1,720,998 research outputs found

    PERANAN AUDIT INTERNAL DALAM MENDETEKSI KECURANGAN (Studi Kasus pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Bandung AH. Nasution)

    No full text
    Efektivitas auditor internal dalam mencegah dan mendeteksi kecurangan sangat tergantung pada besar kecilnya status kewenangan yang dimiliki dan mekanisme pelaporan hasil investigasi kecurangan yang dapat dijalankannya, karena belum semua jajaran direksi mau memberikan kewenangan penuh dalam proses pencegahan, pendeteksian dan investigasi kecurangan pada internal auditor. Penelitian ini berjudul Peranan Audit Internal Dalam Pendeteksian Kecurangan dengan memilih studi kasus pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Bandung AH. Nasution, tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas audit internal pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Bandung AH. Nasution, pelaksanaan Pendeteksian Kecurangan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Bandung AH. Nasution dan Peranan Audit Internal Dalam Pendeteksian Kecurangan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Bandung AH. Nasution. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif analisis dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil Audit internal pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Bandung AH. Nasution sudah dilaksanakan Efektif. Hal ini dibuktikan dengan persentase yang mayoritas menyatakan setuju dan termasuk kategori Efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendeteksian kecurangan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Bandung AH. Nasution dapat dikatakan efektif. Hal ini dibuktikan dengan persentase yang mayoritas menyatakan setuju dan termasuk kategori Efektif. Peranan Audit Internal dalam Pendeteksian Kecurangan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Bandung AH. Nasution berdasarkan hasil uji korelasi menunjukkan hubungan yang kuat. Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan adanya pengaruh serta hasil uji hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima menunjukkan audit internal berperan dalam pendeteksian kecurangan

    PENGARUH KUALITAS PELAYANAN JASA INTERNET BANKING TERHADAP KEPUASAN NASABAH PADA PT BANK RAKYAT INDONESIA (BRI) CABANG AH NASUTION BANDUNG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh kualitas layanan jasa Internet Banking terhadap kepuasan nasabah pada PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang AH Nasution Bandung. Faktor yang diuji pada penelitian ini adalah Kualitas layanan jasa selaku variabel independen dan kepuasan nasabah selaku variabel dependen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan metode verifikatif. Populasi dalam penelitian ini adalah nasabah dari BRI Kantor Cabang AH Nasution yang diwakili oleh 100 sampel untuk diteliti. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif verikatif berdasarkan data kuantitatif yang datanya diolah secara statistik. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan menggunakan 100 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis regresi linear sederhana, koefisien determinasi, dan uji t dengan taraf signifikansi sebesar 5% menggunakan bantuan software SPSS IBM Statistics 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan jasa berpengaruh terhadap kepuasan nasabah

    Analisis Penerapan Marketing Mix dalam Pemasaran Tabungan Haji di BSI KCP AH Nasution

    Full text link
    This study analyzes the implementation of the marketing mix strategy (product, price, place, and promotion) in marketing Hajj Savings at Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP AH Nasution and identifies the company’s strategic position using SWOT analysis. A qualitative descriptive approach was employed, with data obtained through observations, interviews, and documentation. The findings indicate that although all four elements of the marketing mix have been applied, their implementation has not yet been fully effective in meeting account-opening targets. Key product advantages—such as integration with the SISKOHAT system, funds guaranteed by BPKH, and digital access through BSI Mobile—have not been optimally communicated to prospective customers. Major challenges include perceptions of high costs, limited digital literacy, and promotional activities that are not sufficiently targeted. The SWOT analysis places BSI KCP AH Nasution in Quadrant I, indicating an aggressive strategic position in which internal strengths can be leveraged to capture external opportunities. Recommended strategies include strengthening educational promotions, expanding service outreach, enhancing digital features, building partnerships with religious institutions and communities, and developing loyalty programs for consistent savers

    Analisis Kinerja Persimpangan Bersinyal Akibat Perubahan Fase ( Studi Kasus : Jln. Brigjend. Katamso – Jln. Jend. Ah Nasution )

