172 research outputs found
FIGUR FEMINIS DI MASA KOLONIAL DALAM NOVEL LARASATI KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER
Artikel ini membahas novel Larasati yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer. Novel Larasati menceritakan tentang perjuangan seorang perempuan apda masa kolonial bernama Larasati. Terdapat dua fokus pembahasan terkait dengan novel Larasati dalam artikel ini. Pertama adalah pembahasan mengenai figur feminis dalam novel Larasati. Dengan memanfaatkan teori kritik sastra feminisme, ditemukan bahwa tokoh utama dalam novel Larasati, Larasati menunjukkan beberapa karakteristik sebagai seorang feminis. Meski demikian, terdapat beberapa tindakan dan keputusan tokoh yang kemudian menunjukkan keambivalensian feminisme pada karakter Larasati. Pembahasan kedua menyoroti tentang Pramoedya Ananta Toer sebagai penulis Larasati. Dengan menggunakan konsep écriture feminine (feminine writing), artikel ini bertujuan untuk mengungkap apakah Larasati merupakan sebuah écriture feminine dari Pramoedya Ananta Toer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meski tokoh Larasati menunjukkan beberapa karakter feminis, Larasati bukanlah sebuah écriture feminine
FIGUR FEMINIS DI MASA KOLONIAL DALAM NOVEL LARASATI KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER
Abstrak. Artikel ini membahas novel Larasati yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer. Novel Larasati menceritakan tentang perjuangan seorang perempuan pada masa kolonial bernama Larasati. Terdapat dua fokus pembahasan terkait dengan novel Larasati dalam artikel ini. Pertama adalah pembahasan mengenai figur feminis dalam novel Larasati. Dengan memanfaatkan teori kritik sastra feminisme, ditemukan bahwa tokoh utama dalam novel, Larasati menunjukkan beberapa karakteristik sebagai seorang feminis. Meski demikian, terdapat beberapa tindakan dan keputusan tokoh yang kemudian menunjukkan keambivalensian feminisme pada karakter Larasati. Pembahasan kedua menyoroti tentang Pramoedya Ananta Toer sebagai penulis Larasati. Dengan menggunakan konsep écriture féminine (feminine writing), artikel ini bertujuan untuk mengungkap apakah Larasati merupakan sebuah écriture féminine dari Pramoedya Ananta Toer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meski tokoh Larasati menunjukkan beberapa sifat feminis, novel Larasati bukanlah sebuah écriture féminine
ANALISIS PENENTU KEUNGGULAN KOMPETITIF BERKELANJUTAN (STUDI KASUS : RUMAH SAKIT ANNISA)
ANALISIS PENENTU KEUNGGULAN KOMPETITIF BERKELANJUTAN (STUDI KASUS : RUMAH SAKIT ANNISA) - Dokter-pasien, Kepercayaan, Komitmen, Sustainable Competitive Advantag
KAJIAN KRITIS TERHADAP ROMAN LARASATI KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER
ABSTRACT This study examines the Larasati romance by Pramoedya Ananta Toer based on critical studies or Critical Discourse Analysis (AWK). The objectives of the study are to describe (a) macro structure (theme), (b) author’s cognition in creating romance, (c) ideology contained in the Larasati romance by Pramoedya Ananta Toer, and (d) plans for its implementation in Indonesian Language learning in High School. The form of this research is qualitative research with descriptive method. The data used in this research are the quotations of sentences and paragraphs taken from romance. The source of data is Larasati romance by Pramoedya Ananta Toer, the 5th print in 2010. The technique for data obtaining is documentary study and the tool is a note card. Techniques to test the data validity is triangulation and discussion with colleagues. Data analysis is done by analyzing the contents of the text. Based on data analysis, it can be concluded that: (1) Macro structure (theme) is revolution after independence; (2) Author cognition reflected in the Larasati novel by Pramoedya Ananta Toer are: a) artist, b) imprisoned, and c) the names of several characters in a romance such as (a) Chaidir who is meant as Chairil Anwar, (b) Prime Minister who is meant as Soetan Sjahrir or Amir Sjarifuddin Harahap (c) Jassir who is meant as HB Jassin. (3) Political ideology found in the novel Larasati by Pramoedya Ananta Toer are a) racist ideology and b) class conflict ideology. There are three