1,720,966 research outputs found

    PENERAPAN PENDEKATAN PROBLEM POSING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA DI SMPN 19 BANDA ACEH

    Full text link
    Salah satu kecenderungan yang menyebabkan siswa gagal memecahkan masalah matematika karena kurangnya kemampuan penalaran matematis. Siswa juga perlu dibiasakan untuk menyelesaikan permasalahan yang dibuatnya sendiri. Penerapan pendekatan problem posing pada siswa sekolah menengah pertama diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa dengan memperhatikan aktivitas dan respon siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan pendekatan problem posing juga diperhatikan sebagai data pendukung. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang dilakukan selama empat kali pertemuan dan terdiri atas dua siklus dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas VII SMP Negeri 19 Banda Aceh. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes kemampuan penalaran matematis, lembar observasi aktivitas siswa, dan angket. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa dapat ditingkatkan melalui pendekatan problem posing. Hal ini ditunjukkan oleh terjadinya peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa. Pada siklus-I 50% siswa telah memiliki kemampuan penalaran matematis yang baik dan meningkat menjadi 95,83% pada siklus-II. Peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa juga didukung oleh aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan pendekatan problem posing yang aktif dan efektif serta respon siswa terhadap pembelajaran yang sangat positi

    Perbedaan Kadar Feritin Dan Brain Derived Neurotropic Factor pada Neonatus dari Ibu Hamil Normal dan Ibu Hamil Anemia Defisiensi Besi

    Full text link
    Perbedaan Kadar Feritin Dan Brain Derived Neurotropic Factor pada Neonatus dari Ibu Hamil Normal dan Ibu Hamil Anemia Defisiensi Besi 85 Halaman + 5 Tabel + 9 Lampiran ABSTRAK Anemia defisiensi besi adalah anemia yang disebabkan karena kekurangan zat besi dalam darah. Defisiensi besi maternal berdampak pada rendahnya cadangan besi pada neonatus dan menunjukkan dampak yang dalam terhadap ekspresi Brain Derived Neurotropic Factor (BDNF) yang berpengaruh pada fungsi kognitif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan rerata kadar Feritin dan BDNF pada neonatus dari ibu hamil normal dan ibu hamil defisiensi besi. Desain penelitian ini adalah Cross Sectional. Penelitian dilakukan diwilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya, Puskesmas Ambacang, Puskesmas Ikur Koto dan Laboratorium Biomedik Universitas Andalas pada bulan Februari 2017 – July 2018. Sampel Penelitian adalah ibu hamil sebanyak 42 orang yang dipilih secara Consecutive Sampling, sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu ibu hamil normal dan ibu hamil anemia defisiensi besi. Feritin dan BDNF diperiksa dengan metode ELISA. Data dianalisa menggunakan uji T test. Kadar feritin neonatus pada kelompok ibu normal adalah 2,46±0,20(ng/ml) dan kelompok ibu anemia 1,35±0,34(ng/ml) (p<0,05). Kadar BDNF neonatus pada ibu kelompok normal adalah 3,65(ng/ml) dan kelompok ibu anemia adalah 1,74(ng/ml) (p<0,05). Secara statistik terdapat perbedaan bermakna kadar Feritin dan BDNF pada neonatus dari ibu hamil normal dan ibu anemia defisiensi besi. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan rerata kadar Feritin dan BDNF pada neonatus dari ibu hamil normal dan ibu hamil defisiensi besi. Kata Kunci : Anemia Defisiensi Besi, Feritin, Brain Derived Neurotropic Factor POSTGRADUATE PROGRAM AND

    Analisis Implementasi Program Pencegahan dan Penanggulangan Anemia pada Ibu Hamil di Kelurahan Koto Baru Nan XX Desa Binaan FKM Unand Kota Padang tahun 2019

