986 research outputs found

    Majmu'at khutab al-jum'at li sunan giri bi masjid muhammad 'ainul yaqin

    No full text
    Kitab ini merupakan rekaman khutbah jum'at beliau di masjid muhammad ainul yaqin gresik. dari naskah ini kita bisa membaca bagaimana sunan giri membaca khutbah jum'at kepada jamaah masjid muhammad ainul yaqin gresik. naskah penting seperti ini, setelah kita terbitkan, hendaknya dikaji lebih luas. agar kita bisa belajar bagaimana sunan giri khususnya, dan para wali pada umumnya, mengajarkan islam. ini sekaligus menjadi pembelajaran bagi kita semua bagaimana agar berdakwah dapat diterima umat.xx, 205 hlm, 24,9 x 16,7 c

    Peranan Majelis Ta’lim Ainul Yaqin Dalam Meningkatkan Pemahaman Agama Anggota di Kelurahan Koto Lalang Kota Padang

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan: Untuk mengetahui bentuk-bentuk kegiatan Majelis Ta’lim Ainul Yaqin dalam meningkatkan pemahaman agama anggota di Kelurahan Koto Lalang Kota Padang; Untuk mengetahui peran Majelis Ta’lim Ainul Yaqin dalam meningkatkan pemahaman agama anggota di Kelurahan Koto Lalang Kota Padang; Untuk mengetahui kendala yang dihadapi Majelis Ta’lim Ainul Yaqin dalam meningkatkan pemahaman agama anggota di Kelurahan Koto Lalang Kota Padang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus dan teknik pemilihan informannya memakai purposive sampling. Untuk pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini tentang bentuk-bentuk kegiatan Majelis Ta’lim Ainul Yaqin yaitu Pengajian Rutin, Tahsin, Tahfiz, Bimbingan Penyelenggaraan Jenazah, Peringatan Hari Besar Islam, dan Yasinan. Peranan Majelis Ta’lim Ainul Yaqin sudah terlaksana sebagaimana anggota Majelis Ta’lim bisa menerapkan dan mengaplikasikan ilmu yang di dapat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Namun, kendala yang dihadapi Majelis Ta’lim Ainul Yaqin adalah kondisi kesehatan, kesibukan, transportasi, dan terkendala dana untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan Majelis Ta’lim Ainul Yaqin

    Pengaruh Kualitas Pelayanan, Varian Produk, Harga Terhadap Keputusan Pembelian pada Kewirausahaan Santri Pesantren Kampus Ainul Yaqin

    No full text
    Pesantren memiliki unit usaha yang dikelola mandiri, salah satunya Kewirausahaan Pesantren Kampus Ainul Yaqin yang bertembat di Pesantren Kampus Ainul Yaqin. Penelitian ini berdasar pada fenomena transaksi yang terjadi di Kewirausahaan Pesantren Kampus Ainul Yaqin. Pada faktanya, dalam menjalankan operasionalnya Kewirausahaan Pesantren Kampus Ainul Yaqin memang masih mengabaikan variabel atau aspek penting dalam berekonomi. Karena hal itu, variabel dalam penelitian ini berupa Kualitas Pelayanan, Varian Produk dan Harga dengan dipertimbangkan pengaruhnya terhadap Keputusan Pembelian para santri di Kewirausahaan Pesantren Kampus Ainul Yaqin. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 85 orang dengan menggunakan rumus malhotra, berupa santri Pesantren Kampus Ainul Yaqin. Dalam pelaksanaannya penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linier berganda dengan alat batu, yakni SPSS. Pada akhirnya, secara simultan, seluruh variabel Independen berpengaruh terhadap variabel dependen. Secara parsial, baik Kualitas Pelayanan, Varian Produk, Harga berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian. Kata kunci: Kualitas Pelayanan, Varian Produk, Harga, Keputusan Pembelia

    Retorika tabligh KH. Ainul Yaqin Abdullah Syafi'ie dalam pengajian Majelis Aqidah

