1,724,969 research outputs found

    Sholihah, Walidatush

    No full text

    AKURASI PENERAPAN KONSEP HARGA WAJAR NILAI KONTRAK EMAS DI PT. EQUITYWORLD FUTURES

    Full text link
    The purpose of writing this final task is to know the ins and outs of the world of commodities trading at the Exchange and to know how Accuracy Application Concept Fair Price Contract Value Gold PT. XYZ. To achieve this objective data analysis methods used by the author is horizontal analysis with technical analysis of time series analysis by comparing the fair price data last 3 years in a row is the period of 2012 through 2014. The object of writing taken by the authors is the Fair Price data analysis to determine how the accuracy of the Company's Reasonable Price. The location was chosen author is PT. XYZ Trillium Office & Residence, Jl. Pemuda No. 108-116 Surabaya. The results showed that the accuracy of PT. XYZ is quite illiquid despite a decline from year to year, but the decrease was not significant. Reasonable Price capabilities PT. XYZ in generating profits also quite good so in the face of possible losses that will occur is very small. Performance management of PT. XYZ is good enough in managing assets. To further improve the situation, the investors and the relevant agencies to pay more attention on how the accuracy of the method reasonable price that has been made by PT. XYZ. Making it easier for investors to trade in the Jakarta Futures Exchange through PT. XYZ

    PANDANGAN DAN SIKAP PEREMPUAN AKTIVIS GENDER DI TULUNGAGUNG TENTANG KRITERIA ISTRI SHOLIHAH

    Full text link
    Hanif Jauhari, 12102173114, Pandangan dan Sikap Perempuan Aktivis Gender di Tulungagung tentang Kriteria Istri Sholihah, Jurusan Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Institut Agama Islam Negeri Tulungagung, 2021, Pembimbing: Dr. Zulfatun Ni’mah, S.H.I., M. Hum. Kata Kunci: Aktivis Gender, Istri Sholihah, Kriteria, Perempuan. Masyarakat Tulungagung memiliki kecenderungan patriarkhi. Hal ini antara lain ditandai oleh dominannya kriteria istri sholihah yang berorientasi pada kepentingan laki-laki. Adapun kriteria istri sholihah menurut pandangan aktivis perempuan belum banyak terpublikasi. Rumusan masalah: 1) Bagaimana pandangan perempuan aktivis gender di Tulungagung tentang kriteria istri sholihah? 2) Bagaimana sikap perempuan aktivis gender di Tulungagung dalam menerapkan kriteria istri sholihah dalam kehidupan bersama suaminya? Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan metode penelitian hukum empiris. Peneliti menggunakan sumber data primer berupa wawancara mendalam dengan narasumber baik melalui media sosial maupun dengan tatap muka. Sumber data sekunder berupa hasil penelitian, hasil karya ilmiah, dan bukubuku yang relevan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan yaitu wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data yang peneliti gunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Teknik pengecekan keabsahan data yang peneliti gunakan yaitu triangulasi. Hasil penelitian: 1) Menurut pandangan para perempuan aktivis gender di Tulungagung, kritreria istri sholihah adalah istri yang taat kepada Allah dengan bersungguh-sungguh beribadah menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, selain itu istri sholihah adalah istri yang tetap patuh dan taat kepada suami, istri boleh melakukan kegiatan diluar rumah tanpa harus meninggalkan kewajibannya sebagai istri. 2) Sikap para perempuan aktivis gender di Tulungagung dalam menerapkan kriteria istri sholihah dalam kehidupan bersama suaminya meliputi; patuh kepada suami, melaksanakan kewajibannya sebagai istri, meminta izin kepada suami apabila hendak melakukan sesuatu, dan mendiskusikan kriteria istri sholihah dengan suaminya guna mendapatkan kesepahaman tentang aturan dan nilai-nilai yang berlaku bagi keluarga

    Penerapan fungsi manajemen dakwah terhadap kemajuan majelis taklim As Sholihah desa Kedungrejo Kedungadem Bojonegoro

