1,721,799 research outputs found
Pemanfaatan termoelektrik tec1 – 12706 sebagai pendingin pada ruangan berbasis arduino mega 2560
Sistem pendingin termoelektrik TEC1 – 12706 dipengaruhi oleh pelepasan kalor pada sisi panas termoelektrik. Sehingga dari kondisi tersebut digunakan 25 liter air untuk dialirkan kebagian sisi panas termoelektrik TEC1 - 12706. Pemanfaatan Termoelektrik TEC1 – 12706 Sebagai Pendingin Pada Ruangan Berbasis Arduino Mega 2560, menggunakan peti styrofoam dengan dimensi 34 x 25 x 30 cm dengan volume 25.500 cm3. Dalam perancangan alat digunakan 6 modul TEC1-12706, 2 water block almunium dengan dimensi 40 x 40 x 12 mm dan dimensi 120 x 40 x 12 mm, 8 fan motor dc, 4 heatsink dengan dimensi 10 x 10 x 3 cm dan dimensi 90 x 10 x 3 cm, pompa motor dc dan wadah berkapasitas 25 liter air yang akan dirancang menjadi sistem pendingin pada peti styrofoam. Suhu yang dihasilkan sistem pendingin akan diproses mikrokontroler arduino mega 2560. Menggunakan sensor SHT11 untuk mendeteksi suhu, kemudian melakukan pemprograman pada arduino mega 2560 agar suhu yang dihasilkan prototype peti dapat terdeteksi sensor SHT11 dan dapat menampilkan nilai suhu ke LCD grafis (QC12864B). Hasil menunjukkan suhu air pada sisi panas termoelektrik TEC1-12706 sangat berpengaruh. Ketika rentang suhu air 36 °C maka terjadi peningkatan suhu didalam ruang prototype peti. Dari setiap kondisi pengujian pada ruangan peti styrofoam, sistem pendingin termoelektrik TEC1 – 12706 dapat mencapai suhu dibawah 18 °C namun dari setiap kondisi ruangan dapat mempengaruhi suhu yang dicapai. Dari kondisi tanpa beban dan kondisi diberi beban, perubahan dan kenaikan suhu lebih cepat ketika diberikan beban
Analisis Karakteristik Thermoelectric Komersil TEC1-12706 untuk Heat Energy Harvesting
Salah satu sumber energi yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi
alternatif adalah energi panas yang dengan proses tertentu dapat diubah menjadi
energi listrik. Dengan kemajuan teknologi, telah diproduksi komponen
semikonduktor yang dapat mengubah energi panas menjadi energi listrik.
Komponen ini dinamakan dengan elemen peltier atau biasa disebut Termoelektrik
Generator. Elemen ini bekerja memanfaatkan efek seebeck dan efek peltier, yaitu
mengkonversi perbedaan temperatur antara sisi panas (hotside) dan sisi dingin
(coldside) menjadi energi listrik, dan begitu juga sebaliknya dari energi listrik
menjadi perbedaan temperatur pada kedua sisi tersebut.
