17 research outputs found
Analisis Optimalisasi Peran Guru dan Orang Tua dalam Mendampingi Anak Selama Pembelajaran Daring Siswa Sekolah Dasar
Pandemi covid-19 yang melanda pada saat ini berdampak terhadap segala aktivitas masayarakat, dalam hal ini masyarakat diminta untuk banyak beraktivitas di dalam rumah untuk memutuskan rantai penyebaran covid-19. Dengan adanya pembelajaran jarak jauh maka perlu adanya kerjasama antara guru dan orang tua dalam mendampingi siswa kelas IV SDN Pabian IV belajar di rumah. Metode penelitian dalam penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis peneitian deskriftif. Dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan cara mereduksi data dan menarik kesimpulan. Adapun hasil penelitian yakni, peran yang dilakukan oleh guru dan orang tua dalam mendampingi anak selama pembelajaran daring kelas IV SDN Pabian IV yaitu, berkomunikasi langsung dengan orang tua sekaligus anak, mendampingi anak dalam mengerjakan tugas, membimbing dan memberi pengarahan terhadap anak. Selain itu terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan pembelajran daring diantaranya kurangnya pemahaman materi pembelajaran oleh orang tua maupun siswa, orang tua kurang paham dalam mengoprasikan Gadged atau HP android dan siswa juga merasakan kebosanan dalam mengikuti pejaran daring
KRITIK SASTRA MELALUI PANDANGAN FEMINISME DALAM NOVEL SI CANTIK DAN SANG PEMBERANI KARYA ATIKAH SOLIHAH
The modern world requires a wider perspective in life, one of which is about feminism which is a representation of gender equality, more specifically to fight discrimination against women. This study was used to examine one of children's book entitled, "Si Cantik dan Sang Pemberani " by Atikah Solihah with a qualitative descriptive method. The results show that the book describes of patriarchal cultures such as imposing the role of housewives, subordination of women, and depictions of women who are considered irrational, and toxic masculinity. Then the culture was destructed by the fact that the character, Pongota, which is a woman, managed to play two roles at once, between the feminine world (cooking and weaving) to the masculine world (war and self-defense), then met Sangarlang, a man who respects women and is not afraid of his self-esteem being destroyed just because Pongota is that great
The Foundation's Leadership Strategy for Developing Nurul Mannan Elementary School in West Banjar Gapura Sumenep
The research aims to illustrate the role of the Nurul Mannan Foundation to develop schools in Ma'arif Nurul Mannan Elementary School and Describe and analyze the leadership strategy of the Nurul Mannan Foundation for School Development in Ma'arif Nurul Mannan Elementary School.This research uses a qualitative approach with a multi-case study, with naturalist phenomenological methods. The presence of researchers since 2021 is carried out intensively. Human and nonhuman data sources are unearthed with field observations, in-depth interviews and dukumentation. Data analysis uses Mile Huberman saldana theory through three stages, namely Data Condensation (Condensation), Data Offering, and Conclusion/verification withdrawal. Checking the validity of the data obtained is done by showing the degree of trust (credibility), transferability, dependency (dependability), and certainty (confirmability). The leadership role of nurul manann foundation in developing schools in Ma'arif Nurul Mannan elementary school is as a communicator between stake holder networks, as well as a strategic policy maker in the development of education in the auspices of the Nurul Mannan Banjar Barat foundation. In addition, the leadership strategy of the Nurul Mannan Foundation in developing the School at Ma'arif Nurul Mannan Elementary School by using strategic and tactical steps. Where these measures have logical consequences for the development of Ma'arif Nurul Mannan elementary school with measurable and can be evaluated properly
Pelatihan Membuat dan Menggunakan Alat Peraga Game Eleven Pieces Multiplication (GEPION) untuk Memudahkan Menghitung Perkalian pada Guru di Sekolah Dasar
Aktivitas manusia dalam kehidupan sehari hari selalu bersangkutan dengan ilmu matematika lebih tepatnya pada kemampuan berhitung. Dalam hal ini kemampuan berhitung dibutuhkan manusia sejak sekolah dasar, akan tetapi saat ini banyak siswa disekolah dasar kurang berminat untuk belajar matematika dikarenakan matematika itu sulit untuk dipelajari. Keterampilan melakukan operasi perkalian pada siswa kelas III masih rendah. Hal itu disebabkan media pembelajaran yang dilakukan kurang tepat. Salah satu pembaharuan dalam media pembelajaran yang ditawarkan penulis yaitu dengan menggunakan media pembelajaran game eleven pieces multiplication. Tujuan penelitian ini: 1) Untuk mengetahui cara kerja dari game eleven pieces multiplication, 2) Untuk mengetahui implementasi media pembelajaran game eleven pieces multiplication pada mata pelajaran matematika untuk menumbuhkan minat belajar siswa di sekolah dasar. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif. Hasil dan pembahasan yang dilakukan, meliputi: 1) Merancang desain sekaligus pembuatan game eleven pieces mulitiplication, dalam pembuatan media ini sangatlah mudah dengan menggunakan alat-alat sederharna seperti stik dari kayu. Selain itu media ini mudah dibawa kemana saja dan sangat sesuai untuk dimiliki guru dan peserta didik, 2) Merumuskan cara penggunaan game eleven pieces multiplication, oleh peserta didik tingkat sekolah dasar. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1) Game eleven pieces multiplication merupakan sebuah media yang dapat membantu dan mempermudah siswa sekolah dasar pada mata pelajaran matematika perkalian. 2) Dengan adanya game eleven pieces multiplication ini menambah minat dan rasa percaya diri siswa terhadap mata pelajaran matematika sangat tinggi
PENGARUH KEDISIPLINAN GURU TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DI SDN BRAKAS II