    Full text link
    Majelis taklim As Sholihah merupakan salah satu majelis taklim dengan jamaah yang paling banyak yang ada di desa Kedungrejo Kedungadem Bojonegoro. Dengan banyaknya jumlah jamaah, maka Majelis Taklim As Sholihah harus memiliki manajemen yang handal untuk menangani hal tersebut. Alasan penulis mengambil Majelis taklim As Sholihah sebagai obyek penelitian adalah untuk mengetahui sejauh mana penerapan fungsi manajemen dakwah yang diterapkan oleh majelis taklim tersebut dalam mengatur kegiatan dakwahnya sehingga menjadi sebuah majelis taklim yang terorganisir dengan baik. Dalam penelitiannya penulis memfokuskan pada dua rumusan masalah (1) Bagaimana Penerapan Fungsi Manajemen Dakwah Terhadap Kemajuan Majelis Taklim As Sholihah di Kedungrejo Kedungadem Bojonegoro? (2) Apa saja faktor pendukung dan penghambat Penerapan Fungsi Manajemen Dakwah Terhadap Kemajuan Majelis Taklim As Sholihah di Kedungrejo Kedungadem Bojonegoro? Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kualitatif, adapun sumber datanya yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primernya yaitu hasil wawancara dengan Ibu Nur Qomariyah sebagai ketua Majelis Taklim As Sholihah dan wawancara dengan Ibu Siti Mutmainah sebagai sekretaris Majelis Taklim As Sholihah sedangkan sumber data sekundernya yaitu dari arsip atau dokumen Majelis Taklim As Sholihah. Metode pengumpulan data yang digunakan penulis adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Majelis Taklim As Sholihah telah menerapkan fungsi manajemen dakwah dalam melaksanakan kegiatannya mulai dari perencanaan dakwah (takhtith), fungsi ini dilakukan dengan mengadakan rapat bersama, selanjutnya menentukan program kerja yang akan dilaksanakan. Yang kedua pengorganisasian dakwah (tanzhim), fungsi ini diterapkan untuk pembagian tugas dan tanggung jawab kepada semua pengurus, yang ketiga penggerakkan dakwah (taujih), fungsi ini diterapkan untuk a) memberikan pengarahan b) memberikan inspirasi c) membangun komunikasi ,fungsi yang keempat yaitu pengawasan dakwah (riqabah), fungsi ini diterapkan oleh pengurus Majelis Taklim As Sholihah untuk mengawasi kegiatan yang dilakukan setiap program yang dilakukan pengurus Majelis Taklim As Sholihah, evaluasi diterapkan dengan mengadakan rapat rutin dan penilaian pasca kegiatan. Adapun faktor pendukung yaitu perencanaan yang terstruktur, pembagian kerja, pemberian motivasi, adanya dukungan dari masyarakat, sedangkan faktor penghambatnya yaitu sarana pra sarana kurang lengkap dan kurangnya pengawasan