    No full text
    Sejalan dengan pesatnya perkembangan kota serta meningkatnya aktifitas masyarakat di segala bidang merupakan salah satu penyebab tingginya kemacetan pada jalan khususnya pada persimpangan. Kinerja persimpangan menjadi kebutuhan mendesak dalam kaitannya dengan menejemen lalu lintas yang diterapkan. Untuk mengetahui kinerja persimpangan, penulis melakukan evaluasi terhadap pengaturan fase pada persimpangan bersinyal dan melihat penyebabpenyebab terjadinya kemacetan pada persimpangan. Adapun data-data yang didapatkan dari hasil survey di lapangan dievaluasi dengan menggunakan Metode Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Hasil dari evaluasi hasil perhitungan dan analisa data menunjukkan persimpangan Jl. Brigjen.Katamso - Jl. Jend. A.H Nasution menghasilkan derajat kejenuhan yang tinggi mencapai 1,25( DS > 0,75 ), dan tingginya tingkat antrian dan tundaan. Setelah didapat hasil dari evaluasi data di lapangan, maka dilakukan analisa lanjut yaitu dengan merubah fase persimpangan Jl.Brigjen.Katamso – Jl.Jend.A.H.Nasution yang menggunakan 4 fase menjadi 2 fase dan 3 fase. 2 Fase ini memberikan derajat kejenuhan yang stabil ( DS < 0,75 ), antrian serta tundaan yang lebih rendah. Untuk persimpangan Jalan Brigjend. Katamso dan Jalan AH. Nasution fase yang lebih baik digunakan adalah dengan menggunakan sistim 2 fase dimana nilai derajat kejenuhannya masih di bawah 0,75 yaitu 0,74 yang nantinya dapat mengurangi kemacetan yang terjadi di persimpangan. Untuk mengurangi kemacetan, panjang antrian dan tundaan yang terjadi pada persimpangan jalan Brigjend.Katamso – jalan AH. Nasution perlu adanya perubahan dari median jalan dan melakukan pelebaran jalan.103 HalamanSkripsi Sarjan

    Analisis Kinerja Persimpangan Bersinyal Akibat Perubahan Fase ( Studi Kasus : Jln. Brigjend. Katamso – Jln. Jend. Ah Nasution )

    No full text
    Sejalan dengan pesatnya perkembangan kota serta meningkatnya aktifitas masyarakat di segala bidang merupakan salah satu penyebab tingginya kemacetan pada jalan khususnya pada persimpangan. Kinerja persimpangan menjadi kebutuhan mendesak dalam kaitannya dengan menejemen lalu lintas yang diterapkan. Untuk mengetahui kinerja persimpangan, penulis melakukan evaluasi terhadap pengaturan fase pada persimpangan bersinyal dan melihat penyebabpenyebab terjadinya kemacetan pada persimpangan. Adapun data-data yang didapatkan dari hasil survey di lapangan dievaluasi dengan menggunakan Metode Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Hasil dari evaluasi hasil perhitungan dan analisa data menunjukkan persimpangan Jl. Brigjen.Katamso - Jl. Jend. A.H Nasution menghasilkan derajat kejenuhan yang tinggi mencapai 1,25( DS > 0,75 ), dan tingginya tingkat antrian dan tundaan. Setelah didapat hasil dari evaluasi data di lapangan, maka dilakukan analisa lanjut yaitu dengan merubah fase persimpangan Jl.Brigjen.Katamso – Jl.Jend.A.H.Nasution yang menggunakan 4 fase menjadi 2 fase dan 3 fase. 2 Fase ini memberikan derajat kejenuhan yang stabil ( DS < 0,75 ), antrian serta tundaan yang lebih rendah. Untuk persimpangan Jalan Brigjend. Katamso dan Jalan AH. Nasution fase yang lebih baik digunakan adalah dengan menggunakan sistim 2 fase dimana nilai derajat kejenuhannya masih di bawah 0,75 yaitu 0,74 yang nantinya dapat mengurangi kemacetan yang terjadi di persimpangan. Untuk mengurangi kemacetan, panjang antrian dan tundaan yang terjadi pada persimpangan jalan Brigjend.Katamso – jalan AH. Nasution perlu adanya perubahan dari median jalan dan melakukan pelebaran jalan.103 HalamanSkripsi Sarjan

