132 research outputs found
KOREOGRAFI TARI LURIK ASRI KARYA HARTANTO DI SANGGAR SENI SEKAR AGENG DI KABUPATEN KLATEN
Tari Lurik Asri merupakan karya tari garapan baru yang
menggambarkan seseorang sedang menenun kain. Tarian ini ditarikan
secara berkelompok, diiringi gendhing Ngagem Lurik dan Jineman Lurik
dengan menggunakan gamelan laras slendro pathet manyuro. Penelitian ini
bermaksud mengungkapkan tentang koreografi tari Lurik Asri di Sanggar
Seni Sekar Ageng, dan proses kreatif Hartanto di Sanggar Seni Sekar
Ageng.
Pembahasan tentang bentuk koreografi dalam penelitian ini
menggunakan teori dari Sumandiyo Hadi tentang elemen-elemen
koreografi kelompok yaitu: judul tari, jenis tari, tema tari, penari, gerak
tari, rias dan busana, properti, musik tari, ruang tari, cara penyajian, dan
tata cahaya. Pembahasan proses kreatif tari Lurik Asri oleh Hartanto
menggunakan konsep yang dikemukakan oleh Alma Hawkins yang
terdiri dari tiga tahapan yaitu: eksplorasi, improvisasi, dan komposisi.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yang menekankan pada
telaah fenomena yang terjadi dengan melakukan wawancara, observasi
terlibat (participant observer), dokumentasi, dan studi pustaka.
Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa, karya tari Lurik Asri
terinspirasi dari proses produksi kain lurik di Kabupaten Klaten. Tari
Lurik Asri bertujuan untuk mempromosikan atau memamerkan produk
kain lurik yang menjadi produk khas dari Kabupaten Klaten. Koreografi
tari Lurik Asri merupakan karya tari kreasi baru yang terdiri dari elemenelemen
yang saling terkait seperti judul tari, tema tari, jenis tari, penari,
gerak tari, rias busana, properti, musik tari. Proses kreatif Hartanto dalam
menciptakan karya tari Lurik Asri terdiri dari eksplorasi, improvisasi, dan
komposisi. Dalam eksplorasi Hartanto mencari, memilih gerak-gerak
berdasarkan hasil observasi, improvisasi ini Hartanto dan penari Sanggar
Seni Sekar Ageng mengimprovisasi gerak dan melibatkan semua bagian
tubuh dengan spontan, dan komposisi ini mulai menyatukan keseluruhan
gerak dengan musik menjadi satu kesatuan yang utuh
Development of Mathematics Learning Media Based on Discovery Learning Integrated with Inderapura Culture to Improve Mathematical Problem Solving Ability for Junior High School Student of Grade VIII
Based on the preliminary analysis conducted at SMP Negeri 2 Pancung , the students' mathematical problem solving ability was still low. The low ability of students to solve mathematical problems caused by (1) teachers do not use worksheet in the learning process, (2) The learning process that has not facilitated students to construct their own knowledge. Based on this problem, researchers developed mathematical learning media based on discovery learning integrated with Inderapura culture to improve students' mathematical problem solving abilities.This research was a development research conducted with the Plomp development model. This model was carried out in 3 stages. In the first stage was the preliminary research phase and it was needs analysis, curriculum analysis, student analysis and concept analysis. In the second stage was the development or prototype phase which was designed in accordance with the integrated learning discovery model of Inderapura culture. In the third stage was the assessment phase which aimed to see the effectiveness of learning media by conducting large group field tests. The subjects of this study were the eighth grade students of SMPN 2 Pancung Soal. Data collected by documentation, observation, interviews, questionnaires, and tests. Data from observations, questionnaires and tests were analyzed quantitatively and strengthened by the results of the documentation analyzed descriptive qualitative.The results showed that mathematics learning media in the form of lesson plan andworksheet based on discovery learning integrated with Inderapura culture for grade VIII in the second semester of Junior High School were produced by fulfilling valid, practical and effective categories. Validity was tested in terms of content, usage, language and graphics. Applicable in terms of application, time, ease of use and effective in terms of potential impacts on students' mathematical problem solving abilities. The conclusion was mathematics learning mediawas feasible to be used as reference material in mathematics learning, especially materials for constructing flat side spaces in gradeVIII of SMP N 2 Pancung
