1,721,052 research outputs found
Analisis Penerapan Perhitungan Harga Pokok Produksi Berdasarkan Metode Full Costing dalam Penetapan Harga Jual Batik Pada Ardhina Batik Motif Medan
Ardhina Batik Motif Medan dalam perhitungan harga pokok produksinya sudah
memperhitungkan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead
pabrik yang bersifat variabel maupun tetap tetapi belum mengklasifikasikan biaya
ke dalam kelompoknya masing-masing. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
dan menganalisis penerapan perhitungan harga pokok produksi berdasarkan
metode full costing dalam penetapan harga jual batik pada Ardhina Batik Motif
Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Metode
penelitian deskriptif kualitatif digunakan untuk mengetahui perhitungan harga
pokok produksi dalam penetapan harga jual batik. Subjek dalam penelitian ini
adalah 6 karyawan Ardhina Batik Motif Medan. Jenis data pada penelitian ini
adalah data kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah data primer dan data
sekunder. Dalam pelaporan harga pokok produksi, Ardhina Batik Motif Medan
belum mengklasifikan biaya produksi menurut hubungan biaya dengan sesuatu
yang dibiayai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan harga pokok
produksi merupakan dasar penentuan harga jual kain batik pada Ardhina Batik
Motif Medan dan metode yang diterapkan oleh Ardhina Batik Motif Medan dalam
perhitungan harga pokok produksinya belum sesuai dengan metode full costing
pada akuntansi
Analysis of Batik Fabric Quality Control using the Statistical Quality Control (SQC) Method (Case Study: Ardhina Batik Motif Medan)
49 HalamanArdhina Batik Motif Medan ini merupakan salah satu ukm yang memproduksi kain batik di Medan tepatnya di Jl. Bersama Gg. Musyawarah. Dalam proses produksinya ukm Ardhina Batik Motif Medan ini menggunakan 2 cara yaitu dengan menggunakan metode Cap dan Tulis. UKM Ardhina Batik Motif Medan telah melakukan
pengendalian kualitas terhadap produk yang mereka produksi, namun masih terdapat produk gagal yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut. Permasalahan yang terjadi adalah pada produksi batik cap di UKM Ardhina Batik Motif Medan, disetiap produksinya ditemukan produk cacat seperti cacat warna, cacat pemotongan, dan cacat motif. Untuk itu perlu adanya pengendalian kualitas dengan metode Statistical
Quality Control (SQC) supaya hasil produksi yang diperoleh mengalami sedikit produk yang gagal. Setelah dilakukannya penelitian dengan menggunakan metode SQC, terdapat persentase tingkat kecacatan produk batik cap diantaranya adalah cacat warna, cacat pemotongan, dan cacat motif. Berdasarkan diagram histogram yang dibuat tingkat kecacatan yang tertinggi adalah cacat motif sebanyak 409/Pcs batik cap, dan kecacatan tertinggi kedua adalah cacat warna sebanyak 311/Pcs batik cap, dan tingkat kecacatan terendah adalah cacat pemotongan sebanyak 238/pcs. Berdasarkan diagram pareto, prioritas perbaikan yang perlu dilakukan oleh UKM Ardhina Batik Motif Medan adalah untuk mengurangi jumlah kecacatan terjadi dalam
produksi dapat dilakukan pada 3 jenis kerusakan atau kecacatan yang paling dominan yaitu cacat motif sebanyak 43% , cacat warna 32%, dan cacat pemotongan 25%. Dari analisis diagram sebab akibat dapat diketahui faktor penyebab kecacatan dalam produksi yaitu berasal dari faktor manusia/pekerja, alat produksi, metode kerja, material/ bahan baku. Ardhina Batik Motif Medan is one of the SMEs that produces batik cloth in Medan, precisely on Jl. Together with Gg. Discussion. In the production process, the Ardhina Batik Motif Medan UKM uses 2 methods, namely by using the Stamp and Write method. UKM Ardhina Batik Motif Medan has done this quality control of the products they produce, but there are still failed products produced by the company. The problem that occurred was in the production of stamped batik at UKM Ardhina Batik Motif Medan, in every production product defects were found such as color defects, cutting defects and motif defects. For this reason, there is a need for quality control using statistical methods Quality Control (SQC) so that the production results obtained experience fewer failed products. After conducting research using the SQC method, there was a percentage level of defects in stamped batik products including color defects, cutting defects and motif defects. Based on the histogram