1,721,139 research outputs found
P E N E R A P A N M E T O D E R E S I T A S I D A L A M MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) KELAS VIII DI SMP DATOK SULAIMAN BAGIAN PUTRI PALOPO
ABSTRAK
Desti Perawati, 2023. “Penerapan Metode Resitasi dalam Meningkatkan Hasil
Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam
(PAI) Kelas VIII di SMP Datok Sulaiman Bagian Putri Palopo.”
Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas
Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri
(IAIN) Palopo. Dibimbing oleh Mardi Takwim dan Arifuddin.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode resitasi dalam
meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam
(PAI) Kelas VIII di SMP Datok Sulaiman Bagian Putri Palopo. Penggunaan
metode Resitasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran
pendidikan agama Islam, dan peningkatkan keaktifan belajar siswa pada
pembelajaran pendidikan agama Islam dengan menggunakan metode Resitasi di
Kelas VIII. A SMP Datok Sulaiman Bagian Putri Palopo.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang
menggunakan siklus Perencanaan, Tindakan, Observasi, dan Refleksi, dengan
menggunakan metode Resitasi. Populasi penelitian ini yaitu semua siswa kelas
VIII.A SMP Datok Sulaiman Bagian Putri Palopo, sampel pada penelitian ini
sebanyak satu kelas yang terdiri dari 34 siswa. Data yang dikumpulkan melalui tes
dan observasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode Resitasi
kegiatan proses pembelajaran lebih baik dan signifikan. Secara berturut-turut
(berdasarkan siklus I dan II). Penelitian tindakan kelas ini berhasil sehingga
penggunaan metode Resitasi dapat meningkatkan hasil yang baik pada pelajaran
Pendidikan Agama Islam pada siswa kelas VIII.A SMP Datok Sulaiman Bagian
Putri Palopo.
Kata Kunci: Hasil belajar, Metode Resitasi, Pendidikan Agama Islam
Kisah ashabul kahfi (penghuni gua) serta kontekstualnya dengan pemuda masa kini dalam Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka Juzu’ 15 Surat Ke 18 Ayat 9-26
Skripsi dengan judul “KISAH ASHABUL KAHFI (PENGHUNI GUA) SERTA KONTEKSTUALNYA DENGAN PEMUDA MASA KINI DALAM TAFSIR AL-AZHAR KARYA BUYA HAMKA JUZU’ 15 SURAT KE 18 AYAT 9-26” ditulis oleh Siti Perawati. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran Buya Hamka mengenai relevansi antara kisah Ashabul Kahfi dengan generasi terkini. . Kisah penghuni ngalau atau pemuda Ashabul Kahfi dalam QS al-Kahfi ayat 9-26 memiliki fungsi edukatif yang sangat berharga dalam suatu proses penanaman nilai-nilai ajaran Islam. Oleh karena itu, Islam menjadikan kisah sebagai salah satu metode dalam pembelajaran supaya bisa dijadikan contoh oleh generasi setelahnya, seperti kisah pemuda yang berjuang mempertahankan keyakinan agamanya yang patut dicontoh oleh generasi atau pemuda masa kini
. Penulis menggunakan metode analisis. Karena penelitian ini termasuk dalam penelitian perpustakaan (Library Research), maka merujuk pada literature buku, penulis menggunakan kitab-kitab tafsir dan buku yang berkaitan dengan kisah Ashabul Kahfi, generasi terkini dan penafsiran Buya Hamka mengenai Ashabul Kahfi dan relevansinya dengan generasi terkini. Penggunaan data primer merajuk kepada tafsir al-Qur’an yaitu yang lebih dikenal dengan Tafsir Al-Azhar karangan Prof. DR. H Abdulmalik Abdulkarim Amrullah (Buya Hamka) Sedangkan penggunaan data sekunder merujuk pada kitab tafsir serta bukubuku yang ada kaitannya dengan pembahasan ini, seperti dalam buku generasi ke generasi yang membahas mengenai ruang lingkup generasi terkini.Hamka mengartikan bahwa pemuda Ashabul Kahfi memiliki sifat tawadhu’, ikhtiar, tawakkal, istiqamah, zuhud, sabar, keberanian yang seharusnya dicontoh oleh generasi terkini yang cenderung memiliki sifat yang dikenal sebagai the native gadget yang jauh dari sifat para pemuda Ashabul Kahfi
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Pengaruh frekuensi pemberian pakan dengan jenis daun Murbei (Morus spp) yang berbeda terhadap pertumbuhan ulat, mutu kokon dan mutu Filamen Sutera Bombyx mori L
