434 research outputs found
Pre-service Biology teacher’s Perception about Evolution Learning at Senior High School: A Case Study of Biology Education Students’ at Universitas Sebelas Maret Surakarta
Evolution is one of biology material that learn in senior high school. Many differences on understanding evolution theory give effect this material cannot be taught optimally. The main factor that cause it is religiousity and the low of teachers’ background knowledge. This research conducted to analyze biology preservice teacher about evolutionary learning at senior high school. This descriptive research did at Biology Education Study Program, Universitas Sebelas Maret Surakarta on August 2016 until January 2017. Population were students of Biology Education Study Program Universitas Sebelas Maret Surakarta on semester five in academic year 2015/2016 that took evolutionary course in two parallel class with total 47 students. Sampling used total sampling. Data was the result of students’ last paper analysis. The result showed that 100% students said that evolution material is needed and important to teach for senior high school students; with various reason. For the method of teaching evolution, 75% students suggest that evolution should be teach by some interesting methods. Furthermore, students (±20%) also gave opinion that evolution can be taught by using prehistoric site, such as Sangiran and Trinil to give direct experience to them
Maskulinitas yang Berubah: Analisis Wacana Konten Youtube Tysna Saputra
Abstract
Masculinity has the understanding that a man should have a strict, male and rude attitude. A man who has a gentle nature, does not like heavy sports and others will be considered a taboo in society. Masculinity that has changed in society along with the development of the times, this is indicated by the emergence of male beauty vloggers who discuss about beauty, self-care, style of dress and so on. One of them is Tysna Saputra. Through his YouTube channel, Tysna Saputra uploaded a video titled SKIN CARE GUYS at CHILDREN COST! Tysna practices self care steps for men. This, builds men's awareness to be more able to take care of themselves and not feel taboo when doing it. The method used by the author is a qualitative research method, namely by using Van Djik's critical discourse analysis techniques. The method used is online data observation and tracking using data triangulation. The author's observation was to watch Tysna's YouTube video repeatedly and explain each scene and product used. Observations made by the writer will prove that by doing self-care, will not reduce the value of masculinity that exists in a man. This will be related to Van Djik's theory of analysis.
Maskulinitas memiliki pengertian bahwa seorang laki-laki sudah seharusnya memiliki sikap yang tegas, jantan dan kasar. Seorang laki-laki yang memiliki sifat lemah lembut, tidak menyukai olahraga berat dan lainnya akan dianggap sebagai hal yang tabu di maskyarakat. Maskulinitas yang telah berubah di masyarakat seiring dengan berkembangnya zaman, hal ini ditunjunkkan dengan bermunculannya para beauty vlogger laki-laki yang membahas mengenai kecantikan, perawatan diri, gaya berpakaian dan sebagainya. Salah satunya adalah Tysna Saputra. Melalui kanal YouTubenya, Tysna Saputra mengunggah video dengan judul SKIN CARE COWOK harga ANAK KOST!. Tysna mempraktekkan langkah – langkah merawat diri untuk laki-laki. Hal ini, membangun awareness kaum laki-laki untuk bisa lebih merawat diri dan tidak merasa tabu saat melakukannya. Metode yang digunakan oleh penulis adalah metode penelitian kualitatif, yaitu dengan memakai teknik analisis wacana kritis Van Djik. Metode yang digunakan adalah observasi dan penulusuran data online menggunakan triangulasi data. Observasi yang penulis lakukan adalah menonton video YouTube Tysna dengan berulang – ulang dan menjelaskan setiap adegan dan produk yang digunakan. Observasi yang dilakukan penulis akan membuktikan bahwa dengan melakukan perawatan diri, tidak akan mengurangi nilai maskulinitas yang ada pada seorang laki-laki. Hal ini akan dikaitkan dengan teori analisis Van Djik.
