1,720,999 research outputs found
KONTRIBUSI SINTESIS TASAWUF-TEOSOFIS AL-GHAZĀLĪ TERHADAP KONSTRUKSI TASAWUF SUNNI
Abstract: Sufism of al-Ghazālī patterned the osophist, an integration between the theological and philosophical Sufism. The dominance pattern of the osophical Sufism of al-Ghazālī emphasizes the mystical experience is spread through philosophical reasoning. The his study method departed from the truth of faith and test it through mystical experience method. The peak of his Sufism leads to various dimensions, and then described through the frame work of rational thinking. According to al-Ghazālī, the essential Ma'rifat to be obtained through inspiration or nūr who Allah enter into the hearts of people to recognize the nature of God and all His creation. The knowledge is obtained from ma'rifat more true than the knowledge is acquired by the reason. Abstrak: Tasawuf al-Ghazālī bercorak teosofis, merupakan integrasi antara tasawuf teologis dan filosofis. Dominasi corak tasawuf teosofisal-Ghazālī lebih mengedepankan pengalaman sufistik yang dibentangkan melalui penalaran filosofis. Metode kajiannya berangkat dari kebenaran iman dan mengujinya melalui metode pengalaman sufistik. Puncak tasawufnya bermuara pada tataran ma’rifat dengan berbagai dimensinya, kemudian diuraikan melalui kerangka berpikir rasional. Ma’rifat yang hakiki menurut al-Ghazālī diperoleh melalui ilham atau nūr yang dicampakkan Allah ke dalam qalb manusia untuk mengenali hakikat Allah dan segala ciptaan-Nya. Ilmu yang diperoleh dari ma’rifat lebih benar daripada ilmu yang diperoleh melalui akal. Keywords: ma’rifat, qalb, teosofis, filosofis, gnostik
Refomulasi Epistemologi Hijrah dalam Dakwah
The paper discusess the idea of Hijrah and its historic role in the process of Islamic propagation (da’wah). Hijrah is a physical migration from Mekkah to Medinah; a migration that has implied both religious and spiritual transofrmation. In its literal meaning, Hijrah is simply to move from one place to another. In the history of da’wah, Hijrah is a moment in which Islam underwent a process of change and transition from one situation into another. Hijrah was the first stepping stone toward the more vibrant and active propagation of Islam. The paper deals with this notion of Hijrah as the strategic move toward the successful mission of disseminating Islam. These issues together with the many implications that Hijrah has will be the focus of this paper. The paper argues that Hijrah is not simply to make a physical movement from one place to another. It is also about the spiritual and religious transformation of the Muslim ummah. Through Hijrah a new social, political and cultural order is resurrected. To make our discussion more lively, the paper will refer to many Qur’anic verses and prophetic traditions that speak of Hijrah and interpret them in the light of the historic Hijrah. Hence, we look at Hijrah as not only an event in history, but also a norm of religion that has a spiritual value of its own
TEOLOGI LIBERALISME: ANTARA CITA-CITA DAN REALITA
The aim of liberal theology was, basically, to promote the freedom of thought. However, it also can be trapped into an authoritarian system leading to tyranny when the aim is forced. It was true in the case of Mu’tazilite, a sect that is considered the symbol of liberalism in Islamic theology. The sect, in one side, campaigned freedom of thought, but in other side, it also applied mihnah, a tool of measuring the state theology. Yet, when mihnah was applied, the people had no freedom, even the caliph also participated to impose the idea that the Qur'an was created. As a result of the implementation of mihnah, there was the emergence of a gap, prolonged anxiety and tension among the Islamic society. Hence, their opponents increased which in turn encouraged the Caliph al-Mutawakkil to launch a new policy to cancel the mihnah, then ordered the people to follow muhadditsīn, the majority people believing in the Hadits, as well as a forerunner to the birth of the term ahl al-Sunna wa al-Jama’a.</p
PENGARUH GAME FREE FIRE TERHADAP KETERAMPILAN BERBAHASA ANAK DI SD NEGERI 309 UJUNG BASSIANG KABUPATEN LUWU USIA 10-11 TAHUN
ABSTRAK
Aswadi, 2024, “Pengaruh Game Free Fire Terhadap Keterampilan Berbahasa di
Sekolah Dasar Negeri 309 Ujung Bassiang Usia 10-11 Tahun.”
Skripsi Program Studi Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Fakultas
Tarboyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Palopo.
