1,733,224 research outputs found

    TARI DEWA AYU DI DESA PEMUTERAN KECAMATAN GEROKGAK KABUPATEN BULELENG

    Full text link
    Tari Dewa Ayu adalah tari sakral sebagai ucapan puji syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang dipentaskan di pura yang ada di Desa Pemuteran. Tari Dewa Ayu ini dikenal oleh masyarakat Desa Pemuteran dengan sebutan Madewa Ayu. Keunikan tari Dewa Ayu apabila dilihat dari jumlah penari tidak terbatas, begitu juga usia maupun jenis kelaminnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan didukung oleh teori, yaitu teori estetika, teori struktural, dan teori fungsional. Keseluruhan data yang disajikan dalam penelitian ini, diperoleh dengan beberapa teknik penelitian yaitu teknik wawancara, teknik observasi, dan teknik studi kepustakaan. Keseluruhan data tersebut disajikan secara diskriptif kualitatif. Penelitian mengenai tari Dewa Ayu ini, menjelaskan mengenai awal mula, bentuk, dan fungsi. Keberadaannya semenjak beberapa masyarakat Seraya membuat pemukiman baru di Desa Pemuteran. Keadaan saat ini masyarakat Seraya semakin banyak, ini merupakan dampak dari urbanisasi besar-besaran dari kejadian meletusnya Gunung Agung Tahun 1961 di Karangasem. Keberadaan masyarakat Seraya di Desa Pemuteran membawa sebuah kesenian yaitu seni tari Dewa Ayu. Dilihat dari bentuk tarian ini tergolong ke dalam tarian massal. Tari ini berfungsi dalam upacara Dewa Yadnya dan Manusa Yadnya. Tari Dewa Ayu menggunakan properti keris, yang memiliki makna purusa dan penari itu sendiri sebagai pradana, maka penarinya disebut Dewa Ayu. Kata Kunci : Tari Dewa Ayu, awal mula, bentuk, dan fungsi

    Sistem Informasi Penggajian Pegawai Di CV. Karya Dewa Teknik Bandung

    No full text
    Pada saat ini teknologi komputerisasi semakin berkembang, maka dari itu dalam sebuah perusahaan pada saat ini sangat dibutuhkan suatu sistem komputer apabila suatu perusaahaan tidak menggunakan sistem komputer rasanya sangat sulit untuk dapat bersaing dengan perusahaan lain. Pengolahan gaji pada CV. Karya Dewa Teknik Bandung masih dilakukan secara manual dalam perhitungan serta pencatatannya, dengan kata lain Sistem Informasi Penggajian di CV. Karya Dewa Teknik Bandung pada saat ini kurang baik. Maka dari itu dengan dibuatnya Sistem Informasi ini penulis berharap CV. Karya Dewa Teknik Bandung dapat lebih baik dalam melakukan sistem informasi Penggajian Karyawannya. Dalam perancangan Sistem Informasi Penggajian ini penulis menggunakan metode deskriptif. Dengan melakukan pengamatan, pengumpulan data dan mendeskripsikan peristiwa yang terjadi di tempat penelitian. Sedangkan metode pengembangan sistem yang digunakan penulis adalah prototipe. Selain itu penulis juga menggunakan perangkat lunak NetBeans IDE 6.9.1 sebagai bahasa pemrogramannya dan MySQL sebagai databasenya. Hasil akhir dari penelitian ini adalah membangun suatu Sistem Informasi Penggajian pada CV. Karya Dewa Teknik Bandung yang berfungsi untuk membantu Bagian Keuangan dalam melakukan perhitungan gaji agar lebih akurat juga mampu memberikan informasi kepada semua karyawan dan pemimpi

    Sistem Informasi Penggajian Pegawai Di CV. Karya Dewa Teknik Bandung

    No full text
    Pada saat ini teknologi komputerisasi semakin berkembang, maka dari itu dalam sebuah perusahaan pada saat ini sangat dibutuhkan suatu sistem komputer apabila suatu perusaahaan tidak menggunakan sistem komputer rasanya sangat sulit untuk dapat bersaing dengan perusahaan lain. Pengolahan gaji pada CV. Karya Dewa Teknik Bandung masih dilakukan secara manual dalam perhitungan serta pencatatannya, dengan kata lain Sistem Informasi Penggajian di CV. Karya Dewa Teknik Bandung pada saat ini kurang baik. Maka dari itu dengan dibuatnya Sistem Informasi ini penulis berharap CV. Karya Dewa Teknik Bandung dapat lebih baik dalam melakukan sistem informasi Penggajian Karyawannya. Dalam perancangan Sistem Informasi Penggajian ini penulis menggunakan metode deskriptif. Dengan melakukan pengamatan, pengumpulan data dan mendeskripsikan peristiwa yang terjadi di tempat penelitian. Sedangkan metode pengembangan sistem yang digunakan penulis adalah prototipe. Selain itu penulis juga menggunakan perangkat lunak NetBeans IDE 6.9.1 sebagai bahasa pemrogramannya dan MySQL sebagai databasenya. Hasil akhir dari penelitian ini adalah membangun suatu Sistem Informasi Penggajian pada CV. Karya Dewa Teknik Bandung yang berfungsi untuk membantu Bagian Keuangan dalam melakukan perhitungan gaji agar lebih akurat juga mampu memberikan informasi kepada semua karyawan dan pemimpi

