1,728,849 research outputs found
Gema Saraswati
Deskripsi karya :
Kemasyuran Dewi Saraswati sebagai Dewi Ilmu Pengetahuan dan saktinya Dewa Brahma semakin menjadi idola kebanggaan bangsa-bangsa di manca Negara. Pemujaan terhadap Dewi Saraswati yang rutin dilakukan oleh Umat Hindu setiap Sabtu Legi Wuku Watugunung, tampaknya memberi berkah dan keyakinan kepada umat manusia dalam hal penguasaan ilmu pengetahuan baik teori maupun praktek.
Masuknya seni budaya luar yang ingin bergabung dengan budaya lokal tidak seluruhnya bisa dilaksanakan, terkadang ada benturan-benturan yang harus diwaspadai oleh masyarakat lokal, karena nilai-nilai adat budaya lokal perlu dilestarikan dan dikembangkan tanpa menghilangkan pola-pola tradisi yang telah diwariskan secara turun temurun
DESKRIPSI KARYA PRASI DEWI SARASWATI
ABSTRAK
Karya Prasi dengan judul Dewi Saraswati merupakan kerajinan yang erat hubungannya dengan kesusastraan, agama, dan Budaya Bali yang melekat dengan kehidupan masyarakat Bali yang ditulis di atas daun lontar dan bernilai ekonomis. Pemberdayaan masyarakat sekitar perlu dilakukan untuk melatih lebih banyak lagi generasi muda dari masyarakat Desa Sinduwati, Kecamatan Sideman, Kabupaten Karangasem menguasai pengetahuan dan ketrampilan prasi.
Pada umumnya karya-karya sastra menguraikan tentang sesuatu yang agung, yang bersumber dari relegi dan kepercayaan agama Hindu, salah satunya Dewi Saraswati yang dipercayai sebagai Dewi ilmu Pengetahua
ARCA SARASWATI DARI NGANJUK
The Oudheidkundige Dienst photo collection in Nederlandsch-India contains a bronze statue of Saraswati from Nganjuk. The statue is depicted with the attributes of a harp instrument with a relief of makara. If you look at the statue of Saraswati from Nganjuk, it clearly shows a statue of a goddess and not a musical instrument, even though the character of Dewi Saraswati is a harp instrument. In the context of Hinduism, the Saraswati statue is considered the embodiment of truth or the manifestation of the highest beauty and at the same time depicting the truth of religion and philosophy. Therefore, in this study the author does not only look at the musicology side but also from the archeology side, with the approach of texts related to Saraswati. The depiction of the statue of Saraswati from Nganjuk not only shows the depiction of Saraswati as the goddess of art but as a symbol of the goddess of water as well. Therefore, the statue of Saraswati from Nganjuk shows a symbol of worshiping the goddess Saraswati as the goddess of water and arts
Perancangan Media Komunikasi Visual Sebagai Sarana Promosi SD Saraswati 2 Denpasar
Abstrak
Kebutuhan akan pendidikan di zaman sekarang ini sangat diperluakan, hal tersebut memaksa masyarakat untuk mencari sekolah-sekolah yang berkualitas dan dapat menghasilkan lulusan yang dapat bersaing di era globalisasi ini. Oleh
karena itu perlu didapatkannya sekolah yang dapat menghasilkan lulusan berkualitas sejak dini.
SD Saraswati 2 Denpasar merupakan bagian dari Yayasan Saraswati pusat yang berlokasi di jalan Gadung no 28A Denpasar. SD Saraswati 2 Denpasar ini termasuk salah satu sekolah yang berkualitas yang dapat menghasilkan muridmurid
yang tidak hanya pintar dalam bidang akademis saja melainkan juga kreatif dalam bidang non akademis. Hal ini disebabkan karena di SD Saraswati 2 Denpasar tersebut terdapat banyak macam kegiatan ekstra kurikuler dari kegiatan olah raga sampai dengan kegiatan kesenian, inilah yang menyebabkan muridmurid leluasa memilih kegiatan ekstra yang disukainya sehingga bakat yang dimiliki dapat terasah dengan baik.
Dengan menambah media promosi yang lebih informatif dan menarik agar dapat meyakinkan masyarakat untuk bersekolah ataupun menyekolahkan anak mereka disana. Mengingat SD Saraswati 2 ini sendiri tidak punya cukup banyak media komunikasi visual (hanya sebatas papan nama saja), oleh sebab itu perlu ditambahkan lagi beberapa media komunikasi visual yang mampu mendukung proses promosi SD Saraswati 2 Denpasar.