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN PADA PRODUK TUPPERWARE PT CAHAYA PUTRI SELATAN
The title of this final report is Affecting Factors Analyzing on Consumer Purchasing Decisiongs of Tupperware Product at PT Cahaya Putri Selatan (Case Study: Consumers of Tupperware Product at Lorong Wana Asri, RT.06 RW.002, Kelurahan Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang) the writer wanted to know, 1) how much the cultural, social, personal and psychology factors simultaneously torward the consumer purchasing decision to by Tupperware. 2) how much the cultural, social, personal and psychology factors partially torward the consumer purchasing decision to by Tupperware. The data got from library study, interview and shared questionnaire to 87 respondents. Then they were analyzed by using regressi anylisis, F-test is for simultaneously, and t-test is for partial. The result shows that the culural, social, personal, and psychology factors have influenced stimultaneously to purchasing decision on 54%. The social factor is the lowest affecting and the most dominant factor is the cultural factor
PENINGKATAN KEMAMPUAN BELAJAR CALISTUNG ANAK - ANAK DI DESA TANJUNG ASRI
ABSTRAK Calistung adalah kegiatan belajar yang dilakukan dengan cara anak-anak menulis atau menggambar di atas lapisan kertas atau media lainnya yang tersebar di lantai. Metode calistung bertujuan untuk mengembangkan keterampilan motorik halus anak, seperti kemampuan menulis, menggambar, dan mengenal huruf atau angka. Calistung juga dapat membantu anak mengembangkan keterampilan kognitif dan sosial, seperti mengenali warna, bentuk, serta berinteraksi dengan teman sebaya. Pengabdian ini dilaksanakan di Desa Tanjung Asri, Kecamatan Sei Dadap, Kabupaten Asahan. Peserta dari program ini adalah anak-anak pada tingkat SD di Desa Tanjung Asri dengan jumlah 25 anak. Hasil dari pelaksanaan pengabdian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode Calistung siswa memiliki kemampuan dalam literasi, seperti membaca, menulis, dan berhitung, kegiatan semacam ini dapat menciptakan perubahan yang menguntungkan dengan meningkatkan kemampuan literasi mereka. meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran dan berdampak positif pada aspek emosional, pengetahuan, dan perilaku mereka Kata kunci: Calistung, Membaca, Menulis, Berhitung ABSTRACT Calistung is a learning activity carried out by children by writing or drawing on layers of paper or other media spread on the floor. The calistung method aims to develop children\u27s fine motor skills, such as the ability to write, draw, and recognize letters or numbers. Calistung can also help children develop cognitive and social skills, such as recognizing colors and shapes and interacting with peers. This service was carried out in Tanjung Asri Village, Sei Dadap District, and Asahan Regency. Participants in this program are children at the elementary school level in Tanjung Asri Village, with a total of 25 children. The results of the implementation of this service show that the use of the method Calistung students have literacy skills such as reading, writing, and arithmetic. This kind of activity can create beneficial changes by improving their literacy skills. increases student engagement in learning and has a positive impact on their emotional aspects, knowledge, and behavior. Keywords: Calistung, Reading, Writing, Countin
PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA WADUK KEDUNG OMBO SEBAGAI WISATA TERPADU DI KABUPATEN SRAGEN DENGAN PENDEKATAN EKOLOGI ARSITEKTUR
Perlindungan Hukum Terhadap Anggota Serikat Pekerja Atas Pengurus Serikat Pekerja yang Menimbulkan Kerugian
Fungsi dan tujuan perlu dibentuknya suatu Serikat Pekerja di dalam perusahaan adalah sebagai sarana penyalur aspirasi antara para pekerja dengan pengusaha guna membentuk hubungan industrial yang dinamis, harmonis serta menjunjung keadilan. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum bagi anggota Serikat Pekerja yang telah dirugikan oleh pengurus Serikat Pekerja, serta upaya hukumnya. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif, dengan pendekatan statuta dan konseptual. Hasil penelitian ini adalah bentuk perlindungan hukum bagi anggota Serikat Pekerja yang telah dirugikan oleh pengurus Serikat Pekerja adalah dapat keluar dari keanggotaan Serikat Pekerja. Upaya hukum yang dapat dilakukan adalah melalui sarana non-litigasi dan litigasi. Non-litigasi dimulai dari upaya perundingan untuk mencapai kesepakatan dengan di dasarkan pada hubungan keterwakilan dengan melihat pada pemberian pemberian kuasa di BW. Jika berdasarkan upaya gagal dapat melakukan upaya hukum gugat ganti rugi kepada Pengadilan Negeri adanya wanprestasi atas klausula AD/ART maupun gugat ganti rugi atas kerugian jika kerugian yang ditimbulkan tidak berhubungan dengan klausula AD/ART