    KARYA ILMIAH : KARYA SENI MONUMENTAL“Rejang Dewa”

    No full text
    Tari Rejang Dewa merupakan tari berkelompok dan salah satu tari wali di Bali. Tari wali merupakan sekelompok tarian yang berfungsi untuk mengiringi upacara keagamaan di Bali dan tari ini dipentaskan khusus di halaman yang paling suci di Pura. Di dalam karya ini mengambil adegan wiraga ngayab dengan posisi tangan kanan di atas dengan telapak tangan menghadap ke depan, tangan kiri menyentuh siku dan posisi kaki tampak sirang pada yaitu pada posisi agem kanan dan berat badan berada di tubuh sebelah kanan. Ngayab merupakan wiraga yang disimbolkan untuk memohon rahmat Tuhan Yang Maha Esa dengan sarana upacara atau sesajen di mana penari dalam posisi melingkar bergerak ke kanan mengelilingi penari di tengah yang menggambarkan keseimbangan Bhuana Alit (dalam diri manusia) dan Bhuana Agung (alam semesta). Secara teknis, menggunakan teknik slow motion untuk menghasilkan efek gerak dari gerakan penari yang melingkar. Bagi saya keseimbangan alam semesta tersebut terbentuk dari efek artistik yang muncul, serta terdapat fokus penari Rejang Dewa di tengah-tengah lingkaran sebagai focus of interest. Penari yang fokus di tengah seakan menari di dalam pusaran angin tornado yang dasyat memanjatkan doa untuk keseimbangan alam semesta ini. Pemotretan menggunakan speed ¼ detik, diafragma f/5.6, ISO 500, dan tripod untuk mencegah getaran tangan pada saat memotret. Pengolahan foto pasca pemotretan dilakukan dengan proses editing pada piranti lunak dalam komputer yaitu Adobe Photoshop CS. 3 dengan fitur contrast untuk memberikan kontras pada gambar yang dihasilkan, burning untuk menggelapkan background agar objek menjadi fokus perhatian, dan cropping untuk penyempurnaan komposisi pada gambar. Kata-kata Kunci: Tari Rejang Dewa, Slow motion, Pengolahan fot

    DAMPAK PANDEMI COVID 19 TERHADAP MOTIVASI LATIHAN TAEKWONDO DI DOJANG JALA DEWA

    Full text link
    Olahraga merupakan hal yang harus tetap dilakukan pada masa covid-19 ini karna aktivitas gerak juga hal yang penting untuk meningkatkan kebugaran tubuh. Merebaknya virus corona (covid-19) menyebabkan PSBB, sehingga aktivitas dibatasi dan banyak fasilitas umum ditutup. Kejuaraan ditunda dan di batalkan. Kondisi seperti ini motivasi atlet akan terpengaruh untuk berlatih karena tidak ada target yang dicapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi latihan para taekwondoin dojang Jala Dewa pada masa pandemi covid-19. Metodeyang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, mengumpulkan data melalui kuisioner yang disebarkan menggunakan google form online. Topik penelitian ini adalah para taekwondoin yang mengikuti latihan di Dojang Jala Dewa dengan jumlah 33 anak umur 14-18 tahun. Penelitian ini menggunakan kuisioner motivasi yang sudah di validasi oleh expert judgement. Kuisioner ini dilakukan untuk menjawab motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik yang memiliki 6 indikator yang meliputi fisik, minat, bakat, lingkungan, sarana prasarana, dan imbalan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa taekwondoin di Dojang Jala Dewa yang memiliki kategori motivasi berlatih sangat tinggi 45%, kategori tinggi 55%, kategori sedang 0%, kategori rendah 0%, dan kategori sangat rendah 0%. Dapat disimpulkan bahwa motivasi latihan taekwondo di Dojang Jala Dewa masuk dalam kategori tinggi untuk berlatih pada masa pandemi covid-19 ini.kata kunci : Covid-19, taekwondo, motivas