    PERANAN MAJLIS TAKLIM RIYADUS SHOLIHAH TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN KELUARGA

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya majlis taklim yang bermunculan di masyarakat namun banyak yang mengalami pasang surut bahkan ada yang bubar. Masyarakat yang mengikuti majlis taklim mayoritas adalah kaum ibu yang notabene sudah mempunyai anak dan mereka harus mendidik anak mereka agar menjadi generasi penerus yang berguna bagi bangsa dan agama. Pendidikan pertama dan paling utama yang didapatkan oleh anak yaitu melalui pendidikan keluarga. Pendidikan keluarga merupakan pendidikan yang paling esensial karena pendidikan tersebut merupakan peletak dasar dan pembinaan anak selanjutnya. Banyak orang tua yang kesulitan untuk mendidik anak dengan baik dan benar yang sesuai dengan ajaran Islam. Munculnya majlis taklim sebagai lembaga pendidikan non formal tentu bisa menjadi wadah khususnya bagi kaum ibu untuk mendapatkan pembinaan yang bisa diterapkan dalam keluarganya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan majlis taklim Riyadus Sholihah terhadap peningkatan kualitas pendidikan keluarga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi dan catatan lapangan (field notes). Majlis taklim Riyadus Sholihah memiliki banyak kegiatan pembinaan bagi para jamaah yaitu, pengajian rutin yang dilaksanakan setiap hari jumat, pelaksanaan hari besar agama Islam (PHBI), pelatihan salat khusu, Training One Minute Awareness (OMA), koperasi, kegiatan sosial dan perlombaan yang diadakan setiap akhir tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa majlis taklim Riyadus Sholihah sangat berperan penting terhadap peningkatan kualitas pendidikan keluarga, diantaranya (1) sebagai wadah pembinaan bagi keluarga terutama dalam meletakkan dasar keimanan (2) memotivasi jamaah untuk memberikan pendidikan terbaik bagi anak (3) membangun niat masyarakat untuk menyekolahkan anak (4) membangun persepsi masyarakat akan pentingnya pendidikan (5) memotivasi untuk menjadi figur orang tua yang baik bagi anak (6) memotivasi untuk terus berprestasi. Kata kunci: pendidikan keluarga, majlis taklim, peranan. This research is motivated by a lot of emerged Mosque Committees (Riyadus Sholihah) in the society, but the Mosque Committee had many experienced ups and downs and some have disbanded. For some people who follow this Mosque Committees (Riyadus Sholihah) are the mothers who already had children and they had to see the fact that they have to educate their children in order to be useful for the next generation in the future. The foremost education is obtained by the child through the family education. Family education is the most essential education, because education in the family is the foundation for the child development. Many parents who struggle to educate children properly in accordance with the teachings of Islam (Religion). This Mosque Committees (Riyadus Sholihah) emergence as non formal education, certainly could be a forum especially for mothers to get a workable coaching in his family. This research aims to determine the role of the Mosque Committees (Riyadus Sholihah) to improving the quality of family education. The method that used in this research is descriptive method with qualitative approach. Data was collected through interviews , observation , documentation studies, and field notes. Mosque Committees (Riyadus Sholihah) has many development activities for the followers. For example, regular recitation that held every friday, the memorial of Islamic religious holidays, Salat Khusy’u training, One Minute Awareness Training, union / cooperatives activities, social activities, and competitions for the mothers group / Mosque Committees (Riyadus Sholihah) that held every year. The results showed that the Mosque Committees (Riyadus Sholihah) had very important role on improving the quality of family education, including (1) as a forum for the family (members/followers in Mosque Committees), especially in laying the foundation of faith in Islam. (2) Motivate the followers (Mosque Committees) to provide the best education for children (3) Build the intention to educate children (4) Build community perceptions of the importance education ( 5 ) Motivate the parents to be a good figure for children (6) motivated to continue to excel / get the achivement. Keywords : Family Education, Mosque Committees (Riyadus Sholihah), Role

    Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Calon Istri Sholihah dengan Menggunakan Metode TOPSIS

    Full text link
      Choose the candidate's wife, means choosing someone who is expected to become a friend of life, someone who can be associates to become a mother of a child in the future. The selection of a wife who undertaken by the male, usually defined by choosing a candidate who can be thanks to all and accept any deficiencies, based on an idea that a male would choose a spouse who can complete the necessary requirements. There is currently no benchmark in selecting prospective wife sholihah making it difficult to determine the criteria for prospective wife sholihah. Therefore, it needed a decision support system that would later help parties concerned in determining the spouse, so the results are effective and efficient. In the design of decision support system required a method used for calculating the value of the value of the desired criteria. The methods that will be used in this system is a method of Technique For Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Based on the research that has been done by the author, shows that the system provides convenience for the user to choose a prospective wife sholihah, and this system is capable of helping the user to specify criteria for the candidate's wife sholihah. TOPSIS method for testing showed that of the 10 samples, the highest ranking value Basmah Nur Habibah 0.8683 value using TOPSIS method.     Keywords: the candidate's wife, wife's election, decision support system, TOPSI