Pada skripsi ini dilakukan penelitian tentang karakteristik Termoelektrik
Generator tipe TEC1-12706 sebagai elemen pengubah energi panas menjadi energi
listrik dengan konfigurasi tunggal, dua elemen tersusun secara seri dan dua elemen
tersusun secara paralel. Dari hasil penelitian ini diperoleh persamaan pendekatan
karakteristik Termoelektrik tipe TEC1-12706 untuk konfigurasi tunggal, dua seri
dan dua paralel dalam keadaan tanpa beban dengan pengaruh beda temperatur (T)
terhadap tegangan terbuka (Voc) yaitu Voc = 0,0275T – 0,036 ; Voc = 0,0513T
– 0,046 dan Voc = 0,0253T – 0,0203. Sedangkan untuk pengaruh beda
temperatur (T) terhadap arus (A) yaitu I = 0,0046T + 0,0017 ; I = 0,0054T +
0,0043 dan I = 0,0057T + 0,0039. Dari persamaan pendekatan karakteristik ini
dapat diperkirakan kemampuan elemen Termoelektrik tipe TEC1-12706 bila akan
dimanfaatkan sebagai perangkat pemanen energi panas yang terbuang (Heat
Energy Harvesting) dalam bentuk energi listrik.Skripsi Sarjan
Karakterisasi Elemen Peltier Tec-12706 untuk Konversi Energi Termal Menjadi Energi Listrik
Research have been done for characterise Peltier element TEC - 12706
in its usage as a thermoelectric generator with a function system based on the
Seebeck effect. By maintaining the temperature on the cool side of the Peltier
element and temperature variation on the hot side, using a thermocouple to
measure the temperature value on both sides and using the ACS - 712 current
sensor to measure the value of output current and voltage sensors to see the value
of the voltage. Thus we can see how much the value of the maximum power that
can be produced by a Peltier element TEC - 12706. In his role as TEG (
Thermoelectric Generator ) .117 HalamanSkripsi Sarjan
KARAKTERISASI EFEK SEEBECK PADA ELEMEN TERMOELEKTRIK TEC1-12706 UNTUK KONVERSI ENERGI TERMAL MENJADI ENERGI ALTERNATIF PENGHASIL LISTRIK
Telah dilakukan penelitian untuk menentukan karakteristik elemen Peltier TEC1-12706 dalam penggunaannya sebagai termoelektrik generator dengan sistem kerja berdasarkan efek Seebeck. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui serta memahami prinsip kerja elemen thermoelektrik TEC1-12706, serta dapat memahami cara mengkonversi energi termal menjadi energi alternatif penghasil listrik dengan menggunakan elemen thermoelektrik TEC1-12706 sebagai komponen TEG (ThermoElectric Generator). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental sebagai metode dalam penelitian. Metode eksperimental dilakukan dengan cara mempertahankan temperatur pada sisi dingin elemen Peltier dan memvariasikan temperatur pada sisi panas dengan variasi panas kayu, lilin dan kompor paraffin dengan waktu pengujian berbeda. Variasi pengujian yang dilakukan adalah pengujian alat tanpa beban dan pengujian alat dengan beban berupa LED(Light Emitting Diode). Pengujian tersebut dilakukan untuk melihat nilai output yang mampu dihasilkan oleh alat pada saat pengujian tanpa beban dan dengan beban. Hasil penelitian ini didapat dengan cara menggunakan 2 komponen peltier TEC1-12706 yang dirangkai secara seri. Tegangan maksimum hasil penelitian didapat dari variasi kayu dengan pengujian tanpa beban dengan tegangan sebesar 3,3 volt dalam waktu 2,5 menit atau 150 detik. Demikian kita dapat melihat seberapa besar potensi tegangan yang mampu dihasilkan oleh elemen Peltier TEC1-12706 dan diharapkan nantinya dapat menentukan penggunaannya lebih lanjut dimasa yang akan datang dalam perannya sebagai TEG (ThermoElectric Generator). ..... Research has been performed to determine the characteristics of the TEC1-12706 Peltier element in its use as a termoelektrik generator with a work system based on the Seebeck effect. This research was conducted to find out and understand the working principles of the TEC1-12706 thermoelektrik elements, as well as be able to understand how to convert thermal energy into electricity-producing alternative energy by using elements of the TEC1-12706 thermoelektrik as a component TEG (ThermoElectric Generators). This research