94 research outputs found
DAMPAK PASAR SYARIAH ULUL ALBAB TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN UMKM DI KABUPATEN KAMPAR: DAMPAK PASAR SYARIAH ULUL ALBAB TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN UMKM DI KABUPATEN KAMPAR
Pasar merupakan pusat pertumbuhan ekonomi karena banyak aktivitas usaha yang bisa dilakukan di pasar. Pasar Syariah Ulul Albab yang berada di Kabupaten Kampar merupakan pasar yang diprogramkan oleh Pemda Kampar. Pasar ini berbeda dari kebanyakan pasar lainnya karena dikelola dengan konsep syariah. dibeberapa daerah penerapan syariah mengalami resistensi dari khalayak. Namun di Kabupaten Kampar UMKM relatif antusias untuk menjalankan usahanya di Pasar Syariah Ulul Albab. Fenomena inilah yang menarik perhatian peneliti untuk menjadikan Pasar Syariah Ulul Albab sebagai sasaran objek penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem pengelolaan pasar, potensi dan dampaknya bagi UMKM. Dengan Menggunakan Analisis regresi, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dampak pasar syariah ulul albab terhadap pendapatan UMKM sangat signifikan. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil analisa yang menunjukkan bahwa pendapatan pengusaha UMKM di pasar syariah ulul albab mengalami peningkatan hingga mencapai 79 persen sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan pendapatan tersebut adalah lokasi usaha, fasilitas, dan harga sewa
ANALISIS POTENSI PENGEMBANGAN PASAR SYARIAH ULUL ALBAB DI KABUPATEN KAMPAR
Pasar merupakan pusat pertumbuhan ekonomi karena banyak aktivitas usaha yang bisa dilakukan di pasar. Pasar Syariah Ulul Albab yang berada di Kabupaten Kampar merupakan pasar yang diprogramkan oleh Pemda Kampar. Pasar ini berbeda dari kebanyakan pasar lainnya karena dikelola dengan konsep syariah. dibeberapa daerah penerapan syariah mengalami resistensi dari khalayak. Namun di Kabupaten Kampar UMKM relatif antusias untuk menjalankan usahanya di Pasar Syariah Ulul Albab. Fenomena inilah yang menarik perhatian peneliti untuk menjadikan Pasar Syariah Ulul Albab sebagai sasaran objek penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pengembangan pasar bagi UMKM. untuk bisa dikembangkan. Hal ini bisa dilihat dari jumlah UMKM yang melakukan usaha di lokasi tersebut dan jumlah pengunjung yang sangat ramai. Hal lain yang menarik, bisa dilihat dari variasi jenis usaha yang dikelola oleh UMKM termasuk adanya layanan jasa keuangan non bank yaitu koperasi
PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN PENGEMBANGAN PEGAWAI TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN ROKAN HULU: PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN PENGEMBANGAN PEGAWAI TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN ROKAN HULU
Pemanfaatan SDM secara efektif merupakan jalan bagi suatu instansi untuk mempertahankan kebijakan dan pertumbuhan di masa yang akan datang. Dengan kata lain, kekuatan instansi ditentukan oleh orang-orang yang mendukung instansi tersebut, baik pada tingkat top, midle maupun lower. Faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja pegawai salah satunya adalah dengan menumbuhkan motivasi kerja di kalangan pegawai.
Dengan diadakannya pengembangan pegawai, diharapkan pegawai tersebut dapat meningkatkan prestasi kerjanya dan akan lebih siap untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi. Pengembangan pegawai pada Disdukcapil Kabupaten Rokan Hulu ini bertujuan agar pegawai-pegawai pada Disdukcapil Kabupaten Rokan Hulu memperoleh tambahan bekal dan pengetahuan dalam melaksanakan tugas-tugasnya. metode pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap obyek penelitian.
