1,720,998 research outputs found
GAMBARAN DUPLIKASI PENOMORAN REKAM MEDIS DI RSUD Dr. R. SOEDARSONO KOTA PASURUAN
Duplikasi penomoran rekam medis merupakan masalah yang masih sering terjadi di RSUD Dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan. Studi pendahuluan yang dilakukan pada bulan November mencatat bahwa sebagian besar pasien memiliki nomor rekam medis ganda. Hal ini memunculkan berbagai permasalahan administrasi dan mengganggu pelayanan kesehatan yang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kasus duplikasi penomoran rekam medis di RSUD Dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan dengan harapan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang sifat dan penyebab masalah ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain studi retrospektif. Sampel penelitian terdiri dari 148 berkas rekam medis yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi yang dirancang khusus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 148 berkas rekam medis yang diteliti, sebanyak 46 berkas mengalami duplikasi penomoran rekam medis. Duplikasi ini menciptakan ketidakpastian dalam pengelolaan data pasien dan berpotensi mengganggu proses perawatan pasien. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar RSUD Dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi masalah duplikasi penomoran rekam medis. Beberapa langkah yang dapat diambil termasuk mengubah aplikasi pendaftaran online untuk pasien lama saja, melakukan promosi dan edukasi kepada pasien tentang sistem pendaftaran online, menampilkan banner yang menjelaskan SOP pendaftaran di depan pintu masuk rumah sakit, dan melakukan perbaikan sistem agar tidak terjadi kesalahan saat melakukan registrasi pasien. Tindakan ini diharapkan dapat mengurangi insiden duplikasi penomoran rekam medis dan meningkatkan efisiensi administrasi serta pelayanan kesehatan di RSUD tersebut
PENGARUH SOCIAL CAPITAL TERHADAP KINERJA PERAWAT PADA RSUD Dr. R. SOEDARSONO KOTA PASURUAN DENGAN MOTIVASI SEBAGAI VARIABEL MEDIATOR
This study aims to test the influence dimensions of social capital on the performance
of nurses in RSUD Dr. R. Soedarsono Pasuruan with nurse motivation as a mediator.
Manifold quantitative research design, test certain theories by examining the relationship
between variables, using a cross sectional study approach. The independent variable in
this study is the social capital with the three dimensional ie structural dimension (X1),
relational (X2) and cognitive (X3). While the dependent variable is the performance of
nurses (Y). The intervening variable is the motivation of nurses (Z). The collected data is
processed by descriptive and analytic. Quantitative data from questionnaires filled out by
198 respondents and were analyzed by using path analysis.
The results of this study indicated that structural social capital on the performance of
nurses in RSUD Dr. R. Soedarsono Pasuruan. While cognitive social capital does not
affect the motivation of nurses. Of the three dimensions of social capital is only cognitive
social capital nurses in hospitals Dr. R. Sudarsono that affect the performance of the
nurse. Whereas relational structural social capital and social capital has no effect on the
performance of nurses. As for the motivation of nurses in RSUD DR. R. Soedarsono
Pasuruan not affect the performance of nurses. A;though it is not too strong, the
dimensions of social capital nurse in RSUD DR. R. Soedarsono Pasuruan effect on the
performance of nurses when mediated by nurse motivation
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KONTRASEPSI MANTAP UNTUK MENJADI ASEPTOR DI BKIA RSD DR. R. SOEDARSONO KOTA PASURUAN
Kontap wanita adalah suatu kontrasepsi permanen, dilakukan dengan cara tindakan pada kedua saluran telur. Untuk dapat menjadi akseptor kontap wanita memenuhi syarat sukarela, syarat bahagia dan syarat medik.
Adapun indikasi dari kontap wanita ialah indikasi medis umum, medis abstetrik,
medis ginekologik dan indikasi sosial ekonomi (mengikuti rumus 120 atau rumus
100) di RSD Dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan terdapat akseptor kontap wanita yang pemak:aiannya tidak sesuai dengan indikasi sosial-ekonomi, yaitu umur penderita makin muda danjumlah anak makin berkurang. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisa hubungan pengetahuan ibu tentang kontap wanita untuk menjadi ekseptor.
Desain penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross section,
populasi penelitian ini seluruh ekseptor kontap dan non kontap yang sesuai
.dengan kriteria inklusi di RSD DR. R. Soedarsono yaitu sebanyak 35 responden.
Tehnik pengambilan sampel random sampling. Sedangkan cara pengambilan data dengan menggunakan alat yaitu lembar kuesioner, hasilnya disajikan dalam
bentuk tabel distribusi frekuwensi dan di analisis dengan uj i Chi-Square dengan x2 tabel = 3,84.