Keywords
beauty vlogger; masculinity; youtube; discourse analysi
Maskulinitas yang Berubah: Analisis Wacana Konten Youtube Tysna Saputra
Abstract
Masculinity has the understanding that a man should have a strict, male and rude attitude. A man who has a gentle nature, does not like heavy sports and others will be considered a taboo in society. Masculinity that has changed in society along with the development of the times, this is indicated by the emergence of male beauty vloggers who discuss about beauty, self-care, style of dress and so on. One of them is Tysna Saputra. Through his YouTube channel, Tysna Saputra uploaded a video titled SKIN CARE GUYS at CHILDREN COST! Tysna practices self care steps for men. This, builds men's awareness to be more able to take care of themselves and not feel taboo when doing it. The method used by the author is a qualitative research method, namely by using Van Djik's critical discourse analysis techniques. The method used is online data observation and tracking using data triangulation. The author's observation was to watch Tysna's YouTube video repeatedly and explain each scene and product used. Observations made by the writer will prove that by doing self-care, will not reduce the value of masculinity that exists in a man. This will be related to Van Djik's theory of analysis.
Maskulinitas memiliki pengertian bahwa seorang laki-laki sudah seharusnya memiliki sikap yang tegas, jantan dan kasar. Seorang laki-laki yang memiliki sifat lemah lembut, tidak menyukai olahraga berat dan lainnya akan dianggap sebagai hal yang tabu di maskyarakat. Maskulinitas yang telah berubah di masyarakat seiring dengan berkembangnya zaman, hal ini ditunjunkkan dengan bermunculannya para beauty vlogger laki-laki yang membahas mengenai kecantikan, perawatan diri, gaya berpakaian dan sebagainya. Salah satunya adalah Tysna Saputra. Melalui kanal YouTubenya, Tysna Saputra mengunggah video dengan judul SKIN CARE COWOK harga ANAK KOST!. Tysna mempraktekkan langkah – langkah merawat diri untuk laki-laki. Hal ini, membangun awareness kaum laki-laki untuk bisa lebih merawat diri dan tidak merasa tabu saat melakukannya. Metode yang digunakan oleh penulis adalah metode penelitian kualitatif, yaitu dengan memakai teknik analisis wacana kritis Van Djik. Metode yang digunakan adalah observasi dan penulusuran data online menggunakan triangulasi data. Observasi yang penulis lakukan adalah menonton video YouTube Tysna dengan berulang – ulang dan menjelaskan setiap adegan dan produk yang digunakan. Observasi yang dilakukan penulis akan membuktikan bahwa dengan melakukan perawatan diri, tidak akan mengurangi nilai maskulinitas yang ada pada seorang laki-laki. Hal ini akan dikaitkan dengan teori analisis Van Djik.
Keywords
beauty vlogger; masculinity; youtube; discourse analysi
Profil Keterampilan Dasar Mengajar Mahasiswa Calon Guru Biologi pada Matakuliah Microteaching
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan dasar mengajar mahasiswa calon guru Biologi pada matakuliah Microteaching. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian adalah mahasiswa prodi pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta yang menempuh matakuliah Microteaching. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa yang menempuh matakuliah Microteaching pada semester genap tahun ajaran 2015/2016 sejumlah 190 mahasiswa. Sampel diambil secara purposif sehingga diperoleh tiga kelas sebagai sampel yaitu kelas A, B, dan C yang berjumlah 59 mahasiswa. Aspek keterampilan dasar mengajar yang dianalisis meliputi keterampilan menyusun skenario pembelajaran, membuka pelajaran, menjelaskan, bertanya, mengelola proses pembelajaran, mengadakan variasi, menggunakan media pembelajaran, memberikan penguatan, dan menutup pembelejaran. Teknik pengumpulan data dengan observasi yang dilaksanakan dengan menggunakan rubrik penilaian kinerja (performance assessment). Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data diketahui bahwa skor capaian keterampilan dasar mengajar pada matakuliah microteaching mengalami peningkatan pada kedua tampilan latihan mengajar. Jika dilihat dari rata-rata capaian setiap aspek maka skor keterampilan menyusun skenario pembelajaran sebesar 71.65, membuka pelajaran sebesar 69.5, menjelaskan sebesar 71.9, bertanya sebesar 71.3, mengelola proses pembelajaran sebesar 70.7, mengadakan variasi sebesar 70, menggunakan media pembelajaran sebesar 73.5, memberikan penguatan sebesar 71.7, serta keterampilan menutup pelajaran sebesar 70.8. Berdasarkan hasil tersebut, keterampilan dasar mengajar mahasiswa sudah cukup baik pada beberapa aspek namun, pada aspek keterampilan membuka pelajaran, mengadakan variasi, dan menutup pelajaran masih perlu dilatihkan lebih lanjut
ANALISIS KETERAMPILAN PROSES SAINS (KPS) DASAR MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI PADA MATAKULIAH ANATOMI TUMBUHAN (STUDI KASUS MAHASISWA PRODI P. BIOLOGI FKIP UMS TAHUN AJARAN 2015/2016)
Anatomi Tumbuhan merupakan salah satu matakuliah wajib bagi mahasiswa semester 2 Prodi P. Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta. Matakuliah ini adalah matakuliah dasar yang memberikan pengetahuan konten (content knowledge) dan melatihkan keterampilan proses sains (KPS) dasar bagi mahasiswa calon guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis KPS dasar mahasiswa calon guru Biologi pada praktikum Anatomi Tumbuhan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif eksploratif yang dilaksanakan di Prodi P. Biologi FKIP UMS pada bulan Februari sampai Juli 2016. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester 2 prodi P. Biologi FKIP UMS tahun ajaran 2015/2016 yang mengambil matakuliah praktikum Anatomi Tumbuhan yang berjumlah 200 mahasiswa. Data berupa KPS dasar mahasiswa diperoleh dari penilaian kinerja (performance assessment) pada setiap judul praktikum dengan total kegiatan adalah 8 judul praktikum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata seluruh aspek KPS dasar mahasiswa termasuk kategori cukup baik yaitu 73.5. Sedangkan jika ditinjau rata-rata tiap aspek, maka dapat diperoleh hasil bahwa rata-rata skor aspek: (1) menggunakan mikroskop (keterampilan menggunakan alat 70.5; (2) membuat preparat segar dan awetan (keterampilan menggunakan alat dan bahan) 72.5; (3) membuat sayatan melintang dan membujur berbagai preparat (keterampilan menggunakan alat dan bahan) 69.5; (4) melakukan pengamatan mikroskopis berbagai preparat (keterampilan mengamati) 70.5; (5) mengklasifikasikan berbagai macam jenis jaringan berdasarkan ciri anatomi 72; (6) mengkomunikasikan hasil pengamatan secara tertulis (laporan) 78.5; serta (7) menyimpulkan hasil praktikum 78
PROBLEMATIKA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILL) DI INDONESIA
Permasalahan mendasar dalam sistem pendidikan di Indonesia terutama pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA)
adalah belum mampu menghasilkan kualitas SDM yang mempu bersaing dengan bangsa lain. Kualitas yang rendah ini ditandai dengan
rendanya keterserapan lulusan di dunia industri sehingga mengakibatkan bertambahnya jumlah pengangguran dimana yang ter banyak
ada pada lulusan SMA. Berdasarkan permasalahan terse-but, diperlukan upaya untuk membekali kemampuan pada siswa agar dapat
hidup dan bersa-ing di dunia kerja salah satunya melalui pelaksanaan pembelajaran berbasis kecakapan hidup ( life skill). Pelaksanaan
pembelajaran berbasis kecakapan hidup dapat dilakukan dengan mengintegrasikan aspek-aspek kecakapan hidup pada mata pelajaran
salah satunya Biologi. Permasalahan yang muncul dalam implementasi pembelajaran berbasis kecakapan hidup di-antaranya adalah
bagaimana merancang perangkat pembelajaran berbasis kecakapan hidup, bagaimana mengembangkan kegiatan pembelajaran
berbasis kecakapan hidup dan bagaimana memahami aspek-aspek kecakapan hidup dalam setiap mata pelajaran serta kesulitan
dalam mengintegrasikan setiap aspek-aspek kecakapan hidup dalam setiap pokok materi pelajaran sesuai dengan format yang
tersedia.