things that present the existence of racist ideology, that are: a) Japan as an invader and Indonesia as colonized; (b) The Dutch as invaders and Indonesia as colonized; and (c) Nica versus Republikein. (4) Considering the curriculum, the purpose of literary learning, how to choose materials, and aspects of readability, the Larasati romance by Pramoedya Ananta Toer can be implemented in Indonesian Language learning in high school especially in XII grade. Recommendation: Larasati romance can be used as material for Indonesian Language learning in high school. Keywords: Critical Analysis, romance, macro structure, author cognition, political ideolog
FIKSI FORMULA DALAM KOMIK DETEKTIF: MISTERI GERBANG MASA DEPAN KARYA REZKY RAMDANI DAN MISTERI HANTU FESTIVAL KARYA RASYIQA ANNISA THOHIRA
Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan situasi, pola tindakan, tokoh, dan setting dalam Komik Detektif: Misteri Gerbang Masa Depan Karya Rezky Ramdani dan Misteri Hantu Festival Karya Rasyiqa Annisa Thohira yang sesuai dengan teori fiksi formula John G Cawelti. Data penelitian berupa informasi mengenai unit-unit teks komik yang berkaitan dengan rumusan masalah yang mencakup empat fiksi formula John G Cawelti, yakni situasi, pola tindakan, tokoh, dan setting yang terdapat dalam komik detektif Misteri Gerbang Masa Depan karya Rezky Ramdani dan Misteri Hantu Festival karya Rasyiqa Annisa Thohira. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah teknik baca catat. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif analitis yang meliputi pendeskripsian, pengklasifikasian, dan penyimpulan yang tertuju pada data-data yang terkumpul dari kumpulan komik detektif. Hasil penelitian adalah (1) situasi dalam komik Misteri Gerbang Masa Depan, yakni situasi membingungkan, situasi menegangkan, dan situasi menyedihkan, Sedangkan untuk komik Misteri Hantu Festival, yakni situasi membingungkan, situasi menegangkan, situasi menyedihkan, dan situasi menyenangkan. (2) pola tindakan dalam Komik Misteri Gerbang Masa Depan dan Misteri Hantu Festival yang sesuai dengan fiksi formula yakni, pengenalan detektif yang digambarkan melalui tokoh Fikri dan Arnaf, yang memiliki kemampuan menyelesaikan masalah, petunjuk dan kejahatan yang mengarah kepada pelaku kejahatan, penyelidikan dalam menemukan pelaku kehajatan penculikan Syifa dan hilangnya barang festival, pengumuman solusi, atas kronologi suatu peristiwa, dan akhir cerita yang membuat pelaku jera akan kejahatan yang dilakukan, (3) tokoh dalam komik Komik Misteri Gerbang Masa Depan dan Misteri Hantu Festival, yang sesuai dengan fiksi formula John G Cawelti, yakni tokoh detektif yakni Fikri dan Arnaf, korban yang menjadi target kehatan ditunjukkan dengan tokoh Syifa, Ibu Siti, dan Riko, tokoh penjahat yakni Ibu Ica, Pak Mulyadi, dan Yodha, dan tokoh pihak yang terancam yakni Fikri. (4) setting dalam komik Komik Misteri Gerbang Masa Depan dan Misteri Hantu Festival, yang sesuai dengan fiksi formula John G Cawelti, yakni berada di rumah Fikri, rumah Ibu Ica, rumah Syifa, TK Pertiwi, rumah Arnaf, dan Gudang. Kata kunci: fiksi formula, komik detektif, situasi, pola tindakan, tokoh, dan setting
Manajemen Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Bantar Gebang dengan Konsep Collaborative Governance
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerjasama yang dilakukan antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Pemerintah Kota Bekasi dalam mengelola sampah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang serta menganalisis implementasi pelestarian lingkungan dan pencegahan bencana dengan menggunakan konsep collaborative governance yang berpedoman pada Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara kedua belah pihak. Penulis menggunakan metode kualitatif studi literatur dan memperoleh data berdasarkan penelitian terdahulu. Edward III merupakan teori yang dipilih oleh penulis, berdasarkan teori kebijakan Edward III penulis mendapatkan hasil kerjasama antar daerah yang tertuang dalam Perjanjian Perubahan (addendum) perjanjian kerjasama antara Pemprov DKI Jakarta dengan Pemkot Bekasi No. 25 Tahun 2016 dan No.444 Tahun 2016. Tujuan dilakukannya kerjasama ini adalah untuk meningkatkan fungsi TPST