1,734,213 research outputs found
Inscriptions 1324 à 1329
Inscriptions 1324 à 1329. In: Revue épigraphique, tome 4, N°96, 1900. pp. 79-86
Wei zheng zhong gao /
Special collection from London Missionary Society.; On double leaves, oriental style, in case.; Also available in an electronic version via the Internet at http://nla.gov.au/nla.gen-vn1993306.880-03 Mu min zhong ga
Lockheed 1329-23
1/2 left side view of a Lockheed 1329-23, a civilian plane, on the ground. The tail is marked with United.https://corescholar.libraries.wright.edu/special_ms344_photographs/1360/thumbnail.jp
Status monasterii Parcensis (1280-1329)
Waefelghem Raphaël van. Status monasterii Parcensis (1280-1329). In: Bulletin de la Commission royale d'histoire. Académie royale de Belgique. Tome 87, 1923. pp. 223-383
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
KAJIAN FILOLOGIS SERAT WIDYA PRAMANA NB 1329
Serat Widya Pramana merupakan salah satu naskah yang tersimpan di
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dengan nomor panggil NB 1329.
Naskah Serat Widya Pramana merupakan naskah kuno yang ditulis menggunakan
aksara Jawa dan berbahasa Jawa. Naskah ini merupakan salinan dari Serat
Darmasonya dan Serat Jitapsara, yang disalin pada Setu pon 10 Dulkangidah
Tahun Alip AJ 1827, atau sama dengan Sabtu, 2 April 1898 Masehi. Naskah
tersebut disalin tanpa adanya nama terang. Penelitian ini bertujuan untuk
menyajikan naskah Serat Widya Pramana NB 1329 secara sahih dan benar sesuai
dengan kaidah filologi.
Naskah Serat Widya Pramana tergolong naskah jamak dengan empat judul
naskah yang sama dan satu judul berbeda yaitu Serat Wedya Pramana. Metode
yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode edisi standar. Terjemahan yang
digunakan adalah metode terjemahan bebas. Penelitian ini menghasilkan suntingan
teks Serat Widya Pramana NB 1329 sesuai dengan cara kerja filologi yang
dilengkapi dengan aparat kritik, serta terjemahan teks Serat Widya Pramana NB
1329 dalam bahasa Indonesia.
Naskah Serat Widya Pramana NB 1329 berisikan sebelas bab yang disalin
dari Serat Darmasonya dan Serat Jitapsara, pembahasan naskah tersebut
mengenai 1) awal mula terciptanya alam semesta 2) awal mula terciptanya roh
manusia 3) roh yang memiliki warna 4) pencipataan manusia yang pertama 5)
pencipataan manusia yang kedua 6) ketebalan dan perbedaan warna roh yang akan
membentuk watak manusia 7) menceritakan manusia ketika berada di dalam perut
ibu hingga berusia 21 tahun 8) keistimewaan manusia 9) terjadinya tidur tindhihan
10) menjelaskan bumi bagian selatan dan utara 11) pengibaratan manusia seperti
tumbuha
- …
