian pada ayat-ayat di dalam surat an-Nisa karya Aam Amiruddin dalam al-Qur?an al-Mu?asir Terjemah Kontemporer. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui relasi makna sinonimi pada terjemahan kata قٌه dalam terjemahan al-Qur?an al-Mu?asir dengan terjemah leksikal kata قٌه itu sendiri, agar pesan pada Bsu tetap tersampaikan dengan baik meski penerjemah menerjemahkan dengan metode pemaknaan. Dengan analisis ini, dapat memberikan pengetahuan mengenai pemaknaan yang digunakan penerjemah keluar dari konteks Bsu atau tidak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode kualitatif yang bersifat deskriptif analitik .Penelitian yang berkaitan dengan aspek kualitas, nilai atau makna yang terdapat dibalik fakta. Data diperoleh dari hasil pengamatan, kemudian data disusun dan dianalisis dengan memperkaya informasi melalui wawancara penerjemah, mencari hubungan, membandingkan dengan teori relasi makna untuk mengetahui hubungan antara hasil terjemahan dengan terjemah leksikalnya. Hasil penelitian ini peneliti menemukan 6 ayat untuk dianalisis yang memiliki 8 variasi terjemahan kata قٌه . Setelah peneliti menganalisis ke-8 variasi terjemahan tersebut melalui teori relasi makna, terjemahan tersebut memiliki relasi dalam sinonimi, hiponimi dan hipernimi. Sehingga terjemahan tersebut relevan

    Kajian perbandingan antara terjemahan Al-Qur'an “Al-Mu'asir” karya Aam Amiruddin dengan terjemahan Al-Qur'an oleh Kementerian Agama RI: Kajian tentang teknik dan ketepatan makna serta implikasinya dalam pendidikan terjemahan