Penelitian ini bertujuan untk mengetahui pengaruh kedisiplinan gruru terhadap pembentukan karakter siswa di SDN Brakas II. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linier sederhana dengan bantuan prangkat lunak SPSS Versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedisiplinan guru memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap pembentukan karakter siswa, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,488 dan tingkat signifikansi 0,003 <0,05. Nilai ini menunjukkan hubungan yang erat antara kedisiplinan guru dan pembentukan karakter siswa dalam kata lain bahwa peningkatan kedisiplinan guru dapat memperbaiki sikap, perilaku dan moralitas siswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran guru sebagai teladan dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang tertib dan kondusif untuk mendukung optimalisasi pengembangan karakter sisw
Implementation of the Campus Teaching Program Batch 3 in Building Scientific Literacy in Elementary Schools
Scientific literacy is using scientific knowledge to identify questions, acquire new knowledge, explain scientific phenomena, and draw conclusions based on scientific evidence. Implementation of the Campus Teaching Program Batch 3 is the realization of the independent learning curriculum core program movement, which aims to empower human resources, especially students. This study uses a qualitative descriptive research method. The research was conducted at Lenteng Barat IV Elementary School in Lenteng Barat Village, Lenteng District, Sumenep Regency, East Java, as the target school for the 3rd batch of campus teaching programs. Data collection techniques in this study used structured interviews; the researchers interviewed school principals, class teachers, and students who passed the Campus Teaching Program Batch 3. According to the interviews conducted with the respondents, the survey results said that implementing the Campus Teaching Program Batch 3 in building scientific literacy was very high/good. Seeing the study results, the researchers suggested developing scientific literacy and numeracy instruments in elementary schools
KONTRIBUSI PROGRAM LITERASI SEKOLAH PADA PROSES PEMBIASAAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT MEMBACA SISWA KELAS IV DI SDN AENGDAKE I
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dalam meningkatkan minat membaca siswa kelas IV di SDN Aengdake I, serta menganalisis faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek kepala sekolah, guru, dan siswa. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran GLS tercermin dalam kegiatan membaca 15 menit sebelum pembelajaran, lingkungan yang mendukung literasi, dan pelibatan publik. Faktor pendukungnya meliputi adanya perpustakaan dan sudut baca, sementara faktor penghambatnya adalah kurangnya pengelola perpustakaan dan kebiasaan membaca yang belum sepenuhnya terbentuk pada sisw
KEMAMPUAN NUMERASI PESERTA DIDIK MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN BIG BOOK BERBASIS STEAM
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran big book berbasis STEAM terhadap kemampuan numerasi pada mata pelajaran matematika peserta didik fase B di SDN Pajagalan III. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes yang sesuai dengan indikator kemampuan numerasi. Analisis penelitian ini menggunakan uji independent sample t test setelah sebelumnya dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas terhadap instrumen penelitian, serta dilakukan uji normalitas sebagai uji prasyarat. Hasil penelitian menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,001<0,05 yang artinya media pembelajaran big book berbasis STEAM berpengaruh terhadap kemampuan numerasi peserta didik
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PICTURE CARD PADA MATERI SIKLUS HIDUP MAKHLUK HIDUP DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DI KELAS 3 SDN MANDALA I
This research aims to determine the effect of using picture card media on the cognitiveabilities of 3rd-grade students at SDN Mandala I on the topic of life cycles of living
things. This research used a quantitative experimental method with a One-Group Pretest-Posttest design. The research sample consisted of all 3rd-grade students at SDN Mandala
I, totaling 10 students. The research instrument was an objective test with 10 questions.Data were analyzed using the Shapiro-Wilk normality test, validity test, Cronbach'sAlpha reliability test, and paired sample t-test with the help of IBM SPSS 29. Thenormality test results showed that the data were normally distributed (p > 0.05). Thevalidity test showed that the instrument was valid (r-calculated > r-table and p < 0.05).The reliability test showed that the instrument was reliable (Cronbach's Alpha = 0.716).The paired sample t-test results showed a significant difference between pretest andposttest scores after using picture card media. It was concluded that the use of picturecard media had a positive effect on improving students' cognitive abilities regarding lifecycle material of living things
Bentuk Penyajian Dan Nilai Filosofi Tari Muwang Sangkal Sumenep Untuk Anak Kelas VI Di sekolah Dasar
The philosophy and values of the Muwang Sumenep Dance were studied in this study for the sixth-grade students of SDN Pandian V Sumenep. In this study, Grade VI students of SDN Pandian V Sumenep will learn about the Dance Philosophy of Muwang Sangkal Sumenep. It uses a descriptive method that focuses on describing what is described. Observational structured interviews and documentation approaches were taken to collect data for this study. According to the findings, dance classes are held twice a week at SDN Pandian V Sumenep. For students of SDN Pandian V Sumenep, dance classes are held to hone and develop their talents. In addition, they can see how the philosophy is presented and how important it is overall. To perform the Muwang Sangkal dance, children only need to learn the sequence of movements. Meanwhile, children can learn in detail and clearly about the philosophical values of Muwang Sangkal dance, such as the requirements for a Muwang Sangkal dancer to be pure and not menstruating and to be humble and not arrogant. For elementary school students, Muwang Sangkal dance theory is the same as Muwang Sangkal dance theory in general. Makeup and fashion are just two of the many differences between men and women. The Sumenep Muwang Sangkal dance has been recognized as a symbol of the Sumenep Regency by the Sumenep community and has become a source of pride for the Sumenep people