Kata Kunci : Desain, Media Komunikasi Visual, Promosi, SD Saraswati 2 Denpasar
Data for Presence of Access Roads Results in Reduced Growing Season Carbon Uptake in Adjacent Boreal Peatlands
Field measured CO2 and CH4 fluxes collected in 2016 and 2017 using the closed chamber method from study sites (bog and fen). Along with fluxes, water table position, peat temperature at 5 cm below the surface, and vegetation cover were measured
TARI SARASWATI
Tari Saraswati diciptakan sebagai simbolisasi misi dan visi ISI Yogyakarta yang tersirat maupun tersurat pada Logo ISI Yogyakarta dan penjabarannya. Tarian ini diciptakan pada tahun 2009 dan pertama kali dipergelarkan dalam peristiwa Dies Natalis ISI Yogyakarta yang berlangsung tanggal 30 Mei 2009. Awal diciptakan tari Saraswati diprakarsai oleh Rektor ISI Yogyakarta pada kala itu Prof. Dr. Soeprapto Soedjono, M.FA yang dibantu oleh Pembatu Rektor I yakni Prof. Dr. A.M Hermien Kusmayati, S.ST, SU dan Pembantu Rektor II yakni Drs. Siswadi, M.Hum, sebagai penasehat artistik.
Tari Saraswati merupakan tari berbentuk bedhayan yang didukung oleh tujuh orang penari putri. Tarian ini diciptakan oleh Dra. Sri Hastuti, M.Hum dan Dr. Darmawan D., M.Sn. Iringan dari sajian tari Saraswati disusun oleh Drs. Sunyata, M.Sn. Dalam bidang tata rias tari Saraswati ditangani oleh Legiman, S.Sn untuk mendesain rias yang selaras dengan karakter Dewi Saraswati. Di samping itu, tata busana dirancang oleh Dra. M.G Sugiarti, M.Hum. Pada tahun 2010 terjadi pengalihan tanggung jawab mengenai tata rias yang diserahkan kepada Dra. Erlina Pantja S.,M. Hum.
Latar Belakang Ide Penciptaan adalah
Visualisasi dari sosok Dewi Saraswati dengan tubuh tinggi semampai dan kecantikan yang sempurna melengkapi citra dari sosok dewi pengetahuan dan seni. Melalui citra tersebut sosok Dewi Saraswati ditafsirkan oleh koreografer sebagai simbolisasi dari kesempurnaan dan keindahanmakhluk swargaloka sebagai manifestasi alam spiritual, sumber etika, sumber ilham, ide, dan kreatvitas. Di sisi lain nilai-nilai dan makna yang tertuang pada jabaran lambang ISI Yogyakarta divisualisasikan dengan wujud Saraswati yang berdiri dengan anggun, disangga angsa dengan bulu-bulu sayap yang mengembang dan menaungi dari substansi lambang ISI Yogyakarta. Lambang itu menyiratkan keseimbangan antara intelektualitas dan estetika, cita-cita yang mulia dengan berpijak pada budi pekerti yang luhur.
Bersandar pada latar belakang itu, tercetus ide penciptaan yang menggiring kreativitas koreografer untuk menetapkan tema Tari Saraswati. Garis besar dari divisualisasikannyatari Saraswati sebagai manifestasi spiritualitas anugerah Tuhan yang dikaruniakan kepada manusia dalam bentuk ilham. Ilham yangdianugrahkan oleh Tuhan kepada manusia itulah yangmenjadikan manusia dapat menciptakan karya-karya seni. Namun, sebagai manusia biasa tentu tidak terlepas dari rintangan dan konflik senantiasa melingkupi dirinya, baik konflik dengan dirinya maupun dengan lingkungannya. Pada akhirnya, dirinya sebagai insan yang telah dikarunia talenta dalam bidang seni menemukan jati dirinya dan ia berkiprah secara penuh dibidangnya masing-masing. Tari Saraswati dikoreografikan menyiratkan empat hal, dimanifestasikan dalam bagian. Bagian pertama menggambarkan Saraswati sebagai simbolisasi alam spiritual, alam inspirasi, alam hikmah, dan alam ilham. Bagian kedua disebut adegan mangu-mangu menggambarkan alam manusia yang mempunyai cita-cita, mempunyai keinginan berkarya, namun tidak terlepas konflik dengan diridan lingkungannya yang akhirnya dapat diatasi.Pada bagian ketiga disebut makarya golong gilig, menggambarkan insan-insan seni sedang berkarya dalam kapasitasnya masing-masing dalam naungan keluarga besar ISI Yogyakarta yang mengakomodasi keragaman maupun kebhinekaan dengan tetap bersandar pada budi pekerti yang luhur. Bagian keempat adalah adegan kapang-kapang golong gilig, menggambarkan keyakinan diri menuju cita-cita dengan melangkah secara pasti mengemban sebagai insan seni