Kata Kunci: Pembelajaran Biologi, kecakapan hidup, life skil
Review on Compilation of Financial Statement Based on SAK ETAP (Financial Accounting Standard for Small and Medium Entities) at PT. RIZKY SAPUTRA in Periode September 2014
The research has been done in PT. Rizki Saputra in Bandung, Indonesia. The purpose of the research is to the preparation of financial statement based on SAK ETAP (Financial Accounting Standard for Small and Medium Entities) at PT. Rizky Saputra period September 2014 applicable for UMKM (Small and Medium Entities) in Indonesia. The method used is descriptive research, which aims to provide a clear picture of the state of the company, which acquired the data, collected and analyze and compared with the theories and the existing litelature on the litelature review in order to obtain a conclucion. Based on the results of the research, preparation of financial statements at PT. Rizki Saputra has been conducted by the author in accordance with SAK ETAP (Financial Accounting Standard for Small and Medium Entities) applicable in Indonesia. From this research, the researcher compose financial statement same with the rule of SAK ETAP (Financial Accounting Standard for Small and Medium Entities). Keywords : Compilation Financial Statement, SAK-ETA
Kemampuan Menentukan Jenis dan Batasan Informasi Mahasiswa Semester III Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (Studi Kasus pada Matakuliah Sistematika Invertebrata T.A 2014/2015)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kemampuan mahasiswa semester III prodi pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta tahun ajaran 2014/2015 dalam menentukan jenis dan batasan informasi pada matakuliah Sistematika Invertebrata. Kemampuan menentukan jenis dan batasan in-formasi merupakan standar pertama literasi informasi yang dikeluarkan oleh <em>Association of College and Re-search </em>(ACRL). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah mahasiswa prodi Pendidikan Biologi FKIP UMS semester III yang berjumlah 167 orang dari 5 kelas paralel. Sampel diambil secara acak (<em>random sampling</em>) menjadi 78 orang dari 2 kelas paralel yaitu B dan D. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan (observasi), kuesioner, serta studi kepustakaan dan dokumen. Hasil pe-nelitian menunjukkan bahwa: 94.9% mahasiswa telah mampu menentukan langkah yang dilakukan dalam mencari informasi; mahasiswa telah mampu memilih bentuk-bentuk informasi yang dapat digunakan seba-gai sumber referensi baik informasi tercetak (39.7%), digital/elektronik (17.9%), maupun keduanya (42.3%) serta pada umumnya masih jarang menentukan batasan informasi (84.6%) hanya sesuai dengan topik batas-an dan masih jarang mengevaluasi batasan informasi yang telah dibuat (58.6%).</jats:p
Analisis Struktur Vegetasi Pohon di Sekitar Mata-Air yang berpotensi Untuk Konservasi Mata Air
Indonesia memiliki kekayaan sumber daya air yang sangat melimpah, namun ketersediaan air bervariasi berdasarkan dimensi ruang dan waktu. Adanya perubahan iklim, kerusakan ekosistem daerah tangkapan air hujan, sistem penggunaan air yang buruk, serta kebutuhan konsumsi air yang terus meningkat, mengakibatkan terjadinya krisis air. Rendahnya kapasitas daya tampung air hujan, dikarenakan kurang terpeliharanya atau berubahnya komunitas vege¬tasi khususnya pohon di daerah tangkapan air hujan. Hal ini mengakibatkan hujan yang datang lebih banyak mengalir sebagai banjir, karenanya diperlukan adanya studi tentang struk-tur vegetasi pohon di daerah tangkapan air, khususnya sekitar mata air sebagai upaya konser¬vasi air. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui struktur vegetasi pohon (jenis po¬hon dan indeks nilai penting/INP, dan kerapatan vegetasi) di sekitar mata air; serta (2) menge tahui peranan vegetasi dalam menahan limpasan air hujan untuk dapat meresap ke dalam tanah (infiltrasi). Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Juli sampai Oktbber 2013 di wilayah tangkapan air hujan 4 mata air yaitu Umbul Nila, Cokro Klaten, Mudal, dan Wonosadi. Penelitian dilak-sanakan dalam beberapa tahap yaitu: (1) pra penelitian/survei (mengetahui lokasi penelitian, pencarian peta lokasi, dan kondisi alam lokasi penelitian; (2) penentuan unit sampling dan penentuan luas vegetasi pada recharge area mata air; (3) penentuan denshas vegetasi dengan model indeks vegetasi NDVI (Normalized Difference Vegetation Index); (4) analisis struktur vegetasi yang dilakukan untuk mengetahui indeks nilai penting (INP) dari vegetasi pohon penyangga mata air terutama berkaitan dengan jenis/penutupan lahan oleh kanopi pohon; serta menyusun model limpasan air hujan. Hasil penelitian menunjukkan bamva luas daerah tangkapan air pada keempat mata air yaitu mata air Wonosadi dengan luas 1039,25739 Ha; Umbul Nila dengan luas 547,5360939 Ha; Cokro dengan luas 828,4396534 Ha; serta Mudal dengan luas 39,4244997804 Ha. Pada mata air Wonosadi ditemukan 14 spesies yang terdiri atas 10 famili dengan famili yang me-miliki jumlah spesies terbanyak adalah Myrtaceae dan famili yang memiliki LBA relatif terbesar adalah Annonaceae. Spesies dengan LBA, luas kanopi relatif, dan INP tertinggi adalah Cyathocafyx pruniferus Boerl. (Annonaceae). Pada mata air Mudal ditemukan 16 spesies yang terdiri atas 11 famili dengan famili yang memiliki jumlah spesies terbanyak adalah Fa-baceae. Spesies yang memiliki INP tertinggi adalah Gnetum gnemon. Pada Umbul Nila dite¬mukan 7 spesies yang terdiri dari 5 famili. Spesies dengan INP tertinggi adalah Fiats benja-mina. Sedangkan pada mata air Cokro Klaten ditemukan 28 spesies yang terdiri dari 14 famili dengan spesies yang INP nya tertinggi adalah Samanea soman. Densitas vegetasi yang paling tinggi adalah daerah tangkapan mata air Wonosadi dan yang terendah adalah daerah tangkapan mata air Umbul Nila. Vegetasi mempunyai peranan besar dalam menahan limpasan air hujan sehingga dapat meresap kedalam tanah melalui proses infiltrasi dan akan menjadi sumber air untuk mata-air
Kata kunci: Analisis vegetasi, mata-air Cokro, Umbul Nila, Wonosadi, dan Clereng, NDVI
Kemampuan Menentukan Jenis Dan Batasan Informasi Mahasiswa Semester III Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (Studi Kasus Pada Matakuliah Sistematika Invertebrata T.A 2014/2015)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kemampuan mahasiswa semester III prodi pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta tahun ajaran 2014/2015 dalam menentukan jenis dan batasan informasi pada matakuliah Sistematika Invertebrata. Kemampuan menentukan jenis dan batasan in-formasi merupakan standar pertama literasi informasi yang dikeluarkan oleh Association of College and Re-search (ACRL). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah mahasiswa prodi Pendidikan Biologi FKIP UMS semester III yang berjumlah 167 orang dari 5 kelas paralel. Sampel diambil secara acak (random sampling) menjadi 78 orang dari 2 kelas paralel yaitu B dan D. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan (observasi), kuesioner, serta studi kepustakaan dan dokumen. Hasil pe-nelitian menunjukkan bahwa: 94.9% mahasiswa telah mampu menentukan langkah yang dilakukan dalam mencari informasi; mahasiswa telah mampu memilih bentuk-bentuk informasi yang dapat digunakan seba-gai sumber referensi baik informasi tercetak (39.7%), digital/elektronik (17.9%), maupun keduanya (42.3%) serta pada umumnya masih jarang menentukan batasan informasi (84.6%) hanya sesuai dengan topik batas-an dan masih jarang mengevaluasi batasan informasi yang telah dibuat (58.6%)
- …