    Get PDF
    ARABIC: رجمة نشاط له أهمية حيوية في حياة الإنسان. إن دور الترجمة له آثار كبيرة على فهم الشخص أو حتى المجتمع ككل لنص لغة أجنبية، بما في ذلك اللغة العربية. وله مكانة مهمة في حياة الأشخاص الملتزمين بتعاليم الإسلام، مثل غالبية المجتمع الإندونيسي. يقدم الباحث في هذا البحث دراسة مقارنة بين ترجمة أأم أمير الدين وترجمة وزارة الشؤون الدينية بإندونيسيا. يهدف هذا البحث إلى 1) معرفة أوجه الاختلاف والتشابه في تقنيات الترجمة المستخدمة في ترجمة القرآن الكريم لأأم أمير الدين وترجمة القرآن وزارة الدين الإندونيسية ، و2) لمعرفة دقة معنى ترجمة القرآن المعاصر لأأم أمير الدين وترجمة وزارة الدين الإندونيسية للقرآن الكريم ومستوى التداخل بناءً على قواعد اللغة الإندونيسية المناسبة والصحيحة. يستخدم هذا البحث المدخل النوعي، وهو بحث يتمد على النظر أن البيانات المبحوثة نوعية لا كمية. وطريقته هي الوصفية، وهي في هذا البحث ما تصف المشكلات اللغوية التي تحدث في الوقت الحاضر وما حدث كما ينبغي، بتقنية تحليل المحتوى والنص. نتائج هذا البحث أن كلي الترجمتين تستخدمان نفس استراتيجيات أو تقنيات الترجمة، وهي الحرفية، والإضافة، والتخفيض، والوصف، والنسخ، والتحويل، والتعديل. ومع ذلك، يرجى ملاحظة أن هناك اختلافات في استخدامها، وخاصة على الجانب الفني. وفي الوقت نفسه، وفيما يتعلق بالتداخل، فإن كلاً من ترجمة القرآن الكريم التي قام بها أأم أمير الدين وفريق الترجمة من وزارة الدين الإندونيسية ما زالوا يجدون تداخلاً في عدة أماكن، وهي التداخل النحوي حيث كانت هناك جمل ليس لها عناصر الجملة الكاملة (S+P)، والتداخل في استخدام علامات التعجب (!) والتداخل في استخدام أداة الربط "jika-maka". وكما هو الحال مع دقة نتائج الترجمة، هناك عدة ترجمات للآيات أقل دقة بسبب اختيار الكلمات المكافئة وتخطيط علامات الترقيم، وخاصة النقاط والفواصل. ومن بين الآثار التربوية لهذا البحث والتي يمكن تطبيقها في تعلم الترجمة ما يلي: تحديد أهداف وغايات ترجمتهم، وأن يكونوا متسقين في عملية الترجمة، وإجراء تعديلات على قواعد اللغة الهدف، ومقارنة ترجمة بأخرى، وإعطاء الأولوية دائمًا للدقة. INDONESIA: Penerjemahan merupakan sebuah kegiatan yang memiliki urgensivitas vital dalam kehidupan manusia. Peran terjemahan sangat berimplikasi pada pemahaman seseorang atau bahkan masyarakat secara luas di dalam memahami sebuah teks bahasa asing, termasuk bahasa Arab. Ia memliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat yang menganut ajaran Islam, sebagaimana mayoritas masyarakat Indonesia. Bahasa Arab merupakan bahasa utama ajaran Islam (al-Qur’an). Sehingga penerjemahan al-Qur’an (bahasa Arab) ke dalam bahasa Indonesia merupakan sebuah keniscayaan sebab tidak semua masyarakat Islam di Indonesia memiliki kemampuan memahami bahasa Arab. Pada tulisan ini peneliti berusaha memaparkan studi perbandingan antara hasil terjemahan Aam Amiruddin yang berusaha untuk memberikan terjemahan kontemporer dengan terjemahan Kementerian Agama Republik Indnonesia sebagai terjemahan resmi dari pemerintah. Berdasarkan latarbelakang tersebut peneliti bertujuan 1) Untuk mengetahui perbedaan dan persamaan teknik terjemahan yang digunakan dalam terjemah al-Qur’an al-Mu’asir karya Aam Amiruddin dan terjemah al-Qur’an Kemenag RI, dan 2) Untuk mengetahui akurasi makna terjemah al-Qur’an al-Mu’asir karya Aam Amiruddin dan terjemah al-Qur’an Kemenag RI dan tingkat interferensinya berdasarkan kaidah Bahasa Indonesia yang tepat dan benar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu penelitian yang didasarkan pada pertimbangan bahwa data yang diselidiki bersifat kualitatif, bukan kuantitatif. Metode yang digunakan adalah deskriptif, dimana dalam penelitian ini menggambarkan permasalahan kebahasaan yang terjadi pada masa sekarang dan apa yang terjadi sebagaimana mestinya, dengan menggunakan teknik analisis isi dan teks. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kedua terjemahan tersebut menggunakan strategi atau teknik penerjemahan yang sama, yaitu literal, penambahan, reduksi, deskripsi, transkripsi, transposisi dan modulasi. Namun perlu diketahui bahwa dalam penggunaannya terdapat perbedaan, terutama pada sisi teknis. Sementara terkait dengan interferensi, baik terjemahan al-Qur’an yang dihasilkan oleh Aam Amiruddin dan tim penerjemahan dari Kemenag RI masih ditemukan interferensi di beberapa tempat, yaitu interferensi gramatikal dimana terdapat kalimat yang tidak memiliki unsur subjek-predikat, interferensi dalam penggunaan tanda seru (!) dan interferensi dalam penggunaan konjungtor “jika-maka”. Begitu pula dengan keakuratan hasil terjemahannya bahwa terdapat beberapa terjemahan ayat yang kurang akurat akibat dari pemilihan padanan kata dan tata letak tanda baca, terutama tanda baca titik dan koma. Terakhir, setelah melakukan perbandingan antara kedua terjemahan tersebut, penulis melihat bahwa terdapat beberapa implikasi pedagogis yang dapat diterapkan dalam pembelajaran terjemah. Di antara implikasi tersebut adalah seyogyanya penerjemah menentukan tujuan dan sasaran terjemahannya, konsistensi dalam proses penerjemahan, melakukan penyesuaian terhadap kaidah bahasa sasaran, melakukan perbandingan antara satu terjemahan dengan terjemahan yang lain dan selalu mengedepankan ketelitian

    Ketika dosa tak dirasa: Yang kecil pun bisa menjadi besar

    No full text
    122 hlm.; 18 cm

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Tafsir al-qur\u27an kontemporer : juz amma jilid 3

    No full text

    Tafsir Al Quran kontemporer Juz Amma Jilid 1

    No full text
    corecore