Dalam penelitian ini, observasi dilakukan dengan mengamati motivasi dan pengembangan pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rokan Hulu. Dari hasil penelitian bahwa Motivasi kerja dan pengembangan pegawai pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rokan Hulu termasuk tinggi dengan rata-rata masing-masing 76% dan 72%. Sedangkan prestasi kerja pegawai pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rokan Hulu termasuk tinggi dengan rata-rata 63%. Besar pengaruh motivasi kerja terhadap prestasi kerja adalah sebesar 60,2% dan besar pengaruh pengembangan pegawai terhadap prestasi kerja adalah sebesar 14.1%. Nilai koefisien determinasi (adjusted R square) yang diperoleh sebesar 0,846, yang berarti 84,6% prestasi kerja pegawai pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rokan Hulu dipengaruhi oleh motivasi kerja dan pengembangan pegawai. Sedangkan 15,4% dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel yang telah dirumuskan dalam penelitian
KONTEKSTUALITAS TAFSIR AL-MIZAN FI TAFSIR AL-QUR'AN KARYA SAYYID MUHAMMAD HUSAIN TABATABA'I: Studi Tafsir atas Ayat-ayat Hukum
Mizan exegesis is a set of book explained many different aspects such as worship, legal social, history, philosophy, and political leadership. Each of this topic described based on contextual approach and methodology. The author of this book attempted to respond the social phenomenon that developed from materialism of western scholarship. Within this problem, this essay will answer the following main questions: to what extent does Al Mizan has a contextual legal implication toward usury?. How does Al-Mizan contextualize the marriage verses, slavery, and politics (siyasah Syar'iyyah)? This research is library research that is qualitative, and to analyze the data there are methods that will be employed such as ijmali, tahlili, muwarran (comparative), and maudhui.The conclusion notified that the usury prohibition implied social problem among people, the one who gets benefits and the other doesn't get any, this problem arise a social enry, therefore usury is prohibited. The verses related to marriage lies on the problem of polygamy, those verses contextualized that it is allowed yet must be founded by fairness. Third, the author's of Al-Mizan explained that slavery verses goes along with the prohibition of human slavery, because all human being must treated equally, and the last the politics contextualized with the obligation of obeying the leader in many ways.Keywords: exegesis, contextuality, Tabatabia'
Retraction Note to "THE USE OF FLOGGING AS A PUNISHMENT IN SAUDI ARABIA FROM THE PERSPECTIVE OF INTERNATIONAL HUMAN RIGHTS LAW"
Title: "The Use of Flogging as A Punishment in Saudi Arabia from The Perspective of International Human Rights Law"Author: Hind Sebar and Shahrul Mizan IsmailOriginally published in: IIUM Law Journal, Vol. 21, Issue No. 1, Year 2021, pp. 77–102DOI: https://doi.org/10.31436/iiumlj.v29i1.609Date of Retraction: 17 May 2025
This article has been retracted and removed from public access at the request of the authors, due to concerns regarding potential legal implications.
The journal has removed the article following a formal request and internal review, in accordance with its editorial policies and the Committee on Publication Ethics (COPE) Retraction Guidelines. The decision to remove the article does not indicate any concerns regarding the scholarly integrity or peer review process.