    PENDIDIKAN KEMANDIRIAN SANTRI SEKOLAH DASAR DI PONDOK PESANTREN ASH-SHOLIHAH

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai unsur pendidikan kemandirian, serta faktor pendukung dan penghambat yang berkaitan dengan pendidikan kemandirian santri sekolah dasar di pondok Pesantren Ash-Sholihah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek dari penelitian ini adalah 4 orang santri, 2 orang pengurus Pondok Pesantren, 2 orang Guru, 3 orang pendamping, dan 3 orang tuasantri. Objek penelitian adalah data mengenai pendidikan kemandirian satri sekolah dasar di pondok pesantren Ash-Sholihah. Data diperoleh dengan cara observasi partisipant, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian adalah peneliti yang dibantu dengan pedoman observasi, pedoman wawancara dan pedoman dokumentasi. Analisis data menggunakan interactive model yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman yaitu, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi tehnik. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa :Pendidikan Kemandirian di Pondok Pesantren Ash-Sholihah meliputi pendidikan kemandirian merawat diri, pendidikan kemandiriaan merawat barang, dan kemandirian belajar. Pendidikan kemandirian di Pondok Pesantren Ash-Sholihah melibatkan 5 unsur yaitu : a) Unsur tujuan;b) Unsur Pendidik;c) Unsur Anak; ) Unsur Metode; e) Unsur Lingkungan. Faktor Pendukung yaitu : 1) Lingkungan Pondok Pesantren Ash-Sholihah yang mandiri. 2) Santri yang tinggal bersama dalam satu lingkungan sehingga mudah dalam pengawasan. 3) Sekolah yang menjadi satu dengan Pondok Pesantren. 4) Kerjasama dan kekeluargaan yang baik antara pengurus, guru, pendamping, dan seluruh warga Pondok Pesantren. 5) Adanya keinginan dari diri santri sendiri untuk mandiri. 6) Orang tua yang sudah menjelaskan tentang kehidupan di Pondok Pesantren sebelum santri masuk Pondok Pesantren. Faktor penghambat antara lain : 1) Padatnya jadwal Pondok Pesantren sehingga saat di sekolah santri kurang konsentrasi. 2) Adanya santri yang susah menyesuaikan diri dan susah diatur. 3) Pendamping kewalahan mengawasi santri. 4) Fasilitas yang seadanya dan terbatas. 5) Adanya jadwal sebulan sekali bertemuorang tua sehingga santri yang sudah terbiasa mandiri menjadi manja lagi