Bantar Gebang Kota Bekasi sebagai tempat pemrprosesan akhir yang akan dilakukan dengan penerapan teknologi pengolahan sampah modern serta ramah lingkungan. Namun, kerjasama antar daerah ini belum melibatkan pihak swasta, padahal pihak swasta mempunyai peran sangat penting dalam pelestarian lingkungan dan pencegahan bencana alam yang disebabkan oleh sampah. Penulis merekomendasikan pemerintah perlu melakukan kerjasama dengan pihak swasta dalam pengelolaan sampah yang ada di TPST Bantar Gebang serta menjaga hubungan yang baik antara kedua belah pihak, sehingga koordinasi yang dilakukan berjalan dengan mudah.AbstractThe purpose of this research is to know the collaboration between carried out between the DKI Jakarta Provincial Government and The Bekasi Government in managing garbage in Bantargebang (TPST) and also to analyse the implementation of environmental preservation and disaster prevention using the concept of Collaborative governance carried out by the DKI Jakarta Provincial Government and Bekasi  Government written in the Coorperation Agreement (PKS) between them. The metode author use qualitative method of literature study, the author obtain data based on previous research. The autors choose Edward III Theory. Based on the implementation policy of Edward III autors getting a result interzonal collaboration in the treaty of change (addendum) treaty collaboration between the DKI Jakarta Provincial Government and The Bekasi Government number 25 of 2016 and Number 44 of 2014. The purpose of this collaboration to increase function Bantar Gebang TPST Bekasi City as a place final processing that will do with the application of modern garbage processing is eco-friendly technology. But, this interzonal collaboration hasn’t involve the private yet, while the private has a very important to environmental preservation and disaster prevention caused by garbage. The autors have a recommendation to the government, the government needs to do collaboration with private to garbage management in Bantar Gebang TPST and maintain good relationships between them, in which coordination done with ease.Key Words           : Collaboration, Management, Local Government, Local Government in province, TPST.      This is an open access article under the CC–BY-SA license. Â
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR 4 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK DAERAH (Studi Pada Pajak Hiburan Penyelenggaraan Konser Musik Di Hotel Kota Surakarta Tahun 2015-2016)
ABSTRACT Dian Anggun Larasati, E0013131, Implementation Entertainment Tax Organizing Music Concert In Surakarta City Hotel 2015-2016 This study aims to find out how the implementation of the collection of Entertainment Tax on the implementation of Music Concert in the Hotel Year 2015-2016 which has not been in accordance with the budget target of Surakarta City and Surakarta City Local Regulation No. 4 of 2011 on Local Taxes in the City of Surakarta and how the obstacles faced in the application of the Regulation The area of the entertainment tax evaporation is happening. The type of research used in the writing of this law is empirical legal research or non-doctrinal research (social legal research). The nature of research used The author in preparing the writing of this law is descriptive. The approach to be used by the author is a qualitative approach. In this study the authors take the location of research in BPPKAD Solo. Sources of legal materials used in the form of primary and secondary legal materials. Based on the results of this study and discussion resulted in the conclusion Implementation of Regional Regulation No. 4 of 2011 on Local Taxes in Surakarta City has not been implemented based on 3 aspects of the aspects of justice, legal certainty aspects, and aspects of expediency. Implementation of tax in Surakarta City still experience some obstacles. These barriers or constraints come from the taxpayer, the tax officer, and the regulation. Keywords: Taxes, Implementation, Perd
Model Prediksi Interaksi Senyawa dan Protein untuk Drug Repositioning menggunakan Deep Semi-Supervised Learning