This page serves as a public notice of the retraction to maintain transparency and ensure the continuity of the scholarly record
Manhaj Tafsir Al-Mizan Fi Tafsir al-Quran karya Muhammad Husain Thabathaba’i
The affirmative era is a continuation of the formative era. This era occurred in the Middle Ages, when the tradition of interpreting the Qur\u27an already had many specific and varied features. This era is also judged to be based on ideological reasoning. Tafsir al-Mizan is included in the category of interpretation in the affirmative era because some of its interpretations are based on the ideological rationale of the exegete, namely Muhammad Husain Tabataba\u27i. This study aims to describe the manhaj used in Tafsir Al-Mizan Fi Tafsir al-Quran by Muhammad Husain Tabataba\u27i in studying a verse of the Koran. The methods used in this research are the library research method and descriptive analysis. The results from this research are: Tafsir al-Mizan is a phenomenal work by Muhammad Husain Tabataba\u27i. His work is inseparable from the author\u27s thoughts, who has a philosophical background in thinking. Even so, the interpretation uses the uslub of the Qur\u27an, bil Qur\u27an, and also contains many other commentators\u27 opinions. So the interpretation is called a "very complete interpretation" because it contains many fields of knowledge. The special manhaj or method of writing the interpretation of al-Mizan, namely interpreting the book in sequential order, explains the purpose of the interpreted surah or verse, cites the opinions of the reviewers of the Qur\u27an and also presents his view, has its section on the discussion of history, specializes in the discussion of philosophical aspects, and provides general conclusions from the verse or letter being studied
Pengaruh Moral Reasoning dan Ethical Environment Terhadap Kecenderungan Untuk Melakukan Whistleblowing
Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi faktor-faktor yang yang mempengaruhi kecenderungan individu untuk melakukan whistleblowing. Secara khusus, penelitian ini berfokus pada pengaruh penalaran moral (moral reasoning) individu dan lingkungan etis (ethical environment) organisasi terhadap kecenderungan individu untuk melakukan whistleblowing. Sampel penelitian ini adalah auditor BPKP Perwakilan Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan uji ANOVA dan model analisis regresi berganda untuk menguji hipotesis yang diajukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moral reasoning individu dan lingkungan etis organisasi tidak memiliki pengaruh terhadap kecenderungan individu untuk melakukan whistleblowing. Hal ini berarti bahwa kecenderungan untuk melakukan whistleblowing pada auditor BPKP perwakilan provinsi Riau tidak tergantung pada tingkat moral yang dimiliki maupun lingkungan etis organisasi dimana auditor bekerja
FAKTOR PENGARUH USAHA BIDANG KULINER TERHADAP UMKM DI KOTA PEKANBARU: FAKTOR PENGARUH USAHA BIDANG KULINER TERHADAP UMKM DI KOTA PEKANBARU
Pada dasarnya segala sektor usaha sangat berpotensi untuk dapat lebih berkembang, namun saat ini sektor usaha yang sangat menonjol khususnya diwilayah kota Pekanbaru yaitu usaha kuliner. Dengan adanya usaha kuliner ini, tentu saja berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat bagi kota pekanbaru. Perkembangan ini dapat dilihat dengan jumlah pengusaha kuliner di kota pekanbaru semakin bertambah dari tahun ketahunnya. Menghadapi semakin ketatnya persaingan, UMKM tentunya harus selalu berusaha untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan kemampuan bersaing sehingga dapat tetap bertahan dalam pasar. UMKM dituntut untuk dapat terus melakukan perubahan atau inovasi dan melakukan managemen dengan baik akan usahanya. Oleh karena itu perlu penelitian faktor pengaruh usaha bidang Kuliner terhadap UMKM di Kota Pekanbaru. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa modal memberikan pengaruh yang positif sebesar 0,956 terhadap pendapatan UMKM artinya setiap peningkatan modal sebesar satu satuan maka pendapatan UMKM mengalami penaikkan sebesar 0,956 dan begitu juga sebaliknya. Tenaga kerja memberikan pengaruh yang positif sebesar 0,272 terhadap pendapatan UMKM artinya setiap peningkatan tenaga kerja sebesar satu satuan maka pendapatan UMKM mengalami penaikkan sebesar 0,272 dan begitu juga sebaliknya. Teknologi produksi memberikan pengaruh yang positif sebesar 0,052 namun tidak signifikan terhadap pendapatan UMKM
Ahlubait dalam surat Al-Ahzab ayat 33: Studi komparatif antara Tafsir Al-Mizan dan Tafsir Al-Misbah
ABSTRAK
Penafsiran ahlubait dikalangan para ulama seringkali terjadi perbedaan. Hal ini disebabkan oleh berbedanya setiap inidividu mufassir beserta latar belakangya. salah satu surat yang membahas ahlubait adalah surat al-Ahzab ayat 33, dimana pada tafsir ini para ulama banyak berbeda pendapat mengenai siapa saja yang masuk sebagai ahlubait dan penyucian ahlubait sebagai orang-orang yang memiliki keutamaan dan kekhususan, karena memiliki nasab yang tersambung dengan Rasulullah SAW. Penelitian ini membahas terkait bagaimana persamaan dan perbedaan tafsir al-Mizan dan tafsir al-Misbah mengenai penafsiran ahlubait dalam surat al-Ahzab ayat 33 dan bagaimana kelebihan dan kekurangan tafsir al-Mizan dan tafsir al-Misbah mengenai penafsiran ahlubait dalam surat al-Ahzab ayat 33.
Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Penulis menggunakan studi komparatif sebagai metode untuk membandingkan penafsiran antara tafsir al-Mizan dan tafsir al-Misbah. Kemudian data pada penelitian ini diperoleh dari sumber-sumber primer yaitu surat al-Ahzab ayat 33, tafsir al-Mizan, dan tafsir al-Misbah. Sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, artikel, jurnal, dan sumber-sumber pendukung lainnya.
Hasil kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat persamaan penafsiran antara tafsir al-Mizan dan tafsir al-Misbah pada poin yang dimaksud sebagai ahlubait adalah nabi Muhammad SAW, Ali bin Abi Thalib, Fatimah, Hasan, dan Husain. Kedua, terdapat perbedaan diantara dua kitab tersebut yang juga masuk dalam maksud dari ahlubait secara definitif dan poin penyucian ahlubait, Ketiga, terdapat kelebihan dan kekurangan pada penafsiran yang ada pada kedua tafsir, kelebihan dan kekurangan yang ada dapat ditemukan pada tafsir al-Mizan yang lebih condong ke salah satu golongan saja, sedangkan pendapat yang terdapat pada al-Misbah lebih luas dengan dengan tidak condong kesalah satu golongan.
ABSTRACT
The interpretation of ahlubait among scholars often differs. This is due to the differences in each individual interpreter and their background. One of the letters that discusses the ahlubait is surah al-Ahzab verse 33, where in this interpretation the scholars have many different opinions regarding who is included as an ahlubait of the prophet Muhammad SAW. Differences of opinion also occur in the discussion of the purification of the ahlubait as people who have virtues and specialties, because they have a lineage that is connected to the Prophet Muhammad. This research discusses the similarities and differences between the tafsir al-Mizan and tafsir al-Misbah regarding the interpretation of the ahlubait in surah al-Ahzab verse 33 and the advantages and disadvantages of the tafsir al-Mizan and tafsir al-Misbah regarding the interpretation of the ahlubait in surah al-Ahzab verse 33.
This research is research using qualitative methods with the type of library research. The author uses comparative studies as a method to compare interpretations between tafsir al-Mizan and tafsir al-Misbah. Then the data in this research was obtained from primary sources, namely surah al-Ahzab verse 33, tafsir al-Mizan, and tafsir al-Misbah. Meanwhile, secondary data was obtained from books, articles, journals and other supporting sources
The conclusion of this research is that there are similarities in interpretation between the tafsir al-Mizan and the tafsir al-Misbah at the point that those referred to as ahlubait are the prophet Muhammad SAW, Ali bin Abi Talib, Fatimah, Hasan, and Husain. Second, there are differences between the two books which are also included in the definitive meaning of ahlubayt and the point of purification of ahlubayt. Third, there are advantages and disadvantages in the interpretations of both tafsir. The advantages and disadvantages that exist can be found in the interpretation of al-Mizan which is more inclined towards one group only, while the opinions contained in al-Misbah are broader and do not lean towards one group.