diagram created, the highest defect level is motif defects of 409/pcs stamped batik, and the second highest defect is color defects of 311/pcs stamped batik, and the lowest defect level is cutting defects of 238/pcs. Based on the Pareto diagram, the priority improvements that need to be made by UKM Ardhina Batik Motif Medan is to reduce the number of defects occurring in Production can be carried out on the 3 most dominant types of damage or defects, namely motif defects of 43%, color defects of 32%, and cutting defects of 25%. From the analysis of the cause and effect diagram, it can be seen that the factors that cause defects in production originate from human/worker factors, production equipment, work methods, materials/raw materials
The Effect of Social Media Use and Creativity on Business Success Case Study on Batik Ardhina Medan
83 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan media sosial dan kreativitas terhadap keberhasilan usaha pada ardhina batik motif Medan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif asosiatif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menyebar angket. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan convenience sampling/accidental sampling dengan sampel para facebooker sebanyak 80 orang. Dengan menggunakan analisis regresi linier berganda diperoleh penggunaan media sosial dan kreativitas berpengaruh positif dan signifikan terhdap keberhasilan usaha pada ardhina batik motif Medan.
This study aims to examine the effect of using social media and creativity on business success on ardhina batik with Medan motifs. This type of research is quantitative associative research. The method of data collection in this study was done by distributing questionnaires. The sampling technique used in this study used convenience sampling/accidental sampling with a sample of 80 facebookers. By using multiple linear regression analysis, it is found that the use of social media and creativity has a positive and significant effect on business success in Medan batik motif ardhina
Analisis Peran Ekonomi Kreatif Bidang Kriya Dalam Meningkatkan Pendapatan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Perspektif Etika Bisnis Islam (Studi Kasus Ardhina Batik Medan)
Penelitian ini dilatar belakangi oleh munculnya ekonomi kreatif dipandang
sebagai suatu sektor ekonomi baru yang dapat menghasilkan dampak yang cukup
substansial, sampai-sampai dinilai ke depan harus menjadi tulang punggung
ekonomi Indonesia. Sebagaimana amanat Presiden RI, Joko Widodo pada 4
Agustus 2015 lalu saat melakukan peluncuran Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).
Ekonomi Kreatif dalam suatu bangsa/wilayah berperan dalam penciptaan tenaga
kerja masyarakat, pendapatan masyarakat, bahkan ke pengembangan sosial
budaya masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran ekonomi kreatif
bidang kriya (kerajinan) yang dijalankan Ardhina Batik Medan dalam
meningkatkan pendapatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat perspektif
etika bisnis Islam. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan
menggunakan jenis pendekatan kualitatif deskriptif.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah peran ekonomi kreatif bidang
kriya (kerajinan) yang dijalankan oleh tiap-tiap pengrajin Ardhina Batik Medan di
Kelurahan Bantan adalah dengan berupaya meningkatkan kualitas dan kreativitas
serta inovasi dari para pengrajin sehingga dapat bersaing dengan industri batik
lainnya, selain itu mereka turut mengikuti permintaan pasar sehingga
produktivitas kerja semakin terasah pendapatan pun semakin meningkat. Ardhina
Batik Medan juga memberikan peranan terhadap upaya pemberdayaan ekonomi
masyarakat sebagai wujudnya ialah dengan mengikutsertakan ibu-ibu sekitar
sebagai tenaga pekerja di Ardhina Batik Medan. Serta dalam mengelola usahanya,
tiap-tiap pengrajin Ardhina Batik Medan telah menerapkan beberapa prinsip etika
bisnis Islam seperti prinsip tauhid, adil kehendak bebas, dan tanggung jawa
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Dalam Keputusan Pembelian Batik Motif Sumatera Utara (Studi Pada Konsumen Toko Ardhina Batik Motif Medan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkan informasi mengenai perilaku konsumen dalam keputusan pembelian Batik Motif Medan