PENGARUH LATIHAN KETTLEBELL MENGGUNAKAN METODE SET SYSTEM TERHADAP PENGEMBANGAN MASSA OTOT, DAYA TAHAN KEKUATAN OTOT BAHU DAN HANDGRIP PADA ATLET GULAT PUTRI
Atlet gulat putri seringkali mengalami kesulitan ketika melakukan latihan kekuatan karena
harus menyesuaikan dengan atlet gulat putra. Oleh sebab itu, dibutuhkan suatu latihan yang
tepat dan sesuai bagi atlet gulat putri yang tetap memberikan manfaat, yaitu latihan
kettlebell menggunakan metode set system. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh dari latihan kettlebell menggunakan metode set system terhadap pengembangan
massa otot, daya tahan kekuatan otot bahu dan handgrip atlet gulat putri. Metode
eksperimen dengan desain randomized pretest-posttest control group design digunakan
dalam penelitian ini. Sampel merupakan 8 atlet gulat putri KBB yang dipilih dari populasi
menggunakan teknik total sampling. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok (eksperimen dan
kontrol) yang kemudian diberi perlakuan selama 8 minggu. Instrumen yang digunakan
dalam penelitian ini terdiri dari Bioelectrical Impedance Analyser, The Shoulder
Endurance Test dan Dynamic Endurance Handgrip Strength Test yang diberikan dua kali
kepada sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga hipotesis yang penulis susun
terpenuhi. Selain itu juga, diperoleh bahwa pada kelompok eksperimen memiliki rata-rata
peningkatan persentase hasil sebesar 8% (massa otot), 37% (otot bahu) dan 14%
(handgrip), sedangkan pada kelompok kontrol memiliki rata-rata penurunan persentase
hasil sebesar 0% (massa otot), 4% (otot bahu) dan 2% (handgrip). Sehingga penelitian ini
memberikan kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan kettlebell
menggunakan metode set system terhadap pengembangan massa otot, daya tahan kekuatan
otot bahu dan handgrip pada atlet gulat putri. Penulis menyarankan kepada praktisi
olahraga gulat untuk mengintegrasikan latihan ini ke dalam periodisasi latihan kekuatan
yang disusun. ;
Women's wrestling athletes often have difficulty doing strength training because they have
to adapt to men's wrestling athletes. Therefore, it takes an appropriate and appropriate
exercise for female wrestling athletes who still provide benefits, namely kettlebell training
using the set system method. This study aims to determine the effect of kettlebell training
using the set system method on the development of muscle mass, shoulder muscle strength
endurance, and handgrip of female wrestling athletes. The experimental method with a
randomized pretest-posttest control group design was used in this study. The sample is 8
KBB female wrestling athletes selected from the population using a total sampling
technique. Samples were divided into 2 groups (experimental and control) which were then
treated for 8 weeks. The instruments used in this study consisted of the Bioelectrical
Impedance Analyzer, The Shoulder Endurance Test, and the Dynamic Endurance Handgrip
Strength Test which were administered twice to the sample. The results of the study
indicate that the three hypotheses that the authors have compiled are fulfilled. In addition,
it was also found that the experimental group had an average increase in the percentage of
results by 8% (muscle mass), 37% (shoulder muscles), and 14% (handgrip), while the
control group had an average decrease in the percentage of results of 0. % (muscle mass),
4% (shoulder muscle) and 2% (handgrip). So this study concludes that there is a significant
effect of kettlebell training using the set system method on the development of muscle
mass, shoulder muscle strength endurance, and handgrip in female wrestling athletes. The
author advises wrestling practitioners to integrate these exercises into the structured
periodization of strength trainin
Daftar Isi