Drug repositioning adalah penggunaan senyawa obat yang sudah lolos uji sebelumnya untuk mengatasi penyakit baru selain penyakit awal obat tersebut ditujukan. Drug repositioning dapat dilakukan dengan memprediksi interaksi senyawa obat dengan protein penyakit yang bereaksi positif. Salah satu tantangan dalam prediksi interaksi senyawa dan protein adalah masalah ketidakseimbangan data. Deep semi-supervised learning dapat menjadi alternatif untuk menangani model prediksi dengan data yang tidak seimbang. Proses pre-training berbasis unsupervised learning pada deep semi-supervised learning dapat merepresentasikan input dari unlabeled data (data mayoritas) dengan baik dan mengoptimasi inisialisasi bobot pada classifier. Penelitian ini mengimplementasikan Deep Belief Network (DBN) sebagai pre-training dan Deep Neural Network (DNN) sebagai classifier. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah dataset ion channel, GPCR, dan nuclear receptor yang bersumber dari pangkalan data KEGG BRITE, BRENDA, SuperTarget, dan DrugBank. Hasil penelitian ini menunjukkan pada dataset tersebut, pre-training berupa ekstraksi fitur memberikan efek optimasi dilihat dari peningkatan performa model DNN pada akurasi (3-4.5%), AUC (4.5%), precision (5.9-6%), dan F-measure (3.8%). AbstractDrug repositioning is the reuse of an existing drug to treat a new disease other than its original medical indication. Drug repositioning can be done by predicting the interaction of drug compounds with disease proteins that react positively. One of the challenges in predicting the interaction of compounds and proteins is imbalanced data. Deep semi-supervised learning can be an alternative to handle prediction models with imbalanced data. The unsupervised learning based pre-training process in deep semi-supervised learning can represent input from unlabeled data (majority data) properly and optimize initialization of weights on the classifier. This study implements the Deep Belief Network (DBN) as a pre-training with Deep Neural Network (DNN) as a classifier. The data used in this study are ion channel, GPCR, and nuclear receptor dataset sourced from KEGG BRITE, BRENDA, SuperTarget, and DrugBank databases. The results of this study indicate that pre-training as feature extraction had an optimization effect. This can be seen from DNN performance improvement in accuracy (3-4.5%), AUC (4.5%), precision (5.9-6%), and F-measure (3.8%)
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG KACANG TUNGGAK (VIGNA UNGUICULATA) DALAM PEMBUATAN KUE AKAR KELAPA TERHADAP KUALITAS FISIK DAN MUTU SENSORI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi tepung kacang tunggak (Vigna unguiculata) dalam pembuatan kue akar kelapa terhadap kualitas fisik dan mutu sensori. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pastry, Program Studi Pendidikan Tata Boga, Universitas Negeri Jakarta, pada bulan Juni 2024 hingga Juli 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Sampel penelitian berupa kue akar kelapa substitusi tepung kacang tunggak sebesar 30%, 40%, dan 50%. Uji kualitas fisik berupa uji daya serap minyak dilakukan tiga kali pengulangan pada setiap sampel. Hasil analisis menggunakan uji ANOVA menunjukkan adanya pengaruh signifikan terhadap daya serap minyak kue, yang kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan dan menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar ketiga perlakuan. Sampel dengan substitusi tepung kacang tunggak 30% memiliki daya serap minyak tertinggi, sedangkan sampel dengan substitusi tepung kacang tunggak 50% memiliki daya serap minyak terendah. Uji mutu sensori melibatkan 45 panelis agak terlatih dengan aspek penilaian berupa aroma, warna, rasa manis, rasa kacang tunggak, dan tekstur. Hasil hipotesis menggunakan uji Kruskall-Wallis menunjukkan tidak adanya pengaruh signifikan pada ketiga sampel terhadap seluruh aspek. Kesimpulan penelitian ini adalah sampel dengan substitusi tepung kacang tunggak 50% merupakan formulasi terbaik yang direkomendasikan sebagai upaya pengembangan kudapan tradisional dan optimalisasi pemanfaatan pangan lokal. Formulasi ini dipilih karena memiliki karakteristik berwarna coklat kekuningan, aroma kacang tunggak tidak kuat, rasa cenderung agak manis, rasa kacang tunggak tidak kuat, tekstur renyah, dan daya serap minyak rendah.