    ANALISIS PELAKSANAAN BAURAN ECERAN PADA BLANK WEAR CLOTHING CO CABANG AH NASUTION BANDUNG

    No full text
    Perkembangan zaman dan perkembangan suatu Negara yang melahirkan pemikiran manusia akan keinginan tidak manjadi sederhana lagi, sehingga stuktur perekonomian secara bertahap mengalami perubahan dan bahkan belakangan ini perubahan tersebut tampak semakin cepat. Begitu pula dengan perkembangan bisnis eceran yang ada di Indonesia sekarang ini meningkat begitu pesat. Puluhan arena belanja berupa pusat-pusat pertokoan, plaza, toko-toko pakaian baru bermunculan diberbagai kota besar dan kecil, bahkan nama perusahaan bisnis eceran sudah mempunyai jaringan yang luas di Indonesia. Suburnya pertumbuhan bisnis ini disebabkan pasar eceran di Indonesia masih terbuka lebar, sehingga berbagai jenis usaha eceran modern seperti toko-toko pakaian, butik-butik pakaian, Departement Store sehingga dapat diperkirakan pada tahun mendatang pertumbuhan bisnis eceran akan semakin pesat dan berkembang. Dan bahkan berdasarkan ramalan pada masa mendatanng akan menjadi kekuatan yang dominan dalam bisnis eceran di Indonesia. Tidak dapat dipungkiri dalam 5 tahun terakhir ini Bandung menjadi salah satu tujuan wisata terpenting bagi wisatawan domestik, terutama untuk urusan liburan keluarga. Kehadiran FO (factory outlet), BO (boutique outlet), distro (distribution outlet) yang terus bertumbuhan di Bandung menjadi salah satu daya tarik utama. Saat ini diperkirakan ada sekitar 300-an tempat belanja semacam itu di Bandung. Dari sekian banyak pilihan factory outlet dan distribution outlet yang ada, banyak hal yang menjadi bahan pertimbangan konsumen dalam memilih factory outlet tertentu. Masing-masing konsumen memiliki harapan yang berbeda mengenai produk apa yang akan dibeli, dimana mereka akan membelinya, dengan harga berapa produk tersebut dibeli dan suasana bagaimana yang mereka harapkan. Blank Wear Clothing Co adalah salah satu perusahaan ritel berbasis Distro yang menawarkan produk seperti pakaian, celana, sepatu, sandal dan assesories lainnya. Di Bandung perusahaan Blank Wear memiliki 2 cabang diantaranya berada di JL AH. Nasution, dan JL Sultan Agung. Blank Wear yang berada di Jalan AH. Nasution merupakan pusatnya dan begitu pula di daerah sekitar terdapat banyak pesaing yang menjual produk yang sama. Perusahaan yang menjadi pesaing Blank Wear berusaha mencari cara menarik konsumen sebanyak-banyaknya agar mau mampir dan melakukan transaksi jual beli di tokonya, Oleh karena itu Blank Wear harus mencari cara untuk mempertahankan konsumen, Salah satu cara untuk mempertahankan konsumen dengan cara menerapkan strategi pemasaran yaitu Bauran Eceran yang terdiri dari Lokasi, Barang dagangan, Harga, Promosi, Suasanan dalam toko dan Pelayanan. Sebagai toko eceran atau retailer, kemauan menyediakan produk yang dibutuhkan konsumen sangat penting karena salah satu alasan kecendrungan konsumen memilih mengunjungi retailer dari pada produsen dalam memenuhi kebutuhannya karena alasan kenyamanan yang didapatkannya. Berdasarkan survey awal terhadap 30 responden sebagian besar menyatakan pelaksanaan bauran eceran yang dilakukan Blank Wear yang ada di Jl AH Nasution kurang baik. Dalam hal pelaksanaan bauran eceran tersebut dimana kekurangannya diantara lain penetapan harga yang cukup tinggi, Lokasi yang tidak strategis dan diskon yang kecil sehingga konsumen kurang merasa antusias untuk dating dan melalkukan transaksi pembelian. Berdasarkan uraiandan latar belakang di atas maka penulis tertarik melakukan penelitian lebih mendalam terhadap pelaksanaan Bauran Eceran pada Blank Wear Clothing Co. Atas dasar tersebut penulis ingin melakukan penelitian dengan judul �¢����ANALISIS PELAKSANAAN BAURAN ECERAN PADA BLANK WEAR CLOTHING CO JL. AH NASUTION BANDUNG