    Dewa Ganesha (dewa ilmu pengetahuan)

    No full text
    Ganesha sebagai dewa yang berwajah gajah memiliki makna filosofi yang mendalam. Gajah dianggap sebagai hewan yang memiliki intelegensi tinggi dibandingkan hewan lainnya. Tubuhnya yang besar melambangkan sebagai tempat berlindung dan kekuatannya mampu dijadikan andalan bagi yang meminta perlindungannya. Kakinya yang besar, mampu membuka jalan yang tertutup semak-semak. Oleh karena itu, Ganesha dijadikan dewa penghalang marabahaya atau rintangan (vighna), sehingga Ganesha juga disebut sebagai penghalau rintangan dan marabahaya (Vighneswara). Sebagai Dewa Ilmu Pengetahuan, Ganesha digambarkan membawa mangkuk (patta) yang berisi ilmu pengetahuan. Belalainya selalu masuk ke dalam mangkuk tersebut untuk menghirup ilmu yang seakan-akan tidak ada habisnya. Berdasarkan konsep keagamaan, Ganesha memiliki kekuatan atau sakti yang diwujudkan dalam bentuk kecerdasan atau buddhi, sehingga Ganesha juga disebut sebagai “buddhipriya” atau suami dari kecerdasan. Masyarakat pemuja Ganesha yang ingin anaknya memiliki kecerdasan atau seorang siswa yang ingin mendapat berkah, selalu memuja Ganesha. Mengingat kedudukannya sebagai dewa ilmu pengetahuan, maka beberapa institusi pendidikan menjadikan Ganesha sebagai lambangnya. (sumber: kemdikbud.org.id

    Musik Dewa-Dewa Dalam Upacara Erau Pelas Benua Di Guntung Kota Bontang Kalimantan Timur

    No full text
    Erau Pelas Benua Guntung adalah sebuah upacara ritual yang pelaksanaannya dilaksanakan oleh masyarakat Kutai Guntung Bontang Kalimantan Timur. Erau berlangsung selama tujuh hari. Dalam upacara ini ritual Erau tidak bisa dilaksanakan apabila belum diadakannya ritual Pelas Benua. Pelas Benua adalah sebuah ritual mengelilingi empat penjuru mata angin di daerah Guntung sebagai wujud untuk membersihkan dari hal-hal negatif. Ritual ini menggunakan musik dewa-dewa sebagai pengiring belian berkomunikasi dengan dewa semega yaitu dewa yang menguasai alam semesta. Penelitian ini menggunkan metode kualitatif dengan prespektif Etnomusikologi. Musik dewa-dewa adalah musik ritual yang khusus digunakan dalam prosesi Pelas Benua. Musik dewa-dewa adalah sebuah ansambel yang terdiri dari intrumen Klentangan, Gong, Gendang dan Gimar. Fungsi musik dewa-dewa dalam upacara ini ada tiga yaitu adalah sebagai sarana komunikasi, sebagai fungsi ritual, dan sebagai respon fisik. Bentuk penyajian musik dewa-dewa selalu tidak terlapas dari konteks upacara Pelas Benua dan disajikan secara Ansambel

    Potensi Ekstrak Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) Sebagai Antioksidan Dalam Pengaturan Profil Lipid Darah Mencit

    Full text link
    The objective of this study was to know the effect of mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) fruit's extract as antioxidant on regulation of mice lipid profile. The specific objective focused on the decreasing effects of cholesterol total level and cholesterol-LDL level on mice. This research used Completely Randomized Design in 30 male mice on 20-25 gram body weight, which divided into 5 groups and gave 6 times treat repetition. Group of treatment were divided into two parts. First, two groups for control, which contains of negative control (PO-) and positive control (PO+). Negative control is group which given standard feed and water and positive control is group which given high fat feeding and water. Secondly, three groups treated by high fat feeding and mahkota dewa fruit's extract (P1, P2, P3) by orally for five weeks with doses 25, 50, 100 mg/kg body weight, respectively. The blood samples taken by intracardial. The data were analyzed by ANOVA and Duncan's test to compare group. Based on the data analysis, there were a significance differences (p < 0,05) between group. The results of this study showed that there was significant difference in total cholesterol and LDL cholesterol blood levels decreased in on mice with high fat feeding (PO+, P1 and P2), whereas in PO- and P3 group (p>0,05) was no significant. In conclusion, the best effect to decrease total cholesterol and LDL cholesterol blood levels can be achieved by dose of 100 mg/kg body weight Keywords: Extract of mahkota dewa fruit's, Total cholesterol, LDL cholestero

