1,721,020 research outputs found
KEBIJAKAN REDAKSIONAL SURAT KABAR RADAR BANYUMAS DALAM MENYAJIKAN BERITA Oleh: Asrita Zahro
Bagian redaksional adalah bagian yang terpenting dalam perusahaan pers. Apabila bagian ini tidak ada, perusahaan pers tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Karena bagian ini sebagai tolak ukur keberhasilan pers. Yang mana rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana analisis kebijakan dalam penyusunan redaksi di pemberitaan. Dalam menjawab rumusan masalah tersebut merujuk kepada kualitas berita, yang dipengaruhi oleh kebijakan redaksional. Kebijakan redaksional sebagai penentu kepada bagaimana aspek-aspek dan misi ideal yang dijabarkan dalam peliputan dan penempatan berita, laporan, tulisan dan gambar yang sesuai dengan kepentingan dan selera khalayak yang relatif beragam.
Dalam penelitian ini dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Jenis penelitian ini hanya memaparkan situasi, peristiwa, atas suatu kejadian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana analisis kebijakan dalam penyusunan redaksi di pemberitaan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kebijakan redaksional.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan redaksional surat kabar Radar Banyumas dalam menyajikan berita, ditentukan oleh pemimpin redaksi. Yang mana pemimpin redaksi adalah seseorang yang penting sebagai tolak ukur keberhasilan pers. Dengan ini kebijakan redaksional dilihat dari nilai berita, yang membatasi jurnalis bahwa tidak semua peristiwa dapat dijadikan berita. Adapun nilai berita yang diterapkan yaitu signifance (penting), timeliness (waktu), proximity (kedekatan), prominence (tenar), dan human interest (manusia). Dari kebijakan redaksional yang ditetapkan ini, sebagai pedoman untuk melakukan kegiatan jurnalistik.
Kata Kunci : Kebijakan Redaksional, Suat Kabar, Menyajikan Berita, Radar Banyumas
A CORRELATIONAL STUDY OF INTERPERSONAL INTELLIGENCE AND STUDENTS‟ READING COMPREHENSION AT VOCATIONAL HIGH SCHOOL PGRI PEKANBARU
ABSTRAK
Seva Asrita, (2023): Kajian Korelasional Kecerdasan Interpersonal dan Pemahaman Membaca Siswa di SMK PGRI Pekanbaru
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara kecerdasan interpersonal dan pemahaman membaca siswa di kelas sebelas SMK PGRI Pekanbaru. Penelitian ini dilaksanakan di SMK PGRI Pekanbaru pada tanggal 1 September 2022. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 192 siswa, sedangkan untuk teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik simple random sampling. Sample penelitian ini berjumlah 39 siswa. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan angket untuk menilai kecerdasan interpersonal yang terdiri dari 10 pertanyaan. Data dianalisis dengan menggunakan Korelasi Product Moment Pearson dan SPSS 23.0 For windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sig. (2-tailed) nilainya 0.010. Dapat dinyatakan bahwa 0,010<0,05. Artinya hipotesis nol (Ho) ditolak, sedangkan hipotetsi alternatif (Ha) diterima. Nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,409. Kesimpulannya, hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan interpersonal siswa dan pemahaman membaca siswa. Nilai RSq sebesar 0.167 yang berarti variable kecerdasan interpersonal memberikan konstribusi terhadap pemahaman membaca
PENGARUH METODE BERCERITA DENGAN MEDIA GAMBAR TERHADAP KEMAMPUAN KOSAKATA ANAK DI TAMAN KANAK-KANAK ISLAM AL-ABRAR KOTA MAKASSAR
Asrita 2016. Pengaruh Metode Bercerita Dengan Media Gambar Terhadap Kemampuan Kosakata Anak Di Taman Kanak-Kanak Islam Al-Abrar Kota Makassar. Dibimbing oleh Azizah Amal, S.S, M.Pd dan Dra.Tatiana Meidina, M.Si. dan Syamsuardi, S.Pd, M.Pd Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Makassar.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kamampuan kosakata anak di Taman Kanak-Kanak Islam Al-Abrar Kota Makassar.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pengaruh metode bercerita dengan media gambar terhadap kemampuan kosakata anak. Apakah ada pengaruh metode bercerita dengan media gambar terhadap kemampuan kosakata anak .Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kemampuan kosakata anak sebelum dan sesudah digunakan metode bercerita dengan media gambar. Untuk mengetahuai pengaruh metode bercerita dengan media gambar terhadap kemampuan kosakata anak. Penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan jenis penelitian pre-eksperimen . Sampel penelitian ini berjumlah 25 orang anak. Indikator yang digunakan yaitu membaca beberapa kata berdasarkan gambar, tulisan dan benda yang dikenal atau dilihatnya, menjawab pertanyaan sederhana, menyusun kalimat sederhana dalam struktur lengkap (pokok kalimat-predikat-keterangan) dan melanjutkan sebagian cerita/dongeng yang telah didengarkan. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan uji non parametrik menggunakan uji beda Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan nilai rata-rata kemampuan kosakata anak sebelum diberi perlakukan yaitu sebesar 9,44 dan setelah diberikan perlakukan sebesar 13. Sedangkan pada uji non parametrik didapat nilai T hitung yang diperoleh yaitu sebesar 325 dan T tabel 89 maka diperoleh hasil T hitung (325) > nilai T tabel sebesar (89) maka Ho ditolak dan H1 diterima artinya ada pengaruh penggunaan metode bercerita dengan media gambar terhadap kemampuan kosakata anak Kelompok B Taman Kanak-kanak Islam Al-Abrar Kota Makassar, sedangkan nilai Z hitung yang diperoleh yaitu 4,4 dan Z tabel 1,645 maka diperoleh hasil nilai Z (4,4) > nilai Z tabel (1,645) maka Ho ditolak dan H1 diterima artinya ada pengaruh penggunaan metode bercerita dengan media gambar terhadap kemampuan kosakata terhadap anak Kelompok B Taman Kanak-kanak Islam Al-Abrar Kota Makassar
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
