1,721,442 research outputs found
UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA 1-(4’-NITROBENZOIL)-1,3-DIETILUREA PADA Bacillus subtilis, Pseudomonas aeruginosa, DAN Candida albicans DENGAN METODE DILUSI
Antimicrobial Activity Test of
1-(4’-nitrobenzoyl)-1,3-diethylurea
Against Bacillus subtilis, Pseudomonas aeruginosa, and
Candida albicans using Broth Dilution Method
Amalia Rizki Gita
The antimicrobial activity of 1-(4’-nitrobenzoyl)-1,3-diethylurea
against Bacillus subtilis, Pseudomonas aeruginosa, and Candida albicans
using broth dillution method was studied. The purpose of this study are to
determine the antimicrobial activity of 1-(4’-nitrobenzoyl)-1,3-diethylurea
against Bacillus subtilis, Pseudomonas aeruginosa, and Candida albicans
and to compare the antimicrobial activity of 1-(4’-nitrobenzoyl)-1,3-
diethylurea against Bacillus subtilis with the activity against Pseudomonas
aeruginosa. The antimicrobial activity was defined as minimum inhibitory
concentration (MIC). The compound showed MIC 600 g/ml against
Bacillus subtilis, 650 g/ml against Pseudomonas aeruginosa, and 750
g/ml against Candida albicans. It could be concluded that 1-(4’-
nitrobenzoyl)-1,3-diethylurea have antimicrobial activity against Bacillus
subtilis, Pseudomonas aeruginosa, Candida albicans. The activity against
Pseudomonas aeruginosa was higher than against Bacillus subtilis.
Keyword: 1-(4’-nitrobenzoyl)-1,3-diethylurea, MIC, Broth Dilution
Metho
PERSEPSI IBU-IBU PKK TERHADAP PENINGKATAN KESEJAHTERAAN KELUARGA MELALUI PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN DI DESA GETASKEREP KECAMATAN TALANG KABUPATEN TEGAL
AMALIA, RIZKI. 2021.“Persepsi Ibu-ibu PKK Terhadap Peningkatan Kesejahteraan Keluarga Melalui Pelatihan Kewirausahaan Di Desa Getaskerep Kecamatan Talang Kabupaten Tegal Tahun 2021”. Skripsi. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pancasakti Tegal. Pembimbing I: Dr. Tity Kusrina, M.Pd, Pembimbing II: Drs. Subiyanto, M.Pd.
Kata Kunci: PKK, Peningkatan Kesejahteraan, Pelatihan Kewirausahaan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: persepsi ibu-ibu PKK terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga di Desa Getaskerep Kecamatan Talang Kabupaten Tegal, manfaat setelah mengikuti pelatihan kewirausahaan di Desa Getaskerep Kecamatan Talang Kabupaten Tegal, dan kendala yang dihadapi ibu-ibu PKK dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga di Desa Getaskerep Kecamatan Talang Kabupaten Tegal.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitian deskriptif kualitatif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Data penelilitian meliputi data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data model miles and huberman, meliputi: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukan: 1) tingkat kesejahteraan keluarga ibu-ibu PKK relatif sejahtera, dilihat dari tidak adanya permasalahan sosial maupun ekonomi keluarga, kegiatan pelatihan kewirausahaan dianggap sudah sukses memberikan dampak positif dalam meningkatkan penghasilan keluarga melalui banyaknya ibu-ibu PKK yang mendirikan home industri, 2) manfaat mengikuti pelatihan kewirausahaan yakni: dengan pengetahuan baru dapat memperluas pandangan hidup untuk kedepannya, adanya kemauan belajar dalam bidang kewirausahaan, dan termotivasinya ibu-ibu untuk berwirausaha dengan adanya ibu-ibu PKK yang membuka usaha setelah mengikuti pelatihan kewirausahaan, 3) kendala pada saat mengikuti kegiatan pelatihan kewirausahaan yakni faktor waktu dan tenaga, kesibukan masing-masing ibu-ibu PKK dari urusan rumah tangganya. Sedangkan kendala pada saat ingin berwirausaha yakni faktor ekonomi menjadi faktor utama yang menghambat dalam membuka usaha ataupun mengembangkan usaha, dan pemasarannya yang belum begitu luas dan jelas
ANALISIS KEDUDUKAN PARA PIHAK DALAM KONTRAK BAGI HASIL GROSS SPLIT PADA KEGIATAN USAHA HULU MIGAS DALAM PERMEN ESDM NO. 52 TAHUN 2017 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERMEN ESDM NO. 8 TAHUN 2017 TENTANG KONTRAK BAGI HASIL GROSS SPLIT
Amalia Rizki Nur Zhafarina, Prof. Dr. Suhariningsih, S.H., M.S., Ranitya Ganindha, S.H., M.H Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Email: [email protected]  ABSTRAK Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi merupakan salah satu dari cabang-cabang ekonomi yang menyangkut keberlangsungan kehidupan masyarakat luas. Di Indonesia, Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menggunakan suatu sistem kesepakatan dalam bekerjasama dengan Kontraktor, yaitu Kontrak Kerja Sama Bagi Hasil (Production Sharing Contract). Sebelum mengalami pergantian skema, Kontrak Bagi Hasil di Indonesia memiliki mekanisme pengembalian biaya produksi (Cost Recovery) yang berguna untuk pemulihan investasi Kontraktor dan sebagai pemenuhan asas keseimbangan dalam berkontrak. Namun, setelah diberlakukannya Permen ESDM No. 8 Tahun 2017 yang