Dibimbing oleh Sukirman Nurdjan dan Ahmad Munawir.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana
pengaruh Game Free Fire Terhadap Keterampilan Berbahasa di Sekolah Dasar
Negeri 309 Ujung Bassiang usia 10-11 tahun 2023. Penelitian ini menerapkan
metode kuantitatif dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan ini memungkinkan
pengumpulan data dilakukan secara langsung di lapangan, sehingga
memungkinkan pengamatannya terhadap subjek penelitian dalam konteks aslinya.
Subyek penelitian akan difokuskan pada siswa Sekolah Dasar Negeri 309 Ujung
Bassiang yang berusia 10-11 tahun. Instrumen penelitian yang akan digunakan
mencakup pedoman observasi, angket, pedoman wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa game Free Fire berdampak pada
keterampilan berbahasa siswa. Sebagian besar siswa mengatakan bahwa game ini
meningkatkan kemampuan berbicara dan interaksi sosial. Data menunjukkan
78,1% siswa setuju bahwa Free Fire meningkatkan kelancaran berbicara, dan
wawancara mengkonfirmasi bahwa game ini dapat meningkatkan kepercayaan diri
dalam berkomunikasi. Namun, efek negatif juga terdeteksi, seperti penggunaan
kata-kata kasar dan gangguan pada waktu belajar. Oleh karena itu, diperlukan
bimbingan dari orang tua dan pendidik untuk memaksimalkan manfaat positif
sambil menghindari dampak negatifnya.
Kata Kunci: Game Free Fire, Keterampilan Bahasa, Anak Usia 10-11 Tahu
PENERAPAN TEKNIK PEMBELAJARAN MAKE A MATCH (MENCARI PASANGAN) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP NEGERI 5 PALOPO
Refomulasi Epistemologi Hijrah dalam Dakwah
The paper discusess the idea of Hijrah and its historic role in the process of Islamic propagation (da?wah). Hijrah is a physical migration from Mekkah to Medinah; a migration that has implied both religious and spiritual transofrmation. In its literal meaning, Hijrah is simply to move from one place to another. In the history of da?wah, Hijrah is a moment in which Islam underwent a process of change and transition from one situation into another. Hijrah was the first stepping stone toward the more vibrant and active propagation of Islam. The paper deals with this notion of Hijrah as the strategic move toward the successful mission of disseminating Islam. These issues together with the many implications that Hijrah has will be the focus of this paper. The paper argues that Hijrah is not simply to make a physical movement from one place to another. It is also about the spiritual and religious transformation of the Muslim ummah. Through Hijrah a new social, political and cultural order is resurrected. To make our discussion more lively, the paper will refer to many Qur?anic verses and prophetic traditions that speak of Hijrah and interpret them in the light of the historic Hijrah. Hence, we look at Hijrah as not only an event in history, but also a norm of religion that has a spiritual value of its own
Menggugat metodologi tafsir tematik konsistensi antara teori dan aplikasi
Ketentuan sebab nuzul memang telah menjadi perhatian bagi semua akademisi yang menekankan pada kajian tafsir tematik. Namun pada tahap aplikasinya perhatian tersebut ternyata tidak memiliki signifikansi secara konprehensip untuk semua ayat Al-Qur’an yang jumlah ayatnya tidak kurang dari 6.234 ayat. Menurut hasil penelitian Roem Rowi menunnjukkan bahwa ayat-ayat al-Qur’an yang disertai dengan sebab nuzul hanya berkisar pada 5, 34 % hingga 11,40 % dari keseluruhan ayat Al-Qur’an (Muqbil bin Hadi al-Wadi’i=333 ayat / 5,34 %, al-Suyuti= 711 ayat/11,40 % dan al-Wahidi=715 ayat/11,46 %). Dengan demikian, kajian tafsir tematik tidak semuanya menerapkan kajian sebab nuzul. Oleh karena itu, kajian tafsir tematik masih memerlukan pendekatan lain yang dipandang lebih konprehensip, termasuk di dalamnya adalah memperhatikan aspek tertib nuzul maupun aspek kronologisnya
Strategi komunikasi Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKB dan PP) Kabupaten Gowa dalam Menyosialisasikan Konsep Dua Anak Cukup
Hasil temuan dari penelitian ini bahwa langkah-langkah BKB dan PP
Kabupaten Gowa dibagi menjadi dua bagian. Yang pertama, langkah internal berupa
rapat intern, evaluasi setiap minggunya, perencanaan program, pembuatan event dan
pembuatan laporan. Yang kedua, langkah eksternal seperti menyosialisasikan melalui