uses experimental methods as a method in research. Method of experimental research method is used to locate a particular treatment influence against the other in conditions completely. The experimental method is done by retaining the temperature on the cold side of the Peltier elements and vary the temperature on the hot side with variations of wood heat, wax and paraffin stove with a different test. The results of this research were obtained by using 2 components peltier TEC1-12706 assembled in series. The maximum voltage of the research results obtained from the variations of the wood with a voltage of 3.3 volts within 2.5 minutes or 150 seconds. So we can see how big the potential voltage produced by Peltier elements TEC1-12706 and expected can eventually determine its use further in the future in its role as the TEG (ThermoElectric Generator )
Evaluasi Kinerja Modul Pendingin Termoelektrik TEC1-12706 Pada Suhu Rendah Secara Eksperimental
Termoelektrik merupakan perangkat yang dapat menjadi alternatif teknologi pendingin selain sistem kompresi uap, karena lebih ramah lingkungan dan ringkas, juga merupakan sebuah perangkat yang terdiri dari dua sisi yang berfungsi sebagai reservoir panas dan reservoir dingin, dan memanfaatkan energi listrik menjadi efek pompa kalor ataupun sebaliknya. Pada penelitian kali ini dilakukan pengujian terhadap sisi panas pendingin termoelektrik TEC1-12706 pada suhu rendah. Suhu rendah yang dimaksud disini adalah dibawah suhu lingkungan dengan tujuan untuk mendapatkan nilai kapasitas pendinginan dan koefisien performansi pada suhu rendah. Terdapat tiga parameter yang diukur yaitu arus, tegangan, dan temperatur. Sisi panas pada TEC1-12706 dijaga suhunya agar tetap dibawah suhu lingkungan dengan meletakkan sisi panas tersebut pada plat dingin evaporator sistem refrigerasi kompresi uap. Dari hasil pengujian dan pengambilan data yang telah dilakukan, didapatkan nilai koefisien performasi dan kapasitas pendinginan yang semakin meningkat seiring dengan bertambahnya nilai daya masukan pada TEC1-12706. Kapasitas pendinginan bernilai 0,24±0,23 s.d 2,96±0,75 Watt; serta nilai COP 0,56±0,59 s.d 1,05±0,26. Dibandingkan dengan nilai COP dan Qc pada penggunaanya di suhu 50 oC, TEC1-12706 masih lebih baik digunakan pada suhu diatas 25 oC
Rancang bangun pendingin buah dan sayur berbasis peltier TEC1-12706
INDONESIA:
Sistem pendingin buah dan sayur berbasis peltier TEC1-12706 merupakan pendingin termoelektrik yang memanfaatkan sisi dingin peltier. Kemajuan teknologi menghasilkan alat termoelektrik terbuat dari bahan semikonduktor bentuknya kecil tahan lama berkisar 100.000 jam. Penelitian ini bertujuan mengetahui efesiensi pendingin dan daya kotak pendingin buah dan sayur berbasi peltier TEC1-12706. Penelitian ini menggunakan Peltier TEC1-12706 bertujuan untuk mengetahui unjuk kerja kotak pendingin. Metode penelitian ini dilakukan secara eksperimental, yaitu untuk menguji kotak pendingin dengan 2 rangkaian (3 seri 2 pararel dan 2 seri 3 pararel). Hasil penelitian menunjukan Efesiensi kotak pendingin sayur dan buah pada rangkaian 3 seri 2 pararel nilai efesiensi tertinggi didapat 8.09 % dan terendahnya didapat 1.32% sedangkan nilai rata-rata sebesar 3.26%. Efesiensi kotak pendingin sayur dan buah pada rangkaian 2 seri 3 pararel efesiensi tertinggi didapat 16.70 % dan terendahnya didapat 3.64% sedangkan nilai rata-rata sebesar 6.64%. Hasil pengujian kotak pendingin sayur dan buah berbasis peltier suhu terbaik yang dapat dicapai terdapat dirancangan 2 seri 3 pararel dengan suhu terendah yang dapat mencapai 21.5 derajat Celsius. referensi untukmenjaga kesegaran sayur dan buah lebih kecil dari suhu 25 °C. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa dari sistem pendingin peltier yang diuji dapat digunakan untuk menjaga kesegaran dari sayur dan buah. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa rangkaian 2 seri 3 pararel memiliki penurunan suhu terbaik dan memiliki efesiensi yang tinggi dengan nilai efesiensi rata-rata 6.64%.
ENGLISH:
Peltier-based fruit and vegetable cooling system TEC1-12706 is a thermoelectric cooler that utilizes the cold side of the peltier. Technological advances produce thermoelectric devices made of small semiconductor materials that last around 100,000 hours. This study aims to determine the cooling efficiency and power of fruit and vegetable coolers based on Peltier TEC1-12706. This study uses Peltier TEC1-12706 aims to determine the performance of the cooler box. This research method was carried out experimentally, namely to test the cooler with 2 circuits (3 series 2 parallel and 2 series 3 parallel). The results showed that the efficiency of the vegetable and fruit cooler in a series of 3 series 2 parallel the highest efficiency value was 8.09% and the lowest was 1.32% while the average value was 3.26%. The efficiency of the vegetable and fruit cooler in a series of 2 series 3 parallel, the highest efficiency is 16.70% and the lowest is 3.64%, while the average value is 6.64%. The results of testing the Peltier-based vegetable and fruit cooler box, the best temperature that can be achieved is the 2 series 3 parallel design with the lowest temperature reaching 21.5 degrees Celsius. reference to keep the freshness of vegetables and fruit lower than 25 °C. The results of this test indicate that the tested Peltier cooling system can be used to maintain the freshness of vegetables and fruit. From these results it can be concluded that a series of 2 series 3 parallel has the best temperature drop and has high efficiency with an average efficiency value of 6.64%.
ARABIC:
نظام تبريد الخضار والفواكه القائم على بلتيير TEC1-12706 هو مبرد حراري يستخدم الجانب البارد من بلتيير. تنتج التطورات التكنولوجية أجهزة كهروحرارية مصنوعة من مواد صغيرة شبه موصلة تدوم حوالي 100000 ساعة. تهدف هذه الدراسة إلى تحديد كفاءة التبريد وقوة مبردات الفاكهة والخضروات بناءً على Peltier TEC1-12706. تستخدم هذه الدراسة بلتيير TEC1-12706 الذي يهدف إلى تحديد أداء صندوق التبريد. تم إجراء هذا البحث بشكل تجريبي لاختبار المبرد بدائرتين (3 سلسلة 2 متوازية و 2 سلسلة 3 متوازية). أظهرت النتائج أن كفاءة مبرد الخضار والفواكه في سلسلة 3 سلسلة 2 متوازية أعلى قيمة كفاءة كانت 8.09٪ وأقلها 1.32٪ بينما كانت القيمة المتوسطة 3.26٪. كفاءة مبرد الخضار والفاكهة في سلسلة 2 سلسلة 3 متوازية ، أعلى كفاءة 16.70٪ وأدنى 3.64٪ ، بينما متوسط القيمة 6.64٪. نتائج اختبار صندوق تبريد الخضار والفواكه القائم على بلتيير ، أفضل درجة حرارة يمكن تحقيقها هي التصميم المتوازي 2 series 3 مع أدنى درجة حرارة تصل إلى 21.5 درجة مئوية. مرجع للحفاظ على نضارة الخضار والفاكهة أقل من 25 درجة مئوية. تشير نتائج هذا الاختبار إلى أنه يمكن استخدام نظام التبريد بلتيير المختبَر للحفاظ على نضارة الخضار والفاكهة. من هذه النتائج يمكن استنتاج أن سلسلة 2 سلسلة 3 متوازية لديها أفضل انخفاض في درجة الحرارة ولها كفاءة عالية بمتوسط قيمة كفاءة 6.64٪.
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Pemanfaatan Energi Panas Matahari Pada Batu Andesit Terhadap Thermoelectric Cooler Tipe 12706
Thermoelectric cooler (TEC) merupakan komponen penghasil listrik alternatif yang erat kaitannya dengan pemanfaatan panas atau kalor untuk menghasilkan energi listrik. Modul TEC memanfaatkan perbedaan suhu untuk menghasilkan energi listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pemanfaatan energi panas matahari pada batu andesit terhadap thermoelectric cooler tipe 12706 sebagai alternatif penghasil energi listrik tenaga surya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen laboratorium. Pegujian ini dilakukan untuk mengetahui nilai arus dan tegangan yang dihasilkan TEC1-12706. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media batu andesit dapat dimanfaatkan sebagai media untuk menyimpan panas, sehingga TEC dapat dibangkitkan menghasilkan listrik. Data yang peneliti peroleh ialah terdapat 3 hasil pengujian yaitu, pegujian TEC tanpa beban, pegujian TEC dengan beban resistor 100 ohm dan pengujian TEC dengan beban 250 ohm. Dari ketiga data pengujian tersebut bahwa perbedaan suhu dan tegangan yang dihasilkan TEC lebih optimal pada pengujian TEC tanpa beban yaitu menghasilkan tegangan sebesar 175 mV dan perbedaan suhu 8,1 °C selama penyinaran 30 menit
- …
