BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya
Not a member yet
206 research outputs found
Sort by
KONFLIK BATIN TOKOH KOYAL DALAM NASKAH DRAMA MEGA-MEGA KARYA ARIFIN C. NOER: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA
Penelitian bertajuk “Konflik Batin Tokoh Koyal dalam Naskah Drama Mega-Mega Karya Arifin C. Noer: Tinjauan Psikologi Sastra” bertujuan untuk mengetahui konflik batin yang dialami tokoh Koyal pada naskah tersebut dengan menggunakan teori Psikoanalisis Sigmund Freud. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif denganl pendekatan psikologil sastra. Strukturl kepribadian danl alam bawahl sadar menjadil aspek pembangunl dalan menganalisi tokoh Koyal. Konflik batin yang dialami oleh tokoh Koyal terhadap mimpinya yang ingin menjadi kaya bisa dikatakanl sebagai bagianl dari labsurdisme. Gambaran akan keinginanl nafsu manusial yang tak ada batasannya terlihatl jelas pada konflik yang terjadi saat Koyal yang tenggelam pada harapan-harapannya sendiri, yakni ingin kaya dengan cara yang tidak masuk akal
KRITIK NOVEL ISLAMMU ADALAH MAHARKU KARYA ARIO MUHAMMAD PENDEKATAN RELIGIUS
Penelitian ini dilakukan untuk mengkritik salah satu judul novel yaitu Islammu adalah Maharku Karya Ario Muhammad untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan yang ada di dalamnya dengan menggunakan pendekatan religius. Sedangkan untuk metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunaka data yang berupa isi dan penggambaran cerita yang terdapat di dalam novel. Untuk teknik pengumpulan data yang dipilih dalam penelitin ini adalah berupa teknik pustaka, simak dan catat. Hasil yang telah didapatkan dari penelitian ini nantinya akan berupa analisis penggambaran cerita yang terdapat di dalam novel Islammu adalah Maharku Karya Ario Muhammad dengan kesesuaian pada nilai – nilai agama yang ada di kehidupan sehari – hari. yang meliputi: 1) Nilai agama yang terkandung di dalam novel Islammu adalah Maharku Karya Ario Muhammad 2) Keterjalinan teori yang digunakan dengan isi cerita di dalam novel Islammu adalah Maharku Karya Ario Muhammad. Adapun kritik terhadap novel Islammu adalah Maharku Karya Ario Muhammad yaitu terletak pada pemilihan topik pembicaraan yang disampaikan oleh pengarang di dalam novel
NILAI-NILAI KEHIDUPAN DALAM NOVEL BUMI KARYA TERE LIYE
ABSTRAK: Artikel ini merupakan bentuk penelitian nilai-nilai kehidupan dalam novel Bumi karya Tere Liye. Dengan menggunakan metode analisis isi dengan subjek penelitian yaitu novel Bumi karya Tere Liye dan objek penelitian berupa nilai-nilai kehidupan. Berdasarkan kajian nilai-nilai kehidupan yang berlandaskan tinjauan teori Supratno antara lain: 1) nilai pendidikan, 2) nilai religius, 3) nilai kepemimpinan, 4) nilai kepahlawanan, 5) nilai keberanian, 6) nilai kesederhanaan, 7) nilai gotong royong, 8) nilai moral, dan 9) nilai berkorban
KRITIK SASTRA PADA FILM TERSANJUNG KARYA HANUNG BRAMANTYO PENDEKATAN FEMINISME
Penelitian ini bertujuan untuk mengkritik film Tersanjung karya Hanung Bramantyo dengan menggunakan pendekatan feminisme. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan dokumen. Langkah-langkahnya yaitu dengan menyaksikan film dan mencatat data-data yang berkaitan dengan penelitian. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adanya feminisme yang terjadi di dalam film Tersanjung karya Hanung Bramantyo yaitu pelecehan seksual, kekeseran seksual, kekerasan fisik, dan kekerasan psikis. Secara peran maupun fungsi, perempuan dianggap berada di bawah kaum laki-laki. Pelecehan seksual yang dialami Yura dilakukan oleh Bobby saat Yura dan Bobby sedang berada di rumah Bobby, kekerasan seksual yang dialami Yura dilakukan oleh Tian yang melakukan hubungan intim dengan Yura namun setelah itu ia menghilang saat Yura hamil anak Tian, kekerasan fisik yang dilakukan oleh Bobby terhadap Yura saat Yura memberontak kepada Bobby yang melakukan pelecehan seksual, dan kekerasan psikis yang dilakukan oleh keluarga Tian saat Yura berkunjung ke rumah Tian untuk dikenalkan ke keluarga Tian
PENULISAN KREATIF DALAM MENULIS CERPEN SISWA KELAS XII IPS 1 SMA TRIGUNA JAKARTA
Penulisan kreatif dalam menulis cerpen siswa kelas XII IPS 1 SMA Triguna Jakarta bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penulisan kreatif ( tema, alur,sudut pandang dan gaya bahasa) yang terdapat dalam naskah cerpen siswa XII IPS 1. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Peneliti menemukan siswa siswi menulis berdasarkan pengalaman pribadi, alur maju, sudut pandang yang digunakan adalah orang pertama dan penggunaan gaya bahasa yang sangat kurang
ANALISIS VARIASI BAHASA (ALIH KODE & CAMPUR KODE) KANAL YOUTUBE “NIHONGO MANTAPPU”
Ragam bahasa dapat menjadi alasan untuk memilah kata yang tepat dalam berkomunikasi. Penelitian ini bertujuan mengkaji fenomena alih kode & campur kode pada kanal Youtube Nihongo Mantappu. Dengan metode analisis data untuk mendeskripsikan secara sistematis berdasarkan data yang sebenarnya melalui teknik simak dan catat. Hasil kajian menunjukkan adanya ragam bahasa yang menimbulkan sebuah variasi bahasa dalam bertutur. Beberapa faktor lainnya sebab dari pihak tutur dan lawan tuturnya
KEMAMPUAN MENGINFERENSI DAN MENGEVALUASI DALAM PEMBELAJARAN LITERASI MEMBACA TEKS NARASI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 BULULAWANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan menginferensi dan kemampuan mengevaluasi dalam pembelajaran literasi membaca teks narasi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Bululawang. Penelitian berfokus pada kemampuan menginferensi dalam sub indikator: (1) kemampuan menginterpretasi, (2) kemampuan menyimpulkan, dan (3) kemampuan membandingkan teks narasi; serta kemampuan mengevaluasi dalam sub indikator: (1) kemampuan mengevaluasi dan (2) kemampuan merefleksi teks narasi. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan tes menggunakan teks narasi. Validitas ditentukan dengan validitas isi, yaitu kisi-kisi instrumen uji reliabilitas dengan hasil signifikan sangat tinggi sebesar 0.936 untuk kemampuan menginferensi dan 0.922 untuk kemampuan mengevaluasi. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan menginferensi dan kemampuan mengevaluasi pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Bululawang tergolong rendah. Kemampuan menginferensi pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Bululawang diperoleh rata-rata 67.34, yaitu sub indikator kemampuan menginterpretasi rata-rata 72.12, kemampuan menyimpulkan rata-rata 71.53, dan kemampuan membandingkan rata-rata 58.45. Kemampuan mengevaluasi pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Bululawang rata-rata 54.04, yaitu sub indikator kemampuan mengevaluasi rata-rata 46.02 dan kemampuan merefleksi rata-rata 62.42. Dapat disimpulkan bahwa siswa kelas VII SMP Negeri 1 Bululawang memiliki kemampuan menginferensi kategori rendah dengan nilai rata-rata 67.34 pada interval 60.00--69.00 dan kemampuan mengevaluasi kategori sangat rendah dengan nilai rata-rata 54.04 pada interval <60. Keduanya berada di bawah standar KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) mata pelajaran Bahasa Indonesia yang ditentukan, yaitu 76.00