    Full text link
    Tujuan Penyebabterbesarkematianibuadalahpendarahan.Pendarahanpadasaatpersalinandapatberujungkematianapabilapendarahan yang terjadiakutdanproduksisertapersediaandarah yang tidakcukuppadamasakehamilan.Tujuanpenelitianiniuntukmelakukananalisisimplementasi program pencegahandanpenanggulangan anemia padaibuhamil di Kelurahan Koto Barunan XX desabinaan FKM UnandTahun 2019. Metode Penelitianinimenggunakanmetodekualitatifdenganpendekatansistem, informanpenelitianberjumlah 11 orang, informanditentukandenganteknikpurposive sampling.Metodepengumpulan data melaluiwawancaramendalam, Focus Group Discussion, danstudidokumentasi.Analisis data dengancaratriangulasisumberdantriangulasimetode. Hasil Hasilpenelitiandidapatkanuntukkomponen input: petugaskesehatanmasihkurangdanbelummencapaiseluruh target sasaran. Biayasudahmencukupi, saranadanprasarana program sudahmemadaidanmetodepelaksanaansudahsesuaipedoman/SOP.Komponen proses: program pencegahandanpenanggulangan anemia ibuhamilbelumterlaksanadenganbaik. Output: pelaksanaan program kelasibuhamil di Kelurahan Koto BaruTahun 2019 sudahmencapai target, namun program kunjunganibuhamildanpemberian TTD ibuhamil di Kelurahan Koto BaruTahun 2019 belummencapai target. Kesimpulan Pelaksanaan program pencegahandanpenanggulangan anemia padaibuhamil di Kelurahan Koto BaruTahun 2019 belumberjalandenganbaik.DiharapkanPuskesmasLubukBegalungdanPuskesmasPembantu Koto Baruuntukmemaksimalkanpelaksanaan program tersebut, mencukupikebutuhantenaga, saranaprasaranasertamemberikanpendidikangizibagimasyarakat agar pengetahuanmasyarakatmeningkatdanmerubahperilakumasyarakatmenjadilebihbaik. DaftarPustaka : 47 (2004-2019) Kata Kunci : Pencegahan, penanggulangan, anemia, danibuhami

    PENGEMBANGAN MODUL FISIKA BERBASIS KERJA LABORATORIUM DENGAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS UNTUK MENINGKATKAN MINAT SISWA SMA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul Fisika berbasis kerja laboratorium dengan pendekatan Keterampilan Proses Sains untuk meningkatkan minat siswa SMA. Model penelitian yang digunakan adalah pengembangan ADDIE dan desain penelitian yang digunakan yaitu penelitian dan pengembangan. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 guru Fisika dan 20 siswa kelas X di SMA Negeri 1 Meulaboh. Data hasil penelitian diperoleh melalui lembar validasi dosen ahli, angket respon guru dan siswa. Kelayakan Modul diukur dengan validasi dosen ahli dan angket respon oleh subjek penelitian. Hasil keseluruhan validasi Modul menunjukkan skor 95,07% yang termasuk ke dalam kategori sangat layak, respon guru sebesar 79% dan respon siswa sebesar 74,5%. Pengolahan data dilakukan melalui analisis statistik menggunakan skala Likert. Hasil validasi menunjukkan bahwa modul layak digunakan dan angket respon guru dan siswa menunjukkan respon subjek adalah setuju. Dari kedua pengukuran didapati bahwa Modul Fisika berbasis Kerja Laboratorium dengan pendekatan Keterampilan Proses Sains dapat meningkatkan minat siswa SMA

    Analisis kemandirian belajar siswa dalam pembelajaran matematika ditinjau dari gaya belajar pada self directed learning di MAN Paluta Desa Sigama