    ANALISIS PENILAIAN KONSUMEN MENGENAI ATMOSFER TOKO PADA BLANK WEAR CLOTHING CO CABANG AH NASUTION BANDUNG

    No full text
    Perkembangan perekonomian di Indonesia semakin menarik terutama di sektor retail dengan persaingan yang akan semakin tinggi karena kemungkinan pesaing dari Luar Negeri melakukan kegiatannya di Indonesia. Pengusaha Indonesia saat ini secara agresif melakukan ekspansi untuk memperluas wilayah usahanya untuk menyaingi pengusaha retail dari Luar negeri dan ini menjadi salah satu indikator bahwa perkembangan industri retail memiliki prospek yang cukup baik. Indikator lain yang menjadi tolak ukur berkembangnya bisnis retail adalah tingkat hunian pusat perbelanjaan yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Di satu sisi keadaan ini tentunya akan memberikan keuntungan bagi pihak konsumen, karena banyaknya pilihan yang ditawarkan sehingga memungkinkan konsumen untuk memilih toko yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Agar perusahaan dapat unggul atau bahkan dapat bertahan dan terus berlangsung, perusahaan memerlukan filosofi baru. Tidak bisa dipungkiri dalam 5 tahun terakhir ini Bandung menjadi salah satu tujuan wisata terpenting bagi wisatawan domestic, terutama untuk urusan liburan keluarga. Kehadiran FO (factory outlet), BO (boutique outlet), distro (distribution outlet) yang terus bertumbuhan di Bandung menjadi salah satu daya tarik utama. Saat ini diperkirakan ada sekitar 300-an tempat belanja semacam itu di Bandung. Dari sekian banyak pilihan factory outlet dan distribution outlet yang ada, banyak hal yang menjadi bahan pertimbangan konsumen dalam memilih factory outlet tertentu. Masing-masing konsumen memiliki harapan yang berbeda mengenai produk apa yang akan dibeli, dimana mereka akan membelinya, dengan harga berapa produk tersebut dibeli dan suasana bagaimana yang mereka harapkan. Distro Blank Wear adalah salah satu perusahaan ritel berbasis Distro yang menawarkan produk seperti baju, celana, sepatu, sandal dan assesories lainnya. Di Bandung perusahaan Blank Wear memiliki 2 cabang diantaranya berada di JL AH. Nasution, dan JL Sultan Agung. Blank Wear yang berada di Jalan AH. Nasution merupakan pusatnya dan daerah ini jauh dari pusat kota bandung. Perusahaan yang menjadi pesaing Blank Wear sangat banyak, perusahaan ini juga mencari cara agar menarik konsumen sebanyak-banyaknya agar mau mampir dan melakukan transaksi jual beli di tokonya. Oleh karena itu agar konsumen tetap loyal walaupun lokasi toko yang jauh dari pusat kota, Blank Wear harus mencari cara untuk bisa mempertahankan konsumen. Salah satu cara untuk mempertahankan konsumen dengan cara mengatur suasana toko sebaik mungkin terutama bagian exterior dan general interior pada Blank Wear agar para konsumen yang datang bisa merasa nyaman dan mau kembali untuk melakukan transaksi pembelian. Atmosfer Toko sebagai salah satu sarana komunikasi dapat berakibat positif dan menguntungkan dibuat sedemikian menarik. Tetapi sebaliknya mungkin dapat menghambat. Suatu pemasaran yang dilakukan retail karena konsumen akan merasa nyaman berbelanja jika Atmosfer toko atau suasana lingkungan tokonya mendukung. Minimal konsumen atau calon konsumen akan merasa betah berlama-lama berbelanja didalam toko dan semakin memperbesar peluang konsumen untuk melakukan pembelian