KARAKTERISTIK TEPUNG KECAMBAH KACANG NAGARA (Vigna unguiculata ssp Cylindrica) PADA SKALA KECIL DAN SCALE UP
Rini Hustiany, Noor Winda Wati, Emy Rahmawati, Alia Rahmi, Susi................................................................................................................................... 222
PRODUKSI BUBUK SINBIOTIK DARI HIDROLISATEucheuma cottonii MENGGUNAKAN SPRAY DRYING
Dwi Setyaningsih, Desi Musdaniaty, dan Neli Muna................................................................................................................................. 233
AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK NILAM (Pogostemon cablin Benth) PADA BEBERAPA TINGKAT KADAR PATCHOULI ALCOHOL
Sarifah Nurjanah, Dwi Merita Rosi, Rizqi Putri Fathoni, Sudaryanto Zain, Asri Widyasanti, Indira Lanti Kaya Putri.................................................................................................................................. 240
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN HIDROLISAT PROTEIN MIOFIBRIL BELUT (Synbranchus bengalensis) YANG DIHIDROLISIS DENGAN ENZIM PAPAIN
Arlina Hidayati, Joko Santoso, dan Desniar............................................................................................................................. 247
OPTIMASI DISTRIBUSI TRUK PENGANGKUT SAMPAH MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH KOTA BOGOR
Khadijah Febriana, Sri Wahjuni, dan Andes Ismayana ......................................................................................................................................... 260
POTENSI CANGKANG BUAH NYAMPLUNG (Calophyllum inophyllum) SEBAGAI SUMBER RESIN ALAMI
Ika Amalia Kartika, Rafiq Izzudin Rabbani, dan Nancy Dewi Yuliana.............................................................................................................................. 269
STABILITAS EDIBLE FILM PATI SAGU (METROXYLON SAGU ROTTB) ASETAT SELAMA PENYIMPANAN PADA BERBAGAI SUHU
Rosniyati Suwarda, Tun Tedja Irawadi, Prayoga Suryadarma, Indah Yuliasih............................................................................................................................. 278
THE LOAN AGAINSTTHE PARTNERSHIP EFFECT ON PRODUCT PRICE (THE CAUSE OF PRICE INCREASE: A THEORETICAL VIEW)
Sukardi.............................................................................................................................. 290
PERENCANAAN BISNIS TEPUNG KOMPOSIT DENGAN SISTEM BAGI HASIL
Darsasa Herdiana Anggriyanto, Marimin, dan Yandra Arkeman............................................................................................................................ 299
PEMANFAATAN FOAMING AGENT DARI MINYAK SAWIT PADA BETON RINGAN
Mukarramah Lubis, Ani Suryani, Ika Amalia Kartika, Erliza Hambali............................................................................................................................ 307
SAPONIFIKASI-NETRALISASI ASAM OLEAT MINYAK SAWIT MENJADI FOAMING AGENT RAMAH LINGKUNGAN
Sri Wahyuni dan Anna Dhora............................................................................................................................... 317
PENGEMBANGAN PRODUK OBAT KUMUR KONSENTRAT DENGAN BAHAN AKTIF MINYAK ATSIRI DAUN SIRIH DAN DAUN CENGKEH
Dwi Setyaningsih, Siti Rahmi Nuabdi, dan Neli Muna................................................................................................................................. 32
Daftar Isi
KARAKTERISTIK TEPUNG KECAMBAH KACANG NAGARA (Vigna unguiculata ssp Cylindrica) PADA SKALA KECIL DAN SCALE UP
Rini Hustiany, Noor Winda Wati, Emy Rahmawati, Alia Rahmi, Susi................................................................................................................................... 222
PRODUKSI BUBUK SINBIOTIK DARI HIDROLISATEucheuma cottonii MENGGUNAKAN SPRAY DRYING
Dwi Setyaningsih, Desi Musdaniaty, dan Neli Muna................................................................................................................................. 233
AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK NILAM (Pogostemon cablin Benth) PADA BEBERAPA TINGKAT KADAR PATCHOULI ALCOHOL
Sarifah Nurjanah, Dwi Merita Rosi, Rizqi Putri Fathoni, Sudaryanto Zain, Asri Widyasanti, Indira Lanti Kaya Putri.................................................................................................................................. 240