    Full text link
    Islam merupakan agama yang di wahyukan untuk Nabi Muhammad SAW melalui Allah SWT. Pemajuan dan penyebaran ajaran islam tentunya tidak lepas dari kegiatan tabligh yang diadakan. Seorang da’i menyampaikan pesan ajaran islam kepada jamaah lalu memperhatikan cara penyampaian. Bahwa penyampaian islam yang bisa memperngaruhi irtu banyak da’i yang memanfaatkan retorika dalam menyampaikan pesan. Retorika adalah seni berbicara di depan umum yang ditujukan untuk mempengaruhi jamaah agar pesan yang disampaikan oleh da’i dapat diterpkan dan di pahami.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui retorika apa yang dipakai oleh KH. Ainul Yaqin Abdullah Syafi’ie saat melakukan dakwahnya di Majlis Aqidah. Yang melingkupi (1) Bagaimana Gaya Bahasa KH. Ainul Yaqin Abdullah Syafi’ie? (2) Bagaimana Gestur KH. Ainul Yaqin Abdullah Syafi’ie? dan (3) Bagaimana Intonasi KH. Ainul Yaqin Abdullah Syafi’ie? Untuk memahami masalah penelitian secara mendalam dan meneyluruh, tentunya dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif untuk melakukan penelitian yang memberikan deskripsi atau gambaran dari data yang diperoleh. Jenis data yang diakumulasi adalah jenis data kualitatif dan data yang diakumulasi dengan menggunakan teknik analisis, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan bahwa retorika tablgih KH. Ainul Yaqin Abdullah Syafi’ie dalam aspek gaya bahasa, yang menggunakan gaya bahasa penegasan, gaya bahasa sindirian, gaya bahasa majas repitisi, kemudian menggunakan gaya bahasa majas antiklimaks. Sedangkan gestur KH. Ainul Yaqin Abdullah Syafi’ie yang selalu menggunakan ekspresi mata untuk melihat dengan seksama seluruh jama’ah, menggerakan kedua tangannya dan tersenyum saat menyampaikan tablighnya Yaqin Abdullah Syafi’e dalam penyampaian tablighnya yaitu menggunakan intonasi rendah.Berdasarkan konklusi yang diambil dari permasalahan diatas, maka masukan untuk penelitian selanjutnya untuk mengkaji lebih lanjut dalam aspek persepsi da’i, isi pesan, dan media KH. Ainul Yaqin Abdullah Syafi’ie

    Masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri Abad XVI-XXI M: studi tentang sejarah arsitektur