    MANIFESTASI KEPERCAYAANNYA MASYARAKAT JEPANG TERHADAP DEWA EBISU

    Full text link
    Besides being famous for its technological advances, Japan is also famous as the land of gods because there are many mythologies about gods in Japan and one of the famous Gods is the God Ebisu. Ebisu is a god of Luck who is still believed to exist by the people of Japan. Based on the enthusiasm of the Japanese people towards the God Ebisu, the author wanted to conduct research with the aim to determine the manifestation of the belief of the Japanese people to the God Ebisu and the embodiment of the God Ebisu in Japanese pop culture. The method used by the author in this study is a qualitative method with a descriptive approach the results of this study is the discovery of some manifestations of the belief of the Japanese people to the God Ebisu that is praying,idols and Matsuri. The first manifestation is to pray to the God Ebisu, this is the most frequent manifestation of Japanese society because it is a manifestation that is considered the most practical. The second is an idol, the Japanese people believe in the blessing of the God Ebisu and his protection they can also get in the form of an object. The last is Matsuri, this Matsuri activity is essentially an activity to invite gods or welcome the presence of Gods, by presenting all the dishes that exist and by showing an attitude of devotion to the Gods in order to get guidance and blessings. The embodiment of the God Ebisu in Japanese popular culture is in the form of a character who has the basis of the God Ebisu. The depiction of Ebisu\u27s form and nature in popular culture has undergone changes when compared to the form and nature of Japanese folk mythology. The existence of this change in depiction is also felt to function as a form of adaptation of the Times. Keywords: Beliefs, Japanese Society, Mythology, EbisuSelain terkenal dengan&nbsp; kemajuan teknologinya, Negara Jepang terkenal juga sebagai negri para dewa dikarenakan terdapat banyak mitologi tentang dewa di Jepang dan salah satu dewa yang terkenal adalah dewa Ebisu. Ebisu adalah dewa keberuntungan yang saat ini masih dipercayai keberadaan nya oleh masyarakat Jepang. Didasari dengan antusiasme masyarakat Jepang terhadap dewa Ebisu, penulis hendak melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui manifestasi kepercayaanya masyarakat Jepang kepada dewa Ebisu dan perwujudan dewa Ebisu pada budaya pop Jepang. Adapun metode yang digunakan oleh penulis pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif Hasil dari penelitian ini ialah ditemukannya beberapa manifesstasi dari kepercayaannya masyarakat Jepang kepada dewa Ebisu yaitu berdoa,berhala dan Matsuri. Manifestasi yang pertama adalah berdoa kepada dewa Ebisu, ini merupakan manifestasi yang paling sering dilakukan masyarakat Jepang dikarenakan ini merupakan manifestasi yang dirasa paling praktis. Kedua yaitu Berhala, masyarakat Jepang mempercayai kerbekahan dari dewa Ebisu dan perlindungan nya dapat mereka dapatkan juga dalam wujud berbentuk sebuah benda. Terakhir adalah Matsuri, Kegiatan Matsuri ini pada hakikatnya merupakan suatu kegiatan untuk mengundang Dewa atau menyambut kehadiran Dewa, dengan menyajikan segala sajian yang ada dan dengan menunjukkan sikap mengabdikan diri pada dewa agar mendapatkan petunjuk dan berkah. Adapun perwujudan dari dewa Ebisu pada budaya popular Jepang yaitu berupa karakter yang memiliki dasar dewa Ebisu. Penggambaran wujud dan sifat Ebisu pada budaya popular telah mengalami perubahan apabila dibandingkan dengan wujud dan sifat pada dari mitologi rakyat Jepang. Adanya perubahan penggambaran ini juga dirasa berfungsi sebagai bentuk adaptasi zaman. Kata Kunci: Kepercayaan, Perwujudan, Mitologi, Ebis

    Mahkota Dewa ; Budidaya Dan Pemanfaatan Untuk Obat

    No full text
    Buku ini berisi penjelasan mengenai tanaman mahkota dewa, klasifikasi dan morfologi mahkota dewa, kandungan kimia dan hasil penelitian praklinis, prospek pengembangan usaha, mahkota dewa, pemanfaatan mahkota dewa sebagai obat, ramuan mahkota dewa kandungan racun mahkota dewa, beberapa contoh produk olahan, beberapa pengalaman penggunaaan mahkota dewa sebagai obat herbal. Kemudian dijelaskan juga teknik budidaya mahkota dewa meliputi persiapan dan pengolahan lahan, pengadaan bibit, penanaman, perawatan, penanggulangan hama penyakit, panen dan pascapanen serta analisis usaha budidaya mahkota dewa.88 Ha
    corecore