kemudian diubah dalam Permen ESDM No. 52 Tahun 2017 Tentang Kontrak Bagi Hasil Gross Split, komponen pengembalian biaya produksi dihilangkan. Hal ini membuat kedudukan para pihak dalam kontrak tidak seimbang karena salah satu pihak harus menanggung beban risiko dan biaya yang lebih besar. Untuk itu diperlukan suatu formulasi pengganti komponen mekanisme Cost Recovery agar kedudukan para pihak tetap seimbang dalam berkontrak. Kata Kunci: Minyak dan Gas Bumi, Kontrak Bagi Hasil, Asas Keseimbangan ABSTRACT The Upstream Oil and Gas Industry is one of many economical branches which intertwine with a wide range of people. In Indonesia, this industry employs an agreement system in terms of working with Contractors, known as Production Sharing Contract. Before having to change the scheme, the Production Sharing Contract referred to production budget return mechanism (Cost Recovery Mechanism) which helped Contractors to recover their investment ability and it meets the balance principle in the agreement. However, after the government issued the Energy and Mineral Resources (EMR) Minister Regulation Number 8 of 2017 which then amended to the EMR Minister Regulation Number 52 of 2017 About Gross Split Production Sharing Contract, the Cost Recovery mechanism component was eliminated. As the result, the position of the parties in this contract is no longer equal since one party has to bear more risk and cost. Therefore, an alternative formulation is required due to balance the parties’ position in the contract.Keywords: Natural Oil and Gas, Production Sharing Contract, Balance Principl
Penyalahgunaan Keadaan (Misbruik Van Omstandigheden) dalam Perjanjian Ikatan Dinas Penerbang di Perusahaan Penerbangan Lion Air Group
AMALIA RIZKI SUGIYONO, Program Studi Magister Ilmu Hukum-Program Pasca Sarjana, Universitas Jenderal Soedirman, Penyalahgunaan Keadaan (Misbruik Van Omstandigheden) dalam Perjanjian Ikatan Dinas Penerbang di Perusahaan Penerbangan Lion Air Group. Komisi Pembimbing, Ketua : Prof. Tri Lisiani Prihatinah, S.H.,M.A.,Ph.D., Anggota : Dr. Sulistyandari, S.H.,M.Hum.
Permasalahan dalam penelitian ini bermula pada keadaan berupa pertumbuhan maskapai atau industri penerbangan yang tidak sebanding dengan jumlah lulusan sekolah pilot membuat Indonesia surplus pilot pemula. Oleh karena itu banyak industri penerbangan dalam melakukan aktifitas bisnisnya, tak terkecuali dalam perekrutan tenaga kerja, memilih hal-hal yang bersifat menguntungkan karena posisi mereka yang tidak mau merugi dan menganggap dirinya merasa dibutuhkan oleh para lulusan sekolah pilot yang sedang mencari pekerjaan, misalnya dalam membuat perjanjian kerja pilot, perusahaan menerapkan dengan perjanjian baku yang klausulnya sering memberatkan dan menekan pihak pilot. Diperkuat dengan berita yang muncul di media massa bahwa pilot dari Wings Air yang merupakan maskapai dari Lion Air Group mengakhiri hidupnya diduga karena ia dipecat dan dikenai penalty sebesar 7 Milyar Rupiah. Dalam penulisan ini, dilakukan analisis terhadap Perjanjian Ikatan Dinas Penerbang No. /JT-DI/PKCC/III-2017 antara PT. Lion Mentari Airlines dengan Pilot XX yang klausul-klausunya terkesan menekan, tidak adil dan memberatkan pihak Pilot XX sebagai penerima kerja sehingga berpotensi mengandung penyalahgunaan keadaan didalamnya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji Perjanjian Ikatan Dinas Penerbang dapat diklasifikasikan sebagai perjanjian kerja atau tidak, mengkaji ada atau tidaknya Penyalahgunaan Keadaan dalam Perjanjian Ikatan Dinas Penerbang dan mengkaji perlindungan hukum bagi pilot yang merasa dirugikan dengan adanya Perjanjian Ikatan Dinas Penerbang yang mengandung Penyalahgunaan Keadaan. Penelitian ini memiliki tipe penelitian yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif analitis dan menggunakan sumber bahan hukum berupa bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Sebagai pelengkap juga digunakan bahan-bahan nonhukum.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan didapatkan tiga kesimpulan yaitu yang pertama Perjanjian Ikatan Dinas Penerbang No. /JT-DI/PKCC/III-2017 adalah perjanjian kerja yang didalamnya terdapat klausul ikatan dinas selama 18 (delapan belas) tahun dikarenakan Pilot XX telah melaksanakan pendidikan dan pelatihan yang biayanya ditanggung oleh PT. Lion Mentari Airlines. Kesimpulan yang kedua yaitu terdapat Penyalahgunaan Keadaan dalam Perjanjian Ikatan Dinas dengan alasan yaitu keadaan dan klausulnya memenuhi unsur-unsur penyalahgunaan keadaan. Kesimpulan yang ketiga hukum telah memberikan perlindungan preventif maupun represif melalui hukum ketenagakerjaan khususnya dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan dan hukum perdata khususnya hukum perjanjian.
Kata Kunci : Penyalahgunaan Keadaan, Perjanjian Kerja, Perjanjian Ikatan Dinas Penerbang
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