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan memberikan gambaran suatu gejala tertentu. Teknik pengambilan data primer melalui observasi, wawancara dan . Pengambilan data sekunderv melalui dokumentasi dan studi kepustakaan. Dan proses analisa data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian analisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam keputusan pembelian batik motif medan. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen di Ardhina Batik Motif Medan yang didapatkan dari konsumen yang membeli batik di Ardhina Batik Motif Medan adalah: faktor budaya, faktor kelompok referensi, faktor usia, faktor pekerjaan, faktor ekonomi, faktor gaya hidup, dan faktor motivasi, faktor persepsi, dan faktor kepercayaan atau sikap. Sedangkan yang tidak mempengaruhi konsumen dalam memutuskan pembelian adalah: faktor kelas sosial, faktor keluarga, faktor status sosial, faktor pendidikan, dan faktor sifat atau kepribadian. Serta yang mempengaruhi keputusan pembelian batik motif medan di ardhina batik adalah: pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku pascabeli.88 HalamanSkripsi Sarjan
Knowledge sharing practices in Bank Islam Malaysia Berhad (Kota Bharu branch) / Farah Ardhina Ibrahim
In this knowledge-based era, knowledge management (KM) becomes important part for organization. The successful of an organization is not completely depending on technical supports and budgets but also the systematic flow of managing the knowledge and sharing these assets among the staff. In order to compete in the competitive environments, organizations must be more innovative, more agile and smarter. The globalization of financial markets forced bankers to be knowledge-based and be more efficient in managing knowledge in their banking operation. The importance of this function is highlight further by the call from the Central Bank of Malaysia (Bank Negara Malaysia) to integrate the concepts of knowledge management in banking operations. This study focused on how staff in Bank Islam Malaysia Berhad Kota Bharu branch can capture, increase and share their knowledge towards enhancement in their management and set of daily operations. How the knowledge sharing can enhance the competitive edge and operations quality in the bank also will discuss in this paper. Due to the lack of research concerning knowledge sharing in the banking industry, this paper hopes to contribute to the discussion of knowledge sharing concepts in the banking sector in general and the Bank Islam staff in particular
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
INVESTIGASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SEISMIK REFLEKSI DI DESA KEMIRI KECAMATAN PANTI KABUPATEN JEMBER
RINGKASAN
Investigasi Struktur Bawah Permukaan dengan Menggunakan Metode
Seismik Refleksi di Desa Kemiri Kecamatan Panti Kabupaten Jember; Ardhina
Cahya Prahesti, 091810201037; 2013: 59 halaman; Jurusan Fisika Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember.
Metode seismik refleksi adalah salah satu metode geofisika yang
memanfaatkan penjalaran gelombang seismik untuk dapat mengetahui kondisi
geologi bawah permukaan. Gelombang seismik tersebut dihasilkan oleh source
buatan, seperti dinamit ataupun hantaman palu ke tanah. Ketika gelombang tersebut
menjalar di bawah permukaan dan melewati litologi batuan serta ketika gelombang
tersebut melewati batas litologi maka informasi itu akan terekam pada receiver
seismik. Tujuan dari penelitian dengan metode seismik ini adalah untuk mengetahui
informasi tentang kondisi geologi, khususnya mengenai kondisi geologi di bawah
permukaan di daerah penelitian.
Lokasi penelitian berada di Desa Kemiri Kecamatan Panti Kabupaten Jember
dan dilaksanakan pada tanggal 15 Juni 2013. Peralatan yang digunakan pada
pengukuran metode seismik refleksi ini antara lain, receiver
vii
Berdasarkan pengolahan data yang telah dilakukan kecepatan seismik yang
diperoleh pada lintasan pertama berkisar antara 177.3083 m/s sampai dengan
306.1542 m/s. Sedangkan pada lintasan kedua didapatkan rentang kecepatan seismik
yang berkisar antara 140.7407 m/s sampai dengan 288.5253 m/s serta nilai kecepatan
seismik yang diperoleh pada lintasan ketiga adalah berkisar antara 135.6322 m/s
sampai dengan 234.4074 m/s.
Dari hasil pengolahan data di atas, dapat disimpulkan bahwa litologi batuan di
bawah permukaan didominasi oleh tanah lanauan, tanah kering n adanya tanah lempun
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