    PENDIDIKAN KEMANDIRIAN SANTRI SEKOLAH DASAR DI PONDOK PESANTREN ASH-SHOLIHAH

    Full text link
    AbstrakPenelitian ini mendeskripsikan mengenai pelaksanaan pendidikan kemandirian santri sekolah dasardi Pondok Pesantren Ash-Sholihah serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakanpendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dengan cara observasi partisipant, wawancara, dandokumentasi. Instrumen penelitian adalah peneliti yang dibantu dengan pedoman observasi, pedomanwawancara, dan pedoman dokumentasi. Analisis data menggunakan interactive model yang dikembangkanoleh Miles dan Huberman yaitu, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Ujikeabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil dari penelitian menunjukanbahwa; Pendidikan Kemandirian di Pondok Pesantren Ash-Sholihah meliputi pendidikan kemandirianmerawat diri, pendidikan kemandiriaan merawat barang, dan kemandirian belajar. Pendidikan kemandiriandi Pondok Pesantren Ash-Sholihah melibatkan 5 unsur yaitu : a) Unsur tujuan; b) Unsur Pendidik; c) UnsurAnak; d) Unsur Metode; e) Unsur Lingkungan. Faktor Pendukung yaitu : 1) Lingkungan Pondok PesantrenAsh-Sholihah yang mandiri. 2) Santri yang tinggal bersama dalam satu lingkungan sehingga mudah dalampengawasan. 3) Sekolah yang menjadi satu dengan Pondok Pesantren. 4) Kerjasama dan kekeluargaan yangbaik antara pengurus, guru, pendamping, dan seluruh warga Pondok Pesantren. 5) Adanya keinginan daridiri santri sendiri untuk mandiri. 6) Orang tua yang sudah menjelaskan sebelum santri masuk PondokPesantren. Faktor penghambat antara lain : 1) Padatnya jadwal Pondok Pesantren sehingga saat di sekolahsantri kurang konsentrasi. 2) Adanya santri yang susah menyesuaikan diri dan susah diatur. 3) Pendampingkewalahan mengawasi santri. 4) Fasilitas yang seadanya dan terbatas. 5) Adanya jadwal sebulan sekaliketemu orang tua sehingga santri yang sudah terbiasa mandiri menjadi manja lagi.Kata kunci : Pendidikan Kemandirian, Santri Sekolah Dasa

    Peran pengurus majelis taklim Mar’atus Sholihah dalam peningkatan pemahaman keagamaan jama’ah di Perumahan PGRI Klipang Semarang

    Full text link
    Nama Dewi Kharishotul Latifah (1601036097), Peran Pengurus Majelis Taklim Mar’atus Sholihah Dalam Peningkatan Keagamaan Jama’ah di Perumahan PGRI Klipang Semarang, Jurusan Manajemen Dakwah (MD), 2023. Semua aspek keberadaan manusia dicakup oleh Islam sebagai agama dan pandangan hidup. Dakwah mengacu pada penyebaran Islam dan penyampaian ajarannya kepada semua orang. Hal tersebut menyiratkan bahwa harus dimungkinkan dalam mengubah sifat-sifat yang tegas, antara lain melalui majlis taklim yang berkemampuan memberikan pemahaman tentang sisi baik pelajaran Islam. Penulis merumuskan rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu Bagaimana peran pengurus majelis taklim mar’atus sholihah dalam peningkatan pemahaman keagamaan jama’ah di Perumahan PGRI Klipang Semarang?. Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran pengurus Majelis Taklim Mar’atus Sholihah dalam peningkatan pemahaman keagamaan jama’ah di Perumahan PGRI Klipang Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Fied Research). Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh langsung dari lapangan dan data sekunder yang diperoleh melalui bahan-bahan tertulis dan lain-lain. Penelitian ini menggunakan instrument dalam mengumpulkan data yakni : observasi, wawancara daan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peran pengurus majelis taklim Mar’atus Sholihah sudah dilaksanakan dengan baik, bisa dilihat dari berbagai kegiatan yang dilakukan oleh Majelis Taklim Mar’atus Sholihah seperti melatih Jama’ah dalam membaca Al-Qur’an, mengadakan perayaan hari besar Islam, mengadakan ceramah rutin bulanan, ziarah wali, kegiatan TPQ untuk anak-anak, dan santunan anak yatim. Adapun perannya yaitu (1) Peran pengurus dilihat dari peserta dalam interaksi yaitu memberdayakan jamaah ibu-ibu sebagai faktor utama dalam membangun dan memperbaiki moral generasi muda, (2) Peran pengurus dilihat dari cara melakukan interaksi yaitu menyampaikan materi keagamaan melalui pelatihan membaca Al Qur’an dan ceramah rutin bulanan, (3) Peran pengurus dilihat dari tingkah laku yaitu mewujudkan majelis yang taqwa dan berakhlak mulia, dilengkapi dengan memberikan pemahaman tentang pentingnya mengamalkan agama dalam kehidupan sehari-hari, (4) Peran pengurus dilihat dari hubungan antara perilaku dan manusia yaitu meningkatkan pemaahaman keagamaan jamaah melalui silaturrahim dan kepedulian di antara sesama jamaah. Implikasi penelitian ini yaitu bagi para pengurus hendaknya terus meningkatkan kegiatan-kegiatan baik yang berupa pengajian maupun yang lainya agar jama’ah tidak merasa jenuh. Diharapkan para pengurus Majelis Taklim Mar’atus Sholihah memiliki kurikulum Majelis Taklim sebagai pedoman dalam melaksanakan dan pengembangan Majelis Taklim Mar’atus Sholihah diharapkan kepedulian dan perhatian untuk menunjang kemajuan Majelis Taklim Mar’atus Sholihah yang merupakan salah satu lemmbaga pendidikan non formal

    PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN SAINS INOVATIF BERBASIS BOKAS (BOTOL DAN KARDUS BEKAS) BAGI GURU PAUD AS-SHOLIHAH BANYUMULEK TAHUN 2023

    Full text link
    ABSTRAKPrioritas permasalahan yang dihadapi mitra yaitu guru PAUD As Sholihah Banyumulek belum bisa merancang media pembelajaran berbasis botol dan kardus bekas (BOKAS). Tujuan pengabdian ini yaitu 1) memberikan pelatihan bagi guru PAUD As Sholihah Banyumulek dalam merancang media pembelajaran sains inovatif berbasis botol dan kardus bekas (BOKAS); 2) memberikan pendampingan bagi guru PAUD As Sholihah Banyumulek dalam implementasi dalam pembelajaran menggunakan media pembelajaran sains inovatif berbasis BOKAS. Metode yang digunakan terdiri dari 3 langkah yaitu 1) Tahap persiapan, melakukan komunikasi awal dengan mitra, 2) Tahap pelaksanaan, berupa kegiatan sosialisasi dan implementasi pengabdian masyarakat, dan 3) Monitoring dan evaluasi untuk membantu mengatasi permasalahan yang ada pada kelompok mitra dengan memberikan masukan dan saran pada setiap kesulitan dalam membuat media pembelajaran sains inovatif berbasis BOKAS dan implementasinya dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil sosialisasi dan implementasi pengabdian kepada masyarakat tersebut dapat disimpulkan yaitu 1) sebesar 90% guru PAUD As Sholihah Banyumulek mampu merancang media pembelajaran inovatif berbasis BOKAS sesuai dengan topik pembelajaran yang sedang diajarkan; 2) sebesar 90% guru PAUD As Sholihah Banyumulek mampu menerapkan metode pembelajaran sains inovatif menggunakan media pembelajaran sains berbasis Botol dan Kardus Bekas (BOKAS) dalam pembelajaran di kelas. Kata kunci: media pembelajaran; sains; inovatif; BOKAS. ABSTRACTThe priority problem faced by the partner is the teacher of PAUD As-Sholihah Banyumulek can not design media learning based on the used bottle and cardboard box (BOKAS). The objectives of this service are 1) to provide training for PAUD As Sholihah Banyumulek teachers in designing innovative science learning media based on used bottles and cardboard (BOKAS); 2) to provide assistance for PAUD As Sholihah Banyumulek teachers in implementing learning using innovative science learning media based on BOKAS. The method used consists of 3 steps, namely 1) The preparation stage, conducting initial communication with the partners; 2) The implementation stage, in the form of socialization and implementation of community service; and 3) Monitoring and evaluation to help overcome existing problems in the partner group by providing input and suggestions on any shortcomings in making innovative science learning media based on BOKAS and its implementation in learning. Based on the results of the socialization and implementation of community service, it can be concluded that 1) 90% of PAUD As Sholihah Banyumulek teachers are able to design innovative learning media based on BOKAS according to the learning topic being taught; 2) 90% of PAUD As Sholihah Banyumulek teachers are able to apply innovative science learning methods using science learning media based on Used Bottles and Cardboard (BOKAS) in classroom learning. Keywords: learning media; science; innovative; BOKAS
    corecore