مستخلص البحث
غالبًا ما يختلف تفسير أهل البيت بين العلماء. ويرجع ذلك إلى الاختلافات في كل مترجم على حدة وخلفياتهم. ومن الرسائل التي تتحدث عن أهل البيت سورة الأحزاب الآية 33، حيث اختلف العلماء في هذا التفسير حول من يدخل في أهل البيت من أهل النبي محمد صلى الله عليه وسلم. كما يحدث اختلاف في الحديث عن تطهير أهل البيت من أصحاب الفضائل والاختصاصات، لأن لهم نسبا متصلا بالنبي محمد. يتناول هذا البحث أوجه التشابه والاختلاف بين تفسير الميزان وتفسير المصباح في تفسير أهل البيت في سورة الأحزاب الآية ٣٣ ومزايا ومساوئ تفسير الميزان وتفسير المصباح في التفسير أهل البيت في سورة الأحزاب الآية ٣٣.
هذا البحث هو بحث يستخدم الأساليب النوعية مع نوع البحث المكتبي. ويستخدم المؤلف الدراسات المقارنة كوسيلة لمقارنة التفسيرات بين تفسير الميزان وتفسير المصباح. ثم تم الحصول على البيانات في هذا البحث من المصادر الأولية وهي سورة الأحزاب الآية 33، وتفسير الميزان، وتفسير المصباح. وفي الوقت نفسه، تم الحصول على البيانات الثانوية من الكتب والمقالات والمجلات وغيرها من المصادر الداعمة
وخلاصة هذا البحث أن هناك تشابها في التفسير بين تفسير الميزان وتفسير المصباح، حيث أن الذين يشار إليهم بأهل البيت هم النبي محمد صلى الله عليه وسلم، وعلي بن أبي طالب، وفاطمة، والحسن، والحسين. . ثانياً: هناك اختلافات بين الكتابين، وهي متضمنة أيضاً في المعنى القطعي لأهل البيت ونقطة تطهير أهل البيت.ثالثاً، هناك مزايا ومساوئ ضعف في تفسيرات والمزايا والعيوب الموجودة نجدها في تفسير الميزان الذي يميل إلى جماعة واحدة فقط، في حين أن الآراء الواردة في المصباح أوسع ولا تميل إلى جماعة واحدة
Analisis Potensi BUMDES Sebagai Sumber Pendapatan Desa di Kabupaten Rokan Hulu Propinsi Riau
BUMDes sebagai lembaga perekonomian di desa sangat berperan penting dalam mewujudkan pemerintah dan masyarakat desa yang mandiri dan sejahtera. BUMDes berbagai potensi ekonomi dan potensi lainnya bisa dimanfaatkan. Kabupaten Rokan Hulu sampai tahun 2018 ini telah memiliki 153 unit BUMDes. Penelitian BUMDes ini penting dilakukan untuk mengetahui berbagai potensi yang bisa dikembangkan melalui BUMDes untuk menghimpun sumber Pendapatan Asli Desa (PADes). Penelitian kualitatif lebih ditinjau dari perspektif subjek penelitian. Hasil penelitian ini adalah potensi BUMDes di Kabupaten Rohul yang berjumlah 147 unit sedangkan BUMKel sebanyak 6 unit. Total keseluruhan sebanyak 153 unit. analisis data yang diperoleh dilapangan maka BUMDes di kabupaten Rohul memiliki kemampuan untuk menjadi sumber pendapatan desa. Hal tersebut terlihat dari aspek keuangan, usaha, laba dan sumbangan BUMDes terhadap PADes/APBDes. Hasil analisis terjadi kenaikan laba dari tahun 2017 sebesar Rp. 8.098.134.405 menjadi Rp. 9.213.158.907 pada tahun 2018. PADes yang disumbangkan dalam APBDes pada tahun 2018 sebesar Rp. 921.315.891
- …