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN HIDROLISAT PROTEIN MIOFIBRIL BELUT (Synbranchus bengalensis) YANG DIHIDROLISIS DENGAN ENZIM PAPAIN
Arlina Hidayati, Joko Santoso, dan Desniar............................................................................................................................. 247
OPTIMASI DISTRIBUSI TRUK PENGANGKUT SAMPAH MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH KOTA BOGOR
Khadijah Febriana, Sri Wahjuni, dan Andes Ismayana ......................................................................................................................................... 260
POTENSI CANGKANG BUAH NYAMPLUNG (Calophyllum inophyllum) SEBAGAI SUMBER RESIN ALAMI
Ika Amalia Kartika, Rafiq Izzudin Rabbani, dan Nancy Dewi Yuliana.............................................................................................................................. 269
STABILITAS EDIBLE FILM PATI SAGU (METROXYLON SAGU ROTTB) ASETAT SELAMA PENYIMPANAN PADA BERBAGAI SUHU
Rosniyati Suwarda, Tun Tedja Irawadi, Prayoga Suryadarma, Indah Yuliasih............................................................................................................................. 278
THE LOAN AGAINSTTHE PARTNERSHIP EFFECT ON PRODUCT PRICE (THE CAUSE OF PRICE INCREASE: A THEORETICAL VIEW)
Sukardi.............................................................................................................................. 290
PERENCANAAN BISNIS TEPUNG KOMPOSIT DENGAN SISTEM BAGI HASIL
Darsasa Herdiana Anggriyanto, Marimin, dan Yandra Arkeman............................................................................................................................ 299
PEMANFAATAN FOAMING AGENT DARI MINYAK SAWIT PADA BETON RINGAN
Mukarramah Lubis, Ani Suryani, Ika Amalia Kartika, Erliza Hambali............................................................................................................................ 307
SAPONIFIKASI-NETRALISASI ASAM OLEAT MINYAK SAWIT MENJADI FOAMING AGENT RAMAH LINGKUNGAN
Sri Wahyuni dan Anna Dhora............................................................................................................................... 317
PENGEMBANGAN PRODUK OBAT KUMUR KONSENTRAT DENGAN BAHAN AKTIF MINYAK ATSIRI DAUN SIRIH DAN DAUN CENGKEH
Dwi Setyaningsih, Siti Rahmi Nuabdi, dan Neli Muna................................................................................................................................. 32
Hubungan antara higienitas berlebih dengan rhinitis alergi pada anak usia 6-12 tahun
LATAR BELAKANG
Higienitas adalah sikap yang dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit pada
manusia. Klasifikasi higienitas terdiri dari buruk, baik, dan berlebih. Higienitas
dengan rinitis alergi dihubungkan dengan hipotesis higienitas yaitu keseimbangan
T-helper. Dijelaskan bahwa seseorang dengan higienitas berlebih dapat
meningkatkan risiko terjadinya rinitis alergi yang dapat disebabkan karena
keseimbangan T Helper terganggu. Rinitis alergi merupakan penyakit yang dalam
tiga dekade terakhir ditemukan cenderung meningkat dengan prevalensi sebesar
45% di Asia. Penyakit ini tidak mengancam jiwa tetapi gejala klinisnya dapat
mengganggu sehingga menurunkan produktivitas penderita. Banyaknya persepsi
yang salah mengenai higienitas perorangan berlebih menyebabkan terganggunya
keseimbangan T Helper sehingga meningkatkan risiko terjadinya rinitis alergi.
Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara higienitas berlebih dengan
risiko terjadinya rinitis alergi pada anak usia 6 – 12 tahun.
METODE
Penelitian menggunakan studi analitik observational dengan desain potong lintang
yang mengikut sertakan 118 pelajar di Sekolah Dasar Negeri Tomang 11 Pagi.
Penelitian ini meliputi pengisian kuesioner higienitas untuk menilai kebersihan
perorangan dari masing-masing individu dan kuesioner rinitis alergi untuk menilai
risiko rinitis alergi. Analisis data dengan mengunakan SPSS 21.
HASIL
Berdasarkan hasil analisis bivariat dengan uji Chi-Square, didapatkan tidak
terdapat hubungan yang bermakna antara higienitas berlebih dengan rinitis alergi
pelajar di Sekolah Dasar Negeri Tomang 11 Pagi. Hal ini ditemukan dengan
didapatkannya nilai p =0,539.
KESIMPULAN
Tidak terdapat hubungan bermakna antara higienitas berlebih dengan rinitis alergi
pada pelajar di Sekolah Dasar Negeri Tomang 11 Pagi
- …