Karawitan Tari Saraswati ISI Yogyakarta Karya Sunyata
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses kreatif Sunyata dalam menciptakan Karawitan Tari Saraswati. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Sunyata adalah seorang komposer karawitan yang menciptakan Karawitan Tari Saraswati. Sunyata lahir pada tanggal 26 Mei 1959 di Dusun Daguran, Glagahwangi, Polanhardjo, Klaten Jawa Tengah. Bakat kreatif dan keterampilan seninya diperoleh dari lingkungan keluarga, pendidikan akademik, dan pengalaman proses pengkaryaan di berbagai tempat. Berbekal dari kemampuannya, Sunyata mampu menciptakan komposisi Karawitan Tari Saraswati yang digunakan sebagai iringan Tari Saraswati. Karawitan Tari Saraswati diciptakan sebagai pengiring Tari Saraswati yang merupakan salah satu identitas Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Karawitan Tari Saraswati merupakan patner Tari Saraswati yang tidak bisa disajikan sendiri-sendiri. Keberadaan Karawitan Tari Saraswati menjadi sangat penting karena selalu disajikan dalam Sidang Senat Terbuka Institut Seni Indonesia. Karawitan Tari Saraswati dibuat dengan inspirasi dari garap karawitan tradisi, sehingga terdapat garap yang menyerupai karawitan tradisi dan garap yang menyimpang dari karawitan tradisi. Karawitan Tari Saraswati terdiri dari tujuh bagian dengan garap ricikan dan garap vokal. Karawitan Tari Saraswati memiliki beberapa bentuk gending dan garap khusus pada ricikan gamelan dan vokal yang digunakan.
Kata kunci: Karawitan, Saraswati, ISI Yogyakarta, proses kreatif, garap
The struggle of my life autobiography of Swami Sahajanand Saraswati
Sahajanand Saraswati (1889-1950) was a man of many parts. Monk, scholar, freedom fighter, and leader of the peasant movement, he made an impact in all these spheres. His autobiography, 'Mera Jeevan Sangharsh' ('The Struggle of My Life'), is an account of his life and his attempts to reform the ills besetting his country, in religion and in politics, and in doing so, it sheds light on a number of significant periods in the history of the natio
KARYA ILMIAH: KARYA SENI MONUMENTAL “Saraswati”
Abstrak :
Judul Karya “Saraswati” ini merupakan karya dalam bentuk seni prasi. Sumber ide dari pembuatan karya ini adalah dilihat pemaknaan dari Dewi Saraswati itu sendiri. Dalam kepercayaan agama Hindu, Dewi Saraswati merupakan lambang dari Ilmu Pengetahuan dan Seni. Dewi Saraswati digambarkan sebagai sosok wanita cantik, dengan kulit halus dan bersih, merupakan perlambang bahwa ilmu pengetahuan suci akan memberikan keindahan dalam diri. Dewi saraswati digambarkan memiliki empat lengan yang melambangkan empat aspek kepribadian manusia dalam mempelajari ilmu pengetahuan: pikiran, intelektual, waspada (mawas diri) dan ego.
Kata Kunci : Saraswati, Seni Pras
ETNOGRAFI KOMUNIKASI DALAM RITUAL HARI RAYA SARASWATI DI PURA SARASWATI IAHN GDE PUDJA MATARAM
ABSTRACTSaraswati Day is a holy day of respect to Goddess Saraswati which falls every 210 days. Dewi Saraswati as the goddess of knowledge who is believed to provide sacred knowledge for mankind to achieve prosperity, prosperity, and the ultimate goal of man, namely Moksa. This study uses a qualitative method of ethnographic studies of communication and uses a constructivist paradigm. Data obtained from participant observation, in-depth interviews, and literature study. Based on the results of the study, it was concluded that the communicative situation that occurred in the Saraswati ritual at the Saraswati Temple IAHN Gde Pudja Mataram was an atmosphere created by wisdom, joy, sacredness, good cooperation, and full of hope. Communicative events describe sequentially the process of the Saraswati ritual from the beginning to the end of the ceremony.Keywords: Ethnography, Communication, Ritual, Saraswat
- …