PERAWATI (,.1. 201 95 1269), Pengaruh Frektensi Pemberian Pakan der ,an jenis Dann Murbei (Morus spp) yam Berbeda terhadap Pertumbuhan Ulat, Mutu Ikon, clan Mutu Filamen Sutera Bombyx mori L ( Di bawah bimbirgan K HTINDARICO SUGONDO dan MOCHAMMAD HAD])
Penelitian mengenai pengaruh frekuensi pemberian pakan dengan jenis daun murbei (Moms spp) yang berbeda terhadap pertumbuhan ulat, mutu kokon, dan mutu filamen sutera Bombyx f orE L dilaksanakan di PPUS Candiroto, Temanggung, pada. bulan April sampai dengan Mei 1999. Ulat. sutera adalah satu dari sekian serangga domestik yang mempunyai kernamptian untuk menghasilkan serat sutera yang mempunyai nilai kornersial. Ulat ini pertama kali ditemukan dan diusahakan di Cina, namun di daerah asalnya. ini ulat sutera. hanya dapat dipelihara. 2 ka/i dalam setahun sesuai dengan waktu panen murbei yang merupakan satu¬satunya makanan ulat sutera. Di Indonesia murbei dapat dipanen sepatliang tahun, namun ternyataproduksi benang sutera kita masih sangat rendah. Beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain adalah teknik pemeliharaan dan kualitas daun murbei. Kuaiitas daun yang baik dan teknik pemeliharaan yang tepat akan menghasilkan produksi sutera yang tinggi, karena itu perlu diketahui jenis dawn dan teknik pemeliharaan yang paling tepat dengan mempertimbangkan efisiensi tenaga, waktu dan biaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh frekuensi pemberian pakan yang berbeda dengan berbagai jenis daun murbei terhadap pertuntbuhan ulat, mutu kokon dan mutu filamen; menentlikan frekuensi pemberian pakan dan jenis dam murbei yang paling tepat untuk menghasilkan pertumbuhan ulat, mutu kokon dan mutu filamen yang paling balk; seta mengkaji hubungan pengaruh ka.dar nutrisi dalam berbagai jenis dam murbei yang digunakan lerhadap pertumbuhan ulat, mutu kokon dan mutu filamen. Frekuensi pemberian pakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 3X sehari dan 4X sehari dan menggunakan 5 =cam jenis daun murbei yaitu Morus cathayana, kanva, multicaulis, nigra dan M hibrid SFR 4 X LUN 109. Hasil pengarriatan dianalisis dengan menggunakan ANOVA dan uji
lanjut Duncan pada taraf nyata 95%, serta uji korelasi-regiesi berganda pada taraf nyata. 95% untuk pengaruh kandungan air, karbohidrat dan protein dalam daun murbei terhadap pertumbuhan ulat, mutu kokon dan mutu filatnem
Hasil dari penelitian ini .adalah bahwa tidak ada perbedaart hasil antara frekuensi pemberian pakan 3X dan 4X balk pada. pertumbuhan ulat, mutu kokon maupun mutu filamen sitter& Perbedaan hash terlihat oleh pengaruh jenis daun, kecuali pada rendemen pemeliharaan, jenis daun juga tidak menunjukkan perbedaan !Iasi!. Pada pertumbuhan ulat, hibrid ASTIA 4 X LUN 109 menunjukkan pertumbuhan ulat yang paling tinggi yaitu panjang 2,33 cm dan berat 0,153 g pada instal- III, panjang 4,48 cm data berat 0,82 g pada instar IV, panjang 8,17 cm dan berat 4,926 g pada instar V dan panjang 7,2 cm dan berat 4,535 g pada saat ulat akan mengokon. Pemberian pakan denganM hibrid SH4 4 K LUN 109 juga menunjukkan hasil mutu kokon yang paling baik yaitu dengan berat kokon 2,422 g panjang kokon 3,65 cm dan diameter kokon 2,12 cm, kecuali persentase berat kulit kokon tertinggi pada. M nigra yaitu 21,79%. Pada mutu tilarnen, M hibrid SHA, 4 X LEI N 109 memberikan hash yang terbaik, yaitu dengan days gulung 66,18%, tebal filamen 3,86 denier dan panjang filamen 1059,33 m dan diikuti oleh kelompok M. nigra dengan daya gulung 57,58%, tebal filamen 3,65 denier dan panjang filamen 1086,67 m. Berda.sarkan hasil analisis gizi daun murbei, kadar air tertinggi pada daun hibrid SHA 4 X LUN109 yaitu 76,26%, kadar protein tertinggi pada. M. nigra, sebesar 6,76% dan kadar karhohidrat tertinggi pada M. cathayana. Dari hasil parameter pertumbuhan ulat, mutu kokon dan mutu filamen dapat disimpulkan bahwa daun murbei yang mempunyai kandungan air dan protein yang tinggi memberikan hasil pertumbuhan ulat, mutu kokon clan. mutu filamen yang baik
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