Hasil penelitian ini menunjukk:an bahwasannya hipotesa Ho ditolak dan Hi diterima yang berarti ada hubungan pengetahuan lbu tentang kontap wanita untuk menjadi akseptor (x2 hitung = 5,03) pada 35 responden di RSD DR. R. Soedarsono Kota Pasuruan.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlu dilakukan penelitian lebih spesifik dengan koesioner yang telah dilakuk:an uj i ulang terlebih dahulu dan perlu dilakukan penelitian yang sama dengan harapan untuk mengkaj i faktor• faktor lain yang mempengaruhi untuk menjadi aseptor kontap
SKRIPSI : KEJADIAN PREEKLAMPSIA DAN HUBUNGAN KONSUMSI KALSIUM SERTA FAKTOR-FAKTOR TERKAIT PADA IBU HAMIL TREIMESTER II DAN III DI RSUD DR. R. SOEDARSONO KOTA PASURUAN
DI INDONESIA PREEKLAMPSIA MENEMPATI PRESENTASI TERTINGGI KE DUA PENYEBAB KEMATIAN IBU ( 24 % ) . SEDANGKAN DI RSUD DR. R. SOEDARSONO KOTA PASURUAN YANG MENJADI TEMPAT PENELITIAN DALAM 3 TAHUN TERAKHIR MENGALAMI PENINGKATAN.30 21 CM : 60 HA
Analisa Faktor Pelayanan Keperawatan yang Berpengaruh Terhadap Kepuasan Pasien BPJS di IGD RSUD Dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan.
Kepuasan pasien merupakan indikator baik atau buruknya kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan oleh penyedia jasa layananan kesehatan. Rata-rata yang didapatkan dari beberapa rumah sakit di Indonesia menunjukkan 67% pasien yang mengeluh adanya ketidakpuasan dalam penerimaan pelayanan keperawatan, lebih dari separuh responden tidak puas dengan BPJS. Hasil pengukuran kepuasan pelanggan yang objektif dan akurat dapat membantu rumah sakit dalam merumuskan bentuk pelayanan yang lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah Menganalisis faktor pelayanan keperawatan yang berpengaruh terhadap kepuasan pasien BPJS di IGD RSUD Dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan. Metode penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional yang melibatkan 135 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode consecutive sampling. Instrument yang digunakan yaitu lembar kuesioner dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan Strctural Equation Modelling untuk mengetahui pengaruh antar variabel digunakan dan untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pasien BPJS di Instalasi Gawat Darurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p value pada faktor pelayanan keperawatan meliputi waktu tanggap perawat, kesigapan perawat, sikap perawat, dan tindakan perawat menunjukkan nilai p value yang sama yaitu 0,000 atau < 0,05 yang artinya signifikan atau masing-masing faktor tersebut terdapat pengaruh terhadap kepuasan pasien, dan Jika dilihat dari skor estimate standardized regression weights keempat faktor pelayanan keperawatan tersebut yang memiliki pengaruh atau kontribusi terhadap kepuasan pasien BPJS di IGD RSUD Dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan adalah waktu tanggap perawat. Perawat perlu menambah pemahaman tentang cara memberikan pelayanan yang berkualitas termasuk kecepatan, ketepatan serta kehandalan dalam memberikan penanganan kepada pasien di IGD
Studi Komitmen dan Kinerja Kepemimpinan Pejabat Struktural di RSUD Dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan
Untuk mengukur kualitas manajemen dan kepemimpinan di rumah sakit salah satunya dengan cara mengukur tingkat efektifitas organisasi melalui pengukuran efektifitas pelaksanaan tugas pokok dan fungsi pejabat struktural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek komitmen kepemimpinan terhadap tingkat efektifitas organisasi dan menganalisis aspek kinerja kepemimpinan pejabat struktural. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang melibatkan 13 pejabat struktural di RSUD dr. R. Soedarsono sebagai subyek penelitian. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mengetahui komitmen dan wawancara serta penelusuran dokumen pelaksanaan tugas pokok dan fungsi untuk mengetahui tingkat efektifitas organisasi. Kinerja pejabat struktural dilihat dari pelaksanaan leadership roles sebagai kunci kompetensi seorang pemimpin dengan memetakan aktifitas menurut tugas pokok dan fungsi. Kemudian melihat hasil dari kinerja pejabat struktural yaitu pengukuran indeks kepuasan masyarakat dan indeks kepuasan karyawan. Hasil Komitmen afektif, komitmen kelanjutan dan komitmen normatif pada Eselon III dan Eselon IV memiliki tingkatan yang berbeda. Komitmen atau kesediaan untuk bertahan dari 3 bidang 1 bagian, hanya dirasakan oleh Bidang Pelayanan, sedangkan 2 bidang 1 bagian lainnya dalam kategori yang rendah. Komitmen secara keseluruhan pejabat struktural di RSUD dr. R. Soedarsono terhadap organisasi berada pada kategori yang rendah. Kinerja pejabat struktural masih belum mencapai 100% karena peran dan aktivitasnya menurut tugas pokok dan fungsi yang di emban, belum sepenuhnya dilaksanakan. Kinerja pejabat struktural juga bisa dilihat dari pencapaian indeks kepuasan masyarakat yang didapati sebesar 70,79% dan indeks kepuasan karyawan sebesar 53,17%. Tingkat efektifitas organisasi mencapai 87,53%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan efektifitas organisasi, pihak pejabat struktural diharapkan lebih memahami peran dan aktifitas berdasarkan tugas pokok dan fungsi yang di emban masing-masing
Pengaruh Orientasi Ruangan Terhadap Perilaku Adaptif pada Anak Usia Sekolah yang dirawat di RSD dr. R. Soedarsono Pasuruan
Prosiding Nasional Stikes Hang Tuah Surabaya Vol.1 No.1 2019Hospitalisasi pertama bagi anak usia sekolah merupakan suatu stressor yang
menimbulkan respon perilaku kecemasan karena perpisahan, cedera dan nyeri tubuh
akibat tindakan invasif, yang berupa regresi, ketergantungan, perasaan takut, dan rasa
bersalah. Hal tersebut dapat menghambat pemberian perawatan dan pengobatan. Salah
satu upaya agar anak dapat berperilaku adaptif saat dirawat di rumah sakit yaitu dengan
pemberian orientasi ruangan. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi pengaruh orientasi
ruangan terhadap perilaku adaptif pada anak usia sekolah saat dirawat di rumah sakit.
Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen, dan menggunakan instrumen
lembar observasi perilaku adaptif. Populasi adalah seluruh anak usia sekolah yang
dirawat di ruang anak RSD dr. R. Soedarsono Pasuruan, sedangkan sampel berjumlah 26
anak yang diambil dengan metode kuota sampling dengan kurun waktu 4 minggu sesuai
dengan kriteria inklusi dan eksklusi. 13 anak sebagai kelompok kontrol yang tidak
dilakukan orientasi ruangan dan 13 anak lagi sebagai kelompok perlakuan dengan
diberikan orientasi ruangan sebanyak 3 kali sehari. Data dianalisa dengan menggunakan
deskriptif qualitatif sedangkan orientasi ruangan terhadap perilaku adaptif anak usia
sekolah menggunakan analisis statistik uji beda t-test. Hasil penelitian hari pertama
(0.4467<0.2180), hari kedua (1.4559<2.180) dan hari ke tiga didapatkan perbedaan yang
signifikan (3.4439>2.180. Ada pengaruh orientasi ruangan terhadap perilaku adaptif
anak usia sekolah yang dirawat di RSD dr. R. Soedarsono Pasuruan. Saran bagi peneliti
selanjutnya perlu penambahan sampel dan instrument yang sempurna
Pengaruh Pemberian Terapi Fisik Brandt Daroff Terhadap Vertigo Di Ruang UGD Rsud Dr. R Soedarsono Pasuruan
Vertigo merupakan suatu fenomena yang terkadang sering ditemui di masyarakat. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi fisik Brandt Daroff terhadap vertigo di UGD RSUD Dr. R Soedarsono Pasuruan. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen jumlah sampel yang di peroleh sebanyak 30 responden, pengambilan sampel menggunakan metode Non Probability Sampling, instrument yang digunakan adalah vertigo Symptom Scale-Short Form (VSS-SF) untuk mengukur skor vertigo, analisa data menggunakan uji Wilxocon Sign RankingTest dengan taraf signifikan a = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pemberian terapi fisik brandt daroff terhadap vertigo (p value = 0,000 < 0,05). Rekomendasi hasil penelitian ini adalah pasien yang mengalami vertigo agar mendapatkan tindakan terapi fisik Brandt Daroff karena dapat mengurangi vertigo.</jats:p
Analisis Kinerja Simpang Empat Bersinyal RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan Terhadap Tundaan dan Panjang Antrian