*****
This study aims to analyze the effect of substituting cowpea (Vigna unguiculata) flour substitution in the making of coconut root cake on its physical quality and sensory quality. The research was conducted at the Pastry Laboratory of the Culinary Education Study Program, State Universitas Jakarta from June 2024 to July 2025. The method used was an experimental method. The samples were coconut root cakes with cowpea flour substitutions at 30%, 40%, and 50%. The physical quality test was carried out by measuring the oil absorption of the three samples, each tested in triplicate. The results of ANOVA test showed a significant effect on oil absorption, followed by Duncan test, which revealed significant differences among the three treatments. The 30% substitution sample exhibited the highest oil absorption, while the 50% substitution sample showed the lowest. The sensory quality test involved 45 semi-trained panelists who assessed aroma, color, sweetness, cowpea flavor, and texture. The result of the Kruskal-Wallis test indicated no significant differences among the samples in all sensory attributes. In conclusion, the 50% cowpea flour substitution sample was determined as the best formulation, recommended for the development of traditional snacks and to optimize the utilization of local food resources. This formulation was selected because its characteristics, a yellowish-brown color, mild cowpea aroma, the taste tends to be slightly sweet, subtle cowpea flavor, crispy texture, and low oil absorption
Pengaruh Pemberian Air Minum Tawas Terhadap Kadar Serum Glutamic Piruvic Transminase (Sgpt) Dan Serum Glutamic Oxaloacetic Transminase (Sgot) Pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus)
Air minum dapat mengandung berbagai senyawa logam yang bersifat toksik,
salah satunya adalah tawas yang mengandung senyawa alumunium sulfat. Tawas
digunakan untuk meningkatkan kualitas fisik air yaitu penjernihan air dengan cara
mengkoagulasi bahan bahan koloid yang ada di air sehingga mudah untuk
disaring. Tetapi penggunaan tawas yang berlebihan dan kontinyu akan
menimbulkan gangguan kesehatan seperti intoksikasi dan kerusakan pada hepar.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paparan alumunium dalam air
terhadap kadar kerusakan hepar yaitu dengan kadar enzim transaminase pada
serum. Penelitian ini menggunakan tikus (Rattus norvegicus) jantan yang dibagi
menjadi 5 kelompok. Kelompok (K-) adalah kelompok kontrol negatif yang tidak
diberi paparan air minum tawas, sedangkan kelompok P1, P2, P3, dan P4 adalah
tikus yang dipapar tawas dalam air minum dengan dosis bertingkat yaitu 1250
ppm, 1500 ppm, 1750 ppm dan 2000 ppm selama 21 hari. Enzim Transaminase
terdiri dari Serum Glutamic Piruvic Transminase (SGPT) dan Serum Glutamic
Oxaloacetic Transminase (SGOT) yang merupakan indikator dari kerusakan
hepar dan diukur dengan metode spektofotometri. Hasil penelitian ini menunjukan
bahwa tikus yang terpapar air minum tawas menunjukkan peningkatan kadar
SGPT secara nyata (p<0.05) dan peningkatan kadar SGOT sangat nyata (p<0.01).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah kelompok dosis 2000 ppm menunjukkan
peningkatan kadar SGPT. Adanya peningkatan kadar SGOT pada dosis 1500
ppm, 1750 ppm, 2000 ppm. Peningkatan sesuai dengan besarnya konsentrasi
tawas dalam air minum, semakin besar konsentrasi maka kenaikan kadar SGPT
dan SGOT juga semakin meningkat
- …