    Analisis Potensi Likuifaksi Tanah dengan Data SPT Dan Data CPT (Studi Kasus Underpass Jalan Brigjen. Katamso – AH Nasution Medan)

    No full text
    An earthquake is a natural disaster that often occurs in Indonesia. One of the impacts caused by an earthquake is liquefaction. To identify liquefaction hazards, empirical analysis based on CPT data and SPT data is conducted to understand the potential for liquefaction that can occur. Empirical analysis was conducted to determine the cyclic stress ratio and the cyclic resistance ratio at the study site. The research location is Brigjen Katamso underpass - AH Nasution Medan. The parameter that was also considered in this case was the peak ground acceleration obtained with the help of the ProShake 2.0 program. The evaluation results of liquefaction potential based on CPT data and SPT data show the greater peak acceleration the greater the cyclic stress ratio and the smaller the value of the factor of safety. The smaller factor of safety indicates liquefaction can occur. Based on the results of the study, the location reviewed in several layers has the potential for liquefaction.Gempa bumi merupakan bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Salah satu dampak yang ditimbulkan oleh gempa bumi yaitu likuifaksi. Untuk mengidentifikasi bahaya likuifaksi maka analisis secara empiris berdasarkan data CPT dan data SPT dilakukan untuk memahami potensi likuifaksi yang dapat terjadi. Analisis secara empiris dilakukan untuk mengetahui rasio tegangan siklis dan rasio tahanan siklis tanah pada lokasi penelitian. Lokasi penelitian adalah underpass jalan Brigjen Katamso - AH Nasution Medan. Parameter yang juga dipertimbangkan dalam hal ini adalah percepatan puncak tanah yang didapatkan dengan bantuan program ProShake 2.0. Hasil evaluasi potensi likuifaksi berdasarkan data CPT dan data SPT menunjukkan semakin besar percepatan puncak semakin besar rasio tegangan siklik dan mengakibatkan nilai faktor keamanan semakin kecil. Faktor keamanan yang semakin kecil mengindikasikan likuifaksi dapat terjadi. Berdasarkan hasil penelitian, lokasi yang ditinjau pada beberapa lapisan berpotensi terjadi likuifaksi.88 HalamanSkripsi Sarjan

    Pengaruh konflik dan stress kerja terhadap kinerja: Studi pada karyawan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kantor cabang AH. Nasution Bandung

    Full text link
    Manajemen sebuah perusahaan atau organisasi dituntut untuk mempertahankan pegawai pada produktifitas tinggi serta mengembangkan potensinya agar kinerjanya dapat maksimal. Adapun hal yang mempengaruhi kinerja salah satunya yaitu konflik dan stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh konflik (X1) dan stres kerja (X2) terhadap kinerja karyawan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang AH. Nasution Bandung. Mangkunegara (2013: 155), konflik adalah suatu pertentangan yang terjadi antara apa yang diharapkan oleh seseorang terhadap dirinya, orang lain, organisasi dengan kenyataan apa yang didapatkanya. Rivai dan Sagala (2013:1008) menyatakan bahwa stres kerja adalah suatu kondisi ketegangan yang menciptakan adanya ketidakseimbangan fisik dan psikis, yang mempengaruhi emosi, proses berpikir, dan kondisi seorang karyawan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi dan sampelnya adalah karyawan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang AH. Nasution Bandung. Dari populasi sebanyak 110 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sample random sampling dan penentuan jumlah sampel berdasarkan pada ketentuan rumus Slovin (Sevilla et. al., 1960: 182) dihasilkan sampel sebanyak 87. Data yang dihasilkan adalah tanggapan responden yang telah ditetapkan sebagai sampel dari kuesioner yang telah disebar. Dari hasil pengolahan data pengaruh Konflik, dan Stres Kerja terhadap Kinerja, dapat diperoleh persamaan sebagai berikut: Y=5.290+(-0,245)X1+(0,215)X2.Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa Konflik berpengaruh negatif terhadap Kinerja dibuktikan dengan tingkat signifikansi sebesar 0,037 Ftabel = 3,11, dengan tingkat signifikansi sebesar 0,001 < 0,05, dan R-square diperoleh sebesar 0,163 atau 16,3%
    corecore