VARIASI PENGGUNAAN KONFIKS DALAM PIDATO PRESIDEN RI TAHUN 2021: METODE LINGUISTIK KORPUS
Penelitian ini berisikan telaah tentang analisis penggunaan afiksasi jenis konfiks di dalam pidato Presiden RI tahun 2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan linguistik korpus deskriptif kualitatif, karena memanfaatkan aplikasi linguistik korpus KORTARA (Korpus Nusantara). Penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi berupa file-file korpus pidato Presiden RI di aplikasi KORTARA (Korpus Nusantara). Dalam penganalisisan data penelitian, teknik yang digunakan berupa analisis linguistik komputasi, yang memanfaatkan aplikasi linguistik korpus KORTARA. Aplikasi ini peneliti gunakan mulai pada tahap identifikasi data, klasifikasi data, interpretasi data, dan kesimpulan hasil temuan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, temuan variasi penggunaan konfiks dalam naskah pidato Presiden RI tahun 2021 dapat berupa konfiks ber-/-an, ber-/-kan, di-/-kan, ke-/-an, me-/-kan, meN-/-kan, peN-/-an, dan per-/-an. Hasil penelitian ini juga mengungkapkan bahwa penggunaan afiksasi jenis konfiks (awalan-akhiran) digunakan dalam naskah pidato Presiden RI tahun 2021 untuk membangun konsep kekayaan tata bahasa Indonesia yang digunakan di ranah politik dan formal
METAFORA WARNA DALAM BUKU TONGGAK: ANTOLOGI PUISI INDONESIA MODERN
Metafora warna adalah gaya bahasa yang membuat perbandingan warna dengan objek sekitarnya yang memiliki sifat berbeda sebagai jembatan imajinasi penyair dan pembaca. Metafora ini dapat ditemukan dalam buku Tonggak: Antologi Puisi Indonesia Modern yang disusun oleh Linus Suryadi AG. Penelitian ini mendeskripsikan dan menjelaskan jenis metafora warna dan alasan penyair dalam pemilihan warna dalam buku Tonggak. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan stilistika. Sumber data penelitian ini adalah buku Tonggak 1, 2, dan 3. Penelitian ini menghasilkan jenis-jenis metafora warna terkandung dalam buku Tonggak: Antologi Puisi Indonesia Modern tafsir makna dalam memilih warna dalam puisi. Metafora warna yang digunakan dalam buku Tonggak: Antologi Puisi Indonesia Modern jilid 1, 2, dan 3 menggunakan warna seperti (1) merah, (2) jingga, (3) kuning, (4) biru, (5) hijau, (6) hitam, (7) putih, (8) cokelat, dan (9) ungu
RETRACTED: Resepsi Penonton terhadap Pesan dalam Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini
Setelah melakukan penelaahan yang cermat dan penuh perhatian serta pertimbangan terhadap artikel yang diterbitkan dalam Jurnal BASINDO yang berjudul "Resepsi Penonton terhadap Pesan dalam Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini" Vol 7, No 2, Desember 2023, URL: https://journal2.um.ac.id/index.php/basindo/article/view/38435Artikel ini ditemukan melanggar prinsip-prinsip publikasi Jurnal BASINDO dan telah ditarik kembali.Artikel tersebut telah diterbitkan dalam Jurnal ISLLAC pada Vol 7, No 1, Juni 2023, dengan judul "Audience Reception of Messages in Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini" URL: https://journal2.um.ac.id/index.php/jisllac/article/view/40098Dokumen dan isinya telah dihapus dari Jurnal BASINDO, dan upaya yang wajar harus dilakukan untuk menghapus semua referensi ke artikel ini