Abstrak Simpang empat bersinyal RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan terletak pada jalur utama transportasi dan perdagangan Surabaya dan Bali menjadikan peningkatan arus lalu lintas signifikan. Meskipun Simpang sudah terpasang Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) Area Traffic Control System (ATCS), belum bisa mengurai kepadatan volume kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja simpang dan dapat memberikan solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan lalu lintas tersebut. Pengumpulan data menggunakan metode survei lalu lintas. Metode analisis dan perhitungan data menggunakan metode MKJI 1997. Berdasarkan hasil analisis kinerja simpang pada kondisi eksisting 3 (tiga) fase diperoleh volume lalu lintas harian rata-rata (LHR) tertinggi pada hari Senin pukul 06:15 - 07:15 WIB sebesar 2.282 smp/jam. Kapasitas simpang rata-rata sebesar 712 smp/jam. Nilai derajat kejenuhan rata-rata sebesar 0,80. Panjang antrian rata-rata sebesar 110,71 m. Tundaan rata-rata pada simpang yaitu 28,52 det/smp dengan mengacu pada tundaan rata-rata simpang didapatkan tingkat pelayanan simpang adalah D. Kata kunci: simpang bersinyal, derajat kejenuhan, panjang antrian, tundaan, tingkat pelayanan. Abstract The signalized intersection of dr. R. Soedarsono Hospital in Pasuruan City is located on the main transportation and trade routes of Surabaya and Bali, making a significant increase in traffic flow. Even though the intersection has been installed with the Traffic Signaling Device (APILL) Area Traffic Control System (ATCS), it has not been able to decompose the density of vehicle volume. This research aims to evaluate the performance of intersections and can provide the best solution to overcome these traffic problems. Data collection uses the traffic survey method. The method of data analysis and calculation uses the 1997 MKJI method. Based on the results of the analysis of the performance of the intersection in the existing condition of 3 (three) phases, the highest average daily traffic volume (LHR) was obtained on Monday at 06:15 - 07:15 WIB of 2,282 smp/hour. The average interchange capacity is 712 smp/h. The average saturation degree value was 0.80. The average queue length is 110.71 m. The average delay at the intersection is 28.52 sec/junior high school with reference to the average delay of the intersection, the service level of the intersection is D. Keywords: signalized intersection, degree of saturation, queue length, delays, level of service (LOS) intersection
Pengaruh Konflik Peran Ganda Terhadap Stres Kerja Pada Perawat Wanita di RSUD Dr. R. Soedarsono Pasuruan Pada Masa Pandemi Covid-19 Mudrikatul Istianah
Pada masa pandemi Covid-19, para pekerja khususnya tenaga kesehatan harus bekerja lebih berat yang menjadi garda terdepan dalam menangani kasus Covid- 19.Kecemasan dan ketegangan bahaya virus Covid-19 juga menambah beban mental tenaga kesehatan, terlebih bagi para wanita yang menanggung dua beban, menjadi seorang istri dan ibu serta bekerja.Hal tersebut juga dialami oleh para perawat wanita di RSUD Dr. R. Soedarsono Pasuruan.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengauh konflik peran ganda terhadap stres kerja pada perawat wanita. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif karena data yang diperoleh berupa angka – angka yang akan dianalisis menggunakan statistik. Sedangkan variabel yang digunakan pada penelitian ini ada dua macam yaitu variabel terikat dan variabel bebas.variabel terikat pada penelitian ini yaitu stres kerja, sedangkan variabel bebas pada penelitian ini yaitu konflik peran ganda. Subjek pada penelitian ini merupakan 63 perawat wanita yang sudah menikah dari RSUD Dr. R. Soedarsono Pasuruan.Pengambilan data menggunakan 32 aitem valid dan reliabel dari skala stres kerja dan 26 aitem valid dan reliabel dari skala konflik peran ganda. Hasil perhitungan penelitian diperoleh nilai Fhitung (137,404)> Ftabel4,00 dengan demikian hipotesis (Ha)yang menyatakan ada pengaruh konflik peran ganda terhadap stres kerjadapat diterima dengan sumbangan efektif sebesar 69,3%. Berdasarkan hasil persamaan regresi menunjukkan tingkat koefisien sebesar 1,158. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa setiap penambahan 0,01 tingkat konflik peran ganda, maka tingkat stres kerja akan bertambah sebesar 1,158. Artinya, semakin tinggi konflik peran ganda yang dialami oleh peerawat wanita, maka semakin tinggi pula stres kerja yang dialami
- …