media cetak dan elektronik, penyuluhan, memberikan konseling, serta mengadakan
rekanan kerja terhadap institusi ataupun pihak swasta yang dianggap bersinergi,
memasang spanduk di beberapa ruas jalan dan melakukan pelatihan di luar kota bagi
setiap bagian di BKB dan PP
Mengulik Akar Kritis dalam Analisis Wacana Kritis dan Implementasinya Terhadap Teks Berita (Exploring Critical Roots in Critical Discourse Analysis and Its Implementation on News Text)
Paradigma atau pemikiran kritis memandang bahwa individu tidaklah dianggap sebagai subjek yang netral yang bisa menafsirkan secara bebas sesuai dengan pikirannya karena dipengaruhi oleh kekuatan sosial yang ada di masyarakat. Bahasa/teks merupakan representasi yang berperan dalam membentuk subjek tertentu, tema wacana tertentu, maupun strategi di dalamnya. Reproduksi realitas dalam suatu teks pada dasarnya sangat dipengaruhi oleh bahasa, simbolisasi pemaknaan dan politik penandaan. Praksis sosial memerlukan makna dan makna tidak bisa lepas dari bahasa. Makna mempertajam serta memengaruhi segala sesuatu yang dilakukan seseorang, maka semua praktik sosial tidak bisa lepas dari dimensi wacana.Analisis wacana termasuk dalam kategori paradigma kritis.Oleh karenanya, istilah analisis wacana kritis hadir untuk membedah kuasa-kuasa dalam teks. Analisis wacana kritis digunakan untuk membongkar kuasa yang ada dalam setiap proses bahasa, batasan yang diperkenankan menjadi wacana, perspektif yang digunakan, dan topik yang dibicarakan, yang dalam berupa teks berita. Analisis wacana kritis yang digunakan mengacu pada model Van Dijk.
Kata kunci: kritis, analisis wacana kritis, teks berita
ABSTRACT
Paradigm or critical view considers that an individual is not considered a neutral subject who can interpret freely according to his mind because it is influenced by the social forces that exist in society. Language/text is a representation that plays a role in shaping a particular subject, a particular theme of discourse, as well as a strategy in it. Reproduction of reality in a text is basically strongly influenced by language, meaning symbolization, and political tagging. Social praxis requires meaning and meaning cannot be separated from language. Meaning can strengthen and influence everything that a person does, all social practices cannot be separated from the dimensions of discourse. Discourse analysis belongs to the category of critical paradigms. Therefore, the term critical discourse analysis is present to analyze the powers in the text. Critical discourse analysis is used to uncover the power that exists in each language process, the boundaries that are allowed to become discourse, the perspectives used, and the topics discussed, which in this study are news texts. Critical discourse analysis used refers to the Van Dijk model
Strategiunikasi Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan(BKB dan PP)Kab.Gowa dalam Menyosialisasikan Konsep Dua Anak Cukup
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.Dan tipe penelitian yang digunakan adalah deskriptif.Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, library research (riset perpustakaan), dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah langkah-langkah dan faktor penghambat BKB dan PP dalam menyosialisasikan slogan dua anak cukup di Kabupaten Gowa.Hasil temuan dari penelitian ini bahwa langkah-langkah BKB dan PP Kabupaten Gowa dibagi menjadi dua bagian.Yang pertama,langkah internal berupa rapat intern, evaluasi setiap minggunya, perencanaan program, pembuatan event dan pembuatan laporan. Yang kedua, langkah eksternal seperti menyosialisasikan melalui media cetak dan elektronik, penyuluhan,memberikan konseling,serta mengadakan rekanan kerja terhadap institusi ataupun pihak swasta yang dianggap bersinergi,memasang spanduk di beberapa ruas jalan dan melakukan pelatihan di luar kota bagi setiap bagian di BKB dan PP.Langkah-langkah dan strategi komunikasi yang telah dilakukan BKB dan PP,dianggap sudah berjalan ideal,namun belum maksimal.Karena pada bagian ini BKB dan PP melakukan langkah-langkah yang kurang inovatif dalam mensukseskan konsep dua anak cukup dan dalam hal ini juga,BKB dan PP memiliki faktor penghambat dalam pelaksanaanya yaitu: kurangnya kinerja dari aparatur dan kurangnya finansial BKB dan PP dalam pelaksanaannya
- …