    Full text link
    Skripsi yang berjudul "Masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri Abad XVI-XXI M (Studi Tentang Sejarah Arsitektur)," ini merupakan basil penelitian kepustakaan clan lapangan yang bertujuan menjawab pertanyaan tentang sejarah berdirinya masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri dilihat dari bentuk arsitekturnya. Data penelitian dihimpun dari dokumen yang berupa salinan tulisan pada dinding masjid. Serta literatur pendukung yang relevan terhadap permasalahan tersebut. Selanjutnya dianalisis menggunakan metode sejarah, yaitu metode yang dipergunakan untuk menelusuri kejadian-kejadian pada masa yang telah lampau dan metode deduksi, kemudian digunakan penelitian bidang Arkeologi atau Ilmu Purbakala dengan membedakan data menjadi data kebahasaan (tertulis maupun lisan) dan data non bahasa seperti situs (tempat) bahan purbakala atau bangunan tersebut. Hasil penelitian menyimpulkan Pendiri masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri tahap awal dilakukan oleh Sunan Giri pada tahun 1403 Saka (1481 M) yang disebutkan pada condrosengkolo yang berbunyi "Lawang Gapuro Gunaning Ratu". Bangunan ini berdiri di atas sebuah bukit Kedaton Sidomukti, yang kemudian mendorong Nyi Ageng Kabunan (seorang janda cucu Sunan Giri) memindahkan masjid Sunan Giri dari Giri Kedaton ke Bukit Giri tempat makam Sunan Giri sekarang yaitu pada tahun 1544 M. Hal ini diperkuat dengan hiasan bertulis huruf Arab di atas pintu utama masjid yang artinya: masjid ini dibangun oleh seorang janda (perempuan) cucu Sunan Giri ketiga pada tahun 984 H atau 1544 M. Akan tetapi yang melaksanakan adalah Sunan Prapen yang menjadi penguasa di Giri. Setelah itu dilajutkan oleh H. Yaqub Rekso Astomo untuk mempelopori perluasan bangunan masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri. Perluasan yang dilakukan bukanlah merombak masjid yang lama, sehingga masjid Giri yang lama tidak mengalami perubahan-perubahan yang berarti, bahkan mendapatkan perbaikan pada bagian-bagian yang telah rusak. Sampai sekarang masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri, masyarakat Giri dan sekitamya membentuk Panitia Perluasan Masjid Jamik Sunan Giri dikelola oleh Yayasan masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri. Pembangunan masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri pada masa Pasca Kemerdekaan dan Reformasi berbentuk perluasan dan pemindahan pendapa masjid dari halaman muka masjid ke sebelah utara halaman pendapa, menganti atap sirap dengan genteng, renovasi dan pemugaran pada kantor Takmir, Sekretariatan TPQ, pembuatan kolam untuk mencuci kaki dan MCK. Ada beberapa alasan pembangunan tahap fase ini, antara lain: penyesuaian zaman (segi bentuk fisik), perluasan guna memenuhi daya tampung jama'ah, melengkapi sarana dan prasarana bangunan masjid, komponen-komponen masjid yang sudah lama banyak yang rusak, sehingga di rasa perlu adanya perbaikan dan dibutuhkan ruang khusus dalam penfungsian masjid yang komplek. Masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri memiliki arsitektur bergaya Oriental atau gaya lndo - Imperialis - India - Persia dan Eropa. Pertama, atap masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri yang tersusun tiga atau terkenal dengan sebutan atap tumpang tiga berlatar belakang dari kebudayaan Hindu - Jawa berupa bangunan candi. Kedua, rancangan komplek masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri yang memiliki Vimana yang diterapkan oleh negara India. Ketiga, Masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri juga mengadopsi arsitektur kebudayaan Cina jika dilihat pada masa awal masjid terbuat dari kayu. Keempat, bentuk - bentuk lengkung tapak kuda di bagian serambi masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri bercorak setengah lingkaran. Corak lengkung yang digunakan pada serambi ini adalah beraliran corak lengkung tunggal. Corak lengkung tunggal terdapat juga pada bangunan masjid yang beraliran Arab, Turki, Persia dan India. Klima, kebudayaan Arsitektur Eropa (Belanda dan Inggris) terdapat dalam masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri bisa dilihat dari bentuk arsitektur yang terletak pada sepasang lampu pada kanan dan kiri, terpasang pada pintu masuk gapura Paduraksa di bagian selatan

    ORAL HISTORY PERKEMBANGAN MASJID JAMI’ AINUL YAQIN SEBAGAI MASJID PERTAMA DI UJUNGPANGKAH

    Full text link
    Masjid Jami’ Ainul Yaqin yang terletak di Jalan Kauman Utara desa Pangkah Wetan Ujungpangkah Gresik ini dahulunya dibangun oleh anak dari Sunan Bonang yaitu Jayeng Katon atau Syekh Jiwo Suto. Masjid ini dibangun dengan bahan- bahan yang di dapat dari Sunan Bonang dan juga Sunan Giri. Bahan-bahan tersebut berupa Tiang penyangga bangunan yang sampai sekarang masih ada di Masjid Jami’ Ainul Yaqin hanya saja dilakukan perbaikan agar tampak seperti baru. Berdasarkan prasasti yang tertulis di Mimbar masjid Jami’ Ainul Yaqin pertama kali digunakan pada tahun 1506 Masehi. Sebagai Masjid Tertua di Ujungpangkah Masjid jami’ memiliki banyak benda-benda peninggalan yang sampai sekarang masih ada yaitu Empat tiang yang merupakan kiriman dari sunan Bonang dan Sunan Giri, Mimbar yang merupakan peninggalan jayeng Katon, dan juga (mbeji) yang dulunya bisa berubah- ubah warnanya. Semua peninggalan tersebut diusahakan oleh pihak pengurus masjid untuk tetap dijaga sampai sekarang. Dalam perkembangannya masjid jami’ ainul yaqin banyak melakukan perubahan terutama dalam hal bangunannya. Bentuk bangunannya sudah tidak lagi sama dengan yang dulu. Hal ini dikarenakan bangunan yang lama sudah cukup rapuh dan hamper roboh sehingga pengurus masjid melakukan renovasi. Mereka juga melakukan pelebaran agar masjid ini mampu menampung banyak jamaah. Banyaknya perubahan pada masjid inilah yang membuat penulis melakukan kajian terhadap hal tersebut melalui oral History dengan Beberapa pengurus Masjid Jami’ Ainul Yaqin dan juga Masyarakat yang tinggal di sekitar Masjid. Tidak hanya itu saja penulis juga mencari arsip-arsip yang dimiliki oleh Masjid Jami’ Ainul Yaqin terkait dengan Perkembangan Masjid Jami’ Ainul Yaqin dari dulu Hingga sekarang, hal ini dilakukan sebagai media penunjang informasi. Oral History ini di buat untuk memberikan informasi kepada masyarakat terutama masyarakat Ujungpangkah terkait dengan Perkembangan Masjid Jami’ Ainul Yaqin mulai dari awal masjid tersebut berdiri sampai sekarang, serta menggali peninggalan-peninggalan yang masih ada di Masjid tersebut. dan apa saja yang masih dipertahankan oleh pihak pengurus Masjid dari Masjid tertua dan termegah yang ada di Ujungpangkah tersebut. Dari hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa Masjid Jami’ Ainul Yaqin adalah Masjid pertama dan Tertua yang ada di Ujungpangkah. Masjid ini sudah banyak mengalami perubahan pada setiap kali pergantian pengurus. Namun pengurus masjid mengusahakan untuk tetap mempertahankan keaslian dari bangunan. Setelah masa kemerdekaan sampai sekarang total sudah 13 kali pergantian kepengurusan namun sebelum kemerdekaan tidak ada yang mengetahuinya karena tidak ada data pendukungnya

    Penafsiran tentang ayat Sholat Jum’at di Pondok Pesantren Ainul Yaqin Gapura Tengah Sumenep

    Full text link
    Al qur’an adalah Kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Ia merupakan sumber dari segala sumber hukum yang harus ditaati oleh seluruh umat Islam khususnya bagi para mujtahid yang selalu mencurahkan segala datya kemampuannya untuk mengeluarkan isi yang terkandung dalam al Qur’an. Namun para ulama memiliki cara dan pendekatan yang berbeda dalam menghasilkan isi kandungan ayat- ayat al Qur’an. Pada skripsi ini penulis mengambil judul tentang “ Penafsiran Tentang Ayat Sholat Jum’at Di Pondok Pesantren Ainul Yaqin Gapura Tengah Sumenep”. Tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk mengenal cara Pondok Pesantren Ainul Yaqin Gapura Tengah Sumenep dalam menafsirkan ayat al Qur’ an khususnya dalam ayat sholat jum’at. SElain itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai- nilai hadis dan dalalahnya yang dijadikan bayan terhadap ayat tersebut dan untuk menerangkan corak penafsirannya serta faktor yang mempengaruhinya. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Pondok Pesantren Ainul Yaqin dalam menafsirkan ayat sholat jum’ at selain bersumber pada hadis juga menggunakan hasil pikiran ulama masa lalu. Sementara itu dilihat dari sumber penafsirannya maka cara penafsiran Pondok Pesantren Ainul Yaqin tergolong melakukan penafsiran secara ra’yu. Sedangkan nilai hadis yang dijadikan dasar penafsiran pondok Pesantren Ainul Yaqin ada yang shahih da nada yang dhaif seperti hadis pertama dan hadis keempat

    Karakteristik Visual dan Spasial Arsitektur Banguan Masjid Besar Ainul Yaqin Gresik

    Full text link
    Awal masuk agama Islam di wilayah Gresik sekitar pada abad ke-11 oleh Syech Maulana Malik Ibrahim bersama Fatimah Binti Maimun. Perkembangan yang pesat membutuhkan masjid sebagai tempat ibadah umah muslim dan dibangun dengan konsep Jawa Kuno yang mendapat pengaruh agama Islam di beberapa detail arsitekturalnya. Masjid Besar Ainul Yaqin merupakan bangunan masjid yang selesai dibangun pada tahun 1857 yang berarti telah memiliki usia lebih dari 100 tahun. Arsitektur bangunan Masjid Besar Ainul Yaqin tidak terlepas dari elemen-elemen pembentuk bangunannya, yaitu karakter visual dan karakter spasial masjid. Elemen-elemen pembentuk bangunan tersebut memiliki makna dan nilai tersendiri terhadap bangunan Masjid Besar Ainul Yaqin. Elemen-elemen pada visual dan spasial bangunan juga memiliki keunikan sehingga dapat memunculkan karakteristik dari masjid ini yang mugkin tidak dimiliki oleh bangunan masjid lainnya. Pergerakan pengujung dan jemaah di dalam masjid maupun di kawasan sekitar masjid juga menarik untuk dikaji. Konsep Masjid Jawa Kuno masih dipertahakan, sehigga elemen-elemen spasial bangunan membentuk karakter tersendiri yang saat ini sudah jarang ditemui. Masjid-masjid yang berdiri saat ini merupakan masjid modern dengan konsep tertentu yang mulai meninggalkan konsep-kosep arsitektur Masjid Kuno. Hal ini tentunya sangat disayangkan mengingat pentingnya menjaga dan melestarikan kebudayaan Nusantara yang beragam dan memiliki nilai historis yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis karakter visual dan spasial bangunan Masjid Besar Ainul Yaqin Gresik. Metode yang digunakan pada studi ini adalah metode analisis kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif analisis atau pemaparan kondisi. Metode analisis kualitatif merupakan pengumpulan data primer dan sekunder, sedangkan metode deskriptif analisis dilakukan dengan pendekatan historis bangunan dan yang menunjang arsitektural bangunan. Karakter visual dan spasial merupakan karakteristik bangunan Masjid Besar Ainul Yaqin Gresik sehingga akan didapatkan suatu karakteristik berupa karakteristik fisik bangunan dan pada pola ruang dalam bangunan. Studi ini menggunakan metode analisis kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif analisis atau pemaparan kondisi. Metode analisis kualitatif dilakukan dengan cara pengumpulan data, baik data primer maupun data sekunder, sedangkan metode deskriptif analisis dilakukan dengan pendekatan historis

    MASJID AINUL YAQIN SUNAN GIRI: Tinjauan Seni Bangunan, Ragam Hias, dan Makna Simbolik

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan seni bangunan, ragam hias, dan makna simbolik yang terdapat di Masjid Ainul Yaqin Sunan Giri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan diuraikan secara deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Untuk mendapatkan data yang valid dilakukan triangulasi data dan informan review. Hasil penelitian menunjukkan seni bangunan di Masjid Ainul Yaqin Sunan Giri terdiri dari gapura, serambi, ruang utama, pawestren, ruang sholat peziarah, tempat wudhu, tempat istirahat, kamar mandi, Taman Pendidikan Al- Qur’an (TPA), kantor sekretariat, museum mini, dan perpustakaan. Sedangkan ragam hias yang terdapat di masjid ini antara lain: motif geometris, lung-lungan, sulur, patran, padma, tlacapan, saton, kebenan, wajikan, garuda, kala, sorotan, praba, banyu tetes, tepi awan, hiranyagarba, surya majapahit, dan mustaka. Secara umum fungsi utama seni bangunan di masjid ini yaitu sebagai kelengkapan sebuah masjid. Sedangkan ragam hias di masjid ini berfungsi untuk memperindah bangunan masjid. Akan tetapi, beberapa seni bangunan dan ragam hias di Masjid Ainul Yaqin Sunan Giri memiliki makna simbolik di dalamnya. Makna simbolik tersebut diambil dari unsur-unsur seni bangunan dan ragam hias Hindu-Budha. Kemudian unsur-unsur tersebut diolah kembali dengan cara mengubah atau mengembangkan bentuknya, disesuaikan dengan pedoman dalam Agama Islam yang tidak diperbolehkan menampilkan penggambaran makhluk hidup. Selain pengolahan dari segi bentuk, pengolahan makna simbolik Hindu-Budha ke Islam juga terdapat dalam pemaknaannya. Makna simbolik Hindu-Budha diolah dan dikaitkan dengan ajaran-ajaran yang sesuai dengan agama Islam. Kata Kunci: Seni Bangunan, Ragam Hias, Makna Simbolik, Masjid Ainul Yaqin Sunan Giri

    KEMAMPUAN METAKOGNISI SISWA DALAM PENYELESAIAN MASALAH MATEMATIKA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL KELAS X SMK AINUL YAQIN NGANJUK

    Full text link
    Khoirotun Nisa, 17204163165, 2022. Skripsi dengan judul “Kemampuan Metakognisi Siswa dalam Penyelesaian Masalah Matematika Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Kelas X SMK Ainul Yaqin Nganjuk”. Skripsi, Program Studi Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Pembimbing Beni Asyhar S. Si., M. Pd. Kata Kunci : Metakognisi, Penyelesaian Masalah, SPLDV Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika masih cukup rendah dalam melibatkan kemampuan metakognisi yang dimiliki. Kemampuan metakognisi adalah kemampuan siswa dalam memilih dan memutuskan langkah mana yang digunakan untuk menyelesaikan masalah yang diberikan. Siswa juga harus mampu menjelaskan alasan mengapa memilih langkah tersebut serta mampu menjelaskan kesulitan-kesulitan yang dirasakan selama menyelesaikan masalah yang diberikan. Kemampuan metakognisi dapat diukur dengan kemampuan perencanaan, pemantauan, dan penilaian. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mendeskripsikan kemampuan metakognisi siswa berkemampuan tinggi dalam menyelesaikan SPLDV. 2) Mendeskripsikan kemampuan metakognisi siswa berkemampuan sedang dalam menyelesaikan masalah SPLDV. 3) Mendeskripsikan kemampuan metakognisi siswa berkemampuan rendah dalam menyelesaikan masalah SPLDV. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Lokasi penelitian di SMK Ainul Yaqin Nganjuk. Sumber data adalah siswa kelas X SMK Ainul Yaqin, kemudian dipilih 3 siswa untuk dijadikan subjek penelitian, yaitu 1 siswa untuk masing-masing tingkatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi dan ketekunan atau keajegan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Siswa SMK Ainul Yaqin kelas X yang berkemampuan tinggi telah memenuhi tahapan perencanaan, pemantauan, dan evaluasi pada tahapan kemampuan metakognisi dalam menyelesaikan masalah SPLDV. 2) Siswa SMK Ainul Yaqin Nganjuk kelas X yang berkemampuan sedang telah memenuhi tahapan perencanaan, pemantauan, dan evaluasi pada tahapan kemampuan metakognisi dalam menyelesaikan masalah SPLDV. 3) Siswa SMK Ainul Yaqin kelas X yang berkemampuan rendah tidak memenuhi tahapan perencanaan, pemantauan, dan evaluasi pada tahapan kemampuan metakognisi dalam menyelesaikan masalah SPLDV
    corecore