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kemandirian belajar siswa pada pembelajaran matematika ditinjau dari gaya belajar pada self directed learning. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan secara kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA 2 MAN PALUTA Desa Sigama yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, kemudian dipilih masing-masing 2 siswa dari tiap tipe gaya belajar visual, auditori, dan kinestik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket gaya belajar, angket kemandirian belajar siswa, wawancara, dan dokumentasi terhadap siswa terkait kemandirian belajar siswa pada pembelajaran matematika melalui self directed learning. Berdasakan Hasil penelitian, diperoleh 6 orang siswa memiliki gaya belajar visual, 10 orang siswa memiliki gaya belajar auditori, dan 9 orang siswa memiliki gaya belajar kinestik. Diperoleh hasil penelitian yaitu : (i) Siswa dengan gaya belajar visual yaitu FSS memiliki kemandirian belajar 61% dan RRS memiliki kemandirian belajar 70%, (ii) Siswa dengan gaya belajar auditori yaitu VK memiliki kemandirian belajar 66% dan SRH memiliki kemandirian belajar 62%, (iii) Siswa dengan gaya belajar kinestik yaitu WSH memiliki kemandirian belajar 68% dan PMS memiliki kemandirian belajar 71%, Berdasarkan analisis data kemandirian belajar siswa yang dibagi dalam tiga kategori yaitu kategori tinggi, sedang dan rendah. Sehingga berdasarkan hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kemandirian belajar siswa masih tergolong sedang

    IMPLEMENTASI MODUL KB PASCA SALIN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU BERSALIN

    Full text link
    One of the factors that can affect maternal mortality is pregnancy and childbirth and the child she is carrying, therefore efforts are needed in planning pregnancy and childbirth, including for women giving birth to use postpartum family planning. The Pegang Baru Community Health Center is a health center with a relatively small number of post-partum family planning participants, namely only 2 people in 2019 – 2020. This study aims to implement the post-partum family planning module on the knowledge and attitudes of maternity mothers in the work area of the Pegang Baru Community Health Center, Pasaman Regency. The design of this research was quasi-experimental with the One Group Pretest-Posttest Design approach. The population in this study were all third trimester pregnant women in the work area of the Pegang Baru Community Health Center in November, as many as 10 people. Sampling using purposive sampling technique with a sample size of 10 pregnant women. Data collection in this study used a knowledge and attitude questionnaire. Data analysis includes univariate analysis and bivariate analysis using paired t-test. The results showed that the average knowledge of the respondents before the intervention was 11.8 and after the intervention was 15.1. While the average attitude before the intervention was 32.8 and after the intervention was 39.5. There was a difference in the average knowledge of respondents before and after the intervention with an average difference of 3.3 and p = 0.000. There was a difference in the average attitude of respondents before and after the intervention with an average difference of 6.7 and p value = 0.000. Where there was an increase after the intervention. It can be concluded that the implementation of the post-partum family planning module has a significant effect on the knowledge and attitudes of third trimester pregnant women about post-partum family planning. It is hoped that the Pegang Baru Community Health Center will be able to use the module as a media for post-partum family planning education for pregnant women.  Keywords : Module, Post-partum Family Planning, Knowledge, Attitud

    PERBEDAAN SENSASI NYERI MENGGUNAKAN AROMATERAPI BUNGA MAWAR DENGAN TEKNIK NAFAS DALAM TARHADAP TINGKAT NYERI PERSALINAN KALA 1

    Full text link
    Childbirth is the process of spending the results of conception in the womb through the birth canal. The labor process begins with uterine contractions causing cervical thinning and pain response. One of the efforts to reduce pain is non-pharmacology. This study aimed to determine The Difference Pain Sensation of Rose Aromatherapy and Breath Technique toward the First Stage Active Labor Pain Level in BPM R Bukittingi. This study used quasy experimental with post-test design only design non-equivalent group. It was conducted on July 2019. 20 people were chosen as the samples. They had been chosen by using accidental sampling. Then, it was analyzed by mann whitney test. The results of this study showed that the average level of labor pain in the active phase I by using rose aromatherapy was 1.60 (moderate pain).  Then, the average level of labor pain by using rose flower aromatherapy with deep breath technique was.9000 (mild pain) with (p=014 &lt;0.05). From the results of the study, it can be showed that there are differences in the level of labor pain by using rose aromatherapy and deep breath techniques. For this reason, it is hoped that all parties improve services to maternity. One of them is by providing rose flower aromatherapy with deep breath technique that may reduce the level of labor pain during the active phase.Keywords             : Pain Level, Rose Aromatherapy, Deep Breath Techniqu

    PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM KONTROL SELOT PINTU BERBASIS INTERNET OF THINGS (Iot) DENGAN MIKROKONTROLER WEMOS D1

    Full text link
    Aksesibilitas fisik selalu disandingkan dengan kemudahan, kecepatan, serta keamanan dari suatu sistem pengamanan. Namun kekurangan sistem pengamanan secara fisik pada perangkat-perangkat baru masih memiliki kelemahan, seperti pemasalahan kunci duplikat, jarak autentikasi pada NFC, maupun jarak dan kecepatan bluetooth dalam proses autentikasi. Hal-hal ini menimbulkan celah keamanan yang berisiko bagi akses fisik. Pada penelitian ini dilakukan perancangan serta implementasi sistem keamanan akses pada pintu menggunakan mikrokontroler Wemos D1 yang terhubung dengan solenoid sebagai selot pintu. Dengan ukuran yang minim dan penggunaan WiFi sebagai media komunikasi antar perangkat dengan internet sebagai implementasi dari internet of things. Perangkat ini meminimalisir usaha pengguna untuk dapat mengakses pintu dengan proses autentikasi melalui smartphone. Berdasarkan hasil pengujian dengan berbagai skenario, perangkat ini dapat melakukan fungsinya sebagai perangkat keamanan fisik dengan daya maksimal 12V dan kecepatan respon pada solenoid bergantung pada penerimaan perangkat. Perangkat ini mampu meminimalisir kekurangan sistem akses fisik sebelumnya menjadi lebih sederhana, mobile dan mudah, dengan pengelolaan yang tidak repot. Kata kunci : Pintu, Wemos, ESP8266, API, Io

    HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN MAKAN, VARIASI MENU, DAN MAKANAN DARI LUAR TERHADAP SISA MAKANAN LUNAK PADA PASIEN RAWAT INAP KELAS I DI RUANGAN AMBUN PAGI RSUP DR M. DJAMIL PADANG TAHUN 2018

    Full text link
    HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN MAKAN, VARIASI MENU, DAN MAKANAN DARI LUAR TERHADAP SISA MAKANAN LUNAK PADA PASIEN RAWAT INAP KELAS I DI RUANGAN AMBUN PAGI RSUP DR M. DJAMIL PADANG TAHUN 2018 xii+84 halaman, 24 tabel, 3 gambar, 8 lampiran ABSTRAK Tujuan Sisa makanan menunjukkan adanya pemberian makanan yang kurang optimal, karena sisa makanan yang melebihi 20% menunjukkan kegagalan suatu penyelenggaraan makanan di rumah sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan makan, variasi menu, dan makanan dari luar terhadap sisa makanan lunak pada pasien rawat inap kelas I di ruangan ambun pagi RSUP Dr M. Djamil Padang tahun 2018. Metode Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien kelas I di ruang rawat inap ambun pagi RSUP Dr. M. Djamil Padang pada saat penelitian, dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis data dengan menggunakan uji Chi-square 95% CI. Hasil Sebagian besar responden memiliki sisa makanan lunak banyak (44,33%), Hasil uji statistik menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara kebiasaan makan dengan sisa makanan lunak (p-value 0,159 untuk variabel makanan pokok, p-value 0,080 untuk variabel lauk hewani, p-value 1,000 untuk lauk nabati, dan p-value 0,396 untuk sayur), tidak ada hubungan antara variasi menu dengan sisa makanan lunak (p-value 0,080)), dan terdapat hubungan antara makanan dari luar dengan sisa makanan lunak (p-value 0,002) Kesimpulan Makanan dari luar berpengaruh terhadap sisa makanan lunak. Diharapkan kepada pasien untuk tidak mengkonsumsi makanan dari luar dan menghabiskan makanan dari rumah sakit agar sisa makanan dapat diminimalisir. Daftar Pustaka : 53 (1992 – 2017) Kata Kunci : pasien, sisa makanan lunak, kebiasaan makan, variasi menu, makanan dari